Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
97. Cewek Bergaun Kuning


__ADS_3

Bulan ketiga setelah kepergian Nathan. Kehidupan Bayan, Anna dan Nicko pun berjalan sebagaimana mestinya. Mia pun begitu.


Sejak jalinan kasihnya dengan Nathan terbongkar, ia terlihat lebih dewasa. Bahkan kini Mia bersedia membantu ayahnya di perusahaan. Padahal sebelumnya Mia selalu menolak dengan alasan yang tak masuk akal.


Nampaknya Mia menikmati perannya sekarang. Karena menjabat sebagai wakil direktur, membuat Mia lebih sibuk. Ia seolah sengaja menenggelamkan diri dalam kesibukan untuk mengalihkan rasa rindunya pada sang kekasih.


Rupanya Mia dan Nathan memang tak memanjakan diri dengan rutin menanyakan kabar setiap hari. Mereka memilih waktu khusus untuk saling berkabar melalui sambungan video call saat akhir pekan. Dan jika saat itu tiba, maka Mia akan tampil secantik mungkin agar Nathan bisa melihatnya dalam keadaan yang prima.


Seperti malam ini Mia tampak telah duduk di ruang tengah. Mia memang memilih ruang tengah sesuai permintaan Nathan yang tak ingin melihat Mia di kamar. Nathan merasa tak patut bicara di kamar meski pun hanya melalui sambungan telephon karena mereka bukan lah pasangan suami istri.


"Aku ga nyaman ngeliat Kamu di kamar karena bikin pikiranku kemana-mana," kata Nathan saat Mia bertanya alasan Nathan memintanya duduk di ruang tengah.


Mia yang paham arah pembicaraan sang kekasih pun nampak tersenyum simpul mengingat ucapan Nathan itu.


Tak lama kemudian Nathan dan Mia mulai bicara. Wajah Mia tampak berbinar bahagia saat bisa melihat Nathan.


Pembicaraan berjalan lancar hingga satu jam pertama. Namun sesaat kemudian Mia nampak mengerutkan keningnya saat melihat sesuatu di belakang Nathan yang membuatnya cemburu.


"Kamu beneran sendiri di sana Nath ?" tanya Mia.


"Iya. Kan Aku udah bilang kalo temen-temen semess Aku lagi pada hang out sama ceweknya masing-masing," sahut Nathan santai.


"Oh jadi gitu. Temen-temen Kamu keluar, terus Kamu yang tinggal sama cewek itu. Iya kan ?!" kata Mia kesal.


"Cewek apaan sih maksud Kamu. Ga ada siapa-siapa di sini. Nih liat ...," kata Nathan sambil memperlihatkan semua ruangan.


"Aku kecewa sama Kamu Nath. Ternyata Kamu ga jujur sama Aku. Udah dulu ya, Aku mau tidur," kata Mia mengakhiri pembicaraan.


Sikap Mia tentu saja membuat Nathan panik. Ia mencoba menghubungi Mia lagi tapi gagal. Mia terlanjur ngambek dan mengira Nathan memiliki kekasih lain selain dirinya.


\=\=\=\=\=


Mia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia merasa sangat lelah usai mendampingi ayahnya menghadiri beberapa pertemuan penting hari ini.

__ADS_1


Mia menatap langit-langit kamarnya sambil menghela nafas panjang. Ia mencoba mengingat pertengkarannya dengan Nathan tadi.


Rupanya setelah sebulan memblokir sang kekasih, hari ini Mia berniat mengakhiri perang dingin antara dia dan Nathan. Bisa ditebak apa yang terjadi. Sesaat kemudian Nathan nampak menghubungi Mia. Dengan enggan Mia menjawab panggilan sang kekasih. Dan saat itu Nathan terdengar kesal karena Mia memblokir nomornya.


Lagi-lagi Mia dan Nathan bertengkar karena masalah yang sama yaitu perempuan yang ada bersama Nathan yang tak diakui keberadaannya oleh Nathan.


Dan kini Mia tengah berpikir keras tentang penampakam wanita yang dilihatnya melintas di belakang Nathan. Saat itu memang Mia hanya melihat sekilas sosok wanita itu. Mia ingat jika wanita itu mengenakan out fit berupa gaun berwarna kuning.


"Kalo dipikir-pikir ga adil juga ya terus nyalahin Nathan untuk sesuatu yang ga dia lakukan. Padahal dia kan cowok yang jujur. Mia ... Mia. Cuma gara-gara cemburu buta justru bakal bikin Kamu kehilangan dia. Kalo udah gitu kan sia-sia aja LDR an," gumam Mia sambil tersenyum kecut.


Kemudian Mia bangkit karena berniat ke kamar mandi. Sambil mengikat rambutnya Mia mematut diri di depan meja rias. Dari pantulan cermin Mia melihat sosok wanita bergaun kuning melintas di sampingnya. Mia terkejut lalu tanpa sadar mencari sosok wanita yang baru saja dilihatnya itu dengan cara menatap ke penjuru kamar.


"Siapa tuh," kata Mia sambil mengamati cermin.


Mia juga mengamati seluruh kamar dan membandingkannya dengan pantulan di cermin. Entah mengapa tiba-tiba Mia merasa bulu kuduknya meremang.


"Masa sih ada hantu di sini. Mustahil kan," gumam Mia sambil menggelengkan kepala.


Tiba-tiba Mia teringat sesuatu.


"Ya Allah. Cewek itu kan mirip kaya cewek yang Aku liat di belakangnya Nathan. Kalo penampakannya aja ga jelas, itu artinya dia hantu dong. Jangan-jangan Nathan juga ga tau kalo ada hantu di sekitarnya. Tapi kenapa hantunya sama kaya yang Aku liat barusan," gumam Mia gusar.


Mia meraih ponselnya dan berniat menghubungi Nathan. Namun Mia nampak ragu karena khawatir Nathan tak percaya ucapannya dan menganggapnya berhalusinasi. Namun setelah berpikir sejenak, akhirnya Mia memantapkan hati untuk menghubungi Nathan.


"Assalamualaikum Nathan," sapa Mia saat telephon tersambung.


"Wa alaikumsalam, iya kenapa Mia ?" tanya Nathan.


"Aku ... Aku mau minta maaf," sahut Mia hingga membuat Nathan terkejut sekaligus senang.


Bagaimana tidak. Setelah menjalani proses panjang bahkan nomornya juga sempat diblokir selama sebulan, akhirnya Mia percaya dan minta maaf padanya.


"Iya sama-sama," kata Nathan kemudian.

__ADS_1


"Kamu ga tanya kenapa Aku mendadak minta maaf ?" tanya Mia.


"Aku tau kok. Kamu minta maaf karena sadar udah salah nuduh Aku. Aku kan udah bilang, ga ada cewek lain di sini karena Aku bener-bener sendirian waktu itu," sahut Nathan.


"Kamu ga sendirian Nath, Aku ga bohong !. Ada cewek di belakang Kamu dan barusan cewek itu juga ada di sini, di kamarku !" kata Mia gusar.


"Apa ?!. Maksud Kamu apa sih Mia ?" tanya Nathan tak mengerti.


"Aku liat penampakan cewek di belakang Kamu waktu. Cewek itu pake gaun warna kuning, rambutnya ikal, kulitnya putih, wajahnya juga cantik. Dan barusan Aku juga ngeliat cewek itu di sini. Dia lewat di samping Aku Nath !. Walau cuma bayangan kaya asap tipis, tapi itu jelas banget !" kata Mia panik.


Ucapan Mia membuat Nathan terkejut. Tiba-tiba ia teringat pada Ira, sang mantan kekasih yang meninggal karena dibakar warga. Nathan ingat jika Ferdi dan Mario pernah mengatakan jika saat ditemukan jasad Ira mengenakan gaun berwarna kuning.


"Jangan-jangan itu Ira. Bukannya saat ditemukan tanpa kepala di kamarnya dia juga pake baju kuning," batin Nathan sambil mengusap wajahnya.


Karena tak mendengar suara apa pun, Mia pun memanggil sang kekasih.


"Nathan. Kamu masih di sana kan ?!" panggil Mia.


"Iya iya Mi. Aku masih dengerin Kamu kok," sahut Nathan.


"Terus gimana nih. Jangan bilang kalo Kita, maksudku Aku dan Kamu diganggu sama penampakan mantan pacar Kamu yang ga rela Kamu pacaran sama Aku !" kata Mia gusar.


"Mana mungkin gitu sih Mia Sayang. Kalo orang udah meninggal ya dikubur, jasadnya hancur jadi tanah dan jiwanya kembali ke hadirat Allah," sahut Nathan berusaha menenangkan Mia.


"Jadi mantan pacar Kamu beneran udah meninggal dan sekarang ...," ucapan Mia terputus karena Nathan memotong cepat.


"Tolong jangan melebar kemana-mana Mi. Ini tentang Kita dan bukan orang lain. Kalo Kamu percaya ga ada cewek lain saat itu, artinya masalah Kita clear. Iya kan ?" tanya Nathan.


"Iya," sahut Mia hingga membuat Nathan tersenyum mendengarnya.


Tak lama kemudian Mia mengakhiri pembicaraan mereka. Nathan termenung karena tak percaya jika arwah Ira masih penasaran dan terus mengikutinya meski pun ia pergi jauh menyebrangi samudra.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2