Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
26. Mimpi Ustadz Mustafa


__ADS_3

Usai menjalani therapy berjalan, Bayan membawa ustadz Mustafa ke taman Rumah Sakit sesuai permintaan sang ustadz. Saat Bayan menawarkan pergi ke kantin agar ustadz Mustafa bisa menikmati makanan ringan sambil bercerita banyak hal, sang ustadz menolak. Dan itu membuat Bayan makin penasaran.


Akhirnya Bayan pun mengalah. Ia memilih meninggalkan Ustadz Mustafa sejenak di taman untuk membeli makanan dan minuman ringan. Dan saat kembali, Bayan pun tersenyum melihat ustadz Mustafa tertidur di atas kursi roda.


"Ada apa sih sebenernya. Kenapa Ustadz Mustafa harus bohong sama anak dan perawatnya kalo dia udah bisa bicara," kata Bayan dalam hati.


Mengetahui Bayan kembali, ustadz Mustafa pun membuka matanya. Kemudian Bayan menyerahkan segelas teh manis hangat kepada ustadz Mustafa. Bayan juga meletakkan sekotak donat di atas pangkuan ustadz Mustafa.


"Terima kasih Bayan," kata ustadz Mustafa dengan tulus.


"Sama-sama Ustadz," sahut Bayan sambil tersenyum.


Setelah ustadz Mustafa meneguk teh manis hangat dan terlihat nyaman, Bayan pun memberanikan diri untuk bertanya perihal aksi tutup mulut sang ustadz.


Pertanyaan Bayan membuat ustadz Mustafa tersenyum. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan yang menimpanya adalah sebuah rekayasa yang sengaja dilakukan oleh seorang oknum pejabat.


"Rekayasa gimana maksudnya Ustadz?" tanya Bayan tak mengerti.


"Saya tau rahasia seorang oknum pejabat. Tau terlalu banyak. Makanya untuk membungkam Saya, dibuat lah kecelakaan itu. Tujuannya cuma satu, ya supaya Saya meninggal hingga rahasia busuk itu ga terungkap ke permukaan. Tapi Sang Pemilik Hidup yaitu Allah menentukan lain. Saya tetap hidup meski pun kaki Saya cacat. Saya sengaja pura-pura bisu dan kehilangan kemampuan bicara hanya untuk menenangkan dia sebentar," sahut ustadz Mustafa setengah berbisik.


"Apa ini semacam siasat aja Ustadz ?" tanya Bayan.

__ADS_1


"Betul. Saya cuma mau mengelabui dia. Saya hanya berharap dan selalu berdoa supaya dia sadar jika uang bukan segalanya. Jika dia berpikir bisa membeli takdir Allah, maka dia salah besar. Dan saat waktunya tiba, dia pasti kehilangan segalanya," sahut ustadz Mustafa sambil tersenyum penuh makna.


Sebenarnya Bayan penasaran siapa oknum pejabat yang dimaksud ustadz Mustafa. Namun karena tak ingin ikut campur dengan urusan pribadi sang ustadz, Bayan pun mengalihkan topik pembicaraan mereka. Bayan menanyakan maksud ucapan Ustadz Mustafa di malam saat ia berkunjung ke rumah sang ustadz.


Sebelum menjawab pertanyaan Bayan, ustadz Mustafa nampak menghela nafas panjang. Kemudian ia meneguk sekali lagi teh manis di gelasnya. Setelahnya sang ustadz baru menjawab pertanyaan Bayan.


Ternyata sebelum Bayan datang ke rumahnya, ustadz Mustafa juga telah diberi isyarat atau pertanda melalui mimpi. Dalam mimpi itu Ustadz Mustafa seolah dibawa ke masa lalu, masa yang telah berusaha dilupakan oleh ustadz Mustafa. Tepatnya masa sepuluh tahun lalu saat Karto datang padanya untuk meminta bantuan.


Saat mendengar cerita Karto tentang kuyang yang menitis ke tubuh putri kandungnya yaitu Senja, ustadz Mustafa sampai ternganga tak percaya. Saat itu Ustadz Mustafa bahkan meminta Karto pulang karena merasa cerita Karto hanya bualan atau semacam dongeng anak sebelum tidur.


"Menakutkan tapi terdengar lucu," kata ustadz Mustafa kala itu.


Namun setelah Karto menceritakan semuanya dari awal hingga akhir, termasuk pernikahannya dengan ibu kandung Senja yang bernama Rusti, ustadz Mustafa pun percaya. Apalagi Karto juga mengatakan jika ia mengenali kepala istrinya saat melayang menjadi hantu kuyang. Dan yang membuat ustadz Mustafa makin percaya adalah karena Karto juga mengatakan melihat tubuh Rusti yang terduduk tanpa kepala di rumah mereka di malam yang sama usai Karto melihat hantu kuyang itu.


Bayan nampak kacau saat itu. Pandangan matanya kosong, pikirannya pun seperti terganggu. Ustadz Mustafa mengerti mengapa Bayan jadi seperti itu. Bukan hanya dia, tapi semua orang yang mengenal Bayan tahu betapa Bayan sangat mencintai Senja. Karena itu Ustadz Mustafa menyarankan Bayan pergi dari rumah kenangannya bersama Senja agar Bayan bisa move on.


Setelah Bayan pergi, ustadz Mustafa sempat kehilangan jejak. Ia kembali mendengar berita tentang Bayan saat pria itu mengundangnya untuk hadir dalam pernikahannya dengan Anna empat tahun lalu. Saat itu Bayan mengubah panggilannya dari 'Kyai Mustafa' menjadi 'Ustadz Mustafa' karena alasan pribadi. Ustadz Mustafa tak keberatan sama sekali karena ia merasa itu hanya panggilan yang disematkan Bayan untuknya.


Namun di saat yang sama ustadz Mustafa juga menerima berita menyedihkan yaitu wafatnya Karto akibat sakit dua tahun sebelumnya.


"Pak Karto pasti bahagia melihatmu menikah dengan wanita baik-baik seperti Anna Mas Bayan. Mungkin selama ini Pak Karto juga sedih dan merasa bersalah karena melihatmu bersedih. Dan yang menyakitkan adalah kesedihan itu karena kematian Anaknya. Saya tau Pak Karto menyayangimu dengan tulus, makanya dia selalu berharap agar Kamu bisa menemukan kebahagiaanmu sama seperti saat Kamu bersama Senja," kata ustadz Mustafa kala itu.

__ADS_1


Ucapan ustadz Mustafa membuat Bayan terharu. Bahkan ustadz Mustafa melihat kedua mata Bayan berkaca-kaca.


Setelah mimpi itu berakhir, ustadz Mustafa pun terbangun dalam kondisi tubuh banjir keringat. Ustadz Mustafa menggelengkan kepala untuk mengusir ingatan yang kembali datang tentang Bayan dan Senja.


Malam itu, setelah sekian lama melupakan Senja, entah mengapa ustadz Mustafa kembali teringat dengan sosok Senja.


Senja adalah wanita yang cantik, ramah, rendah hati dan santun. Itu lah kesan pertama yang ditangkap ustadz Mustafa.


Saat sedang mengingat Senja, tiba-tiba ustadz Mustafa melihat bayangan hitam berkelebat cepat di luar kamar. Ia terkejut saat menyadari wujud bayangan hitam itu menyerupai kepala dengan rambut terurai dan tanpa tubuh. Saat itu lah ustadz Mustafa sadar jika mimpi yang baru saja ia alami dan kelebatan bayangan hitam menyerupai kuyang itu saling berkaitan.


"Ternyata dua hari setelah mimpi itu Kamu datang ke rumah. Saya tau maksud kedatanganmu pasti berhubungan dengan hantu kepala tanpa badan itu Mas Bayan," kata ustadz Mustafa yang diangguki Bayan.


Kemudian Bayan menceritakan apa yang ia, Rama dan Riko lihat saat perayaan ulang tahun Nathan di peternakan. Bayan juga menceritakan apa yang dilihat Anna di jendela kamar mereka. Ustadz Mustafa mendengarkan dengan seksama dan mencoba menarik kesimpulan dari cerita Bayan tadi.


"Apa ada orang baru di sekitar rumahmu?" tanya ustadz Mustafa.


"Orang baru. Istri Saya memang membayar orang khusus untuk mengasuh Nathan, Ustadz. Namanya Arti. Dia tinggal bersama Kami sejak Anna hamil delapan bulan. Memangnya kenapa Ustadz ?" tanya Bayan cemas.


Saat ustadz Mustafa bersiap menjawab pertanyaan Bayan, saat itu lah perawat datang mendekati mereka dan meminta ustadz Mustafa mengikuti therapy berikutnya.


Bayan menghela nafas panjang karena terpaksa bersabar menunggu ustadz Mustafa menyelesaikan therapy keduanya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2