Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
226. Nekat Menerobos


__ADS_3

Setelah memastikan Nathan baik-baik saja Bayan pun menghela nafas lega. Apalagi ia juga melihat Nathan berhasil menguasai dirinya dan kembali memasang kuda-kuda pertanda siap untuk menghadapi siluman kuyang.


Di depan sana siluman kuyang jelmaan Rosi yang semula melesat ke atas nampak berbalik arah lalu menukik cepat menuju perawat yang pingsan itu.


Menyaksikan hal itu membuat Bayan yang semula berada di samping Nathan pun merangsek maju mendekati tubuh sang perawat. Kini ia berdiri menghadang di depan tubuh sang perawat yang tergolek pingsan itu dengan kedua lengan terentang.


Merasa kesal karena niatnya memangsa janin di dalam rahim perawat itu dihalangi, siluman kuyang jelmaan Rosi pun mendengus marah. Siluman kuyang itu berputar lalu menyerang Nathan tanpa ampun. Bayan pun mengingatkan Nathan agar berhati-hati.


"Hati-hati Nath !" kata Bayan lantang.


"Siap Yah !" sahut Nathan tak kalah lantang.


Saat siluman kuyang menyerang Nathan, kesempatan itu dimanfaatkan Bayan untuk mengunci pintu kamar. Bayan melakukannya karena tak ingin ada orang lain yang tahu apa yang terjadi di dalam ruangan. Selain itu Bayan juga tak ingin korban siluman kuyang bertambah nanti.


Bayan berhasil mengunci pintu lalu membalikkan tubuhnya. Ia mengamati pertempuran Nathan dengan siluman kuyang jelmaan Rosi itu.


Ada sesuatu yang aneh menurut Bayan. Karena saat diamati dengan seksama, nampaknya siluman kuyang jelmaan Rosi itu sengaja mengulur waktu. Berkali-kali siluman itu melirik kearah jendela yang pecah tadi seolah sedang menunggu kesempatan untuk melarikan diri.


"Jadi begitu rupanya. Kita liat seberapa nekat Kamu menembus pertahanan Kami Rosi," gumam Bayan sambil tersenyum penuh makna.


Bayan bergegas menghampiri jendela dan meletakkan beberapa bongkah bawang putih di ambang jendela yang ia ambil dari saku celana panjangnya. Bayan juga menyemprotkan cairan bawang putih ke seluruh permukaan kusen jendela. Aroma bawang putih yang pekat mampu membuat siluman kuyang jelmaan Rosi itu menjadi gelisah dan sempoyongan seperti orang mabuk.


Jeritan marah terdengar menggema di ruangan itu saat siluman kuyang jelmaan Rosi terusik dengan aroma bawang putih. Dan ternyata suara jeritan siluman kuyang mampu membuat perawat yang sedang pingsan itu siuman. Ia nampak membuka mata perlahan dan terkejut melihat dirinya terbaring di lantai.


Perawat itu menoleh ke kanan dan ke kiri lalu kembali menjerit histeris menyaksikan pertarungan tak wajar antara Nathan dan siluman kuyang.


"Berhenti menjerit Suster !. Suaramu bikin konsentrasiku buyar !" bentak Nathan.


Sang perawat sontak menutup mulutnya dengan telapak tangan usai mendengar omelan Nathan. Wanita itu tampak shock menyaksikan Nathan tengah bertempur melawan sosok kepala tanpa tubuh. Yang membuatnya bergidik ngeri adalah karena di bagian bawah tubuh siluman kuyang nampak organ dalam manusia yang menggantung dan bergerak mengikuti kemana pun siluman itu pergi.

__ADS_1


Dalam hati sang perawat berdoa semoga apa yang ia saksikan hanya mimpi. Dan ia berharap mimpi itu segera berakhir.


"Tapi sayangnya ini bukan mimpi Suster. Ini nyata. Dan pria di sana itu adalah Anakku. Dia tengah bertarung melawan siluman pemangsa bayi," kata Bayan seolah bisa membaca isi kepala sang perawat.


"Kenapa bisa ada monster itu di sini Pak ?" tanya sang perawat tak mengerti.


"Panjang ceritanya. Tapi sebaiknya Kamu tutup mulut dan jangan pernah ceritakan ini kepada siapa pun termasuk Suamimu. Jika Kamu berani menceritakan apa yang Kamu liat ini maka ...," Bayan sengaja menggantung ucapannya hingga membuat perawat itu penasaran.


"Maka apa Pak ?" tanya sang perawat tak sabar.


"Jangan salahkan Aku jika siluman itu mengejarmu lalu memangsa janin di dalam rahimmu," sahut Bayan cepat hingga mengejutkan perawat itu.


"Janin ?. Maksud Bapak Saya hamil ?!" tanya sang perawat sambil memeluk perutnya dengan erat.


"Iya. Apa Kamu ga tau atau justru pura-pura ga tau kalo saat ini Kamu sedang hamil ?" tanya Bayan.


"Masya Allah. Jadi yang monster bilang tentang bayi itu tadi, bayiku ...," kata sang perawat dengan suara bergetar.


"Jujur Saya ga tau kalo saat ini Saya sedang hamil Pak. Saya dan Suami sudah mengupayakannya bertahun-tahun tapi selalu gagal. Dan kali ini Saya ga berharap banyak karena sudah terlalu sering kecewa," kata sang perawat sambil berusaha bangkit.


"Selamat untukmu tapi maaf, Kamu harus pergi sekarang. Kamu ga bisa bertahan di sini lebih lama lagi karena itu berbahaya untukmu dan janinmu," kata Bayan.


"Iya Pak," sahut sang perawat sambil berusaha membuka pintu yang terkunci itu.


Bayan membantu membukakan pintu lalu mendorong perawat itu keluar dari ruangan. Tak terlalu keras karena Bayan juga tak ingin membahayakan janin sang perawat.


Tiba di luar ruangan perawat itu berlari meninggalkan ruangan itu tanpa mau menoleh lagi. Saat merasa jaraknya dengan kamar rawat inap Rosi cukup jauh, ia berhenti untuk mengatur nafas. Ia menoleh kearah kamar Rosi sambil mengusap perutnya.


Rupanya perawat itu berdoa dalam hati untuk keselamatan Bayan dan Nathan.

__ADS_1


"Tolong lindungi mereka ya Allah. Selamatkan Ayah dan Anak itu dari serangan monster. Mereka orang baik, sudah seharusnya mereka yang menang," doa sang perawat dengan tulus.


Dan doa tulus sang perawat pun terjawab.


Saat mengetahui calon mangsanya dibebaskan begitu saja oleh Bayan membuat siluman kuyang jelmaan Rosi marah besar. Siluman itu mengamuk membabi buta. Ia menyerang Bayan dan Nathan dengan brutal.


Meski harus terhempas berkali-kali ke ke lantai, namun siluman kuyang itu mampu bangun lagi untuk membuktikan kekuatannya.


Nathan yang semula terlihat ragu kini tampil dengan keberanian penuh. Ia menghadang siluman itu kemana pun bergerak.


Saat Nathan sibuk mengecoh siluman kuyang, saat itu lah Bayan memanfaatkan kesempatan. Ia mendekati tubuh Rosi yang terbaring tanpa kepala itu lalu menaburkan bubuk kayu kamper di atas potongan lehernya.


Suara letupan terdengar saat bubuk kayu kamper mengenai perpotongan leher Rosi hingga membuat siluman kuyang jelmaan Rosi itu menoleh dan menggeram marah.


Kemudian siluman kuyang itu melesat cepat kearah tubuhnya. Ia berputar-putar di atas tubuhnya yang tergolek tanpa kepala itu. Tak dipedulikan nya kehadiran Bayan di sana. Tatapannya hanya fokus pada perpotongan lehernya yang meletup-letup itu.


Saat siluman kuyang masih kebingungan dan mencoba mencerna apa yang terjadi, tiba-tiba Nathan mendekat lalu meletakkan beberapa pecahan kaca di atas potongan leher itu hingga membuat siluman kuyang itu melolong kesakitan.


Siluman kuyang nampak menggelepar di udara sejenak. Lalu sesaat kemudian siluman kuyang melesat menjauhi tubuhnya. Di ketinggian ia mengamati tubuhnya dengan lekat. Sesekali ia mengedarkan pandangan untuk mencari jalan keluar. Rupanya ia tak sanggup menghadapi gempuran Bayan dan Nathan sekaligus.


Siluman itu mencoba menerobos jendela tapi gagal. Bawang putih telah membuatnya terluka tiap kali ia memaksa menerobos.


Siluman kuyang jelmaan Rosi itu menjerit sekali lagi lalu nekat menerobos jendela untuk keluar dari ruangan itu dan berhasil.


"Gawat dia kabur Yah !" kata Nathan panik.


"Hilya !. Dia pasti ke ruang bersalin untuk mencelakai Hilya dan bayimu Nath !" kata Bayan.


Mendengar ucapan ayahnya Nathan pun bergegas lari keluar ruangan. Bayan pun ikut berlari di belakang Nathan. Tujuan mereka hanya satu yaitu ruang bersalin.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2