Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
62. Setan Penunggu Kamar Mandi


__ADS_3

Diana kembali ke rumah kost setelah empat hari dirawat di klinik bersalin. Sebelumnya Diana enggan kembali ke rumah kost karena beberapa alasan. Tapi saat pemilik kost menasehatinya, Diana pun hanya bisa mengangguk pasrah.


"Ibu ngerti gimana perasaan Kamu Diana. Kamu pasti malu kan. Tapi saat ini Kamu ga punya tempat lain apalagi saudara untuk disinggahi. Daripada luntang-lantung tanpa tujuan di luar sana, lebih baik Kamu pulang dulu ke rumah kost. Selain Ibu bisa terus merawat Kamu, kan ada penghuni lain yang juga bisa membantu kalo Kamu butuh sesuatu nanti," kata ibu kost dengan lembut.


"Iya Di, bener kata Ibu. Pulang aja dulu biar ntar Gue yang ngadepin mereka deh," sela Atik.


"Tapi Tik ....,"


"Udah ga usah pake tapi !. Kamu tinggal di rumah kost Ibu sampe sembuh total. Ntar kalo udah sehat, Kamu boleh pindah kapan pun dan kemana pun yang Kamu mau. Ibu janji ga bakal ngelarang Kamu pergi nanti !" kata pemilik kost dengan tegas.


Diana dan Atik saling menatap kemudian mengangguk. Setelah mendapat persetujuan Diana, pemilik kost pun keluar dari ruang rawat inap untuk mengurus administrasi kepulangan Diana.


Sedangkan Diana hanya tertunduk lesu ditemani Atik. Keduanya memang berteman dekat. Namun selama ini Atik juga tak tahu profesi sampingan Diana. Ia pun sama seperti yang lain yang terkejut saat mengetahui Diana melahirkan di kamar mandi. Padahal sebelumnya dia tak melihat tanda-tanda mencurigakan dari tubuh Diana.


Tak lama kemudian pemilik kost kembali ke kamar. Ia mengatakan bahwa Diana sudah bisa pulang ke rumah sekarang.


Dibantu Atik, Diana pun melangkah pelan menyusuri koridor klinik. Tiba di depan klinik mereka disambut sebuah Taxi yang langsung sigap membawa mereka pergi dari sana.


Sebenarnya bukan hanya malu alasan Diana enggan kembali ke rumah kost khusus wanita itu. Sejujurnya Diana juga takut dan sedikit trauma dengan kejadian buruk yang menimpanya di rumah itu.


Diana teringat saat ia melahirkan bayinya di kamar mandi beberapa malam yang lalu.


Malam itu Diana merasa perutnya sangat sakit. Ia yakin rasa sakit itu lah yang disebut kontraksi. Tapi Diana tak pernah menduga jika kontraksi akan sesakit itu.

__ADS_1


Dengan tertatih-tatih Diana keluar dari kamar lalu pergi ke kamar mandi di bagian belakang rumah yang disediakan khusus untuk asisten rumah tangga dan security. Letak kamar mandi yang terpisah dari bangunan utama membuat Diana yakin jika tak akan ada seorang pun yang tahu jika ia melahirkan di sana nanti.


Saat masuk ke kamar mandi, Diana merasakan hawa dingin yang aneh. Apalagi penerangan di kamar mandi sedikit minim. Mungkin karena kamar mandi itu jarang digunakan saat malam hari, maka pemilik kost sengaja memasang lampu seadanya. Bahkan Diana harus berpegangan pada dinding karena khawatir terjatuh.


Saat merasa kontraksinya makin hebat, Diana pun berniat duduk di atas closet dengan harapan bayi yang lahir langsung masuk ke dalam lubang pembuangan kotoran.


Namun saat Diana sedang mengambil ancang-ancang untuk duduk, tiba-tiba ia dikejutkan dengan kehadiran sosok makhluk yang melesat cepat dihadapannya. Diana menduga itu adalah kelebatan setan penunggu kamar mandi. Bukan kah saat masuk kamar mandi disunnahkan membaca doa untuk mengusir jin dan setan yang ada di sana ?.


Namun karena terlalu kaget menyebabkan Diana terpeset lalu jatuh terduduk di atas kloset. Bersamaan dengan itu bayi dalam rahimnya pun keluar sebagian dari jalan lahirnya.


Diana yang masih belum menyadari apa yang terjadi pun nampak berusaha mengatur nafasnya sambil meringis menahan sakit. Namun tiba-tiba sosok makhluk yang tadi dilihat Diana kembali dan bahkan melayang perlahan mendekatinya. Dari jarak tak kurang dari satu meter Diana bisa melihat jelas wujud setan penunggu kamar mandi itu.


Ternyata setan penunggu kamar mandi itu berupa kepala berambut panjang tanpa tubuh. Makluk itu menyeringai lebar hingga memperlihatkan isi mulutnya yang dipenuhi taring dengan lidah yang menjulur liar.


Masih dalam kondisi menjerit, Diana menyaksikan bayinya dibawa pergi oleh makhluk itu melalui lubang di dinding kamar mandi. Sebelum pergi makhluk itu juga sempat menoleh kearahnya sambil tersenyum mengejek. Dan sesaat kemudian Diana pun jatuh tak sadarkan diri.


Diana terbangun keesokan harinya di sebuah kamar di klinik bersalin. Ia menangis histeris mengingat hal buruk yang telah menimpanya. Beberapa perawat pun datang untuk menenangkannya.


Diana menangis karena takut sekaligus sedih. Meski pun awalnya ia berniat membuang bayinya, namun saat menyaksikan bayinya dimangsa setan penunggu kamar mandi, hatinya sakit dan terluka. Yang membuat Diana bertambah sedih adalah saat itu bayinya baru saja akan lahir dan belum sempat menangis.


Diana pun makin tak mengerti ketika menyaksikan setan penunggu kamar mandi itu tersenyum mengejek kearahnya sambil menggondol bayinya. Jika dalam kondisi normal mungkin Diana akan mengira jika setan penunggu kamar mandi itu mengenalnya dengan baik !.


Lamunan Diana buyar saat Taxi berhenti di depan rumah kost.

__ADS_1


"Kita sampe Di," kata Atik.


"Iya Tik," sahut Diana sambil mengangguk.


Kemudian Diana turun dari Taxi dibantu Atik dan ibu pemilik kost. Diana nampak menundukkan wajahnya karena tak kuasa menahan malu saat beberapa tetangga yang mengenalnya berjalan mendekati Taxi yang ia tumpangi tadi.


"Gimana keadaannya Mbak Diana Bu ?" tanya salah seorang tetangga dengan ramah.


Diana yakin jika sang tetangga hanya berbasa basi. Dia bertanya hanya karena ingin punya bahan untuk menggosipkannya nanti. Diana pun memilih diam. Hanya pemilik kost yang menjelaskan kondisi Diana saat itu.


"Bawa Gue masuk Tik. Cepetan !" pinta Diana gusar.


"Iya iya, sabar dong Di. Lo harus pelan-pelan, kan kondisi Lo masih lemah usai melahirkan kemarin. Ingat kata dokter, Lo harus berhati-hati supaya ga ngalamin pendarahan lagi," sahut Atik mengingatkan.


Ucapan Atik membuat Diana tersadar lalu memperlambat langkahnya. Sambil meringis menahan nyeri Diana pun masuk ke dalam rumah dengan perlahan.


Di luar sana para tetangga masih berkerumun di depan kost. Mereka bertanya banyak hal namun hanya dijawab singkat oleh pemilik kost. Bahkan saat beberapa warga memaksa ingin menjenguk Diana, pemilik kost melarangnya.


"Diana masih lemah Bu. Bukan cuma fisiknya tapi juga hati dan otaknya. Saya mohon pengertiannya supaya bisa membiarkan Diana istirahat beberapa hari ke depan. Tolong jangan ganggu Diana untuk sementara waktu. Setelah Diana sehat, Saya yakin Diana pasti mau bertemu dengan Bapak Ibu sekalian," kata sang pemilik kost.


Warga pun saling menatap kemudian mengangguk setuju usai mendengar penuturan sang pemilik kost. Tak lama kemudian satu per satu warga pun berlalu meninggalkan rumah kost khusu wanita itu.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2