Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
136. Hampir Saja


__ADS_3

Nicko menghela nafas karena gagal memperbaiki motor Hilya yang mogok. Ia berdiri lalu memanggil Hilya. Sayangnya Hilya justru menjauh dan itu membuat Nicko bingung.


"Kak, motornya ga mau idup nih. Rusaknya udah parah banget. Mungkin karena jatoh tadi. Keliatannya harus dibawa ke bengkel !" kata Nicko lantang.


"Oh gitu ya. Padahal baru aja keluar bengkel lho !" sahut Hilya tak kalah lantang.


"Ngomongnya ga usah teriak-teriak gitu Kak, Gue ga tuli. Lagian kenapa Kakak keliatan takut banget sama Gue, Gue kan bukan penjahat. Buktinya dari sekian banyak orang yang melintas di jalanan cuma Gue yang berhenti dan mau bantuin Kakak !" kata Nicko kesal.


Sadar dengan sikapnya yang berlebihan, Hilya pun tersenyum lalu kembali mendekati Nicko.


"Iya maaf. Soalnya Gue harus waspada. Jaman sekarang kan banyak orang jahat berkedok jadi orang baik dan ganteng kaya Lo. Bukannya nolongin eh malah nyusahin," kata Hilya jujur.


Ucapan Hilya membuat Nicko tertawa. Ia tak menyangka wanita dewasa yang terlihat pintar itu ternyata sangat lucu.


Hilya nampak mendengus kesal melihat Nicko tertawa. Ia meraih ponselnya lalu menghubungi bengkel langganannya. Setelah mendapat jawaban yang memuaskan Hilya pun tersenyum.


"Sebentar lagi orang bengkel langganan Gue datang. Tapi Gue bisa minta tolong lagi ga ?" tanya Hilya.


"Minta tolong apa ?" tanya Nicko.


"Tolong temenin Gue sampe orang bengkel datang ke sini. Bukan apa-apa, Gue takut kalo sendirian di tempat sepi kaya gini. Apalagi Gue abis dikejar siluman babi tadi," kata Hilya.


Ucapan Hilya kembali membuat Nicko tertawa. Hilya nampak makin kesal. Jika tak sedang takut dan sedang butuh bantuan mungkin Hilya sudah 'meledak' sejak tadi.


Melihat kemarahan di wajah Hilya membuat Nicko menghentikan tawanya. Ia berdehem lalu mengulurkan tangannya.


"Ehm ... maaf. Kenalin Gue Nicko," kata Nicko.


"Gue Hilya," sahut Hilya sambil tersenyum dan menyambut uluran tangan Nicko.


"Yang tadi ... yang siluman babi itu. Emangnya Kak Hilya beneran ketemu sama siluman babi ?" tanya Nicko penasaran.


"Gue cuma asal nyebut aja karena ga tau namanya. Gue sebut siluman babi karena wajahnya emang nyeremin kaya siluman babi di film horror yang pernah Gue liat dulu," sahut Hilya.

__ADS_1


"Astaghfirullah aladziim ..., jadi Kakak beneran ngeliat siluman. Wujudnya gimana Kak ?" tanya Nicko penasaran.


"Wujudnya ya, mmm ... melayang kaya layangan tapi ga ada badannya," sahut Hilya ragu.


"Terus ada organ dalam yang ikutan terbang di bagian bawah badannya," sela Nicko cepat.


"Iya. Kok Lo tau ?" tanya Hilya sambil menatap Nicko takjub.


"Gue juga pernah ngeliat siluman itu Kak. Tapi setau Gue namanya Kuyang bukan siluman babi," sahut Nicko sambil tersenyum.


"Oh iya, namanya kuyang. Gue baru inget sekarang. Gue juga pernah ngebahas siluman kuyang ini sama temen Gue. Tapi karena ga pernah ngeliat wujudnya langsung Gue jadi ga tau kalo siluman yang ngejar Gue itu namanya kuyang," kata Hilya.


"Sebentar deh. Kenapa kuyang itu bisa ngejar Kakak ?" tanya Nicko tak mengerti.


"Ya mana Gue tau. Gue aja bingung kenapa dia ngikutin Gue. Jangan-jangan dari Rumah Sakit karena terakhir Gue ngeliat kuyang itu ya di Rumah Sakit. Tapi bukan malam ini. Gue ngeliat kuyang itu dua malam yang lalu," sahut Hilya.


"Kok gitu. Jangan-jangan kuyang itu marah karena kesenangannya Kakak ganggu. Makanya dia dendam sama Kakak dan berniat menyakiti malam ini," kata Nicko.


Percakapan Hilya dan Nicko pun terputus saat dua karyawan bengkel yang dihubungi Hilya datang. Setelahnya mereka membawa motor Hilya karena tak mungkin memperbaikinya di tempat itu.


"Kalo motornya dibawa terus Gue pulang pake apa dong ?" tanya Hilya dengan wajah memelas.


"Naik ojeg aja Mbak," saran karyawan bengkel.


"Biar Gue yang nganter Lo pulang ntar. Biar ga setengah-setengah," kata Nicko tiba-tiba.


"Serius Nick ?" tanya Hilya tak percaya.


"Iya, ngapain juga Gue bohong. Buruan naik," kata Nicko.


Hilya pun mengangguk. Setelah mengambil semua barang bawaannya di motor Hilya bergegas menghampiri Nicko.


"Buset, banyak banget bawaan Lo Kak. Kaya orang mau kabur aja !" kata Nicko sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Gue baru aja pulang ganti shift. Berhubung Gue bakal cuti, jadi Gue ambil semua baju sama perlengkapan pribadi Gue," sahut Hilya santai.


Setelah memastikan semua barangnya terbawa termasuk plastik berisi baso yang dibelinya tadi, Hilya pun menepuk pundak Nicko dan memintanya segera melaju.


"Apes banget sih Gue. Bisa-bisanya ketemu orang aneh kaya Lo. Udah nyusahin, ga tau malu pula," gerutu Nicko.


"Gue denger lho Nick !" kata Hilya.


"Bodo amat !" sahut Nicko kesal namun membuat Hilya tertawa terbahak-bahak.


\=\=\=\=\=


Sementara itu di sebuah Rumah tampak seorang wanita sedang melampiaskan kemarahannya dengan membanting benda-benda ke lantai.


"Sia*an. Kenapa dia beruntung banget sih. Terus ngapain Anaknya Bayan ada di sana, pake nolongin dia segala. Harusnya Aku udah bisa mengurus wanita itu supaya ga ngomong kemana-mana !" kata wanita yang tak lain Mak Ejah itu dengan kesal.


Jadi kuyang pemangsa bayi di Rumah Sakit tempat Hilya bekerja memang jelmaan Mak Ejah. Ia datang ke Rumah Sakit saat siang hari dan berpura-pura sebagai pasien untuk memantau situasi. Malam harinya ia kembali ke sana untuk memangsa korbannya.


Beberapa kali Mak Ejah berhasil lolos dari sergapan security Rumah Sakit. Namun malam itu keberuntungan sedang tak berpihak padanya karena aksinya diketahui Hilya.


Setelah ia meninggalkan korbannya begitu saja, Mak Ejah melesat pergi meninggalkan Rumah Sakit. Namun sebelum pergi, ia menandai Hilya sebagai orang yang telah merusak rencananya. Dan dua hari berikutnya Mak Ejah kembali ke Rumah Sakit untuk membuat perhitungan dengan Hilya.


Saat melihat Hilya di parkiran Rumah Sakit, Mak Ejah sangat senang. Selain bisa membungkam Hilya, ia merasa bisa mendapat sedikit keuntungan karena ternyata saat itu Hilya sedang datang bulan. Mak Ejah ingin memberi sedikit pelajaran pada Hilya. Ia berniat menyedot sari Pati dari tubuh Hilya agar gadis itu tak bisa hamil dan melahirkan selamanya. Mak Ejah beranggapan itu hukuman yang tepat untuk Hilya karena telah mengganggu kesenangannya.


Namun sayang, saat ia berniat melancarkan aksinya ternyata Hilya menyadari kehadirannya. Hilya pun bergegas memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Kuyang jelmaan Mak Ejah agak kesulitan mengikuti karena beberapa kali harus menabrak pohon yang menjulang tinggi.


Saat melihat Hilya terjatuh dari motornya di tempat sepi yang gelap, kuyang jelmaan Mak Ejah nampak menyeringai lebar. Saat ia hampir menyerang ke bagian bawah tubuh Hilya, suara deru motor dan aroma khas tubuh Nicko datang menghampiri. Entah mengapa aroma tubuh Nicko mampu membuat Mak Ejah mengurungkan niatnya menyakiti Hilya.


Setelah melihat Nicko, Mak Ejah pun melesat tinggi meninggalkan Hilya begitu saja. Dari ketinggian ia bisa melihat interaksi Nicko dan Hilya. Karena yakin Nicko akan membantu Hilya, maka Mak Ejah pun pergi dengan kesal.


"Lain kali Aku ga akan mengulur waktu lagi. Tunggu saja. Sebentar lagi Kamu akan menangis karena menyesal pernah bertemu denganku," gumam Mak Ejah sambil mengepalkan tangannya.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2