Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
66. Dihantui


__ADS_3

Nathan baru saja masuk ke dalam kamarnya usai membasuh wajahnya di kamar mandi. Saat hendak berbaring, Nathan pun mencari ponselnya. Ia menepuk dahi saat yakin jika ponselnya tertinggal di meja yang ada di teras rumah.


Dengan kesal Nathan bergegas keluar kamar untuk mengambil ponselnya. Di depan kamar ia berpapasan dengan Mario.


"Kenapa Lo Nath, mau pup ya. Ga bisa !. Gue duluan, Gue udah kebelet nih. Kalo mau Lo pake kamar mandi belakang gih !" kata Mario sambil memegangi perutnya.


"Ish apaan sih Lo. Siapa yang mau pup, Gue mau ngambil ponsel Gue yang ketinggalan di teras !" kata Nathan kesal.


"Oh kirain mau pup. Hati-hati ya Nath, ntar Lo ditemuin hantunya Diana lho !" kata Mario sambil membanting pintu kamar mandi.


Ucapan Mario mengejutkan Nathan. Ia bersiap membalas ucapan Mario namun urung karena mengetahui Mario telah masuk ke dalam kamar mandi.


Sebelum keluar rumah Nathan menyalakan lampu untuk mencari kunci pintu di tempat penyimpanan kunci. Setelah mendapatkan anak kunci yang dimaksud, Nathan pun membuka pintu. Ia tersenyum melihat ponselnya tergeletak di atas meja teras.


Saat mengulurkan tangannya untuk meraih ponselnya, tak sengaja Nathan menoleh kearah jalan di depan rumah kost. Nathan pun mengerutkan keningnya karena melihat sesuatu di sana. Ia melihat sosok perempuan dengan pakaian lusuh sedang melangkah sambil menundukkan kepalanya. Pakaian yang kusut dan robek di beberapa bagian, rambut berantakan dan sambil menangis mengingatkan Nathan pada sosok Diana saat bertemu pertama kali dengan Ferdi.


Nathan pun berusaha membuang ingatannya itu lalu mengalihkan tatapannya sejenak untuk mengambil ponselnya. Setelahnya ia kembali menoleh kearah jalan di depan rumah, namun sosok wanita yang dilihatnya tadi sudah tak terlihat.


"Mirip sama Diana, tapi bukan lah. Diana kan udah meninggal," gumam Nathan sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.


Sebelum masuk ke dalam rumah, Nathan mengecek pintu pagar. Dan saat itu Nathan dibuat terkejut karena ternyata sosok wanita yang dilihatnya tadi ada di balik pintu pagar. Wanita itu berdiri membelakangi pintu sambil menundukkan kepala.


"Astaghfirullah aladziim ..., ngagetin aja. Ngapain di sana Mbak ?. Nungguin siapa ?!" tanya Nathan lantang.


Hening tak ada suara. Wanita itu tetap membisu dan itu membuat Nathan kesal. Karena merasa tak punya urusan dengan wanita itu, Nathan pun membalikkan tubuhnya bersiap masuk ke dalam rumah.


"Tolooonnnggg ...," kata wanita itu lirih namun masih bisa terdengar oleh Nathan.


Nathan berhenti melangkah lalu kembali mendekati pintu pagar. Ia ingin bertanya permintaan tolong seperti apa yang dibutuhkan wanita itu. Namun Nathan membeku di tempat saat ia tak menjumpai siapa pun di sana. Dan bersamaan dengan itu Nathan merasa udara di sekitarnya menjadi lebih dingin dibanding sebelumnya hingga membuat bulu kuduknya meremang.


"Ya Allah. Masa iya sih jauh-jauh dari Jakarta nemuin ginian juga," keluh Nathan sambil mengusap wajahnya.

__ADS_1


Setelah menghela nafas panjang Nathan pun bergegas masuk ke dalam rumah. Bukan takut tapi Nathan justru terlihat kesal. Ia merasa tak mengenal Diana jadi kenapa harus dia yang 'dihantui' oleh Diana.


"Banyak orang di sini, kenapa harus Gue juga sih. Kan mereka yang naksir sama Lo bukan Gue !" gumam Nathan sambil menutup pintu kamar.


Setelah meletakkan ponselnya di dekat bantal, Nathan pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus pertanda Nathan telah pergi ke alam mimpi.


\=\=\=\=\=


Pagi harinya suasana di dalam rumah kost terlihat tegang. Itu karena Mbok Ti sibuk menceritakan gosip yang didengarnya. Nathan dan teman-temannya yang memang sedang menikmati sarapan pun terpaksa menerima sarapan tambahan dari asisten rumah tanggga itu.


"Mbok kata siapa ada hantu Diana gentayangan semalam ?" tanya Ferdi sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya.


"Ya kata tetangga dong Mas," sahut Mbok Ti cepat.


"Oh Kirain Mbok Ti sendiri yang ngalamin. Abis Mbok Ti ceritainnya heboh banget," kata Ferdi sambil nyengir.


Mbok Ti terdiam sejenak hingga membuat Nathan dan teman-temannya bingung lalu menatap kearahnya.


"Saya ... Saya emang udah ketemu sama hantu Mbak Diana sebelumnya Mas. Kalo yang lain baru semalam dihantui, Saya malah dari sejak malam kedua Mbak Diana meninggal," kata mbok Ti lirih namun berhasil mengejutkan semua orang.


"Kaya gimana penampilannya Mbok ?"


"Terus Diana ngomong apa Mbok ?"


"Diana bilang ga siapa yang udah menghamili dia Mbok ?"


"Eh, bukan itu aja. Diana bilang ga siapa yang udah membunuhnya ?"


Pertanyaan beruntun yang diajukan teman-teman sekost Nathan membuat Mbok Ti terkejut lalu memukul mereka satu per satu dengan centong nasi yang dipegangnya. Nathan dan Ferdi yang tak ikut bertanya pun terkena getahnya karena harus menerima pukulan yang sama dari Mbok Ti.


Jerit kesakitan terdengar bersahutan di ruang makan itu. Semua orang memegang kepala masing-masing sambil menatap Mbok Ti dengan tatapan tak terima.

__ADS_1


"Kenapa, marah ?, ga terima ?!" tanya Mbok Ti lantang sambil melotot.


Pertanyaan Mbok Ti dijawab gelengan kepala oleh Nathan dan teman-temannya. Kemudian mereka melanjutkan sarapan mereka tanpa berani bertanya lagi. Mereka memilih diam sambil mendengarkan Mbok Ti cerita tentang pengalamannya bertemu hantu Diana.


Mbok Ti mengatakan jika pertama kali bertemu hantu Diana saat ia pulang dari pasar. Mbok Ti memang biasa belanja keperluan dapur saat malam hari. Selain sayuran masih segar, harganya pun lebih miring.


"Jadi waktu itu Saya pulang naik ojeg motornya si Kusno. Ga tau kenapa kok motornya mendadak mogok di depan kost-kost an warna oren itu. Saya kan lupa kalo di sana abis ada peristiwa ga wajar, makanya Saya milih jalan kaki aja dan ninggalin Kusno di sana. Maksud Saya Kusno tuntun aja motornya sampe rumah, kan jarak rumah sama kost Oren itu juga ga jauh. Tapi Kusno malah marah-marah dan minta Saya nemenin dia. Karena kebelet pipis, Saya ikutan marah dan langsung ninggalin dia gitu aja," kata Mbok Ti sambil menatap semua anak kost satu per satu.


Nathan dan teman-temannya menatap Mbok Ti berharap wanita itu melanjutkan ceritanya.


"Pas selesai pipis Saya balik lagi dong. Di sana Saya ngeliat Kusno lagi berdiri sambil megangin motornya dengan muka pucet. Waktu Saya tanyain kenapa ga lanjutin jalan, eh Kusno diem aja sambil ngasih kode sama matanya kearah belakang Saya. Karena curiga, Saya nengok ke belakang dan kaget setengah mati waktu ngeliat Mbak Diana lagi jalan sambil megangin perutnya. Keliatannya dia kesakitan banget. Apalagi ada darah yang ngalir dari bawah perutnya. Nah ga tau kenapa saat itu Saya inget kalo Mbak Diana udah meninggal. Ga pake banyak ngomong Saya langsung kabur Mas. Saya lari sekencang-kencangnya karena takut dan ninggalin Kusno sendirian di jalanan," kata Mbok Ti sambil mengusap peluh di keningnya.


"Terus ?" tanya Nathan penasaran.


"Terus ya Kusno ditemuin warga dan dianter ke rumah," sahut Mbok Ti cepat.


Nathan dan teman-temannya pun saling menatap usai mendengar cerita Mbok Ti. Sejujurnya mereka takut. Meski pun laki-laki namun untuk urusan hantu mereka tak seberani Nathan. Tiba-tiba mereka tersenyum penuh makna dan itu membuat Nathan curiga.


"Apaan senyum-senyum mesum begitu ?!" tanya Nathan galak.


"Diantara Kita kan Lo yang paling berani Nath. Jadi mau ga mau Lo harus stand by di teras rumah buat nungguin Kita pulang sampe semua penghuni kost pulang ke rumah," kata Mario.


"Ga mau Gue. Emangnya Gue apaan !" tolak Nathan sambil bangkit dari duduknya.


"Ayo lah Nath. Please ...," kata Mario memohon.


"Kalo itu mau Lo, Gue sih ga keberatan. Tapi ga ada yang gratis di dunia ini, apalagi Gue juga harus ngerjain tugas juga di teras. Kalian tau kan kalo di sana banyak nyamuk. Jadi Kalian harus bayar !" kata Nathan tegas.


"Ok ga masalah !. Kita bakal bayarin uang kost Lo satu bulan !" kata Mario setelah berdiskusi dengan teman-teman lainnya.


Nathan nampak berpikir sejenak kemudian mengangguk lalu mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Ok deal !" sahut Nathan yang disambut tawa teman-temannya.


\=\=\=\=\=


__ADS_2