Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
27. Rahasia


__ADS_3

Namun saat Bayan sedang menemani ustadz Mustafa menjalani therapy bicara, tiba-tiba Rama menghubunginya dan memintanya datang ke kantor secepatnya. Bayan pun mengangguk lalu dengan berat hati pamit pada ustadz Mustafa.


Meski kecewa, ustadz Mustafa pun hanya bisa mengangguk. Ia sadar jika Bayan punya pekerjaan yang harus ia selesaikan. Apalagi saat ini perusahaan Bayan tengah melebarkan sayap dan itu pasti memerlukan konsentrasi tinggi dan kesiapan Bayan.


"Insya Allah Saya akan temuin Ustadz lagi nanti. Ini nomor telepon Saya, kalo ada hal penting yang menyangkut kondisi kesehatan Ustadz Mustafa tolong hubungi Saya ya Mas," kata Bayan pada perawat yang mendampingi ustadz Mustafa.


Sang perawat bernama Rayhan itu nampak mengangguk sambil tersenyum karena selain menyerahkan kartu namanya, Bayan juga menyelipkan uang senilai dua ratus ribu rupiah di bawah kartu namanya.


"Baik Pak. Saya akan hubungi Bapak selepas ini," janji Rayhan.


"Ok, makasih," kata Bayan sambil tersenyum.


Setelah mencium punggung tangan ustadz Mustafa, Bayan pun bergegas pergi meninggalkan ruang therapy. Saat tiba di koridor Rumah Sakit Bayan mempercepat langkahnya agar bisa segera tiba di parkiran.


\=\=\=\=\=


Sore itu Bayan nampak membaringkan tubuh lelahnya di sofa di dalam ruangannya. Rama dan Riko juga nampak duduk bersandar di sandaran sofa tepat di hadapan Bayan.


Rupanya mereka baru saja berhasil menanggulangi kekacauan yang terjadi di perusahaan. Ada provokator yang menghembuskan isue tak sedap tentang pemecatan sepihak perusahaan terhadap karyawan yang dianggap telah berumur. Hal itu membuat puluhan karyawan yang merasa usianya tak lagi muda menggelar aksi demo menuntut penjelasan. Selain itu mereka juga menuntut uang pesangon sepuluh kali lipat gaji bulanan andai mereka dipecat secara sepihak.


Rama dan Riko sudah berusaha menjelaskan dan berusaha meyakinkan para karyawan jika itu semua hanya gosip. Tapi karyawan yang terlanjur marah dan khawatir tak memiliki pendapatan lagi di luar sana karena usia yang tak lagi muda itu nampak tak peduli. Akhirnya Bayan pun turun tangan.

__ADS_1


Saat Bayan menjelaskan duduk perkara sebenarnya, para karyawan pun terdiam. Mereka malu sekaligus menyesal karena telah terhasut oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Dan setelah diselidiki, ternyata gosip itu bersumber pada seorang karyawan yang memang dipecat karena telah melakukan kesalahan. Karyawan itu tak mau hengkang seorang diri. Karenanya ia sengaja menyebar isue agar karyawan berdemo. Ia juga berharap karyawan yang berdemo akan berakhir dipecat seperti dirinya karena telah membuat keributan.


"Usia bukan patokan untuk bekerja dan berkarya. Selagi Anda sanggup mengikuti ritme kerja di perusahaan ini serta bisa menunjukkan kemampuan Anda, silakan Anda bekerja di sini sampe Anda sendiri yang merasa tak sanggup !" kata Bayan lantang.


Ucapan Bayan disambut tepuk tangan dan sorakan gembira para karyawan. Rama dan Riko yang berdiri mendampingi Bayan pun nampak tersenyum melihat reaksi para karyawan yang tergolong sepuh itu.


Setelah mendengar penjelasan dan janji Bayan, para karyawan pun membubarkan diri dan kembali ke tempat masing-masing.


"Cari siapa dalang di balik kekacauan ini !" kata Bayan sambil berlalu.


"Siap Pak !" sahut Rama dan Riko bersamaan.


Kemudian Rama memanggil security dan memintanya menyelidiki kasus itu.


"Salah sendiri kenapa bikin ulah. Diampuni perusahaan dan kasusnya ga dibawa ke ranah hukum aja harusnya dia udah bersyukur, eh pake bikin perkara. Ya udah sekalian aja masukin ke penjara," kata Bayan sambil mendengus kesal.


"Tapi kalo dipikir-pikir, kenapa Lo masih mempertahankan karyawan yang udah berumur sih Yan. Padahal di luar sana banyak perusahaan yang menetapkan umur sebagai syarat menjadi karyawan. Bahkan mereka tega mendepak karyawan berprestasi hanya karena alasan umur," kata Rama lalu meneguk kopinya perlahan.


"Perusahaan ini dibangun pake hati, jadi cara mengolah dan menjalankannya juga harus pake hati. Kita punya karyawan handal meski pun udah tergolong tua. Toh mereka bisa bersaing dengan karyawan baru yang muda dan katanya kreatif itu. Kasih kesempatan para karyawan sepuh untuk membuktikan diri. Dan terbukti, Lo berdua aja tercengang liat hasilnya. Lo pasti ga nyangka kan kalo semua dikerjakan oleh karyawan yang di luar sana justru udah didepak sama perusahaan lain," kata Bayan dengan bangga.


Rama dan Riko pun saling menatap sejenak kemudian mengangguk setuju.

__ADS_1


"Terus gimana pertemuan Lo sama Ustadz Mustafa tadi ?" tanya Riko.


"Udah ketemu sih, tapi belum ngobrol banyak tadi. Insya Allah besok atau lusa Gue ke rumahnya lagi," sahut Bayan sambil memejamkan mata.


Melihat sang bos sekaligus sahabat mereka tertidur, Rama dan Riko pun keluar dari ruangan. Mereka tahu Bayan butuh istirahat setelah menyelesaikan beberapa hal penting.


Mengetahui kedua sahabatnya keluar dari ruangan, Bayan pun membuka matanya lalu menatap ke langit-langit ruangan sambil berpikir. Bayan memang tak ingin membicarakan secara detail tentang ketakutannya terhadap sosok hantu kepala tanpa tubuh yang mengganggu Anna. Selain hantu sejenis pernah hadir di hidupnya, Bayan tak ingin aib Senja terungkap dan menjadi bahan perbincangan meski pun oleh kedua sahabatnya sendiri.


Selama ini Bayan menyimpan rapat rahasia kelam Senja karena ia terlalu mencintainya. Bayan ingin semua orang mengenal istri pertamanya itu sebagai sosok baik dan menyenangkan hingga akhir hayatnya. Namun penampakan hantu kuyang yang juga dilihat oleh Rama dan Riko membuat Bayan khawatir masalah itu akan bertambah rumit.


Sejujurnya Bayan ingin penyelesaian kasus kali ini bisa seperti saat ia menyelesaikan kasus Senja dulu. Tak ada yang tahu penyebab kematian Senja saat itu. Semua orang hanya tahu jika Senja mengalami keguguran yang berakhir dengan pendarahan hebat hingga merenggut nyawanya.


"Kalo Ustadz Mustafa bilang Titisan kuyang itu masih berkeliaran, artinya Aku harus hati-hati. Tapi kenapa kuyang itu terus berkeliaran di sekitar keluargaku ?. Jangan-jangan manusia asli yang berubah jadi kuyang itu tau kalo Anna hamil dan baru saja melahirkan. Makanya dia terus mengintai dan nyoba nyari kesempatan buat nyakitin Anna dan Nicko. Kan kuyang identik sama Ibu hamil dan bayi," batin Bayan gusar.


Setelah berpikir seperti itu Bayan pun bangkit dari posisi tidurnya. Ia melirik ke jendela dan melihat langit berwarna merah keemasan pertanda senja telah tiba.


Bayan pun melangkah mendekati jendela. Ia sengaja berdiri sambil menatap sun set dari balik jendela. Ada perasaan sedih bercampur rindu yang menggelayuti hatinya saat itu. Tanpa sadar air mata menggenangi kedua mata Bayan. Rupanya Bayan teringat Senja yang telah pergi meninggalkannya.


"Kita bertemu saat senja dan berpisah saat fajar. Senja, seperti apa pun dirimu dan dimana pun Kamu berada sekarang, Aku masih selalu mengingatmu dan kenangan Kita. Aku berharap kuyang itu bukan Kamu Sayang. Dan Aku mohon demi masa lalu Kita, tolong jangan sakiti Anak dan Istriku," gumam Bayan sambil mengusap matanya yang basah dengan punggung tangannya.


Setelah menggumamkan kalimat itu Bayan berbalik lalu berjalan kearah pintu. Bayan memutuskan pulang ke rumah untuk mencari petunjuk lain.

__ADS_1


Di saat yang sama sosok kepala tanpa tubuh tengah melesat cepat di udara seolah tak sabar untuk mencari korban.


\=\=\=\=\=


__ADS_2