Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
81. Kemana Iis ?


__ADS_3

Setelah hari itu, Nathan tak pernah bertemu lagi dengan Iis. Begitu pula dengan Ferdi dan Mario. Mereka tak pernah melihat Iis lagi saat mereka melintas di depan rumah kost berwarna orange itu.


Dan saat sebulan lebih tak juga bertemu Iis, Ferdi dan Mario mencoba bertanya pada Mbok Ti. Wanita itu hanya mengatakan Iis pergi tanpa pamit.


"Bahkan sebagian pakaian dan perabotan pribadinya aja masih tertinggal di kamarnya di kost an oren itu Mas," kata Mbok Ti.


"Aneh. Emangnya ada masalah yang bikin Mbak Iis pergi tiba-tiba Mbok ?" tanya Ferdi.


"Ga tau Mas. Lagian kenapa sih Kalian nanyain Mbak Iis sama Saya. Kalian naksir ya sama dia ?" tanya Mbok Ti sambil tersenyum penuh makna.


"Apaan sih Mbok," sahut Ferdi dan Mario bersamaan sambil melengos.


"Kalo naksir juga gapapa Mas. Biar pun Mbak Iis itu lebih dewasa dari Kalian, tapi dia cantik lho. Dia juga baik dan ga pernah bikin ulah. Ga pernah berantem kecuali sama orang yang udah bikin gara-gara sama dia," kata Mbok Ti sambil tersenyum.


"Bukan gitu Mbok. Saya sama Ferdi nanya karena sejak ketemu Mbak Iis di pemakaman Ira, Kami ga pernah ngeliat dia lagi. Padahal biasanya Kami ngeliat Mbak Iis pas pulang atau berangkat kerja," kata Mario.


"Iya Mbok. Kami cuma khawatir aja sama Mbak Iis. Seperti yang Mbok bilang tadi, Mbak Iis kan orang baik. Kasian kalo sampe dicelakain sama orang," kata Ferdi menambahkan.


"Oh gitu. Maaf deh kalo Saya salah sangka. Tapi Saya emang ga tau kemana Mbak Iis pergi Mas," sahut Mbok Ti sungguh-sungguh.


Ferdi dan Mario pun saling menatap kemudian mengangguk. Cara pergi Iis yang sedikit tak biasa tentu saja membuat mereka bingung. Padahal sebelumnya Iis mempersilakan mereka menghubunginya jika memerlukan sesuatu.


\=\=\=\=\=


Nathan baru saja selesai melipat pakaian saat teringat dengan sosok kepala Ira yang melayang di rumah Yulia. Nathan pun bergegas menghubungi ayahnya.

__ADS_1


Karena Bayan sedang bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya, Bayan pun meminta Nathan menghubunginya lagi nanti.


Sambil menunggu, Nathan memutuskan keluar sebentar untuk membeli keperluan pribadinya di mini market. Jika biasanya Nathan meminjam motor milik tetangga yang seusia dengannya, maka kali ini Nathan memilih jalan kaki.


Mini market yang dikunjungi Nathan terlihat lebih ramai dibanding hari biasanya. Ternyata sedang ada discount khusus pada produk minyak goreng merk terbaru. Sudah bisa ditebak jika hal itu menarik minat pembeli yang sebagian besar adalah ibu-ibu. Bahkan Nathan harus berdesakan dengan mereka saat ingin masuk ke dalam mini market.


Nathan nampak menyigar rambutnya dengan jari saat ia berhasil masuk ke dalam mini market. Dan kini Nathan sedang berada di depan rak yang berisi keperluan pria. .


Setelah meletakkan semua yang ia butuhkan di dalam keranjang, Nathan pun ikut mengantri bersama para pengunjung lain di depan kasir. Saking ramainya pengunjung membuat kasir meminta mereka berbaris agar tertib. Tak sengaja Nathan melihat Iis ada di dalam antrian di barisan lain.


Nathan ingin menyapa Iis tapi urung karena tak ingin keluar dari barisan. Dari tempatnya berdiri Nathan hanya bisa mengamati Iis dengan tak sabar. Namun Nathan terkejut saat Iis menoleh kearahnya tiba-tiba. Wajah Iis terlihat pucat dan tatapan matanya terasa kosong.


Setelah menyelesaikan pembayaran di kasir, Nathan pun bergegas keluar untuk mengejar Iis. Sayangnya saat Nathan tiba di luar ia tak melihat Iis. Dengan kesal Nathan pun pulang ke rumah. Kali ini menggunakan jasa ojeg pangkalan agar bisa tiba di rumah lebih cepat.


Saat motor yang Nathan tumpangi melaju, tak sengaja ia melihat Iis tengah berjalan di trotoar di tempat yang ia lewati tadi. Nathan pun memanggil Iis dan gadis itu hanya melambaikan tangan sambil tersenyum.


"Temen Saya Pak," sahut Nathan.


"Dimana ?" tanya pengemudi motor lagi.


"Di trotoar itu Pak. Cewek yang pake dress kuning selutut. Masa Bapak ga liat ?" tanya Nathan asal.


"Saya emang ga liat siapa-siapa Mas. Makanya Saya tanya tadi. Soalnya trotoar itu sepi, gelap dan ga ada siapa-siapa di sana," sahut pengemudi motor tegas hingga membuat Nathan terkejut.


Nathan pun menoleh ke belakang dan melihat trotoar yang mereka bicarakan tadi memang sepi dan gelap. Tak ada seorang pun yang melintas di sana saat itu. Nathan juga mengamati jalan raya dan sekitar trotoar. Tak ada satu pun tempat yang memungkinkan Iis untuk menyebrang dan sembunyi. Entah mengapa bulu kuduk Nathan pun meremang setelah menyadari dia menyapa makhluk tak kasat mata tadi.

__ADS_1


Nathan pun membisu hingga tiba di rumah kontrakannya. Ia hanya tak habis pikir bagaimana ia bisa bertemu dengan sosok makhluk tak kasat mata yang mirip dengan Iis.


"Jadi itu hantu. Kalo itu hantunya Mbak Iis, artinya Mbak Iis udah meninggal dong. Tapi kok Ferdi sama Mario ga ngabarin Aku kalo Mbak Iis meninggal. Masa iya mereka lupa," gumam Nathan sambil bergegas masuk ke dalam rumah.


Nathan mencoba mengabaikan apa yang baru saja dilihatnya. Ia memilih masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan kakinya. Setelahnya Nathan pun naik ke atas tempat tidur Ialu kembali menghubungi ayahnya.


Setelah berbasa-basi sejenak, Nathan pun langsung masuk ke inti pembicaraan. Ia menanyakan keberadaan kepala kuyang jelmaan Ira yang pernah dilihatnya di rumah Yulia.


"Maksud Kamu Ira udah meninggal ?" tanya Bayan.


"Iya Yah. Ira meninggal karena ketangkep warga. Sialnya lagi kepala kuyangnya itu juga dibakar sama warga Yah !" sahut Nathan.


"Astaghfirullah aladziim. Terus ?" tanya Bayan tak sabar.


"Tapi waktu Aku ngelayat dan ikut nganterin jasad Ira ke pemakaman, ga sengaja Aku ngeliat kepala Ira melayang-layang di dalam rumah warga Yah. Ternyata kepala Ira masih hidup. Cuma rambut dan organ dalamnya yang terbakar tapi wajah dan kepalanya tetap utuh. Aku khawatir kalo kepala kuyang jelmaan Ira itu masih bisa berkeliaran mencari mangsa Yah," sahut Nathan gusar.


"Tapi jasadnya udah dikubur kan ?" tanya Bayan.


"Udah Yah. Itu juga setelah lima hari kematiannya. Kalo dihitung sama hari ini kira-kira udah empat puluh hari Ira meninggal dunia," sahut Nathan cepat.


"Alhamdulillah. Kalo emang begitu kejadiannya Kamu ga perlu khawatir Nak. Kuyang itu ga akan bisa beraksi lagi karena tubuh inangnya telah membusuk di dslam tanah. Mungkin yang Kamu liat hanya halusinasi. Itu wajar karena semasa hidupnya Ira pernah dekat sama Kamu. Saran Ayah, doakan dia. Karena hanya itu yang bisa membantu meringankan dosa dan siksaan Ira di alam sana," kata Bayan.


Nathan mengiyakan nasehat sang ayah karena ia memang telah membuktikan ucapan sang ayah. Nathan ingat setelah ia mendoakan Ira secara khusus, suara yang ia yakini suara Ira yang memanggil namanya tak lagi terdengar.


Setelah mendengar jawaban sang ayah, Nathan pun bisa bernafas lega. Namun hanya sesaat. Karena saat berikutnya Nathan terkejut karena mendengar suara ketukan tak biasa di pintu rumahnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2