
EXT. RUMAH MAYA. MALAM
INSERT : Rafi sambil naik motor lewat depan rumah Maya sambil lihatin ke rumah Maya.
Rafi menggas motornya. NGENG!
Rafi berharap Maya keluar dari dalam lihat Rafi lewat. Namun Maya ngga ada. Rafi bete.
Rafi dan terpaksa matiin motornya sambil mendorong mundur motornya. Rafi pun kembali memacu motornya sambil kembali lihatin ke rumah Maya.
POV Rafi : Namun Maya ngga keluar.
Rafi bete, matiin motornya dan kembali mendorong mundur dan kembali melajukan motornya sambil lewat depan rumah Maya dan berharap Maya keluar. Tapi Maya tetep tidak keluar.
RAFI
Apa Maya udah tidur?
Rafi jadi makin bete dan mau melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
(Note : Referensi adegan crash landing on you saat si kapten Ri lewat dorong sepedanya. Kapten Ri orangnya kan jaim dan serius kaku, tapi kalo dalam hal-hal tertentu apalagi soal perasaan dia bisa romantis dikit dan perhatian banyak, sikapnya menggemaskan bikin hati berdebar bagi kaum hawa yang melihatnya. Begitu juga Rafi, walopun hati berbunga-bunga, dalam melakukan adegan ini tetep cool namun menggemaskan ya.. thank u.. Saranghae ( 사랑해 )
INTERCUT
EXT. SISI LAIN RUMAH MAYA. MALAM
Maya yang sedari tadi ternyata baru dari warung dan ada diluar / disudut lainnya jadi tersenyum geli melihat tingkah Rafi.
POV MAYA : Rafi yang maju-mundur motornya.. dan nge-gas sambil melihat ke arah rumah Maya..
Maya pun lalu hampiri Rafi.
TAP! Tangan Maya menepuk bahu Rafi..
Rafi kaget menoleh..
JREENG!!Ada Maya..
MAYA
(heran) Kamu ngapain Fi? Berisik banget.. Nanti di marahin tetangga loh!
Rafi tengsin berat. Rafi yang mau pura-pura lewat lagi jadi malu begitu tahu ternyata Maya sedari tadi ternyata lihat yang dia lakukan.
MAYA
Emamg Motor kamu rusak?
Rafi berusaha mengelak.
RAFI
(jaim) Iya, tadi sempat nggak nyala..
MAYA
Sekarang?
RAFI
(tengsin) Udah nyala..
Maya senyum.. Rafi langsung mengalihkan pembicaraan.
RAFI
Aku kesini mau minta tolong..
Maya menatap Rafi, mengenryit.
MAYA
Soal apa?
RAFI
Doa..
Maya jadi semakin mengernyit.
RAFI
Doain supaya temennya Angga mau jadi Investorku..
Maya sambil senyum.
MAYA
Tanpa diminta pun, aku selalu doain kamu yang terbaik Fi..
JENG! Rafi menatap Maya, terpana.. Senang mendengarnya.
TEK! Sementara Maya tersadar dengan ucapannya.
Keduanya tatap-tatapan.. BAPER.
Disaat bersamaan HP Rafi bunyi. Membuyarkan semuanya. Rafi membuang pandangannya, agak tengsin tapi tetep cool.
Rafi meraih hapenya..
BCU. LAYAR HAPE RAFI : UNKNOWN CALLS
Ada telepon masuk dari nomor tak di kenal.
Rafi mengernyit.
RAFI
Siapa ya?
MAYA
Angkat aja gih, siapa tau penting..
Rafi sempet heran, menatap Maya, dan akhirnya terima panggilan tersebut.
INTERCUT WITH
INT. RUANG KERJA NANDA. MALAM
Nanda telepon Rafi sambil lihat CV Rafi. Nanda lalu bilang soal CV yang diberikan Rafi.
NANDA
Halo, Malam Rafi.. ini aku Nanda..
Rafi tercekat dan langsung tersenyum girang.
RAFI
Malam bu Nanda.. Gimana? Apa ibu udah selesai pelajari CV dan proposal saya?
NANDA
Udah..
Rafi makin girang karena mengira Nanda akan menjadi investornya.
RAFI
Ibu tertarik jadi investor Saya?
NANDA
Kita bicarakan besok aja ya.. Besok aku tunggu dibukit Rafflesia gi Bogor..
__ADS_1
Belum sempat Rafi jawab.. Nanda sudah melanjutkan..
NANDA
Sampai ketemu besok ya..
JREEENG!
RAFI
(pasrah) Iya Bu..
Nanda pun mengakhiri panggilan. Rafi jadi mengernyit. Maya yang sedari tadi ada disana bertanya heran.
MAYA
Siapa yang barusan nelphone? Kok kamu kayak bingung gitu Fi?
RAFI
Investor, temennya Angga itu..
Dia mau ketemu aku di bukit Rafflesia Bogor..
(beat/mikir)
Kenapa harus jauh-jauh kesana ya?
MAYA
Ya udah Fi, temuin aja dulu..
Siapa tau dia mau jadi investor kamu..
Rafi manggut-manggut..
CUT TO
Besoknya..
EXT. SEBUAH BUKIT. PAGI
ESTABLISHED BUKIT PAGI HARI
WIDE SHOT BUKIT YANG CURAM..
Cuaca begitu cerahnya. Langit terlihat biru, awan putih.. matahari bersinar terang..
INSERT : Rafi memacu motornya dan akhirnya sampai di atas sebuah bukit.
Rafi jadi menatap heran. Ke arah motor trail.
Disana dia hanya melihat motor trail yang di scene 1 dipakai sama Ilham.
Tak lama muncul seorang pengendara motor trail dan berhenti dekat Rafi dengan menggunakan Atribut balap lengkap yang keren dan mahal.
Rafi sempet heran.
SLOW MOTION : Si pengendara turun dari motor.. lalu buka helmnya, rambutnya tersibak.. Dia ternyata Nanda.
Rafi jadi surprise dan makin heran.
Nanda meletakan helmnya di motor.
RAFI
Kenapa Ibu ajak Saya kesini?
Nanda lalu menawarkan kerja sama sama Rafi.
NANDA
Saya mau kerjasama sama kamu..
RAFI
Nanda menatap Rafi tegas.
NANDA
Saya mau kamu pura-pura jadi tunangan Saya..
JREENGGG! Rafi kaget..
NANDA
Kalo kamu bersedia, kamu juga akan diangkat jadi manager di restoran Saya..
CU. Senyuman di wajah Rafi hilang.
Rafi langsung menggeleng menolak tawaran Nanda.
RAFI
Maaf Bu, tujuan Saya ketemu dan serahin CV sama proposal ke Ibu, buat cari investor..
JREENG!
Rafi balik badan hendak pergi. Nanda teriak..
NANDA
Iya Saya tau.. Saya udah baca CV dan proposal kamu.. Menurut Saya, kamu hebat!
Rafi menghentikan langkahnya dan berbalik. Nanda mendekati Rafi lagi.
RAFI
Terus? Kenapa Ibu tawarin kerjaan yang sama sekali nggak ada hubungannya sama skill Saya?
Rafi menatap Nanda tegas. Nanda menjawab dengan nada tinggi.
NANDA
Karena cuma kamu yang cocok jadi tunangan Saya! (beat) maksud Saya, pura-pura..
Rafi mendengus. Mereka pun berdebat seru. Disini terlihat karakter keduanya yang sama-sama keras.
RAFI
Saya heran, Kenapa ibu terus maksa saya kayak gini? Ada apa sih sebenarnya?
Nanda terlihat mulai gusar.
Rafi mulai kesal, namun masih terus menahan emosi. Terlihat cool!
NANDA
Saya akan kasih tau alasannya, tapi nanti..
Terima dulu tawarannya!
RAFI
(menggeleng) maaf Bu, Saya nggak tertarik..
JREENNG! Rafi pun jadi kecewa dan berjalan ke arah motornya mau pergi.
Rafi berjalan hendak meninggalkan Nanda.. Rafi naik motor..
Nanda menatap gusar..
CUT TO
EXT. SISI LAIN BUKIT - DAY
__ADS_1
Rafi bersiap hendak memakai helmnya. Nanda muncul..
TAP! Nanda menahan tangan Rafi.
NANDA
Tunggu Rafi..
Rafi menatap Nanda.
NANDA
Saya butuh bantuan kamu.. Please!
RAFI
Tapi Saya nggak bisa iya-in kemauan Ibu..
Maaf! Cari aja orang lain!
Rafi melepaskan tangan Nanda. Rafi pakai helm lalu starter motornya.
Ketika hendak melajukan motornya. SREEET!!
Nanda berdiri di depan motor Rafi. Rafi ngerem. CCIIIT!
Rafi kesal, membuka helm.
Nanda dan Rafi bertatapan. Nanda tampak menantang Rafi.
NANDA
Kita balap motor aja!
JREENG!! Rafi kaget.
NANDA
Saya siap jadi investor kamu, Asalkan kamu bisa ngalahin saya!
(beat)
Tapi jika Saya menang, kamu harus bersedia ikutin permintaan Saya.
(menatap tegas) ..jadi manager resto dan juga pura-pura jadi tunangan saya! Gimana?
JREENG! Rafi pun jadi mikir.
Nanda menatap penuh harap.
Rafi melengos. Kesal bingung, namun mulai tertantang.
Sementara Nanda tampak harap-harap cemas, namun berusaha santai.
Rafi menatap tegas pada Nanda.
RAFI
(penekanan tegas) Kalo saya yang menang?
Nanda balas menatap..
NANDA
Saya akan jadi investor kamu!
Hubungan kita hanya sebatas rekan kerja!
CUT TO CUT Wajah Nanda yang menatap harap dan Rafi yang masih terus memikirkan tawaran Nanda..
Hingga akhirnya..
Nanda memulai kembali pembicaraan..
NANDA
Kamu nggak usah khawatir!
Semua atribut balap sudah saya siapin!
..tinggal pakai.
Nanda menunggu jawaban Rafi.. penuh harap.. tapi tetap berusaha jaim. Rafi menyapu pandangan ke arah bukit yang terjal, curam dan berliku.
RAFI
Oke!
Rafi tampak percaya diri akan menang.
Nanda mengulum senyum percaya diri.
WIDE SHOT : Rafi dan Nanda saling berhadapan & bertatapan di bukit.
CUT TO
EXT. BUKIT. SIANG
SFX. Suara knalpot motor trail. BREEENG!!! BREEENG!!!
Nanda dan Rafi sudah duduk diatas motor trail.
Rafi sudah pakai atribut yang disiapkan Nanda. Helmnya pun sudah ganti ya.
Rafi sebenarnya cemas sama keselamatannya Nanda.
(Cemas tapi cool)
RAFI
Kamu yakin mau balapan?
Terjal dan berliku loh track nya..
Nanda bisa melihat kekhawatiran Rafi.
NANDA
(Senyum) Yakin! Kamu nggak usah khawatirin Saya.. Kamu fokus aja buat menang!
(tegas penekanan)
Inget ya Fi.. kalo kamu kalah, kamu harus ikutin permintaan Saya!
Rafi mengangguk.
Nanda taruh sesuatu di tool box motor sebelum balapan dimulai.
RAFI
Itu apa?
Nanda hanya menjawab sekilas..
NANDA
Kamu nggak perlu tau. Yang jelas benda ini sangat berarti buat saya.
(note : Saat ini nggak perlu dikasih tau dulu ataupun diperlihatkan apa yang dimasukan Nanda ke dalam toolbox)
Nanda lalu pakai helm.
Rafi menghela nafas dan memakai helmnya..
Mereka pun bersiap untuk mulai balapan trail.
__ADS_1
( note : Di motor Rafi, terselip/tergantung tali tambang yang tergulung rapih ya, untuk dipakai Rafi di scene ke depannya. Tolong disesuaikan saja tempat menaruhnya)
Masing2 sudah di atas motor trail lengkap dengan helm dan semuanya. Saling nge gas. Saling liat. Lalu Nanda berhitung satu dua tiga, mereka pun mulai b