Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Episode 10


__ADS_3

EXT. RUMAH MAYA. MALAM


INSERT : Rafi sambil naik motor lewat depan rumah Maya sambil lihatin ke rumah Maya.


Rafi menggas motornya. NGENG!


Rafi berharap Maya keluar dari dalam lihat Rafi lewat. Namun Maya ngga ada. Rafi bete.


Rafi dan terpaksa matiin motornya sambil mendorong mundur motornya. Rafi pun kembali memacu motornya sambil kembali lihatin ke rumah Maya.


POV Rafi : Namun Maya ngga keluar.


Rafi bete, matiin motornya dan kembali mendorong mundur dan kembali melajukan motornya sambil lewat depan rumah Maya dan berharap Maya keluar. Tapi Maya tetep tidak keluar.


RAFI


Apa Maya udah tidur?


Rafi jadi makin bete dan mau melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.


(Note : Referensi adegan crash landing on you saat si kapten Ri lewat dorong sepedanya. Kapten Ri orangnya kan jaim dan serius kaku, tapi kalo dalam hal-hal tertentu apalagi soal perasaan dia bisa romantis dikit dan perhatian banyak, sikapnya menggemaskan bikin hati berdebar bagi kaum hawa yang melihatnya. Begitu juga Rafi, walopun hati berbunga-bunga, dalam melakukan adegan ini tetep cool namun menggemaskan ya.. thank u.. Saranghae ( 사랑해 )


INTERCUT


EXT. SISI LAIN RUMAH MAYA. MALAM


Maya yang sedari tadi ternyata baru dari warung dan ada diluar / disudut lainnya jadi tersenyum geli melihat tingkah Rafi.


POV MAYA : Rafi yang maju-mundur motornya.. dan nge-gas sambil melihat ke arah rumah Maya..


Maya pun lalu hampiri Rafi.


TAP! Tangan Maya menepuk bahu Rafi..


Rafi kaget menoleh..


JREENG!!Ada Maya..


MAYA


(heran) Kamu ngapain Fi? Berisik banget.. Nanti di marahin tetangga loh!


Rafi tengsin berat. Rafi yang mau pura-pura lewat lagi jadi malu begitu tahu ternyata Maya sedari tadi ternyata lihat yang dia lakukan.


MAYA


Emamg Motor kamu rusak?


Rafi berusaha mengelak.


RAFI


(jaim) Iya, tadi sempat nggak nyala..


MAYA


Sekarang?


RAFI


(tengsin) Udah nyala..


Maya senyum.. Rafi langsung mengalihkan pembicaraan.


RAFI


Aku kesini mau minta tolong..


Maya menatap Rafi, mengenryit.


MAYA


Soal apa?


RAFI


Doa..


Maya jadi semakin mengernyit.


RAFI


Doain supaya temennya Angga mau jadi Investorku..


Maya sambil senyum.


MAYA


Tanpa diminta pun, aku selalu doain kamu yang terbaik Fi..


JENG! Rafi menatap Maya, terpana.. Senang mendengarnya.


TEK! Sementara Maya tersadar dengan ucapannya.


Keduanya tatap-tatapan.. BAPER.


Disaat bersamaan HP Rafi bunyi. Membuyarkan semuanya. Rafi membuang pandangannya, agak tengsin tapi tetep cool.


Rafi meraih hapenya..


BCU. LAYAR HAPE RAFI : UNKNOWN CALLS


Ada telepon masuk dari nomor tak di kenal.


Rafi mengernyit.


RAFI


Siapa ya?


MAYA


Angkat aja gih, siapa tau penting..


Rafi sempet heran, menatap Maya, dan akhirnya terima panggilan tersebut.


INTERCUT WITH


INT. RUANG KERJA NANDA. MALAM


Nanda telepon Rafi sambil lihat CV Rafi. Nanda lalu bilang soal CV yang diberikan Rafi.


NANDA


Halo, Malam Rafi.. ini aku Nanda..


Rafi tercekat dan langsung tersenyum girang.


RAFI


Malam bu Nanda.. Gimana? Apa ibu udah selesai pelajari CV dan proposal saya?


NANDA


Udah..


Rafi makin girang karena mengira Nanda akan menjadi investornya.


RAFI


Ibu tertarik jadi investor Saya?


NANDA


Kita bicarakan besok aja ya.. Besok aku tunggu dibukit Rafflesia gi Bogor..

__ADS_1


Belum sempat Rafi jawab.. Nanda sudah melanjutkan..


NANDA


Sampai ketemu besok ya..


JREEENG!


RAFI


(pasrah) Iya Bu..


Nanda pun mengakhiri panggilan. Rafi jadi mengernyit. Maya yang sedari tadi ada disana bertanya heran.


MAYA


Siapa yang barusan nelphone? Kok kamu kayak bingung gitu Fi?


RAFI


Investor, temennya Angga itu..


Dia mau ketemu aku di bukit Rafflesia Bogor..


(beat/mikir)


Kenapa harus jauh-jauh kesana ya?


MAYA


Ya udah Fi, temuin aja dulu..


Siapa tau dia mau jadi investor kamu..


Rafi manggut-manggut..


CUT TO


Besoknya..


EXT. SEBUAH BUKIT. PAGI


ESTABLISHED BUKIT PAGI HARI


WIDE SHOT BUKIT YANG CURAM..


Cuaca begitu cerahnya. Langit terlihat biru, awan putih.. matahari bersinar terang..


INSERT : Rafi memacu motornya dan akhirnya sampai di atas sebuah bukit.


Rafi jadi menatap heran. Ke arah motor trail.


Disana dia hanya melihat motor trail yang di scene 1 dipakai sama Ilham.


Tak lama muncul seorang pengendara motor trail dan berhenti dekat Rafi dengan menggunakan Atribut balap lengkap yang keren dan mahal.


Rafi sempet heran.


SLOW MOTION : Si pengendara turun dari motor.. lalu buka helmnya, rambutnya tersibak.. Dia ternyata Nanda.


Rafi jadi surprise dan makin heran.


Nanda meletakan helmnya di motor.


RAFI


Kenapa Ibu ajak Saya kesini?


Nanda lalu menawarkan kerja sama sama Rafi.


NANDA


Saya mau kerjasama sama kamu..


RAFI


Nanda menatap Rafi tegas.


NANDA


Saya mau kamu pura-pura jadi tunangan Saya..


JREENGGG! Rafi kaget..


NANDA


Kalo kamu bersedia, kamu juga akan diangkat jadi manager di restoran Saya..


CU. Senyuman di wajah Rafi hilang.


Rafi langsung menggeleng menolak tawaran Nanda.


RAFI


Maaf Bu, tujuan Saya ketemu dan serahin CV sama proposal ke Ibu, buat cari investor..


JREENG!


Rafi balik badan hendak pergi. Nanda teriak..


NANDA


Iya Saya tau.. Saya udah baca CV dan proposal kamu.. Menurut Saya, kamu hebat!


Rafi menghentikan langkahnya dan berbalik. Nanda mendekati Rafi lagi.


RAFI


Terus? Kenapa Ibu tawarin kerjaan yang sama sekali nggak ada hubungannya sama skill Saya?


Rafi menatap Nanda tegas. Nanda menjawab dengan nada tinggi.


NANDA


Karena cuma kamu yang cocok jadi tunangan Saya! (beat) maksud Saya, pura-pura..


Rafi mendengus. Mereka pun berdebat seru. Disini terlihat karakter keduanya yang sama-sama keras.


RAFI


Saya heran, Kenapa ibu terus maksa saya kayak gini? Ada apa sih sebenarnya?


Nanda terlihat mulai gusar.


Rafi mulai kesal, namun masih terus menahan emosi. Terlihat cool!


NANDA


Saya akan kasih tau alasannya, tapi nanti..


Terima dulu tawarannya!


RAFI


(menggeleng) maaf Bu, Saya nggak tertarik..


JREENNG! Rafi pun jadi kecewa dan berjalan ke arah motornya mau pergi.


Rafi berjalan hendak meninggalkan Nanda.. Rafi naik motor..


Nanda menatap gusar..


CUT TO


EXT. SISI LAIN BUKIT - DAY

__ADS_1


Rafi bersiap hendak memakai helmnya. Nanda muncul..


TAP! Nanda menahan tangan Rafi.


NANDA


Tunggu Rafi..


Rafi menatap Nanda.


NANDA


Saya butuh bantuan kamu.. Please!


RAFI


Tapi Saya nggak bisa iya-in kemauan Ibu..


Maaf! Cari aja orang lain!


Rafi melepaskan tangan Nanda. Rafi pakai helm lalu starter motornya.


Ketika hendak melajukan motornya. SREEET!!


Nanda berdiri di depan motor Rafi. Rafi ngerem. CCIIIT!


Rafi kesal, membuka helm.


Nanda dan Rafi bertatapan. Nanda tampak menantang Rafi.


NANDA


Kita balap motor aja!


JREENG!! Rafi kaget.


NANDA


Saya siap jadi investor kamu, Asalkan kamu bisa ngalahin saya!


(beat)


Tapi jika Saya menang, kamu harus bersedia ikutin permintaan Saya.


(menatap tegas) ..jadi manager resto dan juga pura-pura jadi tunangan saya! Gimana?


JREENG! Rafi pun jadi mikir.


Nanda menatap penuh harap.


Rafi melengos. Kesal bingung, namun mulai tertantang.


Sementara Nanda tampak harap-harap cemas, namun berusaha santai.


Rafi menatap tegas pada Nanda.


RAFI


(penekanan tegas) Kalo saya yang menang?


Nanda balas menatap..


NANDA


Saya akan jadi investor kamu!


Hubungan kita hanya sebatas rekan kerja!


CUT TO CUT Wajah Nanda yang menatap harap dan Rafi yang masih terus memikirkan tawaran Nanda..


Hingga akhirnya..


Nanda memulai kembali pembicaraan..


NANDA


Kamu nggak usah khawatir!


Semua atribut balap sudah saya siapin!


..tinggal pakai.


Nanda menunggu jawaban Rafi.. penuh harap.. tapi tetap berusaha jaim. Rafi menyapu pandangan ke arah bukit yang terjal, curam dan berliku.


RAFI


Oke!


Rafi tampak percaya diri akan menang.


Nanda mengulum senyum percaya diri.


WIDE SHOT : Rafi dan Nanda saling berhadapan & bertatapan di bukit.


CUT TO


EXT. BUKIT. SIANG


SFX. Suara knalpot motor trail. BREEENG!!! BREEENG!!!


Nanda dan Rafi sudah duduk diatas motor trail.


Rafi sudah pakai atribut yang disiapkan Nanda. Helmnya pun sudah ganti ya.


Rafi sebenarnya cemas sama keselamatannya Nanda.


(Cemas tapi cool)


RAFI


Kamu yakin mau balapan?


Terjal dan berliku loh track nya..


Nanda bisa melihat kekhawatiran Rafi.


NANDA


(Senyum) Yakin! Kamu nggak usah khawatirin Saya.. Kamu fokus aja buat menang!


(tegas penekanan)


Inget ya Fi.. kalo kamu kalah, kamu harus ikutin permintaan Saya!


Rafi mengangguk.


Nanda taruh sesuatu di tool box motor sebelum balapan dimulai.


RAFI


Itu apa?


Nanda hanya menjawab sekilas..


NANDA


Kamu nggak perlu tau. Yang jelas benda ini sangat berarti buat saya.


(note : Saat ini nggak perlu dikasih tau dulu ataupun diperlihatkan apa yang dimasukan Nanda ke dalam toolbox)


Nanda lalu pakai helm.


Rafi menghela nafas dan memakai helmnya..


Mereka pun bersiap untuk mulai balapan trail.

__ADS_1


( note : Di motor Rafi, terselip/tergantung tali tambang yang tergulung rapih ya, untuk dipakai Rafi di scene ke depannya. Tolong disesuaikan saja tempat menaruhnya)


Masing2 sudah di atas motor trail lengkap dengan helm dan semuanya. Saling nge gas. Saling liat. Lalu Nanda berhitung satu dua tiga, mereka pun mulai b


__ADS_2