
EXT. MINIMARKET. SIANG
Mobil Angga berhenti di parkiran. Rafi turun dari mobil dan beranjak masuk ke minimarket. Disaat bersamaan Andre keluar. Rafi dan Andre sama-sama kaget, langsung saling tatap tajam.
ANDRE
Lo teryata ngga beda jauh ya ama nyokap lo..! Bisanya Cuma ngarepin belas kasihan..!!
Rafi kaget dan jadi menatap kesal Andre.
RAFI
Ndre, tolong jaga omongan lo ya..
ANDRE
Faktanya begitu kok.. Tadi nyokap lo nyamperin papah.. Sekarang lo nyamperin Maya.. padahal jelas-jelas Maya udah ga suka sama lo..
Rafi jadi makin kesal dan mau mencengkram kerah baju Andre. Namun Andre keburu menepis tangan Rafi
CUT TO
INT. MINIMARKET. SIANG
Maya memberikan struk belanja dan uang kembalian ke pembeli.
MAYA
(Tersenyum Ramah) Makasih ya bu.. Selamat belanja kembali..
Pembeli mengangguk, mengambil kantong belanjaannya dan pergi ninggalin kasir. Namun di pintu ternyata ada Rafi dan Andre. Pembeli pun jadi terhalang..
PEMBELI
(Menegur Rafi dan Andre) Ributnya jangan di depan pintu dong..!!
Rafi dan Andre sama-sama tercekat. Rafi pun lalu mendorong Andre hingga agak menjauh dari pintu kaca..
Maya yang ternyata sempat mendengar ucapan pembeli tercekat dan langsung lihat ke depan pintu. Maya merasa ada yang aneh, segera dia meninggalkan meja kasir menuju pintu.
CUT TO
EXT. TERAS MINIMARKET. SIANG
Rafi masih mencengkram kerah baju Andre..
RAFI
Lo boleh hina gue..!
(tajam) Tapi jangan pernah lo berani hina nyokab gue,.
Andre tidak perduli, mendorong Rafi kasar.
Cengkeraman tangan Rafi terlepas.
Andre malahan semakin tengil dan sengaja makin jelek-jelekin Rani.
ANDRE
(tengil) Terus? maksudnya lo mau gue hormat sama nyokab lo!? Jangan mimpi bro!
Lo berdua itu manusia yang nggak punya harga diri, (sinis) cuma sampah!
Rafi naik pitam jadi makin kesal, dan mau tonjok Andre.
SLOWMO : Tangan Rafi melayang ke atas bersiap menonjok wajah Andre.
INSERT : Bersamaan dengan itu, Maya keluar dari minimarket.
Maya bergegas berlari dan mengambil posisi di depan Andre untuk melerai mereka.
Rafi kaget dan menahan tangannya.
CU. Wajah Rafi memerah menahan marah.
MAYA
Cukup Fi!! Cukup..
Sejenak, Rafi dan Maya bertatapan.
Kemarahan Rafi seperti cari di hadapan Maya.
Tangan Maya menyentuh tangan Rafi, dan perlahan membawanya turun.
MAYA
(memelas) Please banget..
Jangan bikin keributan disini..
Rafi menghela nafas, lalu mengalihkan pandangannya pada Andre dan menatap tajam.
__ADS_1
Andre pun membalas dengan tatapan tajam.
Rafi lalu masuk ke dalam minimarket.
Andre yang masih belum puas, ternyata mau menyusul masuk.
ANDRE
(teriak) Rafi!! Urusan gue sama elo belum selesai!!
Rafi!!!!
Namun Maya mencegahnya, TAP! Tangan Maya menahan tangan Andre.
MAYA
Tolong pergi dari sini sekarang juga!
Please Andre!
CU. Tangan Maya menahan tangan Andre
Andre menatap Maya sesaat. Walaupun kesal, Andre seperti tidak bisa menolak permintaan Maya.
Andre pun pergi dari situ.
CUT TO
INT. RUANG KERJA NANDA. SIANG
Nanda duduk gelisah di ruang kerjanya. Dia memikirkan Indri yang tadi datang dengan ancaman, akan melaporkannya ke polisi.
NANDA
Gimana ini ya..? Kalau dalam waktu tiga hari ke depan Ilham belum siuman juga bisa-bisa tante Indri menjebloskanku ke penjara..
Nanda jadi mikir. Tak lama Nanda mengambil HP nya dan kemudian mau telepon Rafi..
CU HP : Di layar HP tertulis nama Rafi..
Nanda mau mendialnya. Namun tampak ragu dan akhirnya malah membatalkannya. Nanda pun lalu membuka laptopnya dan mulai mengetik di laptopnya.
CU Layar laptop : Tulisan SURAT PERJANJIAN KERJASAMA.
CUT TO
INT. MINIMARKET. SIANG
Opening scene : Maya sudah kembali ke meja kasir melayani pembeli.
Beberapa kali pandangannya tertuju ke arah Maya.
RAFI (VO)
Gue harus ngomong sama Maya..
POV. Maya sedang di kasir melayani pembeli.
Bersamaan dengan itu, kebetulan Maya lihat ke arahnya.
Pandangan mata Rafi dan Maya beradu!
DEG! hati Rafi berdesir.
Rafi buru-buru memalingkan wajahnya dan pura-pura sibuk mencari-cari barang yang mau dibelinya.
Sampai tidak sengaja Rafi menjatuhkan beberapa barang. GUSRAK!
CU. Maya menoleh ke arah Rafi, dan mengernyit.
Rafi mengembalikan barang kembali ke rak, seperti asal-asalan memilih barang untuk dibeli, lalu Rafi pun beranjak ke kasir.
INTERCUT
Rafi berdiri di kasir bagian Maya, lalu meletakan barang yang diambilnya tadi ke meja kasir.
(saat ini antrian di belakang Rafi belum ada orang)
Maya pun mengambilnya dan memasukkan harga belanjaan di komputer. PEEP!
MAYA
Tiga puluh enam ribu.
Rafi pun membayar. Terlihat agak gusar, tapi wajahnya serius...
RAFI
May, ada yang mau aku omongin sama kamu..
Maya menatap Rafi heran.
MAYA
Soal apa?
Insert : 1 orang pembeli mengantri di belakang Rafi.
__ADS_1
RAFI
Mmmhh soal.. ehmmm..
Insert : 1 orang pembeli kembali mengantri di belakang Rafi.. kemudian datang satu lagi..
Maya melihat ke arah pembeli, lalu melihat ke arah Rafi lagi.
MAYA
Harus sekarang? Penting banget?
RAFI
Iya, Banget..
Kerongkongan Rafi seperti tercekat, hendak mengatakan sesuatu tapi rasanya susah..
Maya mulai resah.. karena antrian di belakang Rafi mulai panjang.. Maya nggak konsen dan kesannya memburu-buru Rafi.
MAYA
(menatap resah) Mau ngomong penting apa? Buruan Fi..
Pembeli yang mengantri mulai kesal dan mengomel.
PEMBELI #1
(bentak/kesal) Yaelah!! Beli barang satu aja lama banget sih.. Nggak liat udah kayal uler tuh yang ngantri di belakang!!??
PEMBELI #2
(kesal) Malah ngobrol lagi!! Buruan dong Mas!! Saya lagi buru-buru nih!!!
Rafi kaget langsung menengok ke belakang dan semakin kaget melihat antrian pembeli yang mau bayar sudah panjang..
Rafi menatap Maya yang resah karena pembeli udah pada kesal.
Rafi menghela nafas, lalu pamit sama Maya.
RAFI
Aku balik dulu ya..
Maya mengangguk cepat namun merasa bersalah juga sama Rafi..
MAYA
Maaf ya, nggak bisa ngobrol sekarang..
Hati-hati ya Fi..
Rafi mengangguk, mengambil barang yang dibelinya, lalu pergi.
Maya pun lalu melayani pembeli.
Terakhir Ia sempat melihat ke arah Rafi yang berjalan pergi keluar minimarket.
INT. RUANG KERJA NANDA. SIANG
Nanda sedang mengeprint surat perjanjian kerjasama.
NANDA
Mudah-mudahan kali ini Rafi mau kerjasama..
Nanda lalu tempelin matrei di surat perjanjian dan memasukan ke dalam map (Map plastik).. Setelah itu Nanda pun beranjak pergi sambil membawa tas dan map nya itu..
CUT TO
Sorenya..
INT. KAMAR MANDI RUMAH RANI. SORE
Rafi menaruh odol di sikat gigi. Saat dia mulai menggosok gigi, gerakan tangannya membuat dia merasakan nyeri di rusuknya yang sakit akibat jatuh di jurang. Dia memegangi bagian rusuknya. Saat itu pintu kamar mandi diketuk.
OS RANI
Fi.. Ada tamu tuh..
Rafi tercekat dan dengan mulut masih ada busa odol, membuka pintu dan bertanya ke mamanya.
RAFI
Tamu siapa, ma...?
RANI
Lihat aja sendiri..
Rani lalu pergi. Rafi jadi mikir, menutup pintu kamar mandi dan melanjutkan sikat giginya, lalu kumur-kumur.
CUT TO
__ADS_1