Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Episode 16


__ADS_3

INT. RUANG KERJA WISNU. SIANG


Wisnu ngobrol sama Hilda soal Andre.


HILDA


Gimana hasil kerja Andre, Pa? sejak Rafi enggak ada? Bagus, kan?!


WISNU


Saya masih harus terus melihat Andre.. semoga dia memang jadi anak kepercayaan saya..


(KARENA TERAKHIR WISNU SUDAH BILANG, KAMU KEPERCAYAAN SAYA SETELAH RAFI PERGI)


Hilda senyum..


BRAK! Tiba-tiba pintu ruang kerja terbuka.


Jreng!!


Rani masuk, bawa rantang susun yang dibungkus kain.


Hilda dan Wisnu kaget, HOLD MOMENT.. Mereka jadi marah.


HILDA


Mau ngapain kamu ke sini?


Rani tidak mengkhiraukan Hilda dan malah mendekati Wisnu.


Rani dan Wisnu saling tatap.. Wisnu hela nafas,.


WISNU


Sudahlah, Rani. Kalo kamu mau bahas soal Rafi lagi dan minta aku percayakan bisnis aku lagi ke dia.. aku gak mau dengar. Jadi lebih baik, kamu pergi aja.


Hilda senyum mendengar Wisnu bicara begitu..


Hilda segera deketin Rani dan mendorongnya supaya pergi. (Dorong biasa aja, bukan dorong kasar).


HILDA


Kamu dengar kan mas Wisnu bilang apa?


Pergi kamu! Sanaaa..!!!


Rani tepiskan tangan Hilda. Tak menggubrisnya.


RANI


(menatap sinis ke Hilda) Tenang ajaaa.. Aku datang bukan untuk rebut Mas Wisnu.. seperti dulu kamu datang ke rumah saya dan sok-sokan ngelamar jadi perawatnya Mas Wisnu!


Rani deketin meja kerja Wisnu dan meletakkan rantang yang dibungkus kain.


RANI


(senyum kecil) Saya cuman ucapin selamat ulang tahun ke Mas Wisnu. Ini makanan kesukaan kamu, Mas. Aku sengaja masak sendiri, khusus buat kamu.


JREEENG! Hilda makin marah.


HILDA


Buang itu, Mas! Jangan terima apapun dari perempuan itu!


Wisnu diam.


RANI


Itu aku masak sendiri lho, Mas. Masakan aku kan pernah kamu puji, gak kalah enak dari menu restoran. Kamu pasti kangen kan sama masakan aku?!


WISNU


Bilang saja.. sebenarnya apa maksud kedatangan kamu ke sini???


RANI


Baiklah.. aku mau, kamu memberikan kembali hak Rafi sebagai anak kamu..!!


JREEENG! Hilda kaget. Menatap Rani benci.


Wisnu tampak masih kesal, karena Rafi sudah menjebloskannya ke penjara.


WISNU


(menggeleng) Anak durhaka itu.. jangan harap mendapatkan fasilitasnya kembali!


HILDA


(senyum senang) Sudah denger kan kamu! Sekarang juga.. cepat pergi dari sini! pergiii..!!!


Hilda mendorong Rani.


Rani hampir saja jatuh, untungnya dia masih sempat pegangan sesuatu.


JREENG..!


CUT TO


EXT. RUMAH WISNU. SIANG


Mobil Angga yang disetir Rafi sampai depan rumah Wisnu.


Satpam sempat heran melihatnya.


Rafi segera turun dari mobil itu.


Nanda yang masih ada di dalam mobil, memperhatikan rumah Wisnu.


NANDA


(menggumam) Rumah siapa ini???


Satpam langsung membungkuk hormat, begitu melihat Rafi.


RAFI


(ke Nanda) Saya mohon.. Kamu di dalem mobil aja, jangan ikut.. (ke Satpam) Mama saya masih di dalam, Pak?


SATPAM

__ADS_1


Oh, masih, Mas..


DEG! NANDA MENDENGAR ITU.. IA FAHAM KALAU ITU RUMAH RAFI..


Rafi segera berlari masuk. Satpam heran melihat Nanda di dalam mobil.


NANDA


Pak.. Maaf.. ini rumah siapa?


SATPAM


Ini rumah Pak Wisnu, papanya Mas Rafi.


JRENG! Nanda kaget.


NANDA


(menggumam) Iya ya.. Rafi kan dulunya owner café Kopikoe. Saya tahu, itu salah satu bisnis Pak Wisnu, pengusaha restoran itu. (heran) Kalo papanya sekaya ini, kenapa dia repot-repot cari investor?!


Nanda nampak keheranan.


INTERCUT


INT. RUANG KERJA WISNU. SIANG


Hilda mengambil rantang yang dibungkus kain bawaan Rani, disodor-sodorkannya ke Rani.


HILDA


(dorong Rani) Pergi sanaaa..!!! Keluar dan bawa lagi makanan kamu! Saya enggak butuh..


RANI


Makanan itu untuk Mas Wisnu, bukan buat kamu!


Saking kesalnya, akhirnya Hilda membanting rantang itu. (Jangan ada shot makanan tumpah – bunyinya saja).


JREEENG! Rani emosi melihat rantang berisi makanan yang dibawanya dibanting.


Rani mau tampar Hilda.. Tapi.. RAFI DATANG..


RAFI


Ma!


JRENG! MEREKA MELIHAT RAFI.. ANDRE PUN KELUAR..


ANDRE


Ma, Pa.. aku yang telpon Rafi.. supaya dia bawa Mama nya pergi dari sini sebelum Papa sama Mama usir...


HILDA DEKETIN RANI


HILDA


ANAK KAMU SUDAH DATANG LEBIH BAIK.. KAMU PERGI DARI SINI!


WISNU


Rani.. kamu sebaiknya pergi, karena kamu gak punya hak di rumah ini! (KE RAFI) TERMASUK KAMU ANAK DURHAKA!


WISNU


Hilda pemilik rumah ini, jadi dia juga berhak usir kamu pergi!


JRENG!


WISNU


Dia sudah kehilangan semua hak-nya di sini, saya tidak mau melihatnya lagi!


RANI


Tapi dia anak kamu! Darah daging kamu! Dia masih berhak atas semuanya milik kamu! Aku sengaja keluarkan kamu, biar kamu sadar sudah diperalat sama dia!


JRENG HILDA KESEL DENGERNYA..


WISNU


SEORANG ANAK TIDAK MUNGKIN MEMENJARAKAN ORANG TUANYA!


Jreng!


WISNU


DALAM DARAHNYA MEMANG MASIH ADA DARAH AKU, TAPI... SECEPATNYA AKU AKAN CORET DIA SEBAGAI DARAH DAGING KU!


JRENG! Rani pun terpojok.


RAFI


Ma, kita pergi dari sini..


HILDA


Baguslah! Lebih cepat lebih baik! Aku sudah muak liat kalian!


RAFI


(gandeng Rani) Ayo, Maa.. kita pulang..


RANI


(tepis tangan Rafi) Enggak, Rafi.. Mama belum selesai bicara sama Papa kamu.


RAFI


Udahlah, Maa.. ayo.. gak ada yang perlu diomongin lagi..


Rafi terus tarik Rani, walopun Rani terus berontak, gak mau diajak keluar dari situ. Tiba-tiba..


RAFI


Ackh..


JRENG! Rani melihat Rafi kesakitan..


RANI

__ADS_1


Kamu kenapa Rafi?


RAFI


(Sok kuat) Enggak apa-apa Mah, ayo Mah.. kita pergi..


Akhirnya mau tidak mau Rani pun dan keluar bersama Rafi


CUT TO


EXT. RUMAH WISNU. SIANG


Nanda masih di dalam mobil.


Tak lama Rafi keluar dari rumah, sambil gandeng Rani.


Rani masih terlihat gak rela dibawa keluar rumah.


RANI


Rafi.. Mama sedang berusaha pertahanin hak-hak kamu. Mereka tidak bisa merampas dari kamu..


RAFI


Maa.. udahlah.. apa yang harusnya jadi milik kita, pada akhirnya tetap akan jadi milik kita. Percayalah..


Rafi menatap Rani, pegang pundaknya...


RAFI


Please ya, Maa.. stop, jangan temuin Papa lagi.


JRENG!.. Rani terdiam menatap Rafi..


Tiba-tiba Rafi meringis, merasakan rusuknya yang sakit.


RAFI


Aarrgghhkk..!!!


Nanda segera keluar dari mobil, melihat Rafi meringis kesakitan.


NANDA


Rafi.. sakit, ya?!


DEG! Rani heran melihat Nanda, tapi Rani lebih khawatir dengan Rafi yang tiba-tiba meringis kesakitan.


RANI


Rafi.. kamu kenapa??? Apa kamu sakit karena kecelakaan yang kamu ceritain itu..?


RAFI


(menggeleng, bohong) Aku gak pa-pa kok, Ma.


Rafi TATAP NANDA, SEOLAH kasih kode supaya Nanda diem, gak membahas soal sakitnya.


Nanda paham.


Nanda kemudian masuk ke mobil lagi, ke bangku belakang.


RAFI


(suruh Rani masuk mobil)


Masuk, Maa..


Rani sampe menghentikan langkahnya, karena heran melihat Nanda.


RANI


Itu siapa?


RAFI


Temen..


NANDA


(senyum, mengangguk hormat) Hai, Tante..


Rani mengangguk kaku, canggung dan gak banyak nanya lagi, lalu segera masuk mobil.


Rafi juga masuk mobil.


CUT TO


INT. MOBIL. SIANG


Di dalam mobil, Rani masih mendebat Rafi soal Wisnu.


RANI


Pokoknya.. Mama gak akan nyerah memperjuangkan hak-hak kamu, Rafi!


RAFI


Maa.. tolong bahas soal itu lagi.


RANI


(ketus) Mama masih belum bisa terima kamu diusir dari rumah! Semua fasilitas kamu direbut sama mereka! (beat) Hilda itu memang kurang ajar! Setelah merebut Papa kamu dari Mama, sekarang dia juga merampas hak kamu!


RAFI


Udah, Ma.. please..


Rafi lihat Nanda merasa tidak enak.


Nanda jadi sungkan sendiri, karena ada di antara pertengkaran Ibu dan anak itu. Buang wajahnya..


Rafi kemudian menghidupkan mesin mobil dan pergi dari sana.


INTERCUT WITH:


Andre pun tersenyum sinis melihat dari jendela.


CUT TO

__ADS_1


__ADS_2