Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Perjodohan


__ADS_3

**Season 2 sudah mulai ya.


Happy reading all**


Perjodohan sudah tidak asing lagi dalam dunia bisnis. Sama halnya yang dilakukan oleh Gio. Entah karena adanya sebuah kerjasama dalam bisnisnya atau rasa kagum pada salah satu sosok laki-laki muda dari keluarga Pramuja?


Gio memutuskan untuk menjodohkan anak pertamanya, Felicia dengan anak dari rekan bisnisnya. Laki-laki yang Gio pilih untuk Felicia adalah salah satu anak kembar Evano. Dia adalah si sulung, Kenzo Alviano Pramuja.


"Apa? Feli mau dijodohkan?" Perempuan berumur 24 tahun itu nampak terkejut mendengar perkataan papanya. "Yang benar saja, Pah. Ini sudah zaman modern, masih saja main jodoh-jodohan."


"Papa serius, Feli. Dia laki-laki yang baik," ucap Gio.


"Pah, Feli masih laku. Tidak perlu jodoh-jodohan," tolak Felicia.


"Laku? Mama sama papah sampai sekarang tidak pernah melihat kamu dekat dengan laki-laki manapun?" ucap Flora.


"Mama hanya melihat kamu sibuk dengan pekerjaan kamu saja," ucap Flora.


"Benar sekali. Kamu harus ingat Feli, umur kamu sudah 24 tahun. Kamu sudah pantas untuk menikah," ucap Gio.


"Tapi Feli belum mau menikah," ucap Felicia.


"Mau sampai kapan kamu seperti ini?" tanya Flora.


"Aku akan menikah jika Gavindra sudah bisa memimpin perusahaan papa," ucap Felicia.


"Jangan terus memikirkan masalah itu. Lagi pula perusahaan papa banyak yang mengurus. Kamu pikirkan saja dirimu sendiri, Nak," ucap Gio.


"Papah memilih Kenzo untukmu karena papah kenal dia. Bahkan kamu juga sudah mengenal dia dari kecil, 'kan?" ucap Gio.


"Papah sama Mamah kan tahu aku sama dia itu tidak akur. Bahkan kita sering bersaing dalam bisnis," ucap Felicia. "Dia itu orang yang sangat menyebalkan."


"Papa tahu. Tapi dia itu orangnya baik, tekun. Papah sangat yakin jika dia akan bisa menjadi suami yang baik untukmu," ucap Gio.


"Percaya sama papah sama mamah ya," ucap Gio.


Felicia menundukkan wajahnya. Ia merasa bingung apa yang dilakukannya. Kedua orang tuanya sudah memilihkan pendampingnya.


Felicia sebenarnya mengenal Kenzo. Dia laki-laki yang dingin, sangat berambisi dalam pekerjaannya. Dan menurut rumor yang beredar Kenzo alergi dengan perempuan. Mungkinkah dia tidak normal?


"Felicia kenapa kamu malah melamun?" tanya Flora.


"Mah, Pah ... apa keluarga mereka juga sudah setuju?" tanya Felicia.


"Kami para orang tua sudah setuju. Bahkan yang menawarkan perjodohan ini adalah mereka," jelas Gio.


"Tapi aku gak cinta sama si Kenzo. Dan aku yakin Kenzo juga gak ada perasaan apapun sama aku," ucap Felicia.


"Nanti juga cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya," ucap Flora.


"Kamu lihat om Daniel sama tante Maura, 'kan? Mereka juga awalnya gak saling cinta tapi mereka sekarang justru saling mencintai," ucap Maura.


Felicia mendesah pasrah. Ia sudah merasa bingung. Alasan apa lagi yang harus ia katakan kepada kedua orang tuanya agar mereka bisa membatalkan rencana perjodohannya dengan Kenzo.

__ADS_1


"Feli ...." Gio memanggil anaknya dengan tatapan penuh harap.


"Terserah kalian saja." Felicia akhirnya pasrah dan menerima keputusan kedua orangtuanya.


Flora beranjak dari samping suaminya lalu berpindah untuk duduk ke samping Felicia. Ia raih tangan anak perempuannya lalu menggenggamnya.


"Mama sama papa hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Setelah kami bertemu dan melihat Kenzo secara langsung, kami sangat yakin padanya," ucap Flora.


"Iya, Mah," sahut Felicia.


"Kamu coba dulu untuk mendekati Kenzo. Kamu pasti akan menyukainya," ucap Gio.


"Iya, Pah ...." Felicia melihat kedua orangtuanya menaruh kepercayaan kepada Kenzo, membuatnya untuk mencoba dekat dengan laki-laki dingin itu.


Rencana perjodohan itu bukan hanya sedang dibahas oleh keluarga Gio. Evano pun sedang membahasnya dengan keluarganya termasuk anak sulungnya, Kenzo. Berbeda dengan Felicia yang harus berdebat dulu, Kenzo memilih untuk langsung menyetujuinya.


"Bagus itu, Nak. Kalau begitu besok kita akan bertemu dengan mereka," ucap Evano.


*****


Pada esok harinya.


Felicia dan kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan menuju kediaman Evano. Mereka mendapat undangan makan malam. Akan tetapi Felicia tahu jika acara makan malam itu pasti akan membahas rencana perjodohan dirinya dan Kenzo.


Pandangan Felicia terus menatap ke jalanan yang ada di luar mobil. Banyak orang berlalu lalang serta pedagang kaki lima yang ramai oleh pembeli.


Kenzo? Satu nama itu sedang mengisi pikirannya. Memang ia sering bertemu dengan Kenzo, tetapi mereka hanya berbicara masalah bisnis. Tidak pernah sekalipun dirinya bertemu dengan Kenzo selain masalah pekerjaan.


"Ayo Felicia kita turun. Kita sudah sampai," ucap Flora.


"Ayo turun," ajak Gio.


"Iya, Pah," sahut Felicia.


Satu keluarga itu turun dari mobil secara bersama-sama dan masuk ke dalam rumah besar yang ada di hadapan mereka. Felicia melingkarkan tangannya ke lengan Gio, sedangkan Flora berjalan bersama Gavindra.


Felicia dan keluarganya masuk ke dalam rumah itu dan langsung disambut oleh yang punya rumah.


"Selamat datang," sambut Violetta dan juga Evano.


"Selamat malam semua," sapa Flora.


"Selamat malam juga," sapa balik Violetta.


Flora dan Violetta saling memeluk dan mencium pipi satu sama lain. Kedua perempuan yang sudah berumur hampir kepala lima itu masih sama-sama terlihat sangat cantik.


"Halo, Tante Letta." Felicia menyapa Violetta sebelum mencium punggung tangan calon ibu mertuanya.


"Felicia, kamu apa kabarnya?" tanya Violetta.


"Baik, Tante," jawab Felicia. "Tante sendiri apa kabarnya?"


"Tante juga baik," jawab Violetta.

__ADS_1


Kini Felicia bergantian menyalami tangan Evano. Felicia sangat senang bertemu dengan Evano. Dari kecil Felicia memang mengagumi sosok Evano yang terlihat sangat berwibawa.


"Ini pasti Gavindra," tebak Evano.


"Malam, Om, Tante." Gavindra menyalami tangan Evano dan juga Violetta.


"Malam, Gavindra," balas Evano dan Violetta bersamaan. "Lama tante gak lihat kamu tenyata kamu sudah sebesar ini."


"Ayo masuk. Ngobrolnya lanjut di dalam saja," ucap Evano.


Dua keluarga itu berjalan bersama. Mereka duduk dan kembali berbincang di ruang tengah.


Felicia mengedarkan pandangannya, melihat ke sekitar dalam ruangan rumah itu. Sangat besar dan juga rapi. Terakhir kali ia datang ke rumah itu saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.


"Felicia, sini duduk deket, Tante." Violetta meminta Felicia untuk duduk di dekatnya.


Felicia mengangguk lalu melangkah ke dekat calon ibu mertuanya. Ia merasa nyaman duduk dengan calon keluarga barunya.


"Di mana Kenzo?" tanya Gio.


"Mungkin dia masih di kamar sama adiknya," jawab Violetta. "Saya panggilkan dulu."


Violetta beranjak dari tempat yang sedang ia duduki untuk memanggil anak-anaknya. Belum sempat ia melangkah ketiga anaknya datang ke tempat itu.


"Malam semua," sapa Keisha dan Kenzi.


"Selamat malam juga untuk kalian." Semua orang membalas sapaan Keisha dan Kenzi.


"Ini dia yang kita tunggu," ucap Evano.


"Kenzo duduk sini. Duduk di sebelah Felicia," suruh Violetta.


"Iya, Mah." Tanpa adanya penolakan Kenzo melangkah ke dekat Felicia.


"Selamat malam, Bapak Kenzo," sapa Felicia.


"Felicia apa kamu akan terus memanggil Kenzo seperti itu?" ledek Evano. "Kita bukan sedang meeting masalah pekerjaan."


Semua orang tertawa kecil mendengar ledekan Evano terhadap Felicia.


Felicia tersenyum seraya menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Ia sudah terbiasa memanggil Kenzo dengan sebutan itu.


"Baiklah, silahkan duduk," ucap Evano.


Semua orang kembali duduk di tempat masing-masing. Dua keluarga itu akan mulai membahas tentang hubungan baru yang akan sebentar lagi akan terjalin.


"Baiklah sudah diputuskan pertunangan Felicia dan Kenzo akan kita lakukan satu bulan lagi," ucap Evano.


"Pah, Kenzo tidak setuju," tolak Kenzo.


Perkataan Kenzo langsung membuat suasana di ruangan menjadi tegang.


"Kenapa, Nak? Kemarin kamu bilang sudah setuju dengan perjodohan ini," ucap Violetta. "Terus kenapa sekarang kamu mengatakan tidak setuju?"

__ADS_1


"Mah, aku menyetujui perjodohan ini. Tapi aku tidak mau ada pertunangan. Aku ingin langsung menikah saja dengan dia," jelas Kenzo.


"Apa?" Felicia merasa terkejut dengan permintaan Kenzo.


__ADS_2