Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Bab 234


__ADS_3

Kabar masuknya Reza ke penjara sudah sampai di telinga keluarga Pramuja dan Ferdinand. Kedua keluarga itu langsung pergi ke rumah yang ditinggali oleh Felicia dan juga Kenzo. Sampai di sana mereka melihat Felicia dan Kenzo sedang berdebat.


Kemarahan Felicia masih belum mereda. Dirinya masih merasa kesal saat Kenzo menyembunyikan hal yang begitu besar dari dirinya. Setelah dari kantor polisi sampai mereka tiba di rumah, Felicia masih tidak tidak ingin memaafkan Kenzo. Bukan hanya kepada Kenzo, Felicia juga merasa kesal kepada ayah dan juga ayah mertuanya juga kepada adik iparnya.


"Felicia tolong maafkan aku," mohon Kenzo.


"Iya, Nak. Maafkan kami," sambung Gio.


"Kenapa kalian menyembunyikan semua ini dariku?" Felicia menunjukkan wajah galaknya pada suami dan juga keluarganya.


"Kenzo yang menyuruh kami," jawab Kenzi dengan cepat.


"Iya, 'kan, Pa, Om Gio," ucap Kenzi yang langsung diangkut oleh Gio dan juga Evano


Mendengar itu Felicia menatap tajam Kenzo seakan ingin menerkamnya.


Melihat akan adanya bahaya, Gio mengajak Evano dan Kenzi serta yang lainnya untuk pergi dari rumah itu.


"Sepertinya kalian harus menyelesaikan ini berdua. Kami ada urusan. Jadi kami harus pergi dulu," ucap Gio.


"Ya itu benar. Kami harus kembali ke kantor. Selesaikan masalah kalian baik-baik," sambung Evano.


"Hei, ayolah. Apa kalian akan meninggalkanku sendiri dalam situasi yang berbahaya seperti?" Wajah Kenzo terlihat sangat frustasi.


"Ini salahmu sendiri. Kenapa kamu tidak mau mendengarkan kami untuk tidak merahasiakan hal ini dari kakak ipar. Jadi kamu harus menanggung akibat dari perbuatanmu," ucap Kenzi diikuti tawanya.


"Ya itu benar. Papa sudah bilang jangan sembunyikan masalah ini dari Felicia dan kamu tidak mau menuruti Papa," imbuh Gio.


"Sudah ya kami pergi dulu," pamit Evano.


"Kalian tidak bisa membiarkan aku sendiri," rengek Kenzo.


"Oh iya Papa lupa." Gio menghentikan langkahnya dan berbalik melihat menantunya.


"Kenzo kamu harus tahu anak Papa ini adalah wanita yang keras kepala. Dia sama seperti ibunya tidak mudah untuk dibujuk. Kamu harus berusaha keras membujuknya," ucap Gio diikuti tawa Evano dan Kenzi.


"Selamat bekerja keras," ejek Kenzi.

__ADS_1


Kenzo mendengkus saat keluarganya mencoba menggodanya. Setelah keluarganya pergi Kenzo melihat Felicia. Ia menarik napasnya dalam-dalam mengumpulkan keberaniannya untuk bicara pada Felicia.


"Say —" Baru saja Kenzo akan mengeluarkan kata-kata, Felicia sudah lebih dulu pergi.


"Ck, benar kata papa Gio. Aku harus bekerja keras untuk membujuknya." Kenzo menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Setelah menarik napasnya Kenzo menyusul Felicia yang lebih dulu masuk ke kamar mereka. Perlahan Kenzo membuka pintu kamar melihat Felicia berdiri dengan membelakangi dirinya. Meskipun tidak melihatnya secara langsung Kenzo tahu istrinya masih dalam keadaan marah.


"Sayang, aku mohon maafkan aku," ucap Kenzo.


"Bukan maksudku untuk berbohong padamu dengan menyembunyikan hal ini darimu," ucap Kenzo.


Felicia langsung berbalik menatap Kenzo dengan rasa kesal.


"Sebenarnya kamu menganggap aku ini siapa?" Felicia bertanya dengan nada yang sangat kesal.


"Kamu istriku, tentu saja aku menganggap kamu sebagai seorang istri," jawab Kenzo.


"Kamu tahu, 'kan? Suami-istri harusnya saling berbagi dalam hal apapun," ucap Felicia.


"Aku tahu. Maaf, aku memang salah. Harusnya aku tidak menyembunyikan ini darimu," ucap Kenzo dengan wajahnya yang tertunduk.


"Setelah aku tahu semuanya kamu baru sadar jika kamu itu salah. Jika aku tidak mengetahui ini maka kamu akan terus menyembunyikan hal ini dariku," ucap Felicia.


"Tidak, bukan begitu." Kenzo menghampiri Felicia menggenggam tangannya memohon agar istrinya memberikan kesempatan dirinya untuk menjelaskan semuanya.


"Ayo duduk! Kamu tidak boleh terlalu lama berdiri." Kenzo mengajak Felicia duduk di tepi ranjang.


Keduanya duduk berhadapan dengan tangan Kenzo masih menggenggam erat tangan Felicia.


"Sayang, tolong dengarkan aku," pinta Kenzo.


"Bukan maksudku tidak menganggapmu dengan menyembunyikan hal ini. Aku hanya ingin menjaga perasaanmu," ucap Kenzo.


"Aku tahu seberapa dekat hubunganmu dengan Reza, kedekatan keluargamu dengan keluarganya. Jadi aku memilih untuk menutup masalah ini dan tidak menuntutnya. Maka dari itu aku memintamu untuk tidak mendekati Reza dan menempatkan Rizal di sini untuk berjaga-jaga jika Reza nekat ingin mengambilmu dariku," jelas Kenzo.


Felicia menarik tangannya kembali berdiri membelakangi Kenzo.

__ADS_1


"Apa kamu pikir aku se-naif itu? Membiarkan orang yang ingin menghancurkan keluargaku bebas berkeliaran?" Felicia kembali berbalik menatap Kenzo dengan matanya yang basah. "Aku bukan orang yang baik seperti itu, Kenzo. Jika ada orang yang ingin mengusik keluargaku aku akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan pada Reza, meskipun orang itu orang yang sangat dekat denganku!"


Emosi Felicia sudah sampai ke ubun-ubun hingga Felicia tidak dapat menahan air matanya.


"Apa kamu tahu apa yang aku rasakan saat mendengar kabar kecelakaanmu waktu itu? Aku hancur, aku takut jika kamu akan meninggalkan aku. Aku merasa sangat takut jika sampai terjadi sesuatu yang buruk padamu waktu itu," ucap Felicia diikuti air matanya.


"Jika sampai itu terjadi bagaimana nasib aku dan dan juga anak kita? Bagaimana kamu harus menjalani hidup tanpamu?" Air mata yang Felicia tahan akhirnya tumpah membanjiri pipi Felicia.


Melihat itu Kenzo menjadi tidak tega, ia berdiri dan menghapus air mata yang mengalir di pipi Felicia. Setelah itu Kenzo membawa Felicia ke pelukannya. "Aku tidak akan meninggalkanmu dan anak kita."


"Janji padaku! Jangan menyembunyikan apapun lagi dariku," pinta Felicia.


"Aku berjanji, Sayang! sekarang berhentilah menangis! Aku tidak ingin melihatmu menangis." Kenzo menarik diri dari pelukan itu dan kembali menghapus jejak air mata di pipi Felicia. "Kendalikan emosimu. Jangan sampai ini mempengaruhi kesehatan kamu dan anak kita."


"Aku tahu kamu marah bukan karena aku menyembunyikan masalah ini saja darimu. Tapi kamu marah karena tahu orang yang kamu anggap seperti kakakmu itu sudah melakukan hal ini pada kita, iya, 'kan?" tebak Kenzo.


Felicia menganggukkan kepalanya yang berarti tebakkan Kenzo benar adanya.


"Aku sangat kecewa pada Reza. Kami tumbuh bersama. Dia sudah seperti kakakku yang selalu melindungiku setiap hari aku mendapatkan masalah. Tapi sekarang lihatlah! Dia ingin mencelakai orang yang aku cintai karena keegoisannya. Aku benar-benar tidak menduga hal itu darinya," jelas Felicia.


"Aku tahu. Tapi ... ini sebenarnya bukan sepenuhnya salahnya. Dia melakukan ini karena dia sangat mencintaimu," jelas Kenzo.


"Tetap saja aku tidak bisa membenarkan tindakannya," ucap Felicia.


"Ya, sudahlah." Kenzo menarik kembali Felicia masuk ke dalam pelukannya. "Jangan marah dan jangan menangis lagi, oke!"


Felicia menganggukkan kepalanya.


"Kamu sangat menakutkan saat marah," ejek Kenzo.


"Sayang sekali kamu terlambat mengetahuinya. Apa kamu menyesal sudah menikah denganku?" Felicia menyipitkan matanya.


"Emmmm, sedikit," ucap Kenzo.


"Apa?" Felicia kembali memasang wajah galaknya.


"Tidak masalah. Aku suka wanita sepertimu. Lembut di luar, tapi dalamnya begitu kuat." Kenzo menarik pinggang Felicia dan berbisik di dekat telinga Felicia.

__ADS_1


__ADS_2