
Gio dan Flora sedang dalam perjalanan menuju pusat perbelanjaan. Ajakan Gio untuk membuat adik untuk Felicia ditolak mentah-mentah oleh Flora. Istrinya itu ingin pergi berbelanja dan nonton bioskop. Tidak ada alasan bagi Gio menolak keinginan istrinya. Dari pada gak dapat jatah sama sekali, itulah yang ada di pikiran Gio.
Mobil yang Gio kendarai memasuki salah satu kawasan pusat perbelanjaan terbesar.
"Kita turun!" ajak Gio.
"Ayo," ucap Flora.
Gio dan Flora turun dari dalam mobil secara bersamaan. Kunci mobilnya Gio serahkan kepada petugas valet parking agar mobilnya bisa diparkiran ke parkiran VVIP.
Dengan tangan yang menyatu mereka masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu.
"Kita makan dulu yuk. Ini sudah lewat jam makan siang," ajak Gio yang segera diangguki oleh Flora.
Keduanya berdiri di anak tangga eskalator yang akan membawa mereka naik ke lantai berikutnya. Gio dan Flora sampai di lantai tiga. Ada sebuah restoran yang menyediakan aneka makanan dari negeri sakura.
"Selamat siang," sapa pegawai restoran yang Flora dan Gio kunjungi.
"Selamat siang juga." Flora dan Gio membalas sapaan pegawai restoran yang menyambut mereka.
"Meja untuk berapa orang?" tanyanya.
"Dua orang saja," jawab Gio.
Pegawai restoran itu mengangguk lalu meminta Flora dan Gio untuk mengikutinya. Pegawai restoran itu menunjukkan meja untuk dua orang kepada Flora dan Gio.
"Silahkan Bapak, Ibu ... ini meja untuk kalian," ucap Pegawai restoran itu.
"Terima kasih ya, Mbak," ucap Flora.
Setelah Flora dan Gio duduk pegawai restoran itu memberikan buku menu kepada mereka. Beberapa menu makanan di restoran itu mereka pesan termasuk sushi, makanan yang anak mereka sukai. Maka dari itu Flora meminta sushi yang mereka pesan dibungkus untuk mereka bawa pulang.
Sambil menunggu datangnya makanan yang mereka pesan, pasangan suami-istri itu mengobrol. Keduanya mengobrol mengenang masa lalu mereka. Tidak jarang juga mereka tertawa kecil di sela obrolan itu.
Obrolan mereka berakhir dengan Gio yang mengucapkan kata cinta kepada Flora.
"Aku mencintaimu," ucap Gio.
Flora selalu meleleh dengan sikap manis yang ditunjukkan oleh suaminya. Hatinya selalu bergetar mendengar kata cinta yang suaminya ucapakan.
Pernikahan yang mereka jalani selama enam tahun sama sekali tidak merubah sikap Gio pada dirinya. Gio masih sama seperti dulu hanya wajahnya yang berubah dan itu tidak masalah untuk Flora.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, Suamiku." Flora berbisik di dekat telinga Gio.
Makanan yang mereka pesan datang. Memaksa mereka untuk melepaskan genggaman tangan mereka. Semua makanan mereka sudah tertata rapi di meja menunggu untuk mereka santap.
Waktu satu jam mereka habiskan untuk duduk dan makan di restoran itu. Setelah mereka membayar tagihan makanan yang mereka sudah makan Flora dan Gio memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
"Mau belanja apa mau nonton dulu?" tanya Gio.
"Kita belanja saja. Kayaknya gak ada film yang bagus juga," jawab Flora.
"Oke, hari ini aku akan menjadi bodyguard untuk istriku ini," ucap Gio disambut tawa oleh Flora.
"Manisnya, Suamiku," puji Flora.
Gio melingkarkan tangannya di sepanjang pinggang Flora. Hari itu Gio nampak sangat posesif kepada istrinya.
"Aku tidak mau jika ada yang melirikmu atau bahkan menggodamu dengan penampilanmu ini." Gio memasang wajah waspada.
"Seharusnya kamu pakai baju kaya gini kalau kita lagi berduaan di dalam kamar saja," bisik Gio.
Flora ingin sekali menelan hidup-hidup suaminya. Di manapun dan kapanpun suaminya itu selalu bisa berbicara mesum. Flora memicikan pandangannya ke arah suaminya. Wajah galaknya ia tunjukkan ke suaminya.
"Sayangku, sudah aku bilang jangan tunjukkan wajah galakmu itu padaku. Aku benar-benar tidak akan bisa menunda untuk memakanmu," goda Gio.
Percakapan mereka berhenti setelah mereka sampai di salah satu toko fashion yang ada di dalam pusat perbelanjaan itu. Keduanya berputar-putar di dalam toko untuk mencari sesuatu yang ingin mereka beli.
"Aku tunggu di tempat tunggu ya," ucap Gio.
Flora mengangguk."Iya."
Flora melanjutkan belanjanya, sedangkan Gio melangkah menuju tempat tunggu. Dari tempatnya duduk Gio memperhatikan istrinya yang sedang berbelanja.
Gio merogoh saku celananya saat merasakan ponselnya yang bergetar. Ada notifikasi pesan di ponselnya dari ibu mertuanya. Senyum Gio mengembang saat membaca pesan dari ibu mertuanya.
"Ibu memang pengertian," ucap Gio.
Gio kembali memasukan telepon genggamnya ke dalam saku celananya dan kembali menghampiri Flora. Karena dirinya mulai bosan untuk menunggu.
"Kamu belum selesai?" Gio bertanya pada Flora.
"Belum. Aku sedang memilih kemeja kerja untukmu," jawab Flora. "Kamu suka yang mana?"
__ADS_1
Flora menunjukan dua buah kemeja berwarna hitam dan merah maroon kepada Gio.
"Pakaian yang kamu pilih semuanya aku suka," ucap Gio.
"Baiklah aku pilih keduanya saja," ucap Flora.
Selesai berbelanja Flora dan Gio sama-sama melangkah ke meja kasih. Flora memberikan barang-barang yang sudah dipilihnya kepada petugas di kasir. Petugas kasir menunjukan jumlah yang harus dibayar oleh Flora dan Flora langsung membayarnya.
"Terima kasih, Mbak." Flora menerima paper bag berisi belanjaan mereka. Setelah itu Flora dan suaminya keluar dari toko.
"Kita pulang yuk," ajak Flora. "Tapi kita ambil sushi dulu ke restoran tadi. Feli pasti suka."
"Tadi ibu kirim pesan, mereka akan menginap di rumah tante Mariana," ucap Gio.
"Kok nginep?" tanya Flora.
"Felicia yang minta. Katanya masih pengin main sama Bianka," jawab Gio.
"Yah ... sayang dong kita beli sushi kalau Feli gak di rumah." Flora memasang wajah kecewa.
"Kita bisa antar sushi itu ke rumah tante Mariana, "kan?" ucap Gio dibalas anggukan oleh Flora.
*****
Flora dan Gio sedang dalam perjalanan pulang ke rumah mereka setelah melihat keadaan Felicia di rumah Mariana. Anaknya memang benar-benar tidak ingin pulang bersama mereka. Gio merasa senang karena tidak ada yang akan mengganggunya untuk memberikan adik untuk Felicia.
Gio rasanya ingin bersorak detik itu juga, jika dirinya tidak sadar jika sedang mengemudikan mobil.
Mobil yang Gio kendarai masuk ke dalam garasi rumah mereka. Setelah menurunkan semua belanjaannya Flora dan Gio masuk ke dalam rumah mereka.
"Bu, makan malamnya sudah siap," ucap salah satu asisten rumah tangganya.
"Kalian makan saja. Kami sudah malam di rumah tante Mariana tadi," ucap Flora.
Setelah mengatakan itu Flora masuk ke dalam kamarnya menyusul suaminya. Flora membuka pintu kamarnya dan tidak melihat Gio di dalam kamar.
Mungkin ada di dalam kamar mandi?
Flora menaruh belanjaannya di sofa yang ada di kamar itu. Setelah itu ia berjalan ke arah lemari pakaiannya untuk mengambil piyama tidurnya. Baru saja ia membuka pintu lemari, Flora merasakan pelukan suaminya dari belakang.
"Mandi bareng yuk," ajak Gio.
__ADS_1
Flora tahu arti ajakan suaminya. Dengan wajah malu-malu Flora mengangguk untuk menerima ajakan mandi bersama dari suaminya. Keduanya berjalan bersamaan ke arah kamar mandi setelah lebih dulu mengunci pintu kamar mereka.