Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Harapan Daniel


__ADS_3

Happy Valentine Day all


Jam pulang kerja sudah tiba, Flora membereskan pekerjaan dan menaruhnya di laci meja kerjanya ada pula sebagian yang ia bawa pulang. Flora beranjak dari kursinya dan melangkah menuju lift yang akan membawanya ke lantai dasar.


Saat lampu lift sudah menunjukan angka 1 pintu lift terbuka otomatis. Flora melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift namun Flora baru beberapa Flora melangkah ia sudah disuguhkan pemandangan yang membuatnya melongo. Flora melihat Bianca mengalungkan kedua tangannya ke leher Gio sedangkan Gio melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Bianca.


"Dasar tidak tahu diri… pacaran di tempat umum," gerutu Flora.


Flora terus saja menggerutu sampai dirinya tidak menyadari ada seseorang di belakangnya. Flora tersentak saat ada yang menepuk pundaknya. Flora menolehkan kepalanya dan melihat Daniel berdiri tepat di sampingnya.


"Ada apa Flora kenapa kamu mengerutu sendiri? Dan siapa yang sedang kamu lihat?" tanya Daniel.


"Apa kamu tidak melihat apa yang sedang dilakukan oleh kakak sepupumu?" Flora menunjukan ke arah Bianca dan Gio dengan tangannya. "Apa mereka tidak punya tempat lain untuk bermesraan? Huh, mataku serasa ternodai," kesal Flora.


Daniel mengikuti arah yang ditunjuk oleh tangan Flora. Daniel bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh Gio dan Bianca. Daniel tidak akan terkejut melihat itu, baginya pemandangan itu sudah biasa Daniel lihat saat mereka berada di luar negeri.


Daniel tersenyum tipis saat melihat Flora nampak kesal. "Kalau begitu tutup saja matamu, jadi kamu tidak perlu melihat apa yang sedang mereka lakukan."


Daniel menutup mata Flora dengan telapak tangannya.


"Kalau seperti ini bagaimana aku bisa melihat jalan." Flora menyingkirkan tangan Daniel dari wajahnya.


Daniel menyunggingkan senyum tipisnya. "Sudahlah, biarkan saja mereka. Ayo kita pulang!" ajak Daniel dan Flora langsung menganggukinya.


Daniel dan Flora melangkah beriringan menuju mobil mereka dan sialnya mobil keduanya berjejer dengan mobil Gio.


"Ehmm." Daniel sengaja berdehem untuk membuat Gio dan Bianca menyadari akan kehadirannya dan juga Flora.


"Apa kalian tidak punya tempat lain untuk bermesraan?" sindir Daniel.


"Apa urusanmu?" sungut Bianca.


"Memang tidak ada, tetapi apa yang kalian lakukan tidak pantas dilakukan di tempat umum seperti ini," sahut Daniel.


Gio berdecak setelah Daniel berhenti berbicara. "Baiklah Sayangku, ayo kita pergi sini, kita cari tempat lain saja." Gio merangkul pundak Bianca namun matanya menatap ke arah Flora seakan apa yang baru saja ia ucapkan ditujukan untuk Flora.

__ADS_1


"Itu lebih baik," ucap Flora dengan nada ketus.


Flora dan Daniel menyingkir untuk memberi jalan pada Gio dan Bianca. Setelah mobil yang membawa Gio dan Bianca melaju barulah Flora melangkah masuk ke dalam mobilnya.


"Flora ...," panggil Daniel.


Mendengar panggilan Daniel, Flora menghentikan gerakan tubuhnya yang akan memasuki mobil.


"Ada apa Daniel?" tanya Flora.


"Aku akan mengantarmu," sahut Daniel.


"Oke baiklah, kalau begitu ayo sekalian kita makan malam bersama ... itu juga kalau kamu tidak keberatan," ucap Flora.


"Apa ibumu masih mengizinkan aku masuk ke dalam rumahmu?" tanya Daniel.


"Tentu saja. Ibuku tidak akan melarang temanku untuk main ke rumah, jadi ayolah!" bujuk Flora.


Melihat wajah Flora yang nampak sangat memelas membuat Daniel tidak mampu untuk menolaknya.


Kemacetan benar-benar melelahkan semua orang karena mereka harus berulang kali melajukan dan menghentikan mobil mereka. Jarak yang harusnya bisa di tempuh dalam waktu setengah jam bisa menjadi 1 bahkan hingga dua jam kemudian barulah mereka sampai. Seperti Flora dan Daniel, harusnya mereka sampai di rumah Flora satu jam setelah mereka berangkat dari kantor tetapi mereka sampai satu jam lebih lama.


Keduanya akhirnya bisa bernafas lega saat mereka sudah sampai ke tempat yang mereka tuju.


Flora dan Daniel turun dari mobil masing-masing dan melangkah bersama masuk ke dalam rumah Flora. Saat melangkah Daniel tidak sengaja melihat Flora menjatuhkan sesuatu. Daniel memungut sebuah kartu ucapan yang tergeletak di tanah.


"Flora … kamu menjatuhkan sesuatu," ucap Daniel.


Flora membalikan tubuhnya menghadap Daniel dan menerima sesuatu dari Daniel. Flora melihat kartu ucapan yang diberikan oleh seseorang yang juga memberikan bunga.


"Itu apa?" tanya Daniel.


"Oh ini … ini kartu ucapan dari orang yang mengirimi aku bunga sama coklat itu," jawab Flora. Flora menunjukkan tulisan yang ada di kartu ucapan yang ada di tangannya.


Daniel mengambil alih kartu ucapan yang ada di tangan Flora, lalu membaca isinya.

__ADS_1


"Aku kira kamu yang memberikan bunga itu padaku tetapi tenyata bukan, aku jadi bingung siapa yang memberikan semua itu padaku," ucap Flora.


"Tentu saja bukan aku, Flora. Lihatlah … tulisan tangan ini bukan tulisan tanganku," ucap Daniel. "Dan jika aku yang mengirimkan semua itu, aku akan memberikannya secara langsung bukan melalui orang lain," lanjut Daniel.


Flora langsung merebut kembali kartu ucapan dari tangan Daniel dan memperhatikan tulisan tangan yang ada di kartu ucapan itu.


"Benar juga. Tulisan tanganmu sangat bagus bahkan lebih bagus dari perempuan. Tapi tulisan tangan ini bahkan lebih jelek dari cakaran ayam," guman Flora yang masih bisa di dengar oleh Daniel.


"Apa … cakaran ayam? Apa sejelek itu tulisannya?" Daniel melipat bibirnya untuk menahan tawanya. Daniel ingin melihat ekspresi wajah orang yang menulis kata-kata di kartu ucapan itu.


"Hah sudahlah jangan dipikirkan. Ayo kita masuk ke dalam, ibu pasti sudah menunggu kita," ajak Flora.


"Oke ayo!"


Flora dan Daniel masuk ke dalam rumah untuk makan malam bersama. Acara makan malam bersama berlangsung seperti dulu pada saat Flora dan Daniel masih menjadi sepasang kekasih.


-


-


-


Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, Daniel pun berpamitan pada Seruni untuk pulang.


"Hati-hati, kapan-kapan mainlah ke sini kalau bisa ajak Gio sekalian," ucap Seruni.


Setelah mendengar perkataan Seruni, Flora dan Daniel saling bertukar pandang seolah apa yang sedang ada dipikiran keduanya sama.


"Baik Bu, terima kasih untuk masakannya."


Setalah menyalami tangan Seruni, Daniel melangkah menuju mobilnya dengan diantar oleh Flora.


"Hati-hati di jalan," ucap Flora yang langsung diangguki oleh Daniel. Flora melambaikan tangannya pada Daniel saat Daniel mulai melajukan mobilnya.


Daniel melajukan mobilnya meninggalkan rumah Flora. Hatinya senang bisa berkumpul bersama Flora dan ibunya sepeti dulu lagi. Melihat sikap ibunya Flora pada dirinya membuat ia merasa memiliki kesempatan untuk kembali bersama dengan Flora. Namun masih ada penghalang diantara hubungannya dengan Flora yaitu kedua orangtuanya.

__ADS_1


Daniel merasa tertimpa beban berat jika mengingat kedua orang tuanya yang tidak mau merestui hubungannya dengan Flora. Daniel menghembuskan nafas beratnya seraya berkonsentrasi mengemudikan mobilnya menuju rumah orang yang sudah mengirimkan bunga dan coklat pada Flora.


__ADS_2