Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Episode 20


__ADS_3

INT. RUANG TAMU RUMAH RANI. SORE


Rani sedang berbicara dengan tamunya. Tidak diperlihatkan dulu siapa tamunya.


RANI


Rafi anak saya satu-satunya. Dia anak yang baik, jujur dan pekerja keras. Saking sibuknya bekerja, dia sampai lupa kalau usianya sudah begitu dewasa. Sudah waktunya berumah tangga.


INTERCUT


INT. DEPAN KAMAR RAFI. SORE


Rafi keluar dari kamarnya dan sudah pakaian rapih, mau jalan


ke ruang tamu..


OS RANI


Saya sih maunya Rafi mendapatkan calon istri yang sepadan.


Rafi berkerut mendengarnya dan jadi penasaran, mamanya bicara dengan siapa. Rafi terus mendekati pembatas ruangan. Suara Rani terus terdengar.


OS RANI


Memang Rafi sempat dekat dengan beberapa perempuan, namun kedekatannya hanya sebatas teman. Lagi pula, saya gak ada yang sreg dengan mereka. Belum layak jadi calon istri Rafi.


Rafi makin penasaran dan beranjak ke ruang tamu..


CUT TO


INT. RUANG TAMU, RUMAH RANI - SORE


Rafi muncul di ruang tamu, terkejut.


POV Rafi : tamu yang bicara dengan mamanya ternyata Nanda.


JRENG..! Rafi kaget dan jadi heran.


Nanda tersenyum melihat kemunculan Rafi.


Rani langsung berdiri sambil pamit ke belakang.


RANI


Fi, mama masuk dulu ya..


(pada Nanda) Yuk Nanda..


Nanda mengangguk. Begitu Rani pergi, Rafi duduk agak dekat dengan Nanda.


RAFI


Bu Nanda ngapain kesini?


Tadi bicara apa saja sama Mama Saya?


NANDA


Saya nggak ngomong apa-apa.


Mama kamu aja yang langsung cerita banyak..


Rafi menatap Nanda tidak percaya. Namun Nanda malah memberikan map ke Rafi.


CU. Tangan Nanda menyodorkan sebuah Map.


Rafi mengernyit.


RAFI


Ini apa Bu?


NANDA


Coba baca dulu..


Rafi penasaran, mengambil map itu dan membukanya.


POV RAFI : Isinya SURAT PERJANJIAN KERJASAMA.


Rafi baca surat.


Nanda menatap Rafi dengan penuh harap.


NANDA


Kalau sepakat, kamu tinggal tanda tangan.


Rafi malah menutup map dan mengembalikannya ke tangan Nanda.


RAFI


Maaf Bu, Saya nggak bisa kerjasama dengan syarat yang kayak gini.


(beat) Saya kan udah pernah bilang sama Ibu, cari aja orang lain!


Nanda seperti hendak meledak kesal.


NANDA


(gemas) Kalo hal itu memungkinkan, saya udah pasti cari orang lain!


(sedikit histeris) Tapi masalahnya nggak ada yang bisa bantuin Saya, selain kamu!


Karena mendengar nada bicara Nanda agak tinggi, Rafi menatap tajam, nggak suka.


Nanda tersadar.


Nanda lalu tampak berpikir untuk membujuk Rafi.


NANDA


Kalo kamu ikut Saya sekarang, ketemu sama calon suami saya,


Apa itu bisa merubah keputusan kamu?


JREENG!!


Rafi kaget dan bingung.


RAFI


Untuk apa...? Gila...! calon suami Ibu bisa salah paham, bisa ribut nanti.

__ADS_1


Saya nggak mau...!


Nanda menghela nafas.


NANDA


Saya pernah janji kan sama kamu untuk jelasin semuanya? Sekarang ini waktunya Fi..


Rafi tetap menolak dan meminta Nanda pergi meninggalkan rumahnya.


RAFI


Maaf Bu.. udah jelas kan?


Saya nggak mau terlibat hubungan apapun, sama calon istri orang lain..


Lebih baik sekarang ibu pulang..


Nanda pun jadi menghela nafas bingung, kemudian bangkit berdiri lalu menatap Rafi.


NANDA


(lirih) Saya nggak akan maksain kamu..


buat bantuin calon suami Saya yang saat ini lagi terbaring koma.. Permisi..


JREENG! Rafi shock.


Nanda pergi. Rafi jadi termenung dan tampak penasaran.


CUT TO


INT. RUMAH INDRI - SENJA


Indri tepekur diam.


CU. Tatapan Indri yang terlihat kosong


POV Indri : Terlihat bayangan sosok Ilham di depannya..


(halusinasi Indri) kemudian menghilang..


Indri tersentak..


INDRI


Ilhaam!!!


Pandangan Indri tampak mencari Ilham.


POV INDRI : Pandangan Indri menyapu ruangan. Kosong


Indri bangkit berdiri . Dengan satu tangan, Indri membuka pintu kamar Ilham..


POV INDRI : Kamar Ilham kosong..


INDRI


(sedih,kecewa) Perasaan, tadi aku liat dia..


Indri berlari melihat keluar jendela..


POV Indri : Kosong.. tidak ada siapa-siapa..


INDRI


(lirih) Ilham.. kamu dimana???


Indri mengelus lembut Ilham. Menangis tersedu-sedu.


Namun.. TEK! Indri terdiam masih berlinang airmata.


Emosi sedihnya berubah menjadi gusar dan meracau.


INDRI


(gusar/histeris) Aku nggak boleh cuma diam disini! Aku harus cari Ilham.. !!!!


Kemudian Indri bergegas pergi sambil membawa frame foto Ilham.


CUT TO


INT. MOBIL NANDA, DEPAN RUMAH RANI - SENJA


Nanda masuk ke mobilnya. Lalu menutup pintu.


CU. Wajah Nanda tampak lesu


Nanda menyalakan mobil, menyalakan AC.


Kedua tangannya berada di setir.


Nanda menghela nafas lalu meletakan kepalanya bersandar di setir, seperti pasrah..


Terdengar suara kaca jendela mobil diketuk. TUK TUK TUK!!


Nanda mengangkat kepalanya. Melihat ke arah jendela kaget.


JRENG!!


POV Nanda : Rafi berada di luar jendela.


Nanda cepat-cepat menurunkan kaca jendelanya.


NANDA


Ya Fi? Ada apa?


RAFI


Saya akan ikut ibu.. supaya saya nggak terjebak di rasa penasaran ini..


(beat) tapi Saya mohon, ibu jangan berharap banyak.


Rafi berjalan ke pintu satunya, membuka pintu mobil dan masuk.


Nanda tersenyum lega dan langsung melajukan mobilnya.


CUT TO


MONTAGES, SENJA - MALAM


Indri tampak mencari Ilham, anaknya..

__ADS_1


Saat senja hari,


- Indri jalan keluar rumah dengan gusar sambil memeluk foto Ilham, Ia berjalan hingga ke jalan raya


- Indri bertanya di jalan dan memperlihatkan foto Ilham yang dibawanya. Semua orang yang ditanya menggeleng. Indri sedih


- Indri kembali menyusuri jalan, bertanya sama tukang jualan memperligatkan foto Ilham.. dan lagi-lagi mereka menggeleng


- Indri keluar masuk rumah makan hingga diusir pelayan


- Indri tampak Ia sangat-sangat sedih, campur gusar, karena kehilangan Ilham


ESTABLISHED : Senja berubah menjadi Malam.


- Tampak Indri berjalan dengan gontai dan lelah masih memeluk frame foto Ilham,


Insert : cahaya petir dan suara geluduk.


Indri terus berjalan.


- Hujan mulai turun dengan derasnya, Indri tampak kehujanan, Ia semakin mendekap frame foto Ilham agar tidak kehujanan..


- Dibawah hujan dia berusaha melap frame foto Ilham.lalu kembali mendekapnya


- Ia tidak perduli namun masih terus berjalan.. Tatapannya mulai kosong..


- Indri mulai menggigil kedinginan terus berjalan..


CUT TO


EXT. JALANAN - MALAM


Hujan sangat deras..


Indri terus berjalan, mulai kelelahan, emosinya bercampur aduk.. Indri menatap frame foto..


INDRI


(sedih lirih) Ilham.. kamu dimana..


Indri mulai demam dan kelelahan.


Frame foto di tangann terjatuh dari tangannya. PRAANG!


CU. Frame foto Ilham pecah di bawah derasnya hujan..


Indri dan jatuh terduduk lemas di pinggir jalan dibawah derasnya hujan..


Akhirnya emosinya meledak.. Indri menangis tersedu..


INSERT : cahaya petir dan geluduk.. JEGEEER!!!


INTERCUT


INSERT : mobil Nanda melintas.. Rafi di mobil Nanda..


SLOWMO : Di bawah derasnya hujan, Indri melihat ke arah mobil nanda.


POV Indri : hanya wajah Rafi yang terlihat..


(note : Indri hanya melihat wajah Rafi ya, tidak lihat Nanda)


CU. Wajah Indri terbelalak...


INDRI


Ilham..???


Indri bangkit berusaha mengejar mobil Nanda.


Namun tiba-tiba dari arah lain ada mobil melaju kencang..


TIIINNN!!!


CU. Indri kaget.


Mobil sempat mengerem, Indri hampir ketabrak. Mobil akhirnya melewati Indri..


Indri gusar mencari-cari kemana perginya mobil Nanda. Namun tidak terlihat lagi.


Camera rolling 360’ , memutari Indri yang menjerit histeris.


INDRI


(menjerit menangis histeris)


ILHAAAAAAMMMM!!!!


INTERCUT


Beberapa warga yang berjalan sambil memakai payung melihat Indri..


TETANGGA #1


Loh, itu kan Bu Indri..


TETANGGA #2


Iya.. benar!!


INTERCUT


Tetangga menghampiri Indri dan payungin.


TETANGGA #1


Bu Indri, ngapain Bu.. Ayo pulang..


TETANGGA #2


Kita antar ya bu..


Indri yang dalam keadaan menggigil dan demam, menolak.


INDRI


Nggak.. saya mau cari anak Saya..


Tetangga saling pandang. Tiba-tiba Indri lemas mau pingsan (belum pingsan)..


Tetangga kaget. Langsung menangkap Indri . Kemudian memapahnya pulang..


CUT TO

__ADS_1


__ADS_2