
EXT. PARKIRAN, RUMAH SAKIT - MALAM
INSERT : Mobil Nanda masuk ke dalam parkiran Rumah sakit.
Mobil Nanda parkir. Rafi turun sambil bawa payung. Berjalan ke arah pintu mobil Nanda. Membukakan pintu. Nanda turun.
Rafi dan Nanda berjalan masuk dibawah satu payung, ke dalam rumah sakit.
CUT TO
INT. RUMAH INDRI - MALAM
Opening scene : Pintu terbuka.. Indri masuk dengan tatapan kosong, dan badannya menggigil. Rambut dan Bajunya basah.
(note : continuity rumah foto album maih berantakan ya..)
INDRI
(lirih) Ilham..
Tiba-tiba terdengar suara bel rumahnya.
Indri mengernyit. Indri pun lalu bukain pintu.
CU. Indri kaget
POV Indri : Yang datang Ilham.
Indri melonjak senang dan langsung pegang pipi Ilham.
INDRI
(senang) Kamu tuh darimana aja sih!?
Ilham hanya tersenyum..
Indri menatap penuh sayang.
ILHAM
Kamu jangan pernah tinggalin Mama lagi ya..
Janji ya Ham..
Ilham mengangguk.
INDRI
Sekarang kamu istirahat ya..
Mama akan masak makanan kesukaan kamu..
Indri balik badan berjalan ke dapur..
BACK SHOT INDRI.
INDRI
Aaahh Mama seneng banget kamu udah pulang Ham..
POV Penonton : Indri sendirian.. nggak ada siapa-siapa..
JREEENG!!
(Note : Adegan ini sebenarnya halusinasi. Tapi bikin real ya dan wajah Ilham jangan dibikin pucat kayak hantu).
CUT TO
INT/EXT. RUANG ICU - MALAM
Nanda dan Rafi sudah di ruang ICU.
__ADS_1
(mengenakan baju pengunjung, supaya steril)
Terdengar suara alat pendeteksi jantung.. TIT TUT. TIT TUT..
Nanda berjalan di depan Rafi.. berjalan menuju tirai yang tertutup..
Kemudian Nanda membuka tirai.. SREEET!!!!
(note : dibuat dramatis ya)
SLOWMO
POV. RAFI : Wajah Ilham Masih ketutupan Nanda, kemudian perlahan Nanda bergeser, terlihatlah wajah Ilham..
JREENG!!
(note : Continuity : Keadaan ilham masih koma, selang oksigen dan alat pendeteksi jantung, infus masih terpasang.)
CU. Ilham yang terbaring koma
CU. Wajah Rafi yang kaget.
(kaget berat karena wajah Ilham sama persis dengan wajahnya)
POV RAFI : Wajah Ilham
CUT TO CUT Wajah Rafi dan Ilham.
Rafi terperangah, lihat wajah Ilham.
NANDA
Rafi, ini calon suami aku..
Ilham..
Rafi menatap Nanda sejenak, lalu memperhatikan Ilham kembali dengan seksama.
RAFI
Wajahnya mirip banget sama Saya..
Nanda menghela nafas..
NANDA
Itulah.. kenapa Saya sangat berharap banget sama pertolongan kamu..
Rafi kembali menatap Nanda dengan tidak mengerti. Rafi memperhatikan Ilham dengan seksama. Merabai jarinya, seakan merasakan ada kontak batin yang aneh. Namun Ia masih tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.
NANDA
Saya mohon sama kamu untuk pura-pura menjadi Ilham, supaya Ibunya Ilham nggak bersedih karena anaknya terbaring koma..
Rafi terkesiap menatap Nanda.
RAFI
(bingung) Tunggu, sebentar..
Maksud kamu, ibunya nggak tau kalau anaknya lagi dalam keadaan koma?
Nanda mengangguk mengiyakan. Wajahnya sangat sedih..
RAFI
Kenapa Bu Nanda rahasiain semua ini!??
Dimana-mana, seorang ibu berhak untuk tau
keadaan anaknya!
__ADS_1
Nanda menggeleng dan menjelaskan dengan sendu.
NANDA
Kalau sampai tau,
Ibunya pasti terpukul Fi!
Nanda menyentuh tangan Ilham.
NANDA
Tante Indri sangat mencintai Ilham..
Dia bisa hancur Fi!
Saya nggak sanggup ngeliatnya!
CU. Mata Nanda yang berkaca-kaca..
Rafi masih memandangi Ilham.
Saat itu Rafi dan Nanda melihat air mata Ilham menetes.
CU. Airmata Ilham menetes
Nanda mengambil tissue dan menghapus airmata Ilham.
Rafi pun jadi nggak tega melihatnya.
CUT TO
EXT. DEPAN ICU - MALAM
Rafi dan Nanda keluar ruangan.
Disaat bersamaan Dokter datang dan sempet heran lihat wajah Rafi.
DOKTER
(kaget) Pak Ilham?
Nanda cepat menggeleng..
NANDA
Bukan Dokter, ini Pak Rafi..
Kembaran calon suami Saya..
CU. Rafi kaget dan mau protes.
Namun Nanda keburu memotong ucapan Rafi.
NANDA
Gimana keadaan Ilham sekarang Dokter?
Apa ada progress?
Dokter menghela nafas, wajahnya terlihat prihatin.
DOKTER
Kondisi Pak Ilham semakin memprihatinkan.
Dia masih bisa bertahan hidup selama ini,
karena masih ditopang dengan peralatan medis. Kemungkinan Pak Ilham bisa sadar dan sembuh sangat-sangat kecil..
JREENG..! Nanda kaget.
__ADS_1
Begitu juga Rafi..