Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Bab 191


__ADS_3

Dua porsi rujak sudah Felicia habiskan, juga beberapa menu makanan lainnya. Jam makan siang juga sudah hampir berakhir.


"Ada yang ingin kamu makan lagi?" tanya Kenzo.


Felicia menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku sudah sangat kenyang."


"Ya aku tahu itu, bagaimana tidak kenyang. Lihat apa saja yang kamu makan." Kenzo menunjuk wadah dari beberapa makanan yang sudah kosong.


"Aku merasa heran, badan kamu kecil, tapi bisa makan sebanyak ini," ledek Kenzo.


"Berhentilah mengejekku," rengek Felicia. "Aku benar-benar merasa kelaparan."


Kenzo mengacak-acak rambut Felicia. Perasaan gemas pada Felicia selalu datang ketika melihat istrinya merasa kesal.


"Aku harus pergi, meetingku sebentar lagi," ucap Kenzo.


"Boleh aku tetap di sini?" tanya Felicia.


"Apa kamu masih butuh izin untuk itu? Kamu boleh tetap di sini, tapi jangan membuat ruangan kerjaku ini berantakan," ucap Kenzo.


Felicia mengerucutkan bibirnya saat lagi-lagi suaminya mengejek dirinya.


"Baiklah aku pergi dulu. Jika kamu ingin istirahat di sebelah sana ada ruangan untuk beristirahat." Kenzo menunjuk pintu di sudut ruangan yang merupakan tempat istirahatnya. "Dan satu lagi ... jika kamu membutuhkan sesuatu kamu beritahukan saja pada sekretarisku."


"Iya, akan aku ingat itu," ucap Felicia.


Kenzo melangkah ke kursi yang ada di balik meja kerjanya untuk mengambil jas miliknya. Di ambilnya jas yang ia sampirkan di punggung kursi lalu memakainya kembali ke tubuhnya. Tiba-tiba saja Kenzo dikejutkan dengan keberadaan Felicia yang tepat berada di hadapannya.


"Sini biar aku bantu." Felicia mengambil alih untuk mengancing jas yang dipakai oleh kenzi. Bukan hanya itu saja Felicia juga merapikan kembali penampilan laki-laki yang berstatus sebagai suaminya.


"Kamu tidak boleh sampai terlihat berantakan." Felicia berucap seraya merapikan letak dasi yang melingkar di leher suaminya.


"Mau sampai kapan kamu akan melakukan ini. Aku bisa terlambat," ucap Kenzo.


Felicia tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi putihnya. Merapikan penampilannya suaminya adalah alasan yang dibuat oleh Felicia agar bisa dekat dengan suaminya. Mencium wangi maskulin yang ada di tubuh suaminya membuat dirinya merasa tenang.


"Ini sudah selesai," ujar Felicia.


Kenzo menarik tengkuk Felicia dan mendaratkan kecupan di keningnya.


"Aku pergi dulu. Jangan pergi dan tetap di sini sampai aku kembali," pesan Kenzo.


"Iya," ucap Felicia.


Sebelum pergi Kenzo lebih dulu mengusap sisi wajah Kenzo dengan penuh kelembutan. Rasanya ia masih ingin berlama-lama bersama istrinya, tetapi waktu terus berjalan dan tidak mungkin untuk menunda pertemuan penting itu.


"Aku pergi." Kenzo melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya.


Sementara itu Felicia masih berdiri di dekat meja di ruangan kerja suaminya. Matanya masih memperhatikan tubuh bagian belakang suaminya sampai bayangan sang suami lenyap bersamaan dengan pintu yang tertutup rapat.


Di dalam ruangan Felicia mengedarkan pandangannya. Hampir semua dinding ruangan itu terbuat dari kaca. Kepergian Kenzo membuat suasana menjadi sepi. Felicia memilih untuk berjalan ke dekat jendela untuk melihat pemandangan kota.


Dari tempatnya berdiri Felicia bisa melihat hampir keseluruhan kota. Mobil di jalan raya seperti sebuah mainan saja.

__ADS_1


Felicia merenungkan sesuatu di tempat itu yaitu mengenai dirinya sendiri dan juga Kenzo. Hubungan yang terjalin atas dasar perjodohan kini sudah berjalan lebih baik.


Meksipun Kenzo tidak mengatakannya, tetapi dari cara Kenzo bersikap padanya Felicia bisa menilai jika suaminya memang ingin membuka lembaran baru dengan dirinya.


Namun, kini masa lalu dari suaminya datang dan ingin mengambilnya kembali.


"Tidak akan aku biarkan jika Vera bermaksud untuk merebut Kenzo dari sisi aku!" guman Felicia.


Felicia merasa sangat mengantuk, ia memutuskan untuk ke ruangan istirahat. Meski sering ke datang ke kantor suaminya, tetapi itu adalah pertama kalinya Felicia masuk ke dalam ruangan itu.


Dibukanya pintu ruangan istirahat, Felicia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan itu, ada lemari yang berisi buku-buku, tempat tidur berukuran kecil, dan juga pendingin udara. Meskipun ruangnya kecil tetapi tempat itu terasa nyaman.


Felicia duduk di tepi tempat tidur dengan melepas sepatunya. Tubuhnya ia rebahkan di kasur yang ukurannya hanya untuk dua orang. Rasa kantuk yang tidak tertahankan membuat mata Felicia terpejam dengan sendirinya.


-


-


-


Tidur nyenyak Felicia terusik saat ia merasakan usapan lembut di wajahnya. Mata yang awalnya terpejam mulai membuka.


Wajah tampan suaminya yang pertama kali dilihat oleh matanya. Setelah itu Felicia bangun untuk mengambil posisi duduk.


"Kamu sudah selesai meeting?" Felicia bertanya seraya mengucek matanya menggunakan punggung tangannya.


"Sudah," jawab Kenzo.


Kenzo melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Hampir jam empat."


"Apa?" Felicia merasa terkejut mendengar perkataan Kenzo.


"Jam empat?" tanya Felicia yang langsung dibalas anggukan kepala oleh Kenzo. "Berati aku tidur selama lebih dari dua jam."


"Tidak masalah, itu justru bagus." Kenzo menyelipkan rambut Felicia ke belakang telinganya.


"Kita pulang yuk," ajak Kenzo.


"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Felicia.


"Sudah. Kalaupun belum aku bisa melanjutkannya di rumah," jawab Kenzo.


"Kamu terlihat manis kalau baik begini," puji Felicia.


"Mau aku gendong?" tawar Kenzo.


"Tidak perlu, aku akan jalan sendiri saja. Lagi pula rasa sakitnya sudah berkurang," tolak Felicia.


"Kamu yakin?" Raut wajah Kenzo masih menunjukan kekhawatiran.


"Iya, lihat ini." Felicia melebarkan senyumnya. Ia mencoba berdiri untuk menunjukkan pada suaminya jika dirinya baik-baik saja.


"Syukurlah kalau kamu sudah bisa jalan. Aku tidak perlu repot-repot menggendongmu. Pinggangku bisa patah kalau terus-terusan menggedongmu," ejek Kenzo.

__ADS_1


"Ck, Kenzo ...." Felicia mendelikkan matanya ke arah Kenzo yang justru membuat Kenzo terkikik geli.


*****


Setelah berembug Kenzo dan Felicia memutuskan untuk pergi ke acara reuni. Kini mereka juga sudah berada di tempat yang sudah ditentukan untuk acara reuni.


"Kamu yakin baik-baik saja?" tanya Kenzo.


"Iya, aku baik-baik saja," jawab Felicia.


Keduanya baru saja turun dari mobil dan berjalan memasuki tempat reuni. Felicia berjalan dengan tangan yang melingkar di lengan Kenzo.


Tiba di tempat pesta keduanya langsung disambut oleh tepukan semua orang. Bukan hanya itu saja, beberapa orang juga mendekat ke mereka untuk mengucapakan selamat atas pernikahan mereka.


"Kenzo selamat untuk pernikahan kalian. Maaf aku tidak bisa datang waktu pernikahan kalian. Aku berada di luar kota," ucap Adit.


"Tidak masalah," ucap Kenzo.


"Jujur saja aku tidak menyangka kamu menikah dengan perempuan lain. Karena saat itu aku melihat hubunganmu sangat serius dengan Vera," ucap Adit.


Kenzo tidak menunda untuk menoleh ke arah istrinya. Ia melihat wajah masam istrinya.


"Itu hanya cerita di masa lalu. Sekarang aku dan juga Vera sudah punya kehidupan sendiri-sendiri," jelas Kenzo. "Dan aku sangat bahagia dengan kehidupanku yang sekarang."


"Ya, aku bisa melihat itu," imbuh Adit.


"Baiklah, ayo kita berkumpul dengan yang lainnya," ajak Adit.


Kenzo dan Felicia sudah bergabung dengan teman-teman dari Kenzo. Ada Kenzi juga di antara mereka.


Di tengah jalannya acara Felicia merasa haus. Ia memutuskan untuk mengambil minuman sendiri karena tidak ingin mengganggu obrolan suaminya dengan teman-temannya.


Namun, saat Felicia sedang berjalan melewati kolam berenang tiba-tiba saja Felicia merasa pusing dan membuatnya kehilangan keseimbangan akan tubuhnya.


Byur


Felicia tercebur ke dalam kolam.


Gaun ketat yang Felicia pakai membuat Felicia kesulitan untuk berenang.


Semua orang terkejut saat mereka melihat seseorang tercebur ke dalam kolam. Orang yang paling terkejut adalah Kenzo. Ternyata istrinya sendiri yang tercebur ke dalam kolam.


"Feli!" Keterkejutan itu makin bertambah saat melihat Felicia kesulitan berenang.


Tidak berpikir panjang lagi Kenzo melepas jas yang dipakainya dan langsung menceburkan diri ke dalam kolam untuk menolong Felicia. Kenzo berhasil membawa Felicia ke pinggir kolam dengan bantuan teman-temnnya.


Felicia terbatuk-batuk, karena sempat menelan air kolam. Beruntung dirinya masih baik-baik saja.


"Feli, kamu baik-baik saja?" tanya Kenzo.


Felicia hanya bisa menggelengkan kepalanya untuk merespon pertanyaan dari suaminya.


Kenzo menarik napas lega karena istrinya baik-baik saja. Namun, Kenzo kembali dibuat terkejut saat Felicia mendakak tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2