
Felicia menitihkan air matanya saat melihat foto-foto Kenzo bersama Vera terpampang jelas di hadapannya. Hatinya seolah tersayat-sayat saat melihat kemesraan dan kebahagiaan di wajah Kenzo juga Vera di dalam foto itu. Meskipun itu bagian dari masa lalu suaminya, tetapi tetap saja rasa sakitnya masih begitu nyata.
"Apa maksud dari semua ini? Siapa orang yang orang yang melakukan ini?" batin Felicia.
Felicia yakin jika pelakunya adalah Vera.
"Oh, jadi ini rencananya? Apa Vera berpikir jika Kenzo melihat ini, Kenzo akan mengingat kembali cintanya?" batin Felicia.
Keraguan kembali muncul di dalam hati Felicia. Apalagi saat melihat suaminya terdiam memandangi foto itu.
Bukan hanya Felicia saja yang merasa terkejut dengan munculnya foto-foto itu, Kenzo sendiri juga merasakan hal yang sama. Laki-laki itu sangatlah marah melihat masa lalunya muncul di hadapan publik. Apalagi saat melihat Felicia menitihkan air matanya, kemarahannya menjadi begitu besar.
Kenzo menggenggam tangan Felicia dengan erat, berharap istrinya tidak merasa sedih dengan apa yang sedang mereka lihat.
Diam-diam Kenzo mengirim pesan kepada asisten pribadinya untuk menghentikan tayangan itu. Tidak lama tayangan mengenai foto-fotonya dengan Vera berhenti. Kenzo melepaskan genggaman tangannya dengan Felicia lalu berjalan ke arah panggung.
"Mohon perhatiannya." Suara Kenzo keluar dari pengeras suara dan menggema di seluruh ruangan pesta.
Semua orang menoleh ke tempat Kenzo berada. Banyak di antara para tamu yang bicara dengan cara berbisik-bisik. Kenzo juga melihat itu. Mungkin orang-orang itu sedang membicarakan tentang dirinya.
"Siapa yang melakukan semua ini? Mungkinkah Vera?" batin Kenzo.
Kenzo mencoba untuk tidak memperdulikan pandangan remeh orang-orang terhadap dirinya. Yang Kenzo pedulikan saat itu hanyalah perasaan istrinya. Kenzo merasa harus meluruskan apa yang baru saja terjadi.
Kenzo berdiri di atas panggung dengan memasukkan satu tangannya ke dalam saku celananya, matanya menatap luas semua orang yang ada di pesta. Kenzo lebih dulu menarik napasnya dalam-dalam, mengumpulkan keberaniannya untuk bicara.
"Saya tahu kalian pasti terkejut dengan apa yang baru saja kalian lihat. Saya sendiri juga sama terkejutnya dengan kalian," ucap Kenzo.
"Saya tidak akan memungkiri jika saya pernah memiliki masa lalu dengan perempuan yang ada di dalam foto tadi. Kalian juga pasti tahu siapa dia, 'kan? Saya benar-benar tidak tahu maksud seseorang itu dengan memperlihatkan foto-foto masa lalu saya. Tapi saya sudah benar-benar mengubur masa lalu saya itu. Kini masa depan saya adalah wanita yang sudah menjadi istri saya." Kenzo menunjuk Felicia dengan tangannya, membuat semua orang juga mengalihkan pandangannya ke arah Felicia.
"Perempuan itu yang sudah berhasil menjungkirbalikkan perasaan saya. Dia juga yang akan menjadi masa depan saya," ucap Kenzo.
Semua orang yang ada pesta bersorak dan bertepuk tangan untuk merespon perkataan Kenzo.
Kenzo merasa sangat lega setelah berhasil mengungkapkan isi hatinya, Kenzo seolah tidak lagi memiliki beban di dalam dirinya. Apalagi saat melihat istrinya tersenyum bahagia, sungguh tidak ada hal yang lebih membahagiakan dari itu.
__ADS_1
Dari tempat masing-masing Kenzo dan Felicia saling memandang, mempertemukan pandangan mereka. Keduanya berbicara dengan bahasa isyarat dengan saling mengangguk dan mengedipkan kedua kelopak mata mereka.
"Wow, ini romantis sekali." Pembawa acara kembali mengendalikan pesta tersebut.
Kedua pembawa acara kembali ke atas panggung untuk menghampiri Kenzo. Mereka sedikit berbincang dengan Kenzo.
"Anda sangat manis, Tuan Kenzo," puji pembawa acara wanita dalam pesta itu. "Istri Anda sungguh wanita yang paling beruntung karena memiliki suami romantis seperti Anda."
"Terima kasih untuk pujiannya," ucap Kenzo.
"Baiklah, Tuan Kenzo. Apa Anda ingin mengatakan sesuatu untuk istri yang sangat Anda cintai?" tanya pembawa acara.
"Emm, itu ...." Kenzo menggaruk pelipisnya dengan jari telunjuknya.
Sejujurnya untuk mengatakan kalimat panjang yang beberapa saat lalu ia katakan membutuhkan keberanian yang amatlah besar. Lalu apakah dirinya bisa kembali mengungkapkan perasaannya pada Felicia? Kenzo merasa ragu dengan dirinya sendiri.
Kenzo melirik ke arah Felicia, ia melihat istrinya mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia tahu apa yang diinginkan oleh istrinya. Wajah istrinya seolah memberikan dorongan kepada dirinya untuk bicara.
Kenzo kembali mendekatkan mic dekat mulutnya dan mulai bicara.
"Tapi saat ini, aku tidak akan lagi malu untuk mengungkapkan perasaanku padamu." Kenzo menjeda kalimatnya.
"Felica ... aku jatuh cinta padamu," aku Kenzo.
Sorak dan tepukan tangan kembali menggema di ruangan pesta.
"Mungkin terdengar konyol jika aku jatuh cinta pada istriku sendiri. Tapi itu kenyataan yang sedang aku rasakan padamu. Aku sangat bahagia menjalani pernikahan ini denganmu. Apalagi setelah aku mendengar kabar kehamilanmu, tidak ada yang lebih membahagiakan dari itu," ucap Kenzo.
Suara tepuk tangan dari semua orang yang ada di pesta kembali terdengar. Mereka seolah ikut merasakan kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh Kenzo dan Felicia.
Sementara itu Felicia memperhatikan Kenzo di tempatnya. Ucapan Kenzo tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menitihkan air matanya. Dirinya terharu dengan semua yang Kenzo katakan.
"Wow, Felicia. Suamimu sungguh sangat manis," puji Reza.
"Aku tidak menyangka dia bisa bicara semanis itu." Felicia mengusap air mata yang ada di sudut matanya.
__ADS_1
"Hei, apa kamu akan tetap di sini? Kamu tidak ingin memberi pelukan untuk suamimu?" ledek Reza.
Felicia tertawa dan merasa malu dengan ledekan dari Reza, tetapi tidak dipungkiri dirinya juga ingin sekali memeluk suaminya. Akhirnya Felicia menyingkirkan rasa malunya lalu berjalan ke tempat suaminya.
Semua orang menyingkir dan memberi jalan untuk Felicia. Tidak lupa juga mereka memberikan tepukan tangan untuk mengiringi perjalanan Felicia.
"Suamiku, aku tidak tahu kamu bisa semanis ini." Felicia memeluk Kenzo saat dirinya tiba di atas panggung.
"Kalian membuatku merasa iri," ucap pembawa acara wanita di pesta itu.
"Ya, rasanya aku ingin cepat menikah," imbuh pembawa acara laki-laki di pesta itu.
"Kalau begitu tunggu apa lagi? Bawa kekasihmu ke pelaminan," ucap Felicia.
"Baiklah, akan aku pikirkan mulai dari sekarang," ucap pembawa acara itu membuat semua orang tertawa.
"Baiklah, karena kalian sudah menghadirkan suasana haru dan juga romantis di pesta ini. Kami akan ada hadiah untuk kalian," ucap pembawa acara.
Pembawa acara memberikan hadiah berupa paket liburan ke negeri sakura kepada Kenzo dan juga Felicia.
"Terima kasih," seru Felicia saat menerima paket liburan itu.
*****
Pesta sudah berakhir dan menjadi akhir yang bahagia untuk Felicia dan juga Kenzo. Namun, Kenzo dibuat bingung dengan perubahan sikap Felicia.
Sepanjang pesta istrinya sangatlah lembut dan imut seperti kucing, tetapi setelah pesta berakhir istrinya seolah menjadi singa betina yang amatlah marah.
"Feli, kamu mau ke mana? Kenapa terburu-buru sekali?" Kenzo bertanya istrinya berjalan dengan terburu-buru dengan raut wajah yang menunjukkan kemarahan.
"Aku ingin memberi pelajaran pada seseorang yang sudah mempermalukan dirimu," jawab Felicia tanpa menghentikan langkahnya.
"Apa?" Kenzo terkejut mendengar itu, tetapi dirinya tidak bisa menghentikan istrinya.
"Sepertinya tamparanku waktu itu tidak cukup untuknya. Sekarang aku harus memberinya pelajaran yang lebih dari sekedar menamparnya," ucap Felicia.
__ADS_1