
EXT. BIBIR JURANG - SIANG
Nanda yang lihat semua itu dari atas jurang jadi shock.
POV. NANDA : Rafi tampak sangat kesakitan
Nanda panik.. berteriak minta tolong..
NANDA
(menjerit histeris)
TOLOOOONGGGGG!!! TOLOONGGG!!!!
Nanda menyapu pandangannya ke sekitar bukit. Kosong, sepi tidak ada siapa-siapa. Nanda semakin panik.
Nanda kembali melongo ke bawah, hendak melihat keadaan Rafi.
CU. Kakinya di ujung bibir..
SSREEETT!! Sedikit tanah dan batu retak, batu-batu kecil runtuh jatuh
CU. Sedikit tanah dan batu runtuh berdebu
TEGANG! SREET!!
Nanda kaget dan refleks kembali melangkah mundur.
Nanda yang panik tidak tau harus berbuat apa..
NANDA
(cemas/panik)
Ya Allah, apa yang harus kulakukan..
Aku nggak mungkin tinggalin dia sendirian disini..
Di bawah teriknya sinar matahari, Nanda tampak terduduk putus asa.
Terdengar samar-samar suara mobil dan lagu disko koplo / dangdut / daerah (tolong sesuaikan saja.) dipasang dengan suara kencang dan keras.
BACKGROUND MUSIK : JEDAK!JEDUK!JEDAK!JEDUK!
INSERT : Terlihat mobil Pick UP pengangkut sayur melintas di sisi jalan lain/bawah bukit/Jalan setapak..
(tolong sesuaikan)
Semakin lama suara musik terdengar lebih jelas.. Wajah Nanda tampak seperti mendapatkan harapan..
Nanda segera berlari ke arah mobil pick up. Sambil berteriak meminta tolong.
NANDA
TOLOOONG!! TOLOONG!!!
Namun Nanda terus mengejar mobil pick up tersebut..
INSERT : Si supir dan kenek, asik-asik goyang kepala mendengarkan musik di mobil.
Nanda tetap berusaha mengejar sampai terlihat nafasnya ngos-ngosan.. dan berhenti..
CU. Tangan Nanda seperti mengarah ke arah mobil Pick sambil berteriak minta tolong dengan segala kekuatan..
NANDA
(menjerit kuat) TOLOOONG!!! BERHENTI!!!
TOLOOOONG!!!!
INTERCUT
INT.MOBIL, JALAN SETAPAK BUKIT - SIANG
Bersamaan dengan itu si supir melihat ke kaca spion samping mobil.
BCU. KACA SPION MOBIL PICK UP : Nanda menjulurkan/melambaikan tangan..
Sang pengemudi kaget. Mematikan lagu di mobil.
Terdengar teriakan Nanda minta tolong. CIIITT!!! Si supir menghentikan mobilnya.
SUPIR PICK UP
(heran) Kenapa tuh cewek??
(note : kalau memungkinkan nada bicaranya orang sunda)
Terdengar suara Nanda minta tolong lagi..
INSERT : Terlihat dari kejauhan Nanda berlari sekuat tenaga ke arah pick up.
INTERCUT
Nanda sampai ke samping pintu mobil supir pick up.
SUPIR PICK UP
Neng, ngapain sendirian disini?
Nanda masih panik.
NANDA
(panik) Pak.. tolong Saya.. (menunjuk ke arah Rafi jatuh) Teman Saya jatuh ke jurang disana.. Tolong Pak..
(memelas cemas/panik)
Saya mohon...Bantuin dia..
JREENG!!!
CU. Wajah Nanda memelas..
CU. Mata Nanda berkaca-kaca
CU. Kenek dan Sopir saling pandang.
CUT TO
EXT. JALANAN LAIN BUKIT/ BIBIR JURANG - SIANG
Mobil Pick Up sudah sampai di bibir jurang terdekat dengan lokasi jatuhnya Rafi.
(pindah lokasi ya dari bibir jurang terdekat lokasi Rafi jatuh sebelumnya, jadi nggak terlalu tinggi dan nggak susah untuk dibawa ke atas..)
Sopir dan Nanda turun dari depan.
Kenek turun dari belakang pick Up.
SUPIR PICK UP
(pada Nanda) Dari sini, jaraknya lebih deket buat nolonginnya, neng!
Nanda mengangguk cepat.
Sopir ke arah belakang pick up mengambil tali tambang yang cukup panjang dan tebal..
CU. Tangan Supir mengambil 2 buah gulungan tali tambang yang cukup panjang dan kuat.
Supir dan kenek langsung menghampiri Bibir jurang, mengikatkan kedua tali di pohon dengan sangat kecang.
SUPIR PICK UP
Kuat?
KENEK
Kuat! Sok atuh buruan turun..
Si Supir kemudian bersiap untuk turun..
Kenek membantunya..
Sementara Nanda tampak sangat cemas.
NANDA
(cemas/panik) Kamu harus bertahan ya Rafi...
CU. Wajah Nanda panik.
CU. Nanda meremas jari tangannya..
(nanda Kalut)
CUT TO
__ADS_1
EXT. DASAR JURANG – SIANG
Adegan dibuka saat Rafi sambil memegang perutnya yang luka mengerang kesakitan.
RAFI
(mengerang kesakitan) AARRGHHH!!!
(note : Rafi terluka, namun masih bisa bangkit, berjalan melangkah walaupun sakitnya luar biasa.. menunjukkan kalo Rafi itu tegar menghadapi apapun,nggak gampang patah semangat dan juga setrong!)
Rafi pun lalu berusaha bangkit. Namun ngga bisa dan malah jadi makin kesakitan.
RAFI
(mengerang kesakitan) AARRRGhhh!!
Rafi berusaha mengatur nafasnya, karena menahan sakit.
(note : kesakitannya tetap dibuat cool.. nggak lebay ya.. thank u )
CU. Wajah Rafi tampak pucat, menahan sakit
SREEET!!
CU. Tali tambang dilempar dari arah atas..
CU. Satu Tali menjulur hampir ke dasar jurang.
(note : Tali ini nantinya untuk mengikat Rafi)
INSERT : Si supir yang sudah terikat tali dengan sigap dari bibir jurang turun, dengan berpijak ke satu batu, ke batu lain yang ada di dinding jurang/tebing/bukit..
INSERT : Nanda terlihat sangat cemas dan panik
Supir sudah sampai ke dasar jurang tempat Rafi jatuh.
Sopir bergegas ke arah Rafi yang nggak jauh dari situ.
SOPIR
Ayo Pak.. (menatap Rafi) Masih bisa jalan..?
RAFI
(mengangguk pelan) Bisa..
Sopir membantu Rafi bangkit berdiri..
Rafi kembali mengerang kesakitan.
RAFI
(mengerang kesakitan) Aaargghh!!!
SOPIR
(ikutan cemas) Masih kuat Pak?
Bisa lanjut?
RAFI
(mulai ngos-ngosan-mengangguk)
Saya nggak apa-apa.. Ayo..
Sopir memapah Rafi ke arah tali yag menjulur.
Rafi masih terus memegangi perutnya, menahan sakit..
Sopir mengikatkan tali yang menulur yang sebelumnya sudah diikat ke badan Rafi.
Mereka ambil ancang-ancang. Sambil memapah Rafi naik.
CU. Satu kaki Rafi berpijak di dinding.
CU. Kaki satunya berpijak di dinding jurang..
SREET!! Kaki Rafi sempat terpeleset..
RAFI
(menahan sakit) Aaarrggghh!!!
Hampir jatuh. Sang supir sigap menahannya. TAP!
Setiap langkah kaki Rafi memijak naik, Rafi sambil mengerang kesakitan, namun berusaha naik dibantu oleh Si supir.. (dramatis)
CUT TO
EXT. BIBIR JURANG – SIANG
Adegan dibuka dengan Si sopir sudah berhasil membawa Rafi naik ke atas.
Kenek tampak membantu Sopir memapah Rafi yang sudah kelelahan dan lemas.
Nanda tampak menatap cemas kepada Rafi yang tampak sangat kesakitan..
NANDA
Rafi apa yang sakit Fi??
RAFI
(ngos-ngosan-lemah) Perutku sakit Nan..
Rasanya nggak keruan, kayak ketusuk-tusuk..
JREENG!
Nanda semakin cemas.
Rafi pucat menahan sakit.
Nanda meminta si sopir mengantar mereka ke rumah sakit.
NANDA
Pak, tolong antar kami ke rumah sakit ya..
Sopir melihat ke arah pick yang ada sayur.. galau..karena harus jualan sayur..
Nanda melihat itu.
NANDA
Bapak nggak usah khawatir,
Kerugiannya, pasti Saya ganti..
(beat)Kasih saya nomor telphone Bapak,
nanti biar Asisten saya yang urus semuanya..
Supir Pick Up terlihat nggak enak hati..
SUPIR PICK UP
(Nggak enak ati) Maaf ya Neng..
NANDA
Iya Nggak apa-apa Pak..Saya ngerti kok..
Ayo kita berangkat sekarang..
Supir pick up mengangguk. Rafi dipapah dan dinaikkan ke belakang mobil.
Rafi dibaringkan diantara sayur oleh kenek dan Supir.
Nanda duduk di sebelahnya, menatap cemas.
Supir dan kenek naik ke mobil. Mobil melaju..
CUT TO
EXT. JALANAN – SIANG
INSERT : Mobil pick Up yang membawa Rafi melaju di antara bukit yang sepi.
Kenek dan Sopir duduk di depan..
INSERT : Matahari bersinar dengan terangnya. Cahayanya yang terik menyilaukan mata.
Rafi yang terbaring lemah, memejamkan mata.
Rafi tampak kesakitan dan lelah.
__ADS_1
Nanda duduk disebelahnya menatap cemas..
CU. Rambut Nanda yang terurai, tersibak tertiup angin..
Mobil melewati jalan berbatu..
CU. Roda mobil pick up menghantam Batu kecil
GUSRAK!!
Mobil terguncang. Rafi pun jadi ikut terguncang dan badannya goyang. Rafi kesakitan.
RAFI
(meringis kesakitan) Aaaarrgghh!!!
Nanda melihat itu semakin cemas..
Nanda menatap Rafi seakan Rafi itu sebagai sosok Ilham..
(mulai BAPER)
INSERT BACKGROUND SOUNDTRACK /atau lagu baper
INSERT : WAJAH ILHAM
INSERT Flashes : saat sosok Ilham bersama Nanda
Nanda tampak merasa bersalah..
Refleks tangan Nanda meraih tangan Rafi..
CU. Tangan Nanda meraih tangan Rafi.
CU. Tangan Nanda menggenggam tangan Rafi..
Seakan Nanda menggenggam tangan Ilham.
Nanda mengusap lembut wajah Rafi..
NANDA
(lirih) Kamu harus tetap bertahan ya..
Ketika tangan Rafi digenggam Nanda, dan wajahnya diusap lembut.
Rafi yang kelelahan dan setengah sadar, perlahan membuka mata..
Karena silaunya sinar matahari yang menerpa. Rafi mengerjap-ngerjapkan matanya.
CU. Mata Rafi mengerjap karena silau cahaya matahari.
POV. RAFI : Seorang wanita menggengam tangannya. Masih berupa siluet karena melawan silaunya cahaya matahari..
Rafi kembali mengerjapkan matanya.
POV RAFI : wajah Siluet perempuan dengan rambut terurai tertiup angin itu kemudian terlihat jelas dimatanya..
Wajah Maya..
Saat ini Rafi melihat Nanda sebagai sosok Maya..
INSERT : Wajah Maya yang terlihat soft glowing tersenyum pada Rafi..
Rafi membalas tersenyum kecil, lalu meremas tangan Maya. Mereka pun berpegangan erat.. Rafi merasa menggenggam tangan Maya, padahal itu adalah tangan Nanda..
CU. Tangan Rafi dan Nanda berpegangan erat.
WIDE SHOT : Di belakang mobil pick up yang melaju melintasi bukit hijau yang sepi, serta dibawah teriknya sinar matahari.
Rafi terbaring, dan Nanda duduk disampingnya dengan rambut terurai dan tersibak tertiup angin.
Tangan Rafi dan Nanda saling menggenggam erat.
(*note : Shot ini kalo memungkinkan diambil juga pakai drone ya)
CUT TO
EXT. RUMAH SAKIT (Rumah sakit bogor) – SIANG
ESTABLISHED RUMAH SAKIT BOGOR
SILENT ACT :
Rafi dibaringkan diatas brangkar. Nanda dan suster dorong brangkar. Nanda sambil pegangin tangan Rafi..
SLOW MOTION : Namun Rafi yang sudah tidak kuat malah pingsan.
Nanda semakin cemas
NANDA
(cemas) Rafiii...
Nanda jadi makin cemas dan semakin merasa bersalah..
(Continuity wardrobe tetap terjaga ya. Makasih)
CUT TO
INT. RUMAH SAKIT (DEPAN IGD) – SIANG
CU. Roda brangkar berputar.
CU. Langkah cepat Sepatu suster
CU. Langkah cepat boots Nanda
Nanda semakin cemas.
NANDA
(cemas) Rafi.. bangun Fi. Banguuun..
Nanda dan suster sampai depan IGD. Nanda mau ikut masuk igd. Namun suster suruh Nanda nunggu.
SUSTER
Maaf, mbak nggak bisa masuk..
Tolong tunggu disini..
Nanda mengangguk pelan. Pintu dibuka. Suster mendorong brangkar masuk.
Pintu tertutup..
Nanda pun menunggu di depan pintu dengan was-was.
Nanda mondar-mandir gelisah.
NANDA
(cemas) Ya Allah..
Semoga Rafi nggak apa-apa..
(lirih) Tolong Selamatkan dia Ya Allah..
Aku mohon..
Nanda tampak merasa bersalah. Perasaannya campur aduk..
INTERCUT
RUMAH SAKIT (RUANG IGD) - SIANG
SILENT ACT :
Rafi tampak terbaring pucat. Pingsan di tempat tidur.
Dokter dibantu suster melakukan penanganan medis ke Rafi dengan sangat sigap.
Dokter memeriksa pupil mata Rafi.
Suster mengecek tensi.. suhu badan Rafi..
Dokter memeriksa dan menekan pelan bagian dada, perut Rafi.
Sesaat dokter terdiam.
Suster menatap Dokter. Dokter tampak memberikan instruksi.
Suster mengangguk cepat bergegas pergi dari situ.
CUT TO
RUMAH SAKIT (RUANG IGD) – SIANG
__ADS_1
Nanda tampak sangat gelisah menunggu di sekitar depan pintu IGD.