Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Kekuatan Seorang Istri


__ADS_3

Jangan pernah meragukan kekuatan seorang istri saat suaminya akan memasuki jalan yang salah. Seorang istri akan melakukan apapun untuk mendapatkan suaminya kembali. Flora adalah salah satunya.


Di saat suaminya memasuki jalan yang salah, Flora bersedia melakukan apapun termasuk meminta bantuan para wanita lainnya.


Pagi itu Flora mendengar jika Gio akan memindahkan Tina ke apartemennya, Flora tidak akan semudah itu membiarkannya. Setelah Gio pergi, Flora mendengar ramai-ramai di depan rumahnya.


“Dasar pelakor!”


Flora dan bibi yang berada di dalam rumah tertawa mendengar makian seseorang.


“Sepertinya mereka sudah beraksi, Bu,” ucap Bibi.


“Ayo, kita lihat, Bu.”


Flora dan bibi berjalan ke dekat jendela, mereka mengintip apa yang sedang terjadi di luar rumah itu. Tawa Flora dan bibi meledak saat melihat Tina dilempari sesuatu oleh segerombolan wanita tua dan muda.


“Sttt, bibi ketawanya pelan-pelan, nanti tante Dini dengar,” ucap Flora.


“Apa yang sedang kalian tertawakan?” Suara Dini tiba-tiba terdengar begitu melengking di telinga Flora dan juga bibi.


“Tuh kan, Bi ... nenek sihir datang,” bisik Flora.


“Apa kalian tidak bisa mendengar? Apa yang sedang kalian tertawakan dan kenapa di luar berisik sekali?” tanya Dini dengan nada tinggi.


Flora dan bibi berbalik menghadap ke arah Dini.


“Lihat saja sendiri!” ucap Flora.


Dini semakin merasa penasaran dengan apa yang terjadi di luar rumah itu. Dini pun memutuskan untuk keluar dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Tiba di teras rumah itu, mata Dini terbelalak saat melihat Tina dilempari tomat, telur, dan juga beberapa sayuran yang sudah busuk.


“Apa-apaan ini?” Teriakan Dini membuat segerombolan perempuan berhenti melempari Tina.


Dini melangkah mendekati Tina. “Apa kalian tidak malu membuat keributan di rumah orang?”


“Hei, Bu. Jangan tanya tentang rasa malu pada kami. Apa kamu sendiri tidak malu membawa seorang perempuan ke dalam rumah ini dan membiarkannya mendekati seorang laki-laki yang sudah beristri. Itu artinya kamu sengaja membawa seorang pelakor ke dalam rumah ini,” balas salah satu perempuan itu.


“Jangan bicara macam-macam di sini,” kilah Dini.


“Kami tidak bicara macam-macam. Kami mendengar dan melihat sendiri perempuan ini mencoba untuk mendekati mas Gio. Jangan dikira kami tidak tahu siapa istrinya mas Gio,” imbuh perempuan yang lainnya.


“Ya, benar,” seru semua perempuan yang baru saja melempari Tina.


“Sebaiknya pergi dari komplek perumahan ini sekarang juga atau kami yang akan menyeret kalian,” perintah mereka.

__ADS_1


Pandangan para wanita itu beralih ke arah Flora saat melihat Flora baru saja keluar dari dalam rumah.


“Mbak, Flora tidak apa-apa?” tanya salah seorang dari para wanita itu.


“Tidak, Bu.” Flora memasang wajah sedih seolah dirinya menjadi wanita yang teraniaya.


“Tenang, Mbak. Perempuan ini akan kami usir dari perumahan ini. Jadi gak bisa gangguin rumah tangga Mbak Flora sama mas Gio,” ucapnya.


“Terimakasih, Bu,” ucap Flora.


“Ya sudah kami pergi dulu. Mbak Flora jaga diri baik-baik. Kalau perempuan ini cari masalah lagi, bilang sama kami.”


Flora mengangguk dan sekali lagi mengucapkan kata terimakasih pada semua perempuan berstatus istri itu.


Setelah memastikan para perempuan tangguh itu pergi, Flora melangkahkan kakinya ke Tiba dan juga Dini.


“Bagaimana rasanya dilempari dengan telur busuk seperti ini, Tina?” ucap Flora dengan sinisnya.


“Aku tahu ini ulah kamu, Flora. Kamu yang sudah menyuruh mereka untuk melakukan ini, 'kan?” ucap Tina.


“Aku tidak menyuruh mereka untuk melempari kamu dengah telur dan sayuran busuk ini. Mungkin ini inisiatif mereka sendiri saat aku mengatakan jika ada perempuan yang ingin merebut suamiku,” ucap Flora diikuti tawa kecilnya.


“Ternyata kamu tidak selugu yang aku kira,” ucap Dini.


“Jika kalian bisa berpura-pura baik di hadapan suami aku untuk menarik simpatinya, maka aku bisa berpura-pura menjadi wanita lemah untuk menarik simpati orang-orang seperti tadi,” balas Flora.


Tina melayangkan tangannya dan ingin menampar Flora. Namun, Flora tidak membiarkan itu. Dengan sigap Flora menahan tangan Tina.


“Jangan pernah berani menyentuhku dengan tangan kotormu ini, Tina.” Sorot mata Flora terlihat sangat tajam.


Flora menghempaskan tangan Tina secara kasar membuat Tina mundur beberapa langkah.


“Dan untuk kamu, Tante Dini ... aku tahu apa rencanamu dan aku juga tahu masa lalumu dengan ayahku. Kamu hanya memanfaatkan suamiku untuk mencapai tujuanmu,” ucap Flora. “Aku tidak akan membiarkan kamu terus-menerus memperalat suamiku.”


“Kamu cerdas juga.” Dini menunjukan senyum sinisnya pada Flora. “Karena kamu sudah tahu itu maka aku tidak perlu untuk menjelaskannya lagi,” lanjut Dini.


Pandangan Dini mengarah pada Tina, ”Ayo Tina kita pergi dari sini.”


“Tunggu, Tina,” cegah Flora.


“Ada apa lagi? Kamu ingin aku pergi dari sini secepatnya, 'kan? Maka aku akan pergi dari sini sekarang juga,” ucap Tina.


“Bagus kalau begitu. Tapi, aku tidak akan mengizinkanmu masuk dengan keadaanmu yang seperti itu,” ucap Flora. “Kasihan bibi dan yang lain sudah capek-capek bersihin rumah ini.”


Tina melihat keadaan dirinya dari atas sampai bawah. Sangat kacau apalagi bau telur busuk yang makin mengacaukan keadaannya.

__ADS_1


“Jadi sebelum masuk, kamu harus dibersihkan dulu.” Flora mengambil selang yang tidak jauh dari tempatnya berdiri dan meminta pak Roni untuk menyalakan kran air.


Flora menyiram Tina dengan air yang keluar dari selang. Tawa Flora meledak saat mendengar pekikan Tina.


“Ini salah satu pelajaran buat kamu, Tina. Jika kamu masih mencoba untuk mendekati Gio lagi, maka aku akan melakukan hal yang lebih dari ini,” ancam Flora.


Flora menaruh selang air itu setelah merasa puas sudah membuat Tina kedinginan.


“Bibi, aku pergi dulu. Jangan lupa untuk memberikan dia handuk,” Flora melangkahkan kakinya ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumahnya.


-


-


Flora sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat untuk bertemu dengan Abi, sahabatnya sekaligus asisten pribadi Gio. Ia ingin meminta bantuannya untuk mengawasi Gio.


Dalam perjalanan mendadak air mata Flora menetes. Meskipun terlihat kuat, tetapi sebenarnya Flora sangat lemah. Hatinya sangat sakit saat Gio dekat dengan Tina ataupun perempuan yang lainnya. Flora benar-benar merindukan sosok Gio yang dulu. Gio yang sangat mencintai dirinya.


Flora berulang kali mengusap air matanya yang menetes dari matanya. Namun, sepertinya air mata itu tidak ingin berhenti untuk menetes. Setelah setengah jam perjalanan, Flora sampai di cafe tempat ia bertemu dengan Abi.


Setelah memarkirkan mobilnya, Flora segera masuk ke dalam cafe. Setelah mengedarkan pandangannya, Flora melihat Abi sedang duduk di sudut cafe itu. Flora pun melangkah menghampiri Abi.


“Hai, maaf sudah membuatmu menunggu lama,” ucap Flora.


“Tidak apa-apa,” balas Abi.


Flora menarik kursi tepat di hadapan Abi untuk tempat ia duduk.


“Mas Abi sudah tahu 'kan apa yang ingin aku bicarakan denganmu,” ucap Flora dan langsung diangguki oleh Abi.


“Tolong jaga Gio. Awasi dia jangan sampai dia berbuat macam-macam di luar sana,” pinta Flora.


“Macam-macam? Maksudmu bermain dengan perempuan lain?” tanya balik Abi.


“Ya, dia pernah membawa perempuan ke rumah kami. Bahkan dia bermesraan dengan perempuan lain di depanku,” jawab Flora.


Abi tertawa kecil mendengar perkataan Flora.


“Ada satu hal yang mesti kamu tahu, Flora. Aku tahu apa yang terjadi di antara kalian. Tapi percayalah mas Gio sangat mencintaimu. Mas Gio tidak pernah selingkuh darimu dengan Tina ataupun perempuan lain,” ucap Abi.


“Hanya saja kemarahan dan rasa kecewanya sedang mengendalikan dirinya membuatnya tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah,” jelas Abi.


“Benarkah?” tanya Flora.


“Sungguh Flora. Mas Gio sama sekali tidak pernah tidur dengan perempuan manapun. Dan dia masih sangat mencintai dirimu. Yang harus kamu lakukan sekarang hanya menghilangkan beban yang ada di dalam dirinya,” ucap Abi.

__ADS_1


“Terimakasih, Mas Abi.” Air mata Flora menitih kembali, tetapi kali ini yang keluar adalah air mata kebahagiaan.


Setidaknya ia tahu jika Gio masih mencintai dirinya.


__ADS_2