
Bisa kembali bersama dengan Daniel adalah satu hal yang paling diimpikan oleh Flora dan kini mimpi itu sudah menjadi kenyataan. Tidak akan ada lagi yang bisa menghalangi dirinya untuk kembali bersama Daniel, karena mereka sudah mengantongi restu dari dari ayah Daniel. Mereka hanya tinggal membujuk Mariana dan Seruni agar mau merestui hubungan mereka.
Hari sudah mulai gelap, tetapi Flora dan Daniel masih berjalan di pinggiran pantai dengan tangan yang mereka satukan. Senyum yang ada pada bibir mereka menunjukan rasa bahagia yang ada pada diri mereka. Keduanya tidak mengira bisa kembali bersama mengingat tidak ada jalan bagi mereka sebelumnya.
"Sudah hampir malam, sebaiknya kita pulang," ajak Daniel.
"Ya," sahut Flora seraya mengangguk.
Daniel membawa Flora ke tempat di mana mobil milik Flora terparkir. Sampai di samping mobil Flora, Daniel menghentikan langkahnya karena ingin membicarakan sesuatu hal pada Flora.
"Flora boleh aku bertanya?" tanya Daniel.
"Tentu," sahut Flora.
Daniel menggenggam kedua tangan Flora. "Kamu dan Gio ...."
Ucapan Daniel langsung dipotong oleh Flora.
"Aku dan Gio hanya berteman. Dia adalah teman terbaikku," sela Flora.
"Dia pernah mengatakan padaku jika dia sangat mencintaimu, Flora," ucap Daniel.
"Gio juga sudah pernah mengatakannya padaku, tapi jangan dengarkan dia. Mana mungkin dia menyukaiku. Perempuan pilihannya adalah perempuan yang seksi, berbadan montok, seperti Rosa dan Bianca," jelas Flora.
"Flora ada satu hal lagi yang ingin aku beritahukan pada dirimu mengenai Gio." Daniel melepas genggama tangannya dan berjalan melewati Flora untuk duduk di kap mobil Flora.
"Apa." Flora menyusul Daniel dan duduk di sebelah kekasihnya itu.
"Dia orang yang sudah mengirimkan bunga dan cokelat setiap waktu pada mu, dan dia memang sangat mencintai mu, Flora."
Daniel tidak mengalihkan pandangannya dari Flora. Ia ingin melihat seperti apa reaksi Flora setelah mendengar hal itu. Daniel pikir Flora akan sangat terkejut melihat itu, tetapi justru dirinya lah yang dibuat terkejut oleh respon Flora.
"Kenapa kamu malah tertawa? Apanya yang lucu?" Daniel merasa heran karena Flora tertawa terbahak-bahak.
"Daniel, Gio itu seorang playboy. Dia mempunyai pacar yang banyak dan kamu justru percaya dengan perkataan kakak sepupumu itu."
"Aku serius, Flora."
Flora berhenti tertawa. "Dengar Daniel!Kami pernah melakukan sebuah permainan 'siapa cepat jatuh cinta' yang lebih cepat jatuh cinta dia yang kalah dan mungkin itu salah satu triknya untuk membuat aku jatuh cinta padanya. Dan satu lagi Daniel Gio sudah berulang kali memintaku untuk menjadi kekasihnya dan juga istrinya tetapi aku tahu dia tidak serius."
__ADS_1
"Bagaimana kamu tahu jika dia tidak serius?"
"Melihat dari ekspresi wajahnya saja aku tahu jika dia hanya bercanda dan sedang menggoda aku."
"Tapi ...." Ucapan Daniel terpotong
"Sudahlah Daniel, hentikan ini! Sebenarnya dengan mengatakan ini apa yang ingin kamu buktikan?"
Daniel tersenyum lalu menyelipkan rambut Flora ke belakang telinganya. "Aku kadang cemburu melihat kedekatan dirimu dan Gio, Flora. Aku mengira kamu dan Gio memiliki hubungan yang spesial."
Flora meraih tangan Daniel lalu menggenggamnya. "Jika aku memiliki perasaan pada Gio, aku tidak akan kembali padamu Daniel."
Mendengar jawaban Flora membuat perasaan Daniel lega. Diusapnya sisi wajah Flora saat mereka mempertemukan pandangan mereka. Daniel lebih dulu memutus pandangan itu untuk mendaratkan kecupan pada kening kekasihnya.
"Terima kasih, Flora." Daniel menarik Flora ke dalam pelukannya.
Waktu sudah semakin gelap mengharuskan mereka berdua berpisah. Meskipun menghabiskan waktu berdua hanya sesaat saja, keduanya sudah sangat senang. Flora lebih dulu menarik diri dari pelukan Daniel.
"Aku pulang dulu," pamit Flora.
"Aku akan mengantarmu," ucap Daniel.
Memang Seruni tidak melarang Flora untuk dekat dengan Daniel, tetapi hanya untuk berteman dan untuk menjalin hubungan cinta kembali, Seruni belum mengizinkan karena khawatir akan perlakuan Mariana.
"Baiklah aku pulang dulu, sampai jumpa lagi," ucap Flora.
Daniel membukakan pintu mobil untuk Flora. Flora masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku kemudi. Setelah menyalakan mesin mobilnya, Flora menurunkan kaca mobilnya. Tangan Flora melambai ke arah Daniel, lalu melajukan mobilnya meniggalkan Daniel.
Sementara masih di tempat yang sama, Daniel masih berdiri dengan melambaikan tangan ke arah mobil Flora. Setelah mobil Flora melaju jauh dan hilang dari pandanganya, Daniel berjalan kembali ke tempat di mana mobilnya terparkir. Daniel masuk ke dalam mobil dan memasukan kunci pada kontaknya untuk menyalakan mesin mobil. Setelah mesin mobil menyala, Daniel mulai melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. Hatinya sangat bahagia ketika bisa kembali bersama dengan Flora. Namun, mendadak ia teringat akan Gio. Daniel berharap Gio bisa menerima saat mengetahui Flora kembali bersama dirinya.
Flora melajukan mobilnya di tengah-tengah kemacetan. Karena kemacetan itu membuat Flora pulang terlambat. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ketika Flora melaju di depan rumah Tiara, ia melihat Tiara akan dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Dengan segera Flora turun dari mobilnya dan menghampiri Tiara.
"Mas Adit, apa yang terjadi dengan mbak Tiara?" tanya Flora.
"Sepertinya Tiara mau melahirkan," jawab Adit.
"Aku akan menyusul ke rumah sakit," ucap Flora.
"Baiklah, Flora." Adit masuk ke dalam ambulans untuk menemani Tiara.
__ADS_1
Sebelum Flora menjauh dari mobil ambulans, Flora lebih dulu mengusap kening Tiara. "Sabar ya, Mbak."
Tiara tidak menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
Flora kembali masuk ke dalam mobilnya dan melesat kembali ke rumah tempat tinggalnya. Sampai di tempat tinggalnya, Flora langsung memanggil ibunya.
"Bu kita harus segera menyusul mbak Tiara ke rumah sakit. Mbak Tiara mau melahirkan," teriak Flora.
Seruni langsung menghentikan sertika bajunya, setelah mendengar teriakan Flora.
"Melahirkan?"
"Iya, Bu ... cepat Bu!"
"Iya Flora, sebentar ... ibu ambil tas dulu."
Seruni langsung melangkah cepat ke dalam kamarnya untuk mengambil tasnya. Setelah ibunya siap, segera mereka keluar dari rumah lalu mengunci pintu. Keduanya berjalan dan masuk ke dalam mobil. Flora kembali menyalakan mesin lalu melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit yang sudah diberitahukan oleh mas Adit sebelumnya.
Karena jalanan yang macet membuat Flora dan ibunya sampai di rumah sakit cukup lama. Flora dan ibunya keluar dari mobil dan menuju ruangan bersalin. Sampai di depan ruang bersalin, Flora melihat Tiara akan dipindahkan ke ruang perawatan. Segera Flora dan ibunya melangkah untuk menghampiri Tiara dan juga Adit.
"Selamat ya, Mbak sudah jadi ibu," ucap Flora. "Selamat juga untukmu, Mas Adit, sudah jadi ayah."
"Terima kasih, Flora," balas Adit.
"Iya Flora, terima kasih," lanjut Tiara.
"Ngobrolnya lanjut nanti ya, ibu Tiara harus beristirahat dulu," ucap perawatan yang ada di sana.
"Baik, Sus," ucap Flora.
Dua orang perawat kembali mendorong brankar untuk memindahkan Tiara ke ruang perawatan dengan bayi nya.
"Mas Adit, boleh aku yang bawa bayi nya?"
"Tentu saja." Adit membiarkan Flora mendorong box berisi bayinya.
Sepanjang perjalanan ke ruang perawatan, pandangan Flora terus mengarah pada bayi Tiara, bayi perempuan yang sangat cantik. Melihat bayi itu membuat Flora ingin segera menikah dengan Daniel dan memiliki momongan.
Flora berharap Mariana dan ibunya bisa merestui hubungannya dengan Daniel. Setelah keduanya memberikan restu maka dirinya dan Daniel bisa melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Kali ini Flora berharap tidak ada kendala lagi pada hubungannya dengan Daniel.
__ADS_1
Maaf gaes up nya lama ...