
Sikap Kenzo terlihat berubah setelah bertemu dengan seorang perempuan yang tidak Felicia kenal. Bukan hanya sikapnya, aura di wajahnya pun berubah. Ada kesedihan dan kemarahan yang terlihat di wajah Kenzo.
"Siapa perempuan tadi?" tanya Felicia.
"Bukan siapa-siapa," jawab Kenzo.
Keduanya berjalan ke toko perhiasan masih dengan tangan yang menyatu. Felicia merasa ada yang aneh dengan sikap Kenzo yang makin membuatnya merasa penasaran, apa yang sebenarnya terjadi dengan calon suaminya?
"Tapi ...." Felicia menghentikan langkahnya dan membuat langkah Kenzo pun berhenti.
"Apa lagi?" tanya Kenzo.
Felicia menunjukkan tangan mereka yang masih menyatu. "Bisa lepaskan tanganku!"
Kenzo menarik napasnya dengan kasar. Ia menarik tangannya, membuat genggaman tangan mereka terlepas. Kenzo melangkah pergi mendahului Felicia.
Felicia sendiri masih berdiri di tempatnya. Memandang penuh rasa kesal atas sikap Kenzo terhadap dirinya.
"Apa-apaan ini. Tadi dia manis sekali. Sekarang sikap menyebalkannya datang lagi. Dasar orang aneh," gerutu Felicia.
Felicia berjalan untuk menyusul Kenzo. Sepanjang perjalanan ke toko perhiasan Felicia tidak berhenti menggerutu dan memaki Kenzo di dalam hatinya.
Sampai di toko perhiasan Felicia menarik napas. Setelah itu ia berjalan ke tempat suaminya berada. Felicia merasa heran saat melihat Kenzo duduk di sofa yang ada di dalam toko itu.
"Kamu sudah memilih cincin untuk kita?" tanya Felicia.
"Belum." Kenzo menjawab tanpa melihat ke arah Felicia. Ia justru fokus pada telepon genggamnya.
"Apa? Apa yang kamu lakukan dari tadi di sini?" Felicia menarik napasnya untuk menahan emosinya yang ingin meledak.
"Kamu bisa 'kan memilihnya sendiri!" ucap Kenzo.
Aku tidak percaya ini.
"Ck, menyebalkan sekali." Felicia berjalan menjauh dari Kenzo. Ia berjalan ke dekat etalase toko itu untuk memilih cincin pernikahannya.
Sudah hampir lima belas menit Felicia berdiri di depan etalase untuk memilih cincin, tetapi ia masih belum menemukan cincin yang pas di hatinya.
Felicia menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Ia bingung harus memilih cincin yang mana dan dengan model seperti apa. Dalam kebingungannya Felicia dikejutkan dengan kedatangan Kenzo. Apalagi saat tangan Kenzo melingkar di pinggangnya.
"Mba, tolong tunjukkan cincin yang paling mahal di toko ini," pinta Kenzo.
Eh?
"Ngapain beli yang mahal-mahal. Buang-buang uang saja!" ucap Felicia.
"Tidak apa-apa. Untuk wanita spesial seperti kamu cincinnya pun harus yang spesial. Aku tidak peduli dengan harganya," ucap Kenzo.
Kenapa lagi Kenzo? Tumben bicaranya manis banget. Sakit apa? ini ada yang aneh.
Felicia memperhatikan Kenzo. Ia menolehkan pandangannya, mengikuti arah pandang Kenzo. Alis Felicia terangkat sebelah saat melihat perempuan yang sebelumnya bertemu dengan mereka.
Felicia yakin jika ada sesuatu di antara mereka. Percuma juga bertanya kepada suaminya, karena ia yakin Kenzo tidak akan mau bicara. Rasa ingin tahunya membuat Felicia berjalan menjauh dari Kenzo untuk mendekati perempuan itu.
__ADS_1
"Hai, Maaf." Felicia berucap tepat di hadapan perempuan itu.
"Ya, ada apa?" Wanita itu bicara dengan nada gugup.
"Namaku Felicia. Siapa namamu?" tanya Felicia.
"Aku Vera." Vera menjawab dengan gugup.
Felicia terus memperhatikan wanita yang sekarang ada di hadapannya. Meskipun Vera menjawab pertanyaan darinya, tetapi Vera selalu saja mencuri pandang ke arah Kenzo.
"Dari tadi aku melihatmu terus memperhatikan calon suamiku?" tanya Felicia. "Apa kamu mengenalnya?"
"I-ya," jawab Wanita itu.
"Apa kamu dan calon suamiku memiliki hubungan sebelumnya?" tanya Felicia tanpa basa-basi.
"Itu ... aku dan Kenzo ...." Vera meredam ucapannya saat melihat Kenzo berjalan ke arahnya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Kenzo bertanya pada Felicia, tetapi pandangannya melihat ke arah Vera.
"Aku hanya merasa penasaran dengan sesuatu hal," jawab Felicia.
"Kita ke sini untuk mencari cincin pernikahan kita." Kenzo bicara dengan lembut kepada Felicia. Tangannya pun bergerak di pipi Felicia untuk mengusap sisi wajah calon istrinya itu.
"Jangan membuang-buang waktu kita dengan orang yang tidak kita kenal," ucap Kenzo.
Sikap Kenzo yang sangat aneh itu membuat Felicia merasakan ada sesuatu yang ganjal. Satu hal yang Felicia yakini ada masalah di antara mereka hingga membuat Kenzo terlihat sangat membenci Vera.
"Ayo, Sayang." Kenzo membawa Felicia untuk menjauh dari Vera.
Sesekali juga Felicia memperhatikan Vera. Ada laki-laki dewasa yang mendekati Vera lalu membawa Vera pergi dari toko emas itu.
Siapa laki-laki yang bersama Vera?
"Ini saja," ucap Kenzo.
Felicia kembali fokus pada cincin dan juga Kenzo. Ia melihat cincin yang sudah Kenzo pilih. Sangat indah!
Setelah Kenzo membayar harga cincinnya, keduanya keluar dari toko itu.
"Kamu saja yang simpan cincinnya." Kenzo memberikan paper bag berisi cincin pernikahan mereka kepada Felicia.
Sikap Kenzo kepada Felicia kembali seperti semula. Tidak ada sikap lembut dan manis seperti yang ditunjukkan saat di depan Vera. Apa Kenzo sengaja bersikap lembut kepada dirinya untuk membuat Vera merasa cemburu?
Felicia merasa pusing dan kesal sendiri saat memikirkan hal itu.
Setelah mendapatkan cincin pernikahan mereka Felicia dan Kenzo memilih untuk kembali pulang. Keduanya kini sudah berada di dalam satu mobil yang sama lagi.
Felicia masih sesekali mencuri pandang ke arah suaminya. Awalnya ia merasa ragu untuk bertanya mengenai Vera. Akan tetapi rasa penasaran di dalam dirinya yang tidak tertahankan lagi membuat Felicia memberanikan diri untuk bertanya.
"Kamu pernah memiliki hubungan dengan Vera, 'kan?" tanya Felicia.
Kenzo menjawab? Tentu saja tidak. Laki-laki itu memilih untuk memejamkan matanya, duduk bersandar pada punggung kursi yang sedang ia duduki dengan melipat kedua tangannya, dan mengangkat satu kakinya ke atas pangkuannya.
__ADS_1
"Kenzo aku sedang bertanya padamu!" Felicia bicara dengan nada sedikit keras.
"Alan, hentikan mobilnya!" suruh Kenzo.
Mendengar perintah dari atasannya, Alan langsung menepikan mobilnya. Kenzo membuka matanya Setelah mobil berhenti. Ia mengarahkan pandangannya ke arah Felicia. Menatapnya seolah sedang mengintimidasi dirinya.
"Jika kamu masih banyak bertanya ... turun dari mobil ini," Kenzo.
Kenzo berbicara dengan suara lembut, tetapi terdengar sangat menyakitkan.
"Oke ... aku akan turun dari mobil ini. Aku juga bisa pulang sendiri." Felicia merasa harga dirinya sudah diinjak-injak oleh Kenzo, ia memilih untuk turun dari dalam mobil. Felicia keluar dari mobil Kenzo lalu menutup pintunya dengan keras.
Felicia berjalan menjauh dari mobil Kenzo. Ia rasanya sudah tidak tahan berlama-lama untuk mengahadapi sikap dingin Kenzo. Felicia menoleh dan melihat mobil Kenzo kembali melaju.
"Dia benar-benar meninggalkan aku," guman Felicia. "Ck, aku harus mencari taksi sekarang."
Felicia masih berdiri di tempat yang sama sambil menunggu taksi yang dipesannya. Tiba-tiba saja ada mobil yang berhenti tepat di hadapannya..
"Kenapa mobil ini berhenti di sini?" Felicia bertanya dalam hatinya.
Seseorang yang ada di dalam mobil itu menurunkan kaca mobilnya. Barulah Felicia tahu siapa yang ada di dalam mobil itu.
"Kenzi," ucap Felicia.
"Halo, calon kakak ipar," sapa Kenzi diikuti senyumnya.
Felicia melihat Kenzi keluar dari mobil dan menghampiri dirinya.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Kenzi. "Bukankah kamu pergi untuk mencari cincin bersama Kenzo?"
"Kami sudah mendapatkannya. Kami akan pulang tapi kakakmu menurunkan aku di sini," jawab Felicia.
"Benarkah? Aku tidak percaya Kenzo sekejam ini padamu," ucap Kenzi.
"Kenyataan aku ada di sini sendiri, 'kan? Kakakmu sungguh keterlaluan!" ucap Felicia.
"Baiklah aku minta maaf atas nama kakakku," ucap Kenzi.
"Ayo aku akan mengantarmu," ajak Kenzi.
"Apa aku tidak merepotkanmu?" tanya Felicia.
"Tentu saja tidak. Ayo masuklah!" Kenzi membukakan pintu mobil untuk Felicia.
"Baiklah, aku akan ikut denganmu. Ada sesuatu juga yang ingin aku tanyakan padamu," ucap Felicia.
Felicia masuk ke dalam mobil bersama dengan Kenzi. Keduanya duduk bersebelahan. Tidak lama setelah itu mobil kembali melaju, bergabung dengan kendaraan lainnya yang ada di jalanan.
"Baiklah, apa yang ingin kamu tanyakan padaku?" tanya Kenzi.
Felicia tidak langsung menjawab pertanyaan Kenzi. Ia berpikir sejenak, apakah dirinya harus bertanya atau tidak tentang hubungan Kenzio dan Vera pada Kenzi?
"Kakak ipar ...," panggil Kenzo.
__ADS_1
"Ada hubungan apa antara Kenzo dengan perempuan bernama Vera?" Akhirnya pertanyaan itu meluncur dengan cepat dari mulut Felicia.
"Oh itu. Vera itu mantan kekasih Kenzo," ucap Kenzi.