Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Kesalahpahaman


__ADS_3

Kenzo sedang dalam perjalanan menuju ke rumah barunya bersama Felicia. Dalam perjalanan ada nomor yang tidak dikenal mengiriminya pesan. Kenzo awalnya malas sekali untuk menanggapi nomor yang tidak di kenal itu, tetapi pada akhirnya ia membuka pesan itu atas desakan Felicia.


Kenzo membuka dan mulai membaca pesan itu. Ternyata dari mantan kekasihnya, Vera. Dalam pesan itu Vera meminta Kenzo untuk menemuinya. Awalnya Kenzo tidak ingin menemui mantan kekasihnya, tetapi Vera mengancam akan melenyapkan dirinya sendiri jika Kenzo tidak menemuinya.


Pikiran Kenzo menjadi cemas. Ia tidak mengerti ada apa dengan Vera, kenapa perempuan itu bisa mengatakan hal seperti itu. Dengan terpaksa Kenzo pergi menemui Vera. Bukan maksudnya untuk membohongi Felicia, tetapi jika terjadi sesuatu dengan Vera maka ia akan merasa bersalah.


Mobil Kenzo berhenti di alamat yang Vera berikan. Ternyata tempat itu adalah sebuah rumah kecil. Kenzo turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya. Setelah itu Kenzo menghubungi Vera kembali.


Kenzo keluar dari dalam mobil dan melangkah menuju ke depan rumah yang ditinggali oleh Vera. Sampai di depan pintu Kenzo mengetuk pintu berwarna cokelat itu.


Tidak lama pintu terbuka dari dalam dan memunculkan Vera dengan wajah penuh luka. Kenzo terkejut melihat itu. Padahal baru semalam ia bertemu dengan Vera dan semuanya baik-baik saja.


"Vera ... ada apa? Kenapa wajahmu?" tanya Kenzo.


Vera tidak menjawab, ia justru langsung memeluk tubuh Kenzo dan menangis di sana.


"Hei, Vera. Kenapa kamu menangis? Apa yang sebenarnya terjadi?" Kenzo bertanya lagi pada Vera.


"Suamiku memukuliku karena aku tidak mau melayaninya," jawab Vera di sela tangisnya.


"Aku takut sekali," ucap Vera.


"Sudahlah Vera jangan menangis," ucap Kenzo.


Vera menarik diri dari pelukannya bersama Kenzo. Ia meminta Kenzo untuk masuk ke dalam rumah kontrakannya.


"Ayo masuklah, aku akan menceritakan di dalam saja," ucap Vera.


"Baiklah," sahut Kenzo.


Vera dan Kenzo masuk ke dalam rumah yang ia sewa untuk beberapa waktu. Sampai di ruang tamu Vera mempersilahkan Kenzo untuk duduk di kursi.


"Silahkan duduk," ucap Vera. "Tunggulah di sini aku akan membuatkan kopi untukmu."


Kenzo duduk di kursi yang ada di ruangan itu, sedangkan Vera pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Kenzo. Beberapa saat kemudian Vera kembali ke ruang tamu dengan membawa secangkir kopi di tangannya.


"Ini minumlah," ucap Vera.


"Terima kasih," ucap Kenzo.


Kini keduanya duduk di ruang tamu. Setelah itu Vera mulai menceritakan apa yang terjadi setelah datang ke pesta itu. Kenzo merasa iba setelah mendengar cerita dari mantan kekasihnya.

__ADS_1


"Kamu harus bersabar, Vera. Kalau memang ini masih berlanjut, kamu bisa melaporkan suamimu ke polisi," ucap Kenzo.


"Itu tidak mungkin. Kamu tahu 'kan jika dia itu bukan orang biasa. Jika aku melaporkannya pasti dia akan berbalik melaporkan aku," ucap Vera.


"Kamu jangan takut aku pasti akan membantumu. Meskipun hubungan kita sudah tidak seperti dulu ... kita masih bisa berteman, 'kan?" ucap Kenzo.


Vera mengangguk. Wajah sedihnya berubah menjadi senyum. "Terima kasih, Kenzo."


Kenzo hanya bisa memberikan Vera sebuah nasihat, tanpa bisa membantu apapun. Karena Vera bukan lagi miliknya. Vera sudah sepenuhnya milik suaminya dan Kenzo tidak bisa ikut campur dalam urusan rumah tangga Vera.


Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Itu berati kenzo sudah berada di rumah itu hampir dua jam. Sudah sedari tadi Kenzo mengatakan jika dirinya harus pulang, tetapi Vera menahannya dengan alasan menunggu sampai temannya datang. Namun, sampai pukul 11 malam orang yang mereka tunggu belum juga datang.


Kenzo tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ia merasa tidak enak pada tetangga dan terutama pada istrinya. Baru satu hari mereka menikah dan kini dirinya meninggalkannya untuk menemui perempuan lain.


"Aku harus pulang, Vera. Ini sudah malam. Aku merasa tidak enak dengan tetanggamu dan juga —" Ucapan Kenzo dipotong oleh Vera.


"Dan juga istrimu?" sela Vera.


"Ya," sahut Kenzo.


"Baiklah, aku juga tidak berhak untuk menahanmu. Maafkan aku karena sudah merepotkan dirimu," ucap Vera.


"Selamat tinggal Vera," ucap Kenzo.


"Maafkan aku. Aku tidak sengaja," ucap Vera. Dalam hatinya Vera sangat sengaja.


"Tidak masalah. Aku akan menggantinya nanti setelah aku sampai di rumah," ucap Kenzo.


"Kamu bisa masuk angin jika terlalu lama memakai pakaian yang basah," ucap Vera.


"Aku akan menggantinya. Sepertinya aku membawa pakaian ganti di dalam mobilku," ucap Kenzo.


"Baiklah aku yang akan mengambilnya. Buka pakaian kotormu biar aku bawa ke mobil sekalian," suruh Vera.


"Baiklah." Kenzo membuka kemejanya yang tersiram kopi dan memberikannya kepada Vera. Beruntung pakaian dalamnya tidak terlalu basah.


"Baiklah akan aku ambilkan pakaianmu di dalam mobil," ucap Vera.


"Terima kasih, Vera," ucap Kenzo.


"Sama-sama," balas Vera.

__ADS_1


Vera keluar dari rumahnya untuk mengambil pakaian ganti milik Kenzo. Tidak sengaja Vera melihat ponsel Kenzo yang menyala.


Mata Vera melihat ada nama Felicia di layar ponsel milik Kenzo. Senyuman licik terlukis di bibir Vera. Setelah mengambil pakaian ganti untuk Kenzo, Vera juga mengambil ponsel Kenzo.


Panggilan dari Felicia sengaja Vera terima. Vera membawa ponsel itu tampa bicara apapun.


"Kenzo ini pakaianmu. Pakai pakaianmu kembali," ucap Vera.


Kenzo menerima pakaian yang diberikan oleh Vera lalu memakaikan ke tubuhnya.


"Vera aku harus pulang. Ini sudah malam," ucap Kenzo setelah memakai pakaiannya.


"Terima kasih sudah mau menemuiku dan menemaniku," ucap Vera.


Diam-diam Vera melihat ke layar ponsel Kenzo yang ia sembunyikan di balik tubuhnya. Sambungannya sudah terputus. Namun, Vera yakin jika Felicia sudah mendengar perbincangannya dengan Kenzo. Vera sangat berniat untuk membuat celah di dalam rumah tangga Kenzo dan juga Felicia.


"Ayo aku akan mengantarmu sampai mobilmu," ucap Vera.


Vera berjalan mengikuti Kenzo di belakangnya masih dengan menyembunyikan ponsel milik Kenzo di belakang tubuhnya. Sampai di samping mobil, Vera diam-diam menaruh ponsel milik Kenzo tanpa diketahui oleh pemiliknya.


Kenzo masuk ke dalam mobilnya dan segera melaju meninggalkan tempat itu. Dengan kecepatan penuh Kenzo melakukan mobilnya agar cepat sampai ke rumahnya.


Dalam hati Kenzo berharap istrinya tidak akan terlalu banyak bertanya. Karena Kenzo merasa tidak akan mampu menjawab dengan sebuah kebohongan lagi.


Jalanan yang kosong membuat Kenzo sampai dengan cepat ke rumahnya. Kenzo memberhentikan laju mobilnya ketika sampai di depan pintu gerbang. Setelah asisten pribadinya membukanya Kenzo kembali melajukan mobilnya masuk ke dalam rumahnya.


"Alan kamu dan Tania bisa pulang sekarang," ucap Kenzo.


"Baik, Pak." Alan menyahut dengan membungkukkan sedikit tubuhnya.


Kenzo masuk ke dalam rumah ternyata Felicia belum tidur. Istrinya sedang duduk di ruang tengah sambil membolak-balikkan majalah.


"Kenapa belum tidur?" tanya Kenzo.


"Belum mengantuk." Felicia menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah di atas pangkuannya.


"Ini sudah malam, tidurlah. Jika kamu sakit itu bisa merepotkanku," ucap Kenzo.


Felicia menaruh majalahnya ke atas meja dengan sedikit kasar. Mendadak perasaanya menjadi sensitif mendengar perkataan Kenzo.


"Seharusnya kamu yang istirahat. Kamu pasti lelah setelah mengurus pekerjaan yang mendadak tadi." Felicia beranjak dari sofa dan melangkah meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Meskipun ia menikah dengan Kenzo tanpa rasa cinta, tetapi ada rasa sakit yang dirasakan hatinya saat mengetahui jika suaminya memilih untuk menemui perempuan lain, padahal baru satu hari mereka menikah.


__ADS_2