Aku Ingin Dicintai

Aku Ingin Dicintai
Ekstra Part Gio dan Flora


__ADS_3

Di kediaman Gio dan Flora sedang ramai. Ada berbagai macam hiasan yang ada di rumah itu. Dari balon berwarna merah muda, boneka dengan berbagai bentuk, dan juga pita berbagai warna. Hari itu adalah hari ulang tahun Felicia yang ke lima tahun. Dari barang-barang yang ada, semua orang tahu jika kedua orang tuanya sangat memanjakan Felicia.


Lagu selamat ulang tahun sedang dinyanyikan oleh tamu yang menghadiri pesta itu. Felicia terlihat senang sekali saat acara ulang tahunnya dirayakan serta saat ia mendapatkan kado yang begitu banyak.


Pesta masih berlangsung, semua orang juga sedang menikmati berbagai macam makan yang disuguhkan. Terlihat Gio dan Flora sedang mengobrol bersama keluarga mereka. Tidak berselang lama mereka dikejutkan dengan suara tangisan serang anak. Segera Gio dan Flora menghampiri anak yang menangis itu.


Flora segera membangunkan anak laki-laki seumuran dengan Felicia. Flora juga sangat mengenal anak itu. Dia adalah Kenzo, anak pertama Evano dan Violetta.


"Kamu kenapa menangis, Nak?" tanya Flora dengan suara lembutnya.


"Aku yang dorong, Mah." Felicia menjawab dengan suaranya yang terdengar lucu itu.


"Kenapa kamu dorong temen kamu, Feli?" tanya Gio.


"Kenzo bilang aku gendut," jawab Felicia.


Flora dan Gio menahan tawa mereka. Memang benar sekali yang dikatakan oleh Kenzo, anaknya itu memang gemuk.


"Tapi kamu jangan dorong Kenzo. Lihat dia sampai menangis," ucap Flora.


"Biarkan saja. Dasar cengeng," ejek Felicia.


"Feli jangan seperti itu, Sayang," ucap Gio.


Felicia langsung terdiam jika ayahnya yang sudah berbicara.


"Kenzo."


Flora dan Gio menoleh ke asal suara. Mereka melihat Evano dan Violetta mendatangi mereka. Flora membiarkan Kenzo untuk bersama kedua orang tuanya.


"Kenapa kamu menangis, Nak?" tanya Violetta.


"Maafkan kami, Violetta. Kenzo menangis karena Felicia yang mendorongnya," ucap Flora.


"Tidak masalah, Flora. Ini hanya pertengkaran anak-anak," ucap Violetta.


Violetta mengakup kedua sisi wajah anaknya lalu mengusap jejak air mata di pipi Kenzo.


"Jagoan mamah gak boleh menangis," ucap Violetta dengan suara lembutnya.


Kenzo mengangguk lalu berhenti menangis.


"Felicia, ayo minta maaf sama Kenzo," suruh Gio.


Awalnya Felicia menggelengkan kepalanya dan menolak untuk meminta maaf. Namun, Gio berhasil membujuknya. Felicia mengulurkan tangannya untuk meminta maaf kepada Kenzo.


"Aku minta maaf ya, Kenzo," ucap Felicia.


"Iya gendut." Kenzo langsung membungkam mulutnya sendiri membuat semua orang tertawa. "Maksud aku Felicia."


Tanpa diduga Kenzo mencium pipi tembem Felicia yang makin membuat semua orang tidak bisa menahan tawa mereka lagi. Semua orang terlihat sangat gemas melihat tingkah kedua anak berusia lima tahun itu.

__ADS_1


Acara ulang tahun Felicia selesai pada sore hari. Semua tamu undangan juga sudah meninggalkan rumah itu. Hal yang paling Felicia tunggu adalah acara buka kado.


Berbagai macam kado Felicia dapatkan pada setiap hari ulang tahunnya. Bahkan Gio dan Flora menyiapkan kamar khusus untuk menyimpan seluruh kado milik Felicia.


"Ayo, Nak kita mandi. Terus kamu istirahat," ajak Flora.


"Iya, Mah," sahut Felicia.


*****


Keesokan harinya


"Flora, Gio," panggil Seruni.


"Ada apa, Bu." Flora dan Gio menyahut secara bersamaan.


"Felicia mau ibu ajak pergi. Boleh, 'kan?" tanya Seruni.


"Ibu mau ajak Felicia ke mana?" tanya Gio.


"Ibu ada acara arisan di rumah teman tante kalian. Tante kalian mengajak Bianka, makanya ibu mau ajak Felicia," jawab Seruni.


"Oh. Silahkan, Bu," ucap Gio.


Gio bersorak dalam hatinya. Dengan kepergian Felicia dirinya bisa menghabiskan waktu berdua dengan Flora.


"Felicia mau 'kan ikut sama nenek?" Seruni bertanya pada cucunya.


"Ibu ajak mba Mirna saja, biar ibu gak kerepotan di sana," suruh Gio.


"Baik, Nak," sahut Seruni.


"Felicia boleh main sama Bianka tapi jangan nakal ya," ucap Flora.


"Iya, Mah," sahut Felicia.


Flora mengantar ibu dan juga anaknya sampai mobil yang akan membawa mereka. "Felicia jangan nakal ya sama nenek. Jangan bikin nenek repot juga."


"Iya, Mah. Daah, Mamah." Felicia melambaikan tangannya ke arah Flora setelah mobil yang dinaikinya melaju.


Flora kembali masuk ke dalam rumahnya setelah mobil yang membawa Felicia dan ibunya menjauh. Langah kakinya membawanya ke tempat biasanya ia tidur yaitu kamarnya. Saat masuk ke dalam kamarnya ia terheran saat suaminya sudah rapi.


"Kamu mau pergi ke mana, Sayang?" tanya Flora.


Gio tidak langsung menjawab, tetapi justru ia menarik pinggang Flora untuk mengikis jarak di antara mereka.


"Ayo kita habiskan waktu hanya berdua saja," ucap Gio.


"Jadi kamu mengajakku kencan?" tanya Flora.


"Itu juga kalau kamu mau. Tapi kalau kamu tidak mau ... aku bisa mengajak perempuan lain," ledek Gio.

__ADS_1


Flora memasang wajah galaknya. Tangannya langsung mencengkram kaos suaminya. "Jangan berani macam-macam."


"Galaknya istriku," goda Gio.


Gio melingkarkan tangannya ke bagian bawah bokong Flora lalu mengangkat tubuh istrinya.


"Gio apa yang kamu lakukan? Cepat turunkan aku!" Flora melingkarkan tangannya ke leher Gio karena takut dirinya akan jatuh.


"Aku tidak akan menurunkanmu jika kamu tidak mau pergi berkencan denganku," ucap Gio.


"Oke baiklah ... aku akan pergi denganmu, Suamiku," ucap Flora.


Gio menurunkan Flora agar istrinya bisa bersiap-siap. Akan tetapi saat istrinya sedang bersiap-siap Gio pun tidak membiarkan istrinya tenang begitu saja. Ada saja ulah Gio untuk mengganggu istrinya.


"Sayang, hentikan!" Flora mencoba menghentikan ulah suaminya yang sedang menciumi punggungnya.


"Kapan lagi aku bisa melakukan ini," ucap Gio. "Jika anakmu ada di rumah, aku tidak bisa melakukan ini."


"Iya aku tahu. Tapi aku tidak akan selesai kalau kamu terus saja menggangguku seperti ini," ucap Flora.


"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu." Gio menghentikan ulahnya dan memilih untuk duduk di tepi ranjang.


Dengan sabar Gio menunggu istrinya yang tengah bersiap. Sesekali juga Gio menghela napasnya saat istrinya belum juga selesai. Padahal sudah setengah jam yang lalu ia menunggunya.


"Sayang, kamu mau berdandan seperti apa lagi. Tidak biasanya kamu selama ini?" tanya Gio.


"Sebentar lagi," jawab Flora.


"Aku akan tertidur jika menunggumu berdandan sebentar lagi," ledek Gio.


Flora terkekeh melihat pantulan tubuh suaminya dari cermin yang ada di hadapannya. Apalagi saat melihat ekspresi kesal di wajah suaminya. Terlihat sangat menggemaskan.


Flora beranjak dari meja rias setelah memakai pewarna bibir. Ia ambil tas kecil sebelum menghampiri suaminya.


"Ayo aku sudah siap," ajak Flora.


Gio mengalihkan pandangannya. Ia sedikit terkejut saat melihat penampilan Flora. Tumben sekali Flora memakai pewarna lipstik dengan warna terang dan pakaian yang menampilkan lekuk tubuhnya.


"Ada apa? Kenapa kamu diam saja?" tanya Flora.


"Penampilan kamu berbeda." Gio menjawab dengan memperhatikan penampilan Flora dati atas hingga bawah.


"Lagi pengin saja," jawab Flora.


Padahal alasan Flora sebenarnya adalah supaya suaminya tidak memperhatikan perempuan lain selain dirinya.


Dengan semangat Gio beranjak dari tempat tidur. Ia raih pinggang istrinya untuk mempersempit jarak di antara mereka. Bukan hanya itu saja Gio mendekatkan wajahnya ke dekat telinga Flora dan berbisik di sana.


"Kita gak usah pergi ya. Kita bikin adik saja buat Felicia."


Kalau gak ada halangan Season ke 2 akan mulai tanggal 1 September ya.

__ADS_1


__ADS_2