
Selamat membaca ya 🤓
Semoga suka 🌺
Maaf kalau banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌺
Darren menurunkan kedua anaknya di sofa dan naik ke kamarnya untuk berganti baju dulu. Darren pun kembali turun hanya mengenakan sebuah singlet dan celana bermuda selutut.
"Ratna,, kamu sudah boleh pulang. Kan sudah ada aku." kata Darren.
"Tapi anak anak kan belum makan malam." sahut Ratna.
"Ini aku mau masak buat mereka." kata Darren lagi.
"Aku bantu ya,,," Ratna menawarkan diri.
Darren tampak tidak ingin mengizinkannya namun sebelum dia berkata kata,, Ratnasl sudah terlebih dulu membuatnya tak bisa menolak.
"Kalau aku bisa melihat apa saja bahan dan bumbu serta caramu memasak menu makan malam buat anak anak,,, kan kamu bisa lebih tenang meninggalkan mereka bersamaku. Siapa tau suatu saat kamu diharuskan lembur,,, kan tidak mungkin mereka harus menunggumu pulang baru makan malam??" kata Ratna.
Alasan yang cukup pandai dari Ratna dengan mengatasnamakan kepentingan dan hal terbaik untuk anak anak membuat Darren tidak bisa berkutik.
Ratna pandai mencari celah pada diri sang single daddy.
"Tunggu ya,,, aku mau ajak Rayya memasak dulu." kata Darren.
"Kenapa harus ajak Rayya Dare,,, kan bahaya kalau anak kecil di dapur,," Ratna mengingatkan.
"Dia tidak akan mengganggu. Lagipula dia suka menemaniku masak. Tunggu ya,,," Darren langsung meninggalkannya dan mencari Rayya di kamarnya.
"Huh,,, anak itu akan mengganggu,," sungut Ratna.
Darren membuka pintu kamar Rayya.
"Rayya mau ikutan ayah masak gak malam ini?? Ayah mau masak nih,,,, Ada mbak Ratna juga lho di dapur,,," kata Darren.
"Mau ayah,,, maaaauuuu,,," Rayya mengatakannya hingga bibir mungilnya maju dan terlihat lucu.
Darren gemas melihatnya. Langsung digendongnya Rayya menuju ke dapur. Ratna terlihat tersenyum melihat kehadiran Rayya.
"Apa benar kata ayah kalau Rayya suka masak??" tanyanya.
"Iyaa mbak Na,,," kata Rayya yang sudah di dudukkan Darren di meja dapur.
"Mbak Na temenin Rayya sama ayah masak ya,,," kata Ratna.
__ADS_1
Rayya pun mengangguk senang dan mulai memperhatikan Darren yang mulai sibuk menyiapkan bahan. Ratna yang sebenarnya sudah malas dan tak ingin membantu lagi akhirnya dengan terpaksa ikut membantu.
"Aku ini ingin hanya berdua saja denganmu Dare,,, tapi malah ada anakmu." sungutnya dalam hati.
Tak butuh waktu terlalu lama sampai akhirnya masakan untuk makan malam pun siap. Masih dengan rasa tidak relanya Ratna menyibukkan diri menata meja makan.
Dia pun lalu memanggil Levi setelah Darren memintanya. Levi keluar dari kamar dan duduk menunggu semuanya berkumpul di meja makan.
Rayya masih dalam gendongan Darren sembari membawa menu utama makan malam mereka. Meski hanya ayam panggang namun untuk seorang Darren,,, bisa membuat ayam panggang adalah satu kemajuan pesat.
"Ayo kalian cicipi ayamnya,,,, enak gak??" tanya Darren pada semua yang ada di sana termasuk Ratna.
"Enak ayah,,, enak cekali,,," jawab Rayya yang memang selalu memuji masakan Darren.
Levi pun kemudian mengatakan hal yang sama. Darren mengucapkan terima kasih pada keduanya lalu mengalihkan pandangannya pada Ratna.
"Gimana Na?? Enak gak??" tanyanya.
Ratna tersenyum manis. Lesung pipitnya menambah kesan manis tersendiri.
"Lumayan untuk seorang single daddy,,," pujinya.
"Kamu bisa aja Na,," Darren tersipu.
Dirinya pun menyendok nasi dan mulai makannya sambil sesekali membantu mengelap buliran nasi yang ada di pipi Rayya.
Ratna memperhatikan semua yang dilakukan Darren. Dalam hatinya dia sangat senang karena Darren makin matang,,, makin kesini auranya makin terpancar.
"Aku harus bisa mendapatkanmu Dare,,," batin Ratna.
Makan malam itu sedikit terhenti saat ada suara ketukan di pintu depan. Ratna heran kenapa ada yang bisa masuk melewati pagar depan yang selalu hanya bisa dibuka dengan remote.
"Biar aku yang buka,,, lanjutkan saja makanmu Dare,," kata Ratna yang memang sudah selesai makannya.
Darren hanya mengangguk. Sebenarnya Darren tau pasti yang datang adalah Dion karena hanya Dion yang punya akses melewati pagarnya.
Yang diherankannya hanya kenapa Dion datang lagi malam begini.
Ratna berjalan mendekati pintu lalu memutar kuncinya.
Kleeekk,,,
Pintu terbuka. Wajah Ratna berubah. Begitu pula wajah sang tamu yang datang berdua itu. Hana memandang aneh seorang wanita yang ada di rumah Darren danbuka pintu untuknya dan Dion.
"Kamu siapa ya??" tanya Hana.
"Aku,,, aku,,," Ratna bingung.
"Sayang,,, dia baby sitternya Levi dan Rayya yang baru mulai hari ini bekerja. Dia ini teman kami semasa sekolah dulu. Halo Ratna,, apa kabar??"
__ADS_1
Dion yang tadi sempat memucat melihat Ratna akhirnya bisa menguasai dirinya dan memperkenalkan Ratna pada Hana.
"Ratna,, ini Hana istriku. Sayang,,, ini Ratna." kata Dion saling memperkenalkan.
"Hai Ratna,,, senang berkenalan denganmu. Oh ya, mana Darren??" tanya Hana yang tak merasa harus mengenal Ratna lebih jauh lagi.
"Ada di dalam. Silahkan,,," ucap Ratna.
Hana langsung saja masuk dan mencari Darren. Dirinya yang memaksa Dion mengantarkannya menemui Darren karena ingin berterima kasih langsung pada Darren yang akhirnya memberikan Dion cuti.
Terdengar obrolan sayup sayup antara Hana dan Darren di dalam. Dion dan Ratna masih berdiri di ambang pintu.
"Kamu apa kabar Na,,,?" tanya Darren.
"Seperti yang kamu lihat,,, hanya terpuruk dan bisanya jadi baby sitter saja. Hanya bisa menjaga anak orang lain tapi tidak bisa menjaga anak sendiri." sahut Ratna ketus.
Dion menghela napas.
"Maafkan aky Na,,, Sungguh aku minta maaf padamu atas semua kesalahanku padamu. Tapi aku mohon padamu,,, jangan sampai Darren dan Hana tau tentang kita,,," pinta Dion.
"Itu semua tergantung pada caramu memperlakukan aku sekarang. Tuhan sudah begitu baik mempertemukan aku dengan kalian setelah sekian lama aku menderita,,," ketus Ratna.
"Na,, aku mohon jangan libatkan Darren dalam masalah ini. Dia tidak tau apa apa Na,,," kata Dion setengah berbisik.
"Aku tau,,, tapi aku masih sakit hati!!!" jawab Ratna.
"Na,, aku sudah minta maaf kan,,, Please Na,,," pinta Dion lagi.
"Apa ini berarti kau ingin mengusirku sekali lagi dari hidupmu?? Apa arti semua ini Dion?? Katakan!!! Belum puas kamu menyakitiku??" Suara Ratna semakin tertahan karena emosinya.
Dion hendak menyahut lagi saat Hana tiba tiba memangilnya.
"Sayang,,, ayo masuk. Tuh Darren di sana." kata Hana tanpa curiga pada keduanya.
"Oh,, iya sayang,,, iya,,, aku temui Darren dulu ya Na,,," kata Dion.
Ratna hanya mengangguk tanpa mengangkat wajahnya dan kemudian menutup pintu.
"Kenapa pria itu harus bertemu denganku lagi tuhan,,, Pria itu hanya membuka luka lamaku. Pria itu yang telah mengubahku menjadi wanita penuh dendam dan ambisi pada laki laki,,," batin Ratna kesal.
"Dare,,, aku pamit pulang dulu ya,," ucap Ratna memotong pembicaraan antara Darren dan Dion.
"Kamu yakin Na,,,? Tidak ingin ngobrol sama kita dulu??" tanya Darren.
"Tidak Dare,, lainkali saja,," Ratna langsung keluar.
Dion kembali menghela napasnya.
°\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih 🌺