
Sementara itu,,,,
"Bolehkah kalau aku saja nanti yang adzan untuk bayimu Chai?" tanya Ray
"Jika itu tidak merepotkanmu maka aku tidak akan keberatan walaupun,,,, " Chaira tak melanjutkan bicaranya
"Apa kamu masih tak ingin menghubunginya?" tanya Ray lagi
Chaira menggeleng. Ray pun tak ingin memaksanya. Lagipula dia akan sangat senang jika Chaira benar benar mengijinkannya.
Bukan karena dia ingin menarik simpati Chaira namun dia tulus ingin membantu.
"Baiklah kalau begitu,,, hubungi saja aku kapan pun kamu membutuhkanku" ujar Ray
"Terima kasih Ray. Kamu sudah terlalu banyak menolongku selama ini" kata Chaira
Ray tersenyum kemudian segera pamit dan meninggalkan butik Chaira. Chaira memandang punggung pria yang telah hampir sebulan ini banyak membantunya.
Rayhan Putra,,,
Ray adalah teman sekampus Chaira dan Darren waktu itu. Ray mengambil fakultas yang sama dengan Chaira. Dari dulu Ray selalu kagum pada pribadi Chaira.
Ray mengenal Chaira jauh sebelum muncul Darren. dia adalah teman pria satu satunya yang akrab dengan Chaira. Mereka sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan dulunya atau sekedar makan di pinggiran.
Ray mencintainya dan dia pun tau itu. Hanya saja Chaira selalu bilang padanya bahwa dia tidak bisa atau tidak mau pacaran. Ray yang waktu itu merasa belum siap menikah terpaksa memupus cintanya dan menyematkannya di palung hatinya yang terdalam.
Saat ini dia adalah salah satu pengusaha sukses yang banyak memiliki perusahaan terkenal. Walau begitu dia masih saja single.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Flashback_pertemuan_Chaira_Ray
"Assalamualaikum,,, Ray bukan ya?" tanya Chaira pada seorang pria yang baru saja keluar dari mobil dan akan menutup gerbang rumahnya.
"Waalaikumsalam,,,, " Pria itu tampak tak berani menebak siapa wanita bercadar yang menyapanya
Sekian lama berpikir,, Dia tersenyum karena berhasil mengingat seseorang.
"Chaira???" tebaknya yakin
"Alhamdulillah kamu masih ingat" sahut Chaira
__ADS_1
Ray tertawa mendengar ucapan Chaira.
"Bagaimana mungkin aku melupakan satu satunya pemberi alasan kenapa aku masih bertahan single?" batinnya
"Sedang apa kamu disini Chai?" tanya Ray yang baru sadar kenapa Chaira bisa berada disitu
"Aku hanya sedang lewat saja. Aku baru dari butikku dan aku ingin pulang. Aku tinggal tepat di sebelah" kata Chaira menunjuk sebuah rumah.
"Dan kamu,,, apa ini rumahmu?" Chaira kembali bersuara
"Ya ya,, ini rumahku Chai" sahut Ray berbinar
"Mampirlah,,," lanjutnya
"aku masih seperti dulu Ray" suara lembut Chaira mengingatkan Ray akan kebiasaan temannya yang tak pernah mau mengunjungi rumah teman prianya.
"Ohh maksudku lain kali,,, Bersama Darren" kata Ray berusaha meralat bicaranya
Chaira tak menjawab.
"Aku pamit ya,, Assalamualaikum" ucapnya kemudian
"Waalaikumsalam Chai,,, hati hati ya" ucap Ray
Ray baru masuk saat memastikan telah melihat Chaira masuk dan menutup gerbangnya.
"Ya tuhan kenapa KAU pertemukan lagi aku dengan dirinya? Aku yang masih dengan hati dan perasaan yang sama pada dirinya dan dia yang sudah tak bisa ku miliki lagi,,, Dia sudah bersuami dan saat ini sedang hamil besar. Entah sudah anak ke berapa yang dikandungnya. Yang jelas aku merasa sangat menyesal tak memiliki cukup keberanian waktu itu" lirih Ray
"Tapi kenapa Darren yang kaya raya itu tidak mengantar istrinya dan malah membiarkannya berjalan sendiri begitu???" pikirnya
"Hmmm dasar orang kaya sibuk" batinnya
Ray segera masuk.
Dia kendorkan dasinya dan melemparkan ujung dasi itu ke belakang melewati pundak kirinya. Dia mulai memanjat dan mengambil sebuah kotak dari atas lemari.
Dia meniup debu tipis yang menempel di kotak itu sebelum membukanya.
"Aku telah lama meletakkan kotak ini ditempat yang sulit ku jangkau agar aku tak terus saja memikirkan dan terus mengingat segala sesuatu tentangmu. Namun hari ini kenyataannya berbeda. Tuhan sendiri yang membuka semua kenangan tentangmu Chai" ucapnya sendiri
Dia tersenyum saat mulai membuka isi kotak itu. Segala kenangan bersama Chaira disimpannya disitu. Baik itu berupa foto mereka berdua dalam setiap momen kebersamaan mereka maupun foto foto Chaira yang diambilnya diam diam dengan kamera yang dulu selalu ada di lehernya.
__ADS_1
Ray dulunya hobi fotografi namun dia memutuskan tak mendalaminya dan hanya dipakai untuk sekedar hobi saja.
Itu pun terakhir kali dilakukannya saat dia mendengar bahwa Chaira telah menerima Darren menjadi tunangannya. Dia tak lagi membawa kamera bersamanya kemana pun dia pergi.
Dia tak ingin lagi memfoto gadis mana pun.
Dia kembali tersenyum saat melihat kamera itu pun berada dalam kotak kenangannya itu.
"Sampai detik ini,,, cinta itu masih bersemi Chai" lirihnya.
Untuk beberapa lama dia tenggelam bersama kenangannya bersama Chaira.
Dari awal pertemuan itu Ray tau bahwa Chaira tak tinggal bersama Darren. Tentunya dia tak mendengar hal itu langsung dari Chaira namun dia berusaha mencari tau sendiri. Dalam waktu seminggu Ray berhasil mengumpulkan semua informasi tentang Chaira dan Darren.
Hingga akhirnya Chaira tak bisa lagi mengelak saat Ray langsung membahas Darren. Akhirnya Chaira dengan gamblang menceritakan permasalahannya karena Ray memang sudah tau semuanya.
Chaira tak marah saat Ray jujur mengatakan bahwa dirinya telah mencari tau semuanya tanpa sepengetahuannya karena dia tau Ray melakukan hal itu semata karena dia lah satu satunya temab yang bisa dipercaya dan peduli pada dirinya.
Ray tidak sering mengunjungi Chaira walau tau dia tinggal sendiri. Ray bahkan hanya mengunjungi Chaira di butiknya saja karena dia tau Chaira tidak mempermasalahkan jika memang mereka bertemu du tempat yang banyak orang. Tidak berdua saja agar tak mengundang fitnah.
\=\=\=\=\=\=
Back,,,,
"Kak,, sepertinya Ray menaruh perasaan padamu" kata Rosa yang mengamati gerak gerik Ray
"kakak tau" sahut Chaira
"Apa??? Jadi kakak sudah tau?? Apa tidak terlalu cepat kak? Aneh kan pria yang baru sebulan mengenal kakak langsung mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada kakak. Jangan jangan dia hanya ingin numpang hidup saja sama kakak yang dilihatnya sukses" Rosa yang tak mengetahui siapa Ray mulai berpikiran curiga
"Huuusssttt, gak boleh begitu." kata Chaira
"Sini kakak ceritakan,,,,,,, " Chaira menceritakan siapa Ray dari awal mereka kenal hingga saat itu.
"Wahhhh,,, apa jangan jangan dia masih single karena belum bisa move on tuh dari kakak" kata Rosa
"Jangan mikir aneh aneh deh Ros,,, Ingat walau seperti apa pun perasaan dia pada kakak,,, Kakak ini masih berstatus istri" tukas Chaira agar Rosa berhenti membuat asumsi asumsi tentang Ray
"Ahh pokoknya Rosa yakin tebakan Rosa benar" Rosa tetap ngotot
Chaira tertawa dengan kelakuan Rosa. Ditepuk tepuknya bahu adik tirinya itu.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaaaaa
Terima kasih 😍