BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 51


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹


"Pancakenya enak banget loh Ray,,,ya,,," seru Darren namun terhenti saat pemilik nama itu tetap tak bergeming dan terus memandangi kakaknya yang juga tengah menyantap pancake buatannya.


Darren heran melihat tatapan Rayya pada Levi kali ini.


"Rayya,,, Ray,,," Darren menyentuh tangan Rayya yang ada di atas meja.


"Eh,, Iya ayah. Ayah bilang apa tadi??" tanya Rayya gugup dan berusaha keras mengubah sorot matanya.


"Kok melamun?? Ayah cuma bilang pancakenya enak banget. Iya kan Levi??" tanya Darren pada Levi yang langsung menghentikan kunyahannya.


"Ii,,iya enak banget ini. Kamu pinter masak deh Ayya,,," ucap Levi yang juga kali ini terdengar aneh nada bicaranya oleh Darren.


"Oh enak ya,,,baguslah kalau begitu. Rayya cobain juga dulu ya,,," Rayya cepat cepat menyibukkan dirinya dengan pancakenya.


Terlihat buru buru tapi sebenarnya tak berselera. Darren masih memperhatikan tingkah Rayya. Lalu saat matanya beralih pada Levi,,, Darren pun tak sengaja menangkap Levi yang sesekali mencuri pandang pada Rayya.


"Ada apa sebenarnya dengan mereka? Apa mereka,,,,?" batin Darren curiga.


Tapi kecurigaan itu disimpannya dalam dalam dan tak ingin berasumsi lebih dulu. Darren berusaha mengalihkan kecurigaannya itu dengan berpikir mungkin ini hanya pikirannya saja yang salah.


"Tidak mungkin mereka,,,Ah Darren jangan ngawur. Mereka anak anak baik yang sudah dibekali pendidikan agama sejak dini bahkan hingga kini kamu pun masih terus memenuhi cangkir mereka dengan ilmu agama. Tidak mungkin mereka tidak paham,,," Darren bicara pada dirinya sendiri dan menepis asumsinya.


"Ayah,,,Levi duluan ya. Mau mandi terus mau keluar." ucap Levi yang sudah menyelesaikan sarapannya.


"Keluar kemana sih kak?? Gak biasanya keluar hari minggu. Kalau kakak keluar terus Rayya siapa yang nemenin??" protes si cantik.

__ADS_1


"Kan ada ayah,,," sahut Levi acuh.


"Rayya ikut pokoknya!!!" ucap Rayya.


"Gak usah. Kakak mau pergi sendiri." tolak Levi.


"Ngeselin deh,,," sungut Rayya.


Levi cuek dan menuju ke kamarnya meninggalkan Rayya yang masih bersungut sungut. Wajah cantik itu berubah menjadi wajah cemas dan curiga setelah Levi berpamitan.Entah cemas karena apa dan curiga karena apa,,, Darren yang sedari tadi memperhatikan tak tau jawabannya.


"Rayya ke kamar saja deh ayah." sungut Rayya tak menunggu jawaban Darren dan langsung saja naik ke kamarnya.


Darren lagi lagi heran dengan sikap keduanya. Rayya bahkan lupa bahwa tiap hari minggu dirinyalah yang bertugas membereskan meja makan setelah mereka makan.


Darren geleng kepala saja dan dirinya sendirilah yang membereskan meja itu. Setelah itu Darren menuju ke kamarnya sendiri. Mengambil foto Chaira dari atas nakasnya.


"Apa kabarmu pagi ini bidadariku?? Semoga senyum bahagia masih tetap selalu menjadi milikmu. Bidadariku,,, Hari ini aku baru menyadari bahwa kedua anak kita telah beranjak dewasa. Keduanya sama sama sedang jatuh cinta." ucap Darren sambil mengusap foto Chaira.


"Mari kita sama sama berdoa untuk kebahagiaan mereka. Mari kita berdoa agar mereka bisa menemukan pasangan yang benar benar tepat dan tidak akan pernah mengalami kegagalan dalam berumah tangga seperti kita,,," lanjutnya kali ini dengan airmata yang mulai menitik di bingkai foto itu.


Wajah dalam foto itu pun makin pudar karena pandangan matanya yang makin dihalangi airmatanya.


"Maafkan hamba ya Rabb atas semua kelalaian hamba sebagai suami bagi bidadari hamba ini,,, Maafkan hamba yang telah lalai sebagai ayah bagi anak hamba Levi dulunya,,, Jangan hukum hamba dengan memberi penderitaan dan rasa sakit yang sama karena cinta pada putra putri hamba." doa Darren.


"Ayah,,," Levi sudah masuk dan berdiri di depan ayahmya yang menangis memandangi foto bundanya.


Hatinya perih melihat ayahnya yang begitu bersedih membayangkan dan mendoakan dirinya dan Rayya agar tak sampai mengalami derita yang sama. Levi sedih membayangkan jika sampai ayahnya tau bahwa Rayyalah yang mengganggu hatinya saat ini.


"Kasihan ayah. Mungkin aku memang harus melupakan Rayya. Mungkin aku juga hanya harus berpikir bahwa apa yang kurasakan ini hanyalah tipuan belaka. Aku memang sayang pada Rayya tapi bukan berarti aku cinta. Aku hanya ingin melindunginya saja. Benar Levi,,, Yakinkan dirimu bahwa apa yang kamu pikirkan tentang Rayya hanya sebatas perasaan sayang kakak pada adiknya. Kamu hanya perlu membuka diri dan bergaul di luar sana sampai akhirnya kamu bisa menemukan cinta yang tepat,,, Bidadari yang tepat seperti yang sudah ayah sebutkan dalam doanya." batin Levi.


"Eh Levi,,, Sudah mau berangkat ya??" Darren menghapus airmatanya dan setengah terkejut mendapati Levi sudah berdiri di depannya.


Namun mengingat dirinya tadi tak menutup pintu kamarnya,,, Darren tak heran jika Levi langsung masuk.

__ADS_1


"Iya ayah. Levi pakai mobil ya." Levi meminta ijin.


"Iya hati hati ya. Jadi ajak adikmu gak??" tanya Darren.


"Nggak ayah. Levi mau ketemu teman teman Levi soalnya. Nanti Rayya gak nyaman takutnya." sahut Levi sembari tersenyum.


"Baiklah kalau begitu. Nanti biar ayah yang bicara sama adikmu ya. Biar gak ngambek terus tuh,,," ucap Darren juga tersenyum.


"Terima kasih ya ayah,,," ucap Levi.


Diciumnya punggung tangan Darren lalu keluar menuju ke mobilnya dan meninggalkan rumah. Meninggalkan semua rasa terhadap Rayya dan membuangnya jauh jauh.


"Tindakanmu ini sudah paling benar Levi. Buang jauh jauh rasa itu karena itu tidak benar dan dilarang agama. Jangan bebani ayah dengan drama percintaan konyolmu ini. Ayah sudah cukup rapuh dengan cintanya pada hudna jadi kamu jangan lagi aneh aneh. Sudah saatnya ayah senyum bahagia melihatmu juga bahagia. Menikah,,, punya anak dan syukur syukur bisa memberi ayah cucu. Semangat Levi,,,Lupakan cinta bodohmu ini demi ayah. Demi ayah tersayang,,," tekad Levi sudah bulat.


Mobil itu terus melaju menjauhi rumah itu diiringi pandangan mata Rayya dari atas balkon kamarnya.


"Kenapa kak Levi terkesan acuh padaku ya?? Apa kak Levi tau kalau aku menyukainya?? Apa kak Levi tidak suka juga padaku??? Ahh suka sama cinta memang apa bedanya ya,,,Bingung ah,,," Rayya kembali masuk ke dalam kamarnya saat Darren mengetuk pintu kamarnya.


Tok tok tok,,,


"Rayya,,, Ayah mau bicara nak. Bisa buka pintunya??" suara Darren dari balik pintu.


"Iya ayah ada apa??" tanya Rayya membuka pintu.


"Anak ayah sudah gak ngambek lagi rupanya,,,Ayah senang melihatnya." kata Darren begitu Rayya membuka pintu kamarnya dan sudah terlihat ceria.


"Masih sih,,," sungut Rayya.


"Hmm kak Levi nih yang bikin gara gara tapi ayah yang kena." lirih Darren.


"Hehehe kita masak masak lagi yuk ayah,,, coba resep baru. Kemarin Rayya dapat resep dari internet. Kita cobain yuk,,," ajak Rayya tak ingin Darren merasa bersedih dengan sikapnya tadi.


"Ayooo,,," Darren kembali bersemangat.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa. Terima kasih 🌹


__ADS_2