BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 32


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻🌻


"Mas,,,Kamu kenapa sih sebenarnya?? Gak biasanya kamu bersikap seperti itu apalagi membentakku di depan umum. Kalau aku ada salah biasanya kamu kan kasih tau aku dulu,,,Bukan langsung bentak begitu. Ada apa sih mas??" tanya Eva sesampainya mereka di rumahnya.


"Malas aku bahas ini,,,Aku mau tidur saja."sahut Heru tak mengindahkan pertanyaan Eva.


"Tapi mas,,,"


Heru tetap pergi menuju kamarnya dan tak membawa tas dan ponselnya. Bahkan kunci mobil juga hanya dilemparkannya sembarangan. Eva geleng kepala dan memunguti semua barang Heru.


Bertepatan dengan itu ponsel Heru bergetar. Eva melirik siapa yang mengiriminya pesan.


"Jangan marah. Semua ini juga demi mimpi kita berdua. Kamu juga akan dapat royaltinya kan?? Ingat jangan bertindak bodoh apalagi sampai membuat Eva dan Dion tau."


Mata Eva membulat membaca pesan online dari Ratna untuk Heru itu.


"Apa maksudnya ini semua?? Kenapa aku dan Dion tidak boleh tau?? Royalti??? Mimpi kita berdua??? Ada apa sebenarnya???" Eva pusing dan bingung.


Srreeetttt,,,


Dengan cepat Heru yang tiba tiba keluar kamar menyambar ponselnya dari tangan Eva. Eva terkejut dan tak bisa mengelak. Ponsel itu pun akhirnya kembali ke tangan pemiliknya.


"Lancang kamu ya buka buka pesan di ponselku!!!" geram Heru.


"Mas jelaskan dulu apa maksud Ratna mengirimi pesan seperti itu??? Kenapa aku dan Dion tidak boleh tau,,,Kenapa mas?? Ada hal apa yang kalian sembunyikan dari kami??? Katakan mas!!!" Eva berusaha tegar dan tak menduga duga dulu.


"Bukan urusanmu!!!" ketus Heru.


"Tentu saja itu urusanku mas. Kalau sudah menyangkut kamu maka itu jadi urusanku. Jujur saja mas,, Katakan semuanya!!!" pinta Eva yang mulai berlinang airmata.

__ADS_1


"Baik,,,Jika kamu terus memaksa maka aku terpaksa mengatakannya tapi awas saja kamu kalau sampai semuanya kacau. Aku akan mengatakannya jujur padamu karena aku masih menganggapmu dan aku mohon kamu mau bekerjasama. Ini semua juga demi kita Va,,," kata Heru.


"Apa mas?? Apa,,,,Kalau memang itu sebuah kebaikan kenapa harus ditutup tutupi begini??? Aku gak mengerti mas." tanya Eva sembari menghapus airmatanya.


"Aku berusaha membantu Ratna mengambil alih semua harta Dion dan Ratna janji akan memberikan seperempatnya padaku." kata Heru tak langsung mengakui semuanya.


"Itu saja??? Semudah itu Ratna mau memberikan harta yang akan didapatkannya padamu??? Tentu dia memintamu melakukan sesuatu kan mas??" tanya Eva.


Heru diam dan menunduk.


"Jawab mas!!!" pinta Eva.


"Maafkan aku Va,,, Selama ini aku dan Ratna diam diam menjalin hubungan." kata Heru lirih.


"Hubungan??? Hubungan macam apa mas??" Eva mulai merasa getir.


"Hubungan yang akhirnya membuat Ratna hamil. Va,,, aku benar benar tergoda padanya. Tapi aku juga tidak mau kehilangan dirimu Va,,, Aku harap dengan semua kejujuranku ini kamu bisa menerima kenyataan bahwa aku berniat mempoligamimu begitu Ratna menceraikan Dion. Aku ingin kamu menganggap anak kami itu sebagai anakmu sendiri. Kamu ingin punya anak kan Va,,,Aku sudah mengusahakan anak untukmu dan aku sudah dapatkan itu dari Ratna." Heru terus bicara tanpa peduli airmata Eva sudah terkuras begitu banyak.


"Aku tidak mau anak hasil adopsi Va. Aku tetap ingin punya anak darah dagingku sendiri tapi aku juga tetap mencintaimu Va,,, aku ingin mewujudkan keinginanmu menjadi ibu. Untuk itu jalan inilah yang ku pilih. Ku harap kamu bisa terima Va,,," pinta Heru lembut.


Eva menepiskan tangan Heru yang berusaha memeluknya.


"Aku tau aku salah Va,,, Dan aku minta maaf untuk itu. Aku harap kamu bisa menenangkan dirimu dulu karena aku yakin kamu hanya sedang shock saja karena semua ini begitu mendadak bagimu." ucap Heru.


"Sejak kapan mas???" tanya Eva masih tersedu.


"Apanya?? Sudah jangan mikir macam macam dulu. Tidurlah dan tenangkan dirimu. Beri aku jawaban besok pagi. Ku harap jawabanmu adalah setuju dan mau bekerjasama denganku. Kamu hanya perlu sabar Va. Kita akan kaya raya,,," kata Heru.


"Massss,,, Aku tidak perlu harta. Aku hanya mau kamu kembali menjadi milikku satu satunya. Apa artinya harta berlimpah kalau hatiku ini sakit melihatmu bersama Ratna???" protes Eva.


"Jangan buat aku marah Va,,, Jangan memaksaku untuk memaksamu setuju dengan cara apa pun. Masuk kamar!!!!" titah Heru.


Eva sang istri polos pun menelan ludahnya dan takut dengan bentakan suaminya. Meski airmatanya masih terus mengalir dan hatinya belum bisa menerima semua ini namun dia menuruti perintah suaminya untuk masuk ke kamarnya.


Klek,,,

__ADS_1


Heru mengunci pintu kamar Eva.


"Masss,,,kenapa dikunci???"protes Eva dari balik pintu.


Heru tak menjawab dan menyimpan kuncinya ke saku celananya.


"Maafkan aku Eva,,, aku tak bisa biarkan kamu keluar bebas dan mengatakan semuanya pada Dion. Aku juga tak ingin menyakitimu. Kelak kamu pasti bisa memahami apa yang kulakukan ini juga untukmu." batin Heru.


Eva meringkuk di balik pintu setelah kesekian kalinya dia menggedor pintu namun Heru tak kunjung menjawabnya. Eva menangis sejadi jadinya mengingat semua yang terjadi padanya.


"Mas Heru,,, Apa pun alasanmu ini,,, Yang kamu lakukan adalah kesalahan dan sebagai istri aku tidak bisa menurutimu lagi. Aku akan berusaha agar Dion tau. Agar kamu cepat menyudahi semua ini."batin Eva.


"Aku harus mencari cara agar bisa keluar dari sini,,," batin Eva lagi menyusun rencana.


"Eva tau semua setelah baca pesan darimu tadi tapi dia sudah ku amankan. Aku mengurungnya di kamar dan ku pastikan dia tidak akan kemana mana." kata Heru dalam pesan singkatnya.


"Bagus,,,Pastikan dia tidak jadi kerikil untuk rencana kita." jawab Ratna.


Berhari hari Eva terkurung di kamarnya sendiri. Heru makin ketat menjaganya terutama setelah dirinya menyatakan tak bisa menerima semuanya begitu saja.


"Tidak mas,,, aku tidak mau ikut dalam rencana gila kalian. Aku juga tidak terima kalau kamu mau menikahi Ratna dan mempoligami aku. Aku tidak ridho!!!" ketus Eva pagi itu saat Heru membawakannya makanan.


"Trus kamu mau apa???!!! Bisa apa???!!!" tantang Heru melempar nampan berisi makanan itu ke arah Eva.


"Masss,,, Sadar mas,,, Apa yang kamu lakukan ini adalah salah!!! Ingat mas aku ini istrimu,,," tukas Eva.


"Kamu yang memaksaku bersikap kasar Va,,,Sini kamu,,, Aku terpaksa membawamu ke tempat lain agar tetangga tidak curiga." Heru menyeret Eva dan menutup mulutnya karena Eva berusaha memberontak.


"Lepaskan aku massss,,, Toolooonggg,,," teriak Eva.


Buukkkk,,,


Heru pun memukul tengkuk Eva hingga istrinya itu langsung tak sadarkan diri. Demi harta dan Ratna,,, Heru telah begitu gelap mata dan tak bisa bersikap baik lagi pada Eva.


Heru pun membawa Eva ke satu tempat yang menurutnya aman dan menempatkan beberapa preman kenalannya di sana untuk memastikan Eva tidak bisa kemana mana.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya yaa 🌻


__ADS_2