BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 145


__ADS_3

...Selamat membaca โค๏ธ...


...Maaf banyak typo ๐Ÿ˜€๐Ÿ™...


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


"Kan bener,,, Gue yang menang." Bimo berteriak girang saat Rayya menunjukkan sebuah alat uji kehamilan yang menunjukkan tanda "+".


"Alhamdulillah ya bang. Allah mengabulkan doa doa kita. Tidak perlu menunggu lama Rayya langsung hamil." ucap Rayya.


"Iya Ay,,, Alhamdulillah. Terima kasih ya Rabb sudah begitu percaya pada kami. Ayo kita kabarkan kabar bahagia ini pada Ayah. Ayah pasti senang sekali." Bimo tak sabar menarik tangan Rayya.


Di ruang keluarga mereka bertemu dengan orang tua Bimo yang juga sangat bahagia dengan kabar kehamilan Rayya itu. Sejak kembali dari Paris,,, Rayya sendiri yang meminta mereka tinggal bersamanya di rumah besar peninggalan Ray itu.


Meski awalnya mereka menolak karena takut mengganggu pengantin baru tapi Rayya tetap memaksa hingga mereka yang mengalah. Rayya bilang rumah sebesar ini dengan kamar yang banyak dan tiga lantai,, kehadiran orang tua Bimo tak akan mengganggunya.


Mereka pun ikut mobil Bimo menuju ke rumah Darren. Ingin ikut berbagi kebahagiaan dengan besan terbaiknya itu.


"Wah ada keluarga datang. Ayo silahkan masuk. Kok gak ngabarin dulu mau kesini??" sambut Darren senang melihat keluarga barunya datang.


"Ayah,,, Rayya hamil." bisik Rayya di telinga Darren.


Darren memandang putri kecilnya yang kini sudah berstatus istri itu dengan pandangan haru.


"Alhamdulillah. Selamat ya nak. Ayah bahagia sekali mendengarnya." Darren memeluk Rayya erat.


Saling mengucapkan selamat sesama besan pun akhirnya dilanjutkan dengan acara makan siang bersama di rumah Darren dengan menu masakan yang dimasak sendiri oleh ibunya Bimo yang rupanya jago masak.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sebulan kemudian,,,


"Kayaknya Ara hamil deh sayang,,,Ara udah telat haid dan sering mual nih." ucap Tiara pagi pagi saat menyajikan sarapan untuk Levi.


"Periksain aja ke dokter yuk sayang. Kalau benar kamu hamil kan kamu musti jaga kesehatan dan kondisi kamu lebih ekstra. Kita cariin pengasuh buat bantu kamu jaga Birru ya kalau gitu." kata Levi yang menyadari dirinya makin sibuk di kantor dan tidak akan bisa bantu banyak dalam hal mengurus Birru.


"Ibu sih katanya mau jagain Birru sayang. Kamu keberatan gak kalau ibu sama bapak aku minta tinggal di sini??" tanya Tiara meminta ijin Levi.


"Pasti boleh sayang. Aku malah akan senang dan lebih tenang kalau ada mereka di sini. Ya udah kamu sarapan dulu trus aku antar ke dokter ya." ucap Levi.


"Bukannya kamu musti cepat ke kantor sayang??"

__ADS_1


"Urusan kantor itu penting,, tapi kamu sama anak anakku lebih penting sayang."


Tiara tersenyum dan mengangguk. Segera diminumnya susu yang sebenarnya membuatnya mual tapi dia lapar. Setelah sarapan dia siap siap dan mereka berangkat ke dokter kandungan untuk memastikan apakah benar Tiara tengah berbadan dua.


"Selamat ya tuan dan nyonya. Nyonya positif hamil." dokter itu tersenyum menyampaikan kabar gembira itu.


"Alhamdulillah." seru kedua calon ayah dan ibu untuk kedua kalinya itu.


"Terima kasih sayang,,, Sudah selalu memberiku kebahagiaan yang seperti tidak pernah ada habisnya." Levi mencium kening Tiara lembut di depan dokter.


Dokter kandungan yang sudah menangani Tiara saat kehamilan pertamanya dulu sangat paham dan sudah tidak risih melihat pasiennya yang selalu mendapat perhatian lebih dari suaminya itu.


"Kita pulang dan kabarkan ini sama keluarga ya. Bapak sama ibu sekalian kita jemput untuk tinggal di rumah kita. Tapi sebelum pulang ke rumah kita,, Kita ajak kerumah ayah juga ya. Biarkan kedua besan itu saling berbahagia juga. Ayah dan bapak kan temenan. Pasti nanti seru kayak dulu pas kamu hamil Birru."


Levi tersenyum membayangkan betapa bahagianya keluarga mereka. Berita kehamilan Rayya bulan lalu saja rasanya masih sangat membekas sekarang malah ditambahi dengan berita kehamilan Tiara.


Sungguh baik tuhan kepada keluarganya. Sungguh berlimpah nikmat yang diberikan tuhan pada keluarganya. Setidaknya itu yang dirasakan Levi saat ini.


Benar saja,,,


Orang tua Tiara menyambut hangat berita kehamilan itu. Tanpa banyak protes keduanya juga langsung mengiyakan ajakan Tiara untuk tinggal di rumahnya demi bisa membantu menjaga Birru.


Kebahagiaan yang tak kalah seru pun berlanjut di kediaman Darren yang saat itu tengah dikunjungi Rayya dan Bimo.


"Mau tebakan?? Cewek apa cowok nih??" tanya Tiara sambil nunjuk ke perutnya yang juga masih rata meski tak serata perut Rayya yang belum pernah mengandung sebelumnya.


"Punya kak Ara cewek aja lah,,, Kan udah ada Birru,," jawab Rayya.


"Trus punya Ayya apa dong??" Levi menimpali.


"Kembar dong biar gak kalah sama kalian yang udah punya dua. Iya gak Ay??" Bimo tak mau kalah.


"Aamiin,,,Dikasih apa aja,, Berapa aja,,, disyukuri selalu ya nak." Darren ikut membaur menyambut kedua cucunya .


Sukacita keluarga yang makin bertambah banyak anggotanya itu makin terasa ketika orang tua Bimo juga datang.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Lima tahun kemudian,,,


"Ayah sudah gak kuat nak. Sakit ayah yang tiba tiba kambuh lagi ini rasanya sudah membuat ayah tak bisa menahan kerinduan ayah pada bunda. Relakan ayah ya nak,,, Biarkan ayah menyusul bunda."

__ADS_1


Ucapan lirih Darren itu nyatanya begitu terdengar mengiris hati Levi dan Rayya. Setahun terakhir ini memang kondisi kesehatan Darren terus menurun meski Darren tak pernah mengeluh karena sudah cukup berterima kasih pada tuhan yang begitu baik memberinya


ekstra waktu untuk memastikan putra putrinya telah berbahagia.


Darren juga sudah cukup puas bisa merasakan menggendong tak hanya satu tapi dua cucu kembar dari Rayya. Kembar cewek dan cowok itu juga sudah cukup membuatnya ngos ngosan jika mereka mengajak main.


Belum lagi cucu perempuan dari Tiara yang juga tidak kalah manjanya dengan Birru padanya. Darren sudah sangat bahagia karena tuhan masih berbaik hati padanya.


Dan kini saat dirinya sudah tak merasa sanggup lagi,,, Hanya airmata yang mengiringi kepergiannya menyusul sang bidadari tercintanya.


Levi menitikkan airmatanya.


"Terima kasih ayah,, atas cinta ayah untuk bunda. Semoga kalian semua berkumpul di Jannah NYA"


Disini terbaring Ayah kami tersayang,,,,


DARREN NARENDRA


Levi memeluk Rayya sembari memandang ketiga nisan yang berjejer itu.


"Kami bangga memiliki orang tua seperti kalian"


...โค๏ธโค๏ธโค๏ธ...


...Lalu bagaimana dengan kabar di seberang sana??...


...Apa Hawaii juga sudah diliputi kebahagiaan serupa??...


...Apa Dion juga telah berhasil dengan misinya memberikan cucu untuk orang tuanya dan Adi??...


...Akankah langit terasa mendung kembali??...


...Akankah Dion diberi kepercayaan oleh tuhan untuk bergelar ayah??...


...Ikuti kelanjutan cerita Dion dan Karin selengkapnya nanti di karya baru author ya,,, Judulnya "BiDADARI TAK BERSAYAP"...


...Belum rilis tapi sudah author siapkan. Tunggu tanggal mainnya ya ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนselalu cek update dari author ya....


Terima kasih atas semua vote, like dan komennya selama ini. Author tunggu di novel novel berikutnya.


Jangan lupa juga untuk mampir di KUPU KUPU MALAM dan juga MASIH GADIS.

__ADS_1


Gak kalah seru ๐ŸŒธ


__ADS_2