BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Siapa wanita itu?


__ADS_3

Chaira membereskan semua pakaiannya dan memasukkannya kedalam koper. Dia ingin segera pergi meninggalkan rumah itu. Berbulan bulan memilih bertahan disana membuat dia merasa rumah itu tak lagi seperti surga yang diidamkannya saat memutuskan tinggal disana. Rumah itu kini lebih bak neraka baginya. Darren yang akhir akhir ini sering keluar kamar membuatnya semakin tak sanggup lagi tiap kali melihat atau mendengar pria itu menanyakan beberapa hal tentang dirinya pada Rosa. Melihat suaminya yang linglung dan bagai kerbau dicocok hidung oleh Rosa membuat Chaira kehilangan kekuatannya. Dia tidak bisa berbuat apa apa untuk suaminya. Darren tak kunjung mengingatnya.


Perut Rosa semakin membesar. Darren yang terlampau bahagia bukannya mulai mengingat semuanya tapi malah tenggelam bersama sukacitanya akan segera menjadi seorang ayah. Papa dan mama pun tak bisa berbuat banyak selain menahan marah pada Rosa dan bu Wati. Mereka sengaja memanfaatkan kondisi putranya untuk menjeratnya.


"jadi juga kamu pergi kak?,,, baguslah,,, dengan begitu aku lebih bebas memiliki suamimu itu." tukas Rosa di pintu kamar Chaira dan langsung berlalu


Chaira hanya mengelus dada. Jauh dalam hatinya dia mendoakan adiknya itu agar segera menyadari kesalahannya. Tak ingin berlama lama lagi disana Chaira segera berjalan keluar rumah.


Gedubraaakkk,,,,


Koper Chaira terpental saat pintu depan dibuka seseorang dari luar. Chaira yang masih memesan taksi dan sengaja meletakkan koper itu didekat pintu erkejut dan segera mengambil kopernya itu.


"mau kemana kak?" Darren yang ternyata membuka pintu itu bertanya


"eehhh,,, hhmmm,,, aku mau pulang kerumah ibu. aku merindukan ibu" Chaira berbohong


"apa perlu ku pesankan taksi untukmu? aku ingin mengantarmu tapi aku masih trauma menyetir mobil" tukas Darren


"ti,, ti,, tidak terima kasih. Taksiku sudah datang" jawab Chaira seraya menunjuk taksi yang memasuki halaman rumah itu


"aku pergi. Jaga dirimu baik baik Dare,,, Assalamualaikum" Chaira dengan sangat bersedih berpamitan pada Darren


"Waalaikumsalam" jawab Darren


Darren memandang kepergian taksi yang membawa Chaira. Dia mendadak merasa saling mengucap salam seperti ini adalah hal yang sering dilakukannya bersama seseorang. Tapi siapa orang itu? Yang jelas bukan Rosa istrinya karena selama ini Rosa tak pernah terbiasa mengucapkan salam padanya.


"Sebenarnya siapa perempuan itu?? Aku selalu merasa tenang di dekatnya. Dan saat dia meninggalkanku kenapa aku merasa sedih?" Batin Darren

__ADS_1


"Dare,,, sedang apa nak?? Mana Chaira?" mama yang baru saja datang langsung menanyakan Chaira


Darren mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan mama.


"kenapa mama mencarinya? Ada urusan apa mama dengannya? dia baru saja pergi membawa barang barangnya. Lagian bukannya menanyakan kondisi istriku malah tanya yang lain" sungut Darren


"oh kemana perginya dia Dare?? Kenapa kau biarkan dia pergi?? Seharusnya kau menahannya!!!" mama mulai lupa kondisi Darren. Mama terlalu panik mengetahui Chaira pergi.


"Maaa,,, Apa pentingnya dia bagi mama sampai sampai mama meminta Darren menahannya. Mama lebih baik melihat Rosa. Sebentar lagi mama akan jadi nenek,,, " Darren mulai kesal


"Dare,,, maafkan mama. Apa kamu sungguh tidak bisa mengingat semuanya nak? Ayolah nak,, cobalah mengingat semuanya,,, mama mohon nak" mama mulai meneteskan airmata.


"Maaa,,, kenapa mama sepertinya sama sekali tak bahagia dengan kabar kehamilan Rosa. Dari awal aku mengabari kalian sikap kalian sangat biasa. Tapi untuk urusan Chaira kenapa mama sebegitu khawatirnya??? Dia hanya mengunjungi ibunya saja. Dia akan baik baik saja." tukas Darren


"maaf nak,, mama bukannya tak peduli dan tak senang akan kehamilan Rosa. Tentu saja mama senang karena Rosa mengandung cucu mama,,, Tapi nak,,,,, " mama tak melanjutkan perkataannya


Mama tak menjawab dan hanya menangis. Betapa ingin dia mengatakan semuanya pada Darren.


"kenapa semua orang aneh disini. Selalu menangis di depanku,,, tidak hanya mama saja,,, Chaira juga begitu. Aku tak mengerti ma,,, tolong mama jelaskan sebenarnya ada apa???" Darren mulai memegang kepalanya dan merasa kesakitan


Mama yang panik memanggil bu Wati dan Rosa untuk menolongnya membawa Darren ke kamar. Hal seperti inilah yang ditakutkannya jika memaksa Darren mengingat semua. Rosa merebahkan Darren di ranjang.


"kamu kenapa sih mas??? Jangan terlalu memaksa diri. Merepotkanku saja. Perutku yang besar ini sudah berat jadi jangan menambah bebanku seperti ini" sungut Rosa


"Diam!!!!" bentak Darren


Rosa terkejut mendengar Darren membentaknya. Tidak biasanya dia seperti itu. Mama dan bu Wati yang mendengar bentakan itu pun langsung masuk ke kamar mereka.

__ADS_1


"ada apa Ros??" bu Wati mendekati Rosa yang sedikit pucat setelah Darren membentaknya


Mama hanya diam memandang mereka.


"Tinggalkan aku sendiri!!!!!" Darren kembali membentak semua


"Darrren,,, istrimu sedang hamil besar begini malah kamu bentak bentak" bu Wati tidak terima


"Diaaaammmn!!!! Pergi kalian semua!!!!" Darren makin marah dan memegangi kepalanya


Bu Wati dan Rosa segera pergi meninggalkan mama yang diam mematung menatap putranya. Perasaan iba menggerogotinya. Dia sangat sedih dengan keadaan putra semata wayangnya itu. Tak terasa airmatanya kembali menetes. Darren yang mulai mereda amarahnya memandangnya tajam. Sadar putranya memandangi dirinya,,, mama langsung berbalik badan hendak meninggalkan kamar.


"ma,,, tunggu,,, " suara Darren kali ini melemah


Mama menoleh dan menghentikan langkahnya. Berjalan kearah putranya.


"ma,, kenapa aku merasa begitu marah dan kesal,,, merasa begitu hampa,,, merasa begitu kehilangan saat wanita itu pergi" Darren bicara dengan sangat pelan


"wanita mana maksudmu nak?" tanya mama tak mengerti


"wanita berhijab itu,,, Chaira ma,,, kenapa perasaanku selalu bercampur aduk tiap dekat dengannya. Dan hari ini aku merasa begitu hampa ditinggalkannya" Darren sendu


Mama menghela napas.


"mungkin ini saat terbaik mengatakan semuanya" pikir mama


Jangan lupa vote, like dan komen yaaaa

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2