BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 87


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


Levi mengajak Tiara keluar dari ruangan dokter lalu duduk di kursi kursi yang tersedia di sepanjang lorong rumah sakit. Levi memilih lorong dan bangku yang sepi.


"Sayang,,,aku sungguh tidak mengerti kenapa dokter terus mengatakan kamu baik baik saja. Bahkan malah wajar katanya. Bukannya kamu sudah tidak,,,," Levi tak meneruskannya takut Tiara tersinggung.


"Entahlah sayang,,,Aku juga tidak mengerti kenapa dokter bicara begitu. Padahal Bobo sudah menodaiku." lirih Tiara.


Levi berpikir sejenak.


"Apa kamu merasakan semua yang kamu rasakan saat ini sayang? Sakit yang sama,,, Nyeri yang sama,,,??" tanya Levi.


Tiara diam mengingat ingat malam yang sebenarnya tak ingin diingatnya lagi. Dia hanya ingat dirinya duduk di sofa sambil mengantuk lalu bangun bangun sudah tak berpakaian.


"Maaf sayang aku sungguh tau,,, Aku tidak ingat apa apa sayang. Sungguh sebesar apa pun aku ingin mengingatnya aku tetap tak ingat. Aku seperti tidak sadar malam itu. Aku hanya terbangun dengan kondisi tak berpakaian,,, Kalau masalah sakit,,,, ada tapi tak sesakit ini,,,Aku juga masih bisa berjalan seperti biasanya. Tidak sampai seperti sekarang ini,,,Jalan saja sakit." keluh Tiara.


"Sayang apa kamu berdarah juga??" tanya Levi yang langsung dapat tatapan tajam dari Tiara.


"Maaf sayang,,, Aku ingin kamu benar benar mengingatnya. Tidak ada tujuan lain,,," ucap Levi menjelaskan agar Tiara tak salah paham.


"Seingatku tidak,,, Tapi hanya ada bekas cairan yang baunya tidak enak. Ku pikir itu milik Bobi yang tertinggal. Karena dia mengatakan bahwa dia telah menanamkan benihnya dalam rahimku,,," Tiara hampir menangis mengatakannya.


Levi meraih kepala istrinya dan membawanya ke bahunya.


"Sudahlah,,, Maafkan aku sayang. Jangan diteruskan kalau memang kamu tak sanggup sayang. Yang penting kan kata dokter kamu sehat sehat saja. Bagiku itu sudah cukup." kata Levi menenangkan Tiara yang hampir menangis.


"Aku tidak apa apa sayang. Aku malah penasaran dan ingin tau apa benar semua yang dikatakan orang itu??? Setelah melakukannya bersamamu aku tidak yakin waktu itu dia tak benar benar melakukannya padaku. Rasanya benar benar berbeda sayang,,,Aku sama sekali tak merasakan apa apa setelahnya,,, Ku pikir memang tak ada rasanya. Tapi ini,,,,sakit dan begitu seharusnya sesuai kata dokter tadi." ucap Tiara.


Levi manggut manggut,,, Berpikir sejenak lalu mengambil ponselnya dan menelpon Darren.


"Bagaimana keadaan Tiara. Ayah masih ada meeting dan setelahnya akan langsung ke rumah sakit." ucap Darren yang sudah dikabari tadi bahwa Tiara dibawa ke rumah sakit oleh Levi.

__ADS_1


"Tiara baik baik saja ayah. Kita malah sudah mau pulang ini." kata Levi.


"Yakin nak??" tanya Darren.


"Iya ayah,,," jawab Levi yang lalu menceritakan semuanya pada Darren tanpa ada yang ditutup tutupi seperti biasanya.


Levi dan Darren memang sudah selalu seperti sahabat yang tak pernah menyimpan rahasia jadi bagi Levi mengatakan hal yang menimpa Tiara ini bukan masalah baginya.


"Sebaiknya kita mengunjungi Bobi di penjara. Minta Tiara menanyakan padanya,,, Jangan khawatir,,, Ayah akan menemani kalian." ucap Darren tegas.


Levi memandangi Tiara dan tak yakin kalau dia mau menemui orang yang sangat dibencinya itu.


"Ada apa sayang??" tanya Tiara karena sadar Levi memperhatikannya.


"Ayah mengusulkan agar kita menemui Bobi. Ayah minta kamu menemuinya dan memancingnya. Tapi jangan khawatir sayang,, Kamu tak perlu melakukannya kalau kamu keberatan." Levi sangat berhati hati mengatakannya.


"Benar kan ayah??" tanya Levi pada Darren yang masih tersambung di telepon.


"Benar nak,,, Tiara,,, Kamu tidak perlu melakukannya dan cukup mengabaikannya kalau kamu keberatan nak." kata Darren.


"Tiara tidak keberatan ayah karena Tiara juga ingin memastikannya." Sahut Tiara mantap.


"Kamu yakin nak??" tanya Darren.


"Yakin ayah,,," sahut Tiara.


🌹🌹🌹


"Wah lihat siapa yang datang mengunjungiku???" Bobi berkata mengejek melihat tamunya adalah Tiara.


"Sudahlah jangan banyak bicara,,, Aku datang hanya ingin menanyakan sekali lagi padamu,,, Apa yang sebenarnya terjadi malam itu??" ketus Tiara.


"Hahahha,,, Kenapa memangnya Ra,,, Kamu kangen dan mau lagi ya sampai sampai kamu datang padaku???" Bobi terkekeh melihat Tiara datang.


"Jawab saja!!!" bentak Tiara.


Darren sengaja menyuruh Tiara masuk sendirian agar Bobi leluasa bicara padanya dan tak curiga kalau ini semua memang direncanakan. Darren sudah memasang perekam suara di baju Tiara agar bisa mendengarkan juga.

__ADS_1


"Bagaimana,,,Apa kamu sudah hamil? Anak kita,,," Bobi makin membuat Tiara kesal.


"Diam,,,!!! Aku tidak hamil anakmu!!! Aku juga tak datang untuk memintamu lagi melakukannya!!! Lagipula apa enaknya melakukannya denganmu?? Aku bahkan tak merasa apa apa,,,Jangan jangan kamu tak sekuat itu ya??? Dasar lemah,,," ejek Tiara sengaja memancing emosi Bobi sesuai arahan Darren.


Braakk,,, Bobi menggebrak meja.


"Kurang ajar,,,,!!! Berani kau mengejekku lemah,,,!!!" bentaknya.


"Kalau bukan lemah lalu apa??" tantang Tiara.


"Kau,,,!!! Baiklah akan ku katakan semuanya. Kau dengar baik baik. Kau itu bukan tipeku tapi malam itu aku sangat ingin membuatmu bertekuk lutut padaku agar tak sia sia aku membayar ayah matremu itu!!!" ketus Bobi.


Tiara kesal sekali mendengarnya.


"Kau pikir aku suka denganmu Hah??? Aku memang akan melakukannya tapi hanya agar kamu tidak sombong lagi padaku. Aku kesal kamu memilih laki laki itu daripada aku. Kau pikir kau siapa bisa mengabaikanku begitu???" ketus Bobi.


"Tapi malam itu kau terus meracau memanggil nama laki laki itu meski kamu sedang tak sadar akibat bius dariku. Aku muak padamu,,,!!! Aku hilang selera,,,Jadi ku atur saja agar kau berpikir bahwa aku benar benar melakukannya!!!" ucap Bobi.


Tiara tersentak kaget.


"Apa?? Kamu tidak melakukannya?? Lalu cairan itu??? Pakaianku???" tanyanya.


"Aku sengaja agar kamu merasa jatuh dan hancur. Kamu yang sudah berani menyebut nama laki laki lain saat bersamaku harus menanggung akibatnya,,, Aku ingin kamu terpuruk dan tak punya muka lagi untuk menemui laki laki itu. Aku tak bisa memilikimu,, Maka yang lain juga tidak!!!" ketus Bobi.


Tiara tersenyum mendengarnya. Membuat Bobi terheran.


"Kenapa kamu senyum begitu?? Gila??" tanyanya.


"Terima kasih Bobi,,, Berkatmu akhirnya aku menemukan pria yang benar benar mencintaiku apa adanya." ucap Tiara langsung pergi meninggalkan Bobi yang bengong tak paham arti ucapan Tiara.


Tiara keluar menemui Darren dan Levi yang sudah tersenyum bahagia padanya.


"Kebaikan yang kamu tanam berbuah manis nak,,, Gadis yang kamu cintai itu memang hanya menjadi milikmu seorang,,,Kesuciannya juga hanya dipersembahkan untukmu,,,Itu bonus dari semua kesabaranmu dan keikhlasanmu menerimanya." Darren menepuk bahu Levi dan membiarkan Levi kemudian berlari menyambut Tiara yang masih agak susah berjalan.


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌹

__ADS_1


__ADS_2