BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Aku bersedia


__ADS_3

Seorang wanita berhijab dan bercadar keluar dan membukakan pintu.


Aku mengenali wanita itu.


Chaira,,, Chairaku,,,


Dia dengan ramah terlihat mempersilahkan mereka masuk. Jantungku yang berlompatan ingin keluar rasanya ingin ikut masuk kesana dan menyaksikan sendiri semua yang terjadi disana.


Aku bimbang apa aku harus masuk atau menunggu saja sampai Ray pulang.


Ray dan mamanya tampak sudah memasuki rumah Chaira.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Silahkan duduk Ray,,, tante,,, " Chaira mempersilahkan.


"Terima kasih Chai" sahut Ray yang langsung duduk di samping mamanya.


" Tante mau minum apa? Biar saya buatkan. Ray,,, kamu juga mau minum apa?"tanya Chaira


"Apa saja Chai,,," jawab Ray.


Chaira segera permisi ke belakang. Levi dan Putri tidak tampak disana karena mereka sedang tidur ditemani oleh satu asisten rumah tangga yang khusus di bayar Chaira untuk menjaga mereka saat dirinya sedang tidak bisa.


Sejurus kemudian Chaira datang dengan gelas minumannya. Dia kemudian mempersilahkan mereka minum.


"Chai,, kenalkan ini mama." Kata Ray


"Halo tante,,, saya Chaira teman Ray" Suara Chaira sangat lembut.


"Iya Chai,, tante sudah sering mendengar namamu. Ray hampir tak pernah sekali pun dalam sehari tak menyebut namamu. Tante senang akhirnya tante bisa bertemu denganmu. Tante sudah bosan mendengar Ray curhat tentangmu" mama bicara sambil menggoda Ray.


"Mama apa apaan sih,,, buka rahasia Ray aja ah" sungut Ray


Chaira yang jadi topik tertunduk malu.


"Sudah jangan banyak protes lagi,,, ayo cepat mama sudah tak sabar lagi" titah mama yang ingin Ray segera saja melamar Chaira.


Ray menarik napas agar bisa tenang. Entah kenapa jantungnya berdebar debar menatap Chaira yang malu malu itu.


"Chai,, aku datang malam ini bersama mama karena aku ingin melamarmu kembali. Kali ini aku membawa mama untuk menyaksikan sendiri saat kau menerimaku." Ray mulai serius.


"Aku mencintaimu tulus apa adanya dan aku ingin menjalani sisa hidupku bersamamu,,, bersama kalian,,, Levi dan Putri." kata Ray


Ray mengambil napas lagi.


"Maukah kau menerimaku Chai? Maukah kau menjadi istriku?" Akhirnya Ray benar benar mengatakannya.


Chaira belum menjawab. Dia tampak tertunduk dan masih ragu karena walau tau selama ini Ray menerimanya namun dia belum yakin bahwa mama Ray bisa menerima.

__ADS_1


Mama Ray tampaknya memahami kegelisahan Chaira.


"Tante sudah tau semuanya Chai dan tante sama sekali tidak keberatan. Tante malah akan sangat bangga memiliki menantu berhati mulia sepertimu. Jadi tante mohon,,, terimalah lamaran Ray" pinta mama yang akhirnya ikut bicara.


Ucapan mama Ray mampu menenangkan hati Chaira yang sempat gelisah. Chaira kemudian kembali mengangkat wajahnya dan memandang mama Ray.


"Terima kasih tante." ucapnya


Kemudian dia mengalihkan pandangannya pada Ray yang masih belum mendapatkan jawaban darinya. Ray tampak gelisah. Hatinya juga masih belum tenang sebelum mendengar jawaban Chaira.


"Bismillah,,,,Aku bersedia Ray menjadi istrimu" Ucap Chaira mantap.


"Alhamdulillah" seru mama dan Ray bersamaan.


"Terima kasih ya Chaira,,, tante sangat bahagia akhirnya anak manja ini sudah punya calon istri. Nantinya dia akan berhenti mengganggu tante" goda mama lagi pada Ray


"Mamaaaaaaa" sungut Ray kesal


Chaira hanya tertawa melihat kejahilan mama Ray. Dirinya tidak heran karena Ray juga sering menjahilinya seperti itu. Suasana makin akrab dan cair.


"Oh ya Chai,,, aku punya sesuatu untumu" kata Ray


"Apa itu Ray,,,? " tanya Chaira.


Ray merogoh sakunya. Chaira tampak menunggu untuk melihat apa yang tengah diambilnya. Mamanya yang tak tau bahwa Ray menyiapkan sesuatu juga menunggu.


"Maukah kau memakainya?" Ray memegang cincin berkilauan itu.


Saat ini Ray melakukan hal itu. Chaira yang sedang tak memakai sarung tangan sebenarnya tak ingin menerimanya.


"Biar mama yang pakaikan ke jari Chaira ya Ray" pinta mama.


Lagi lagi mama memahami apa yang dipikirkan Chaira. Mama memang terus memperhatikan Chaira.


"Silahkan ma" Ray mempersilahkan dan memberikan cincin itu pada mama walau dia belum mengerti kenapa mama ingin melakukannya.


Mamanya bangkit dan duduk tepat di sebelah Chaira.


"Chaira,,, kemarikan jarimu sayang,,, Tante mewakili Ray ingin memakaikan cincin ini. Tante tau kamu tak menolaknya. Kamu hanya ingin menjaga dirimu sebelum kalian resmi menikah." ucap mama


Chaira mengangguk dan mengarahkan jemarinya kepada mama Ray. Mama segera memasangkan cincin itu ke jari manisnya. Ray yang baru paham alasan Chaira tersenyum lega saat melihatnya.


"Terima kasih tante,,, terima kasih Ray." ucap Chaira


"Cincin yang bagus. Apa kamu suka sayang?" tanya mama yang masih memegang jemari Chaira.


"Iya tante,, Chaira suka" Jawab Chaira dengan mata berbinar.


"Kamu pandai Ray,,, kamu bahkan bisa memilih cincin sebagus ini dan ukurannya pun pas untuk calon menantu mama ini" ucap mama sembari memegang dagu Chaira.

__ADS_1


"Kamu cantik sayang" ucap mama sambil mengecup kening Chaira.


Mama yang belum pernah melihat wajah Chaira tentunya memujinya karena mama mengagumi kecantikan hati Chaira. Kecantikan wajah bagi mama tak menjadi tolak ukur. Cantik rupa bisa dipoles namun cantik hati susah dicari.


Ray yang mendengar pujian mama atas dirinya yang pas membelikan cincin untuk Chaira langsung ingat pada Darren.


"Aju tak tau harus berterima kasih padamu atau kembali iri dan cemburu padamu karena kau lebih pandai menyenangkan hati Chaira dengan cincin itu" batinnya


Chaira mengajak mereka untuk sekalian makan malam bersama. Dia sudah memasak banyak dan tentu saja mereka sangat menyukai masakan Chaira yang lezat itu.


"Kamu pandai masak ya Chai,,, nanti kalau kalian sudah menikah tante ingin deh masak masak bareng sama kamu sayang" ucap mama di sela sela makan mereka.


"Iya,,, Aku bahkan baru tau kalau kutu buku satu ini pandai memasak juga. Ku kira kau hanya jago membaca dan menggambar Chai,,, " Ray menggoda Chaira.


"Rasakan saja nanti saat kamu tak bisa lagi membeli makan diluar karena aku akan terus membekalimu dengan masakanku sampai kamu bosab" sungut Chaira.


Mereka tertawa bersama dan menyelesaikan santap malam mereka.


"Oh ya Chai,, mana Levi dan Putri. Tante juga ingin mengenal mereka sayang" kata Mama


"Mereka ada dikamar tante,,, tante mau Chai bawa mereka kemari?" tanya Chaira.


"Iya sayang,, bisa??" tanya mama


"Bisa tante,, sebentar ya" Chaira segera menuju ke kamar.


"Terima kasih ma sudah mau menerima wanita pilihan Ray seperti apa pun kondisinya" Ucap Ray pada mama


"Mama bahagia jika kamu bahagia nak. Status Chaira tak jadi masalah bagi mama selama kamu yang menjalaninya juga tak mempermasalahkannya. Mama juga bangga memiliki calon menantu seperti Chaira. Susah menemukan wanita sebaik dia. Mama pun rasanya tidak mampu menerima anak dari madu seandainya alamarhum papamu menikah lagi" kata mama


"Untungnya papa setia sama mama,, kayak Ray yang setia hanya pada Chaira" Ray menyombongkan diri pada mamanya.


Mama segera mencubitnya gemas.


"Ganteng dan cantik yaaa mereka Chai,,, Apa tante boleh sering sering kesini dan bermain bersama mereka?" tanya mama Ray yang tengah gemas melihat kedua anak itu saat Chaira sudah membawa mereka


"Boleh tante,, tante bisa datang kapan saja" kata Chaira


"Eh jangan panggil tante lagi ya,, panggil mama saja. Biar mama juga bisa langsung menganggap mereka berdua ini cucu mama sendiri" kata mama lagi


"Iya ma,, sekali lagi Chaira ucapkan terima kasih telah mau menerima mereka" ucap Chaira.


Ruang keluarga itu mulai ramai dengan tawa dari mereka yang ada disana.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Suasana berbeda tentu saja kurasakan di dalam mobilku. Aku yang masih ada disana sudah gelisah menunggu dari tadi. Karena hari semakin malam dan Ray tak kunjung keluar aku memutuskan untuk pulang dulu.


"Aku akan kembali besok pagi untuk menemuimu Chai"kataku

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaaa


Terima kasih 😍


__ADS_2