
Selamat membaca 🌹
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
🌹🌹
Dion tersenyum puas saat akte perceraian atas nama dirinya sudah ada di tangannya. Sertifikat rumah hadiah pernikahan atas nama Hana juga sudah berubah atas nama Ratna.
Untuk seseorang dengan dompet tebal seperti ini urusan seperti itu hanya seperti membalikkan tangan saja. Mudah dan cepat.
"Bagus. Pekerjaanmu memuaskan. Aku akan transfer uang bayaranmu. Aku beri bonus tambahan juga karena kamu selalu membuat urusanku mudah." kata Dion saat orang suruhannya datang membawakan semuanya.
"Terima kasih bos." seru orang itu senang.
Dion mengangguk dan dengan isyarat tangannya menyuruh orang itu meninggalkan ruangannya. Tanpa banyak protes orang itu pun menurut. Seperginya orang itu Dion pun bergegas mengemasi semua barang barangnya karena dia tak ingin terlambat untuk pergi bersama Ratna mencoba gaun pengantinnya.
Ratna sengaja meminta pesta pernikahannya dengan Dion diselenggarakan dengan pesta semewah mungkin dan bahkan jauh lebih mewah daripada pestanya Hana dulu.
Dion menoleh ke arah pintu saat dirinya mendengar suara ribut di depan pintunya. Dion yang sudah selesai mengemasi barangnya pun menuju ke pintu dan hendak keluar serta memastikan siapa yang ribut di kantornya.
"Ada apa ini???!!!" ketus Dion dengan wajah tak senang melihat siapa yang membuat keributan.
"Maaf pak. Saya sudah berusaha mencegah tapi pak Darren memaksa." ucap sekretarisnya takut takut.
"Tidak apa apa ini bukan salahmu. Orang ini saja yang tidak tau aturan. Kamu boleh pulang. Aku juga mau pulang." sahut Dion tanpa menoleh sedikit pun pada Darren yang susah payah hendak menemuinya.
"Bro,,,Gue mau bicara sama lu. Please lu dengarin gue,,,,!!!" seru Darren pada Dion yang malah terus melangkah menjauhinya.
__ADS_1
Dion tetap acuh dan sudah menekan tombol lift. Dia sungguh tak menghiraukan Darren yang datang mencarinya. Darren menghela napas melihat ulat sahabatnya itu.
"Dion!!! Ini semua tentang Hana!!!" teriak Darren ketika pintu lift sudah terbuka.
Dion yang sudah melangkahkan kakinya selangkah menahan langkah keduanya dan menoleh. Dia mundur selangkah dan membiarkan pintu lift itu kembali tertutup dan meninggalkan dirinya di lantai itu.
"Gue tau di mana Hana dan bagaimana kabarnya." ucap Darren lega melihat Dion tampaknya mau mendengarnya.
Dion tertawa mengejek mendengarnya membuat Darren merasa bingung apa yang salah dan lucu dari bicaranya itu.
"Jadi lu tau dia di mana?? Lu bahkan lebih tau daripada gue?? Wow,,,!!! Jangan jangan ada apa apa di antara kalian!!! Jangan jangan semua ini kesengajaan??!!! Hana pergi dari gue biar bisa merangkai cinta lamanya sama lu!!! Bagus Dare,,, Bagus!!! Lo emang tetap brengsek sama seperti saat lu sama Chaira. Lo gak pernah berubah Dare!!! Lo tetap mau menang sendiri!! Dulu lo ambil Ratna dari gue,,, Sekarang Hana. Apa besok Ratna juga hah???!!!!"
Dion terus menuduh Darren dengan dugaan yang sama sekali tidak di sangka sangka oleh Darren. Darren bingung mendengar semua perkataan Dion.
"Bro,,, Sabar dulu. Dengarin dulu gue. Gue gak kayak gitu. Justru gue kesini datang untuk beritahu lo di mana Hana biar lo bisa menjemputnya dan menyelamatkan rumah tangga lo." jelas Darren.
"Wow,,, Wow,,, Habis manis sepah di buang ya,,, Sudah puas lo sama Hana jadi lo balikin lagi dia ke gue. Gitu mau lo???!!" ketus Dion.
Pukulan itu membuat Dion terjatuh dengan posisi terduduk. Dion memang bukan pria yang bisa berkelahi jadi pukulan seperti itu mampu menjatuhkannya.
Melihat sudut bibir Dion mengalirkan darah segar membuat Darren memandangi tangannya yang sudah dipakainya memukul Dion itu. Darren menyesal telah berbuat kasar pada sahabatnya. Dia pun berusaha membantu sahabatnya untuk berdiri namun usahanya hanya mendapat penolakan dari Dion.
Dion menepis tangan Darren.
"Lo dendam kan sama gue Dare,,,Karena gue yang buat rumah tangga lo sama Chaira hancur jadi lo berbuat hal yang sama ke gue." ucap Dion penuh kekesalan dan mengusap darah di sudut bibirnya setelah dia bisa berdiri.
Darren hanya bisa menggeleng.
"Tidak apa apa lo pukul gue. Gue jauh lebih rela lo buat babak belur begini demi meluapkan kekesalan lo ke gue daripada lo tikam gue dari belakang gini.Daripada lo rusak rumah tangga gue juga."ketus Dion menyindir.
__ADS_1
"Pertama gue mau lo tau bro,, Bukan gue yang rusak rumah tangga lo!!! Semua ini ulah Ratna. Hana sudah ceritakan semuanya ke gue. Ratna lah yang membuat rumah tangga kalian berantakan begini. Lo ini hanya salah paham ke gue bro. Coba lo tanya dulu Ratna biar lo dapat kebenaran. Jangan percaya begitu saja padanya. Wanita itu tidak baik buat lo bro."
Darren coba menjelaskan.
"Mana ada maling ngaku??!! Kalau maling pada ngaku itu penjara sudah penuh!!" sahut Dion acuh.
"Apa maksud lo??" tanya Darren.
"Lo sudah buat pernikahan gue sama Hana hancur,,,Sekarang lo lempar kesalahan lo itu ke Ratna. Lo emang brengsek Dare,,, Lo dengar gue sekarang!!Ratna bukan seperti yang lo tuduhkan itu. Gue kenal dia sudah lama. Gue juga sudah menikahi dia lama jauh sebelum lo menikahi Chaira. Gue sudah tau karakternya jadi lo gak usah sok tau dan sok pintar nasehatin gue atau pun menuduh dia.!!!"
Suara Dion makin meninggi dan matanya berkilat marah.
"Satu lagi,,, Lo gak usah hadir di nikahan gue. Ratna sedang hamil anak gue jadi gue gak akan ambil resiko biarin lo datang dan coba coba ganggu kami apalagi berusaha menggagalkan pernikahan kami.!!!" ancam Dion.
"Dion!!! Buka mata hati lo!! Gue bukan musuh lo. Gue ini sahabat lo yang gak mau lo salah jalan apalagi mengalami nasib kayak gue. Gue gak mau lo merasakan penyesalan seumur hidup seperti gue karena kehilangan bidadari lo!!!" bentak Darren.
"Bidadari kata lo?? Mana ada bidadari yang selingkuh sama sahabat suaminya sendiri sampai meninggalkan suaminya sendiri hah???" ucapan Dion makin ngelantur.
"Lo takut gue menyesal?? Gak salah lo???" tanya Dion dengan nada menyombong.
"Nih!!! Berikan sama bidadari selingkuhan lo itu. Lo tau kan di mana dia sekarang. Jadi lo bawa akte cerai ini dan Bilang sama dia,,, Gue sudah ceraikan dia tanpa pembagian harta sepeser pun karena gue gak sudi berikan uang gue buat wanita murahan seperti dia. Gue sudah bebasin dia. Dia bebas menikmati hidup barunya. Gue gak peduli lagi mau dia sama lo atau pun sama siapa aja."
Dion melemparkan akte cerai atas nama Hana ke wajah Darren.
"See Dare,,, Bukan gue yang akan menyesal. Tapi Hana!! Gue punya segalanya sekarang Dare. Istri yang setia sama gue meski sudah gue tinggalin dulu dan istri yang bisa beri gue keturunan. I win Dare,,, She lose!!!" Teriak Dion sebelum masuk ke liftnya.
Darren memandangi sahabatnya itu dan tak bisa bicara apa apa lagi. Darren begitu kecewa karena dirinya telah begitu terlambat untuk bisa menyadarkan sahabatnya itu.
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
Terima kasih 🌹🌹🌹