BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 39


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻


Sementara itu di tempat lainnya,,,


Heru terduduk lemas di kursi terasnya. Dirinya tak kunjung mendapatkan informasi keberadaan Eva. Anak buahnya yang menyekap Eva tetap yakin bahwa Eva memang dilarikan ke rumah sakit itu namun berapa kali pun Heru mencari tau kesana tetap saja pihak rumah sakit tak membuatnya bisa bertemu Eva.


Memang tanpa sepengetahuan Heru,,,Dion sudah memerintahkan pihak rumah sakit untuk merahasiakan keberadaan dan informasi apa pun tentang Eva pada siapa pun terutama yang mengaku sebagai suami dan sahabatnya.


"Di mana kamu sebenarnya Va,,,Aku tidak tenang sebelum tau kabar tentangmu. Maafkan aku atas semua yang kulakukan padamu tapi itu semua sungguh ku lakukan karena aku mencintaimu Va." lirih Heru tertunduk.


Heru larut dalam kesedihannya. Ternyata dia begitu merasa hampa saat Eva tak ada di sampingnya. Ada yang kurang dirasakannya.


"Selamat siang pak Heru Nusantara. Kami membawa surat penangkapan atas nama bapak. Silahkan bapak baca baik baik lalu ikut dengan kami ke kantor polisi. Bapak bisa menjelaskan semuanya di kantor."


Dua orang polisi sudah berdiri di depan Heru. Heru terkejut karena terlalu larut dalam renungannya dan tak menyadari dua polisi itu sudah masuk ke halaman rumahnya yang pagarnya tak tertutup.


"Apa pak?? Penangkapan?? Memangnya apa salah saya??" tanya Heru.


"Maaf pak Heru,, Kami menerima laporan terkait perselingkuhan yang bapak lakukan dan berujung pada penyekapan istri anda yakni ibu Eva. Di sini bu Eva sendiri yang telah membuat laporan pengaduannya." jelas polisi.


"Eva yang melapor?? Berarti Eva masih hidup dan baik baik saja." batin Heru.


"Tolong kerjasamanya pak. Mari kita ke kantor." Polisi kembali mengajak Heru untuk tidak mengulur waktu lagi.


"Baik pak,,," Heru tak melawan sama sekali.


Sesampainya di kantor polisi Heru pun langsung dicerca banyak pertanyaan oleh petugas bagian interogasi. Heru pun menjawab semua pertanyaan pertanyaan itu dengan baik dan tanpa mengelak jika tuduhan perselingkuhan dan penyekapan itu memang dilakukannya.


"Tapi di sini saya ingin kepolisian juga memproses dan memberi hukuman atau sangsi bagi Ratna,,, Ratna lah otak di balik semua ini pak." kata Heru di akhir sesi tanya jawabnya.

__ADS_1


"Kami tidak bisa memprosesnya pak." kata petugas.


"Kenapa?? Kan dia otaknya,,," protes Heru.


"Iya tapi saudari Ratna sudah meninggal dunia." jawab polisi.


"Meninggal??? Kapan?? Kenapa???" tanya Heru yang terkejut bukan main.


Polisi pun memberikan keterangan secukupnya pada Heru mengingat Heru berhak untuk tau karena Ratna memang berkaitan dengan kasus yang menimpa Heru ini.


Heru pun terduduk lemas menyadari selingkuhannya telah menerima karmanya meski mungkin terlalu cepat dan mudah bagi dirinya melewati hukuman di dunia ini. Namun pastinya pengadilan tertinggi jauh lebih tidak mudah dan lebih adil. Pengadilan tuhan tentunya tidak akan pernah salah memberikan hukuman bagi hamba hambanya yang bersalah.


Airmata Heru menetes menangisi semua kesalahannya selama ini. Berjuta juta penyesalan menyapanya. Menyesal karena dirinya telah membiarkan Ratna membuatnya terlena hingga dirinya tanpa sadar menyakiti Eva.


Salah besar jika dia berpikir apa yang dilakukannya selama ini adalah demi Eva. Karena apa pun yang dilakukannya itu sebenarnya hanyalah bagian dari pembuktian hawa nafsunya yang tidak bisa dikendalikannya sendiri.


"Lalu di mana istri saya Eva pak,,??" tanyanya di sela tangisnya.


"Nanti anda akan bisa bertemu dengan saudari Eva. Untuk saat ini anda harus bersabar dulu. Mari saya antar anda menuju ruang tahanan anda." kata polisi kemudian.


Heru lagi lagi tak melawan sama sekali. Besar harapannya kesempatan untuk bertemu Eva segera datang. Heru ingin bersujud meminta maaf atas semua kelalaiannya sebagai suami.


"Tuhan pertemukan hamba dengan Eva agar hamba bisa meminta maaf padanya." Heru menutup doanya malam itu.


Dan keesokan paginya,, Heru langsung bersujud di kaki Eva yang berdiri dengan wajah datarnya dan masih sedikit pucat. Entah karena belum pulih benar atau karena Eva sengaja tak memoles wajahnya dengan make up. Heru tidak tau. Yang jelas wanita yang sangat dirindukannya itu tetaplah wanita tercantik di dunia ini baginya.


"Maafkan aku Va,,,Aku sudah begitu bodoh membiarkan nafsuku mengaturku. Aku sudah terlena dan tergoda oleh bujuk rayu Ratna sampai aku lupa diri. Maafkan aku sayang,,," Heru memohon ampunan dari Eva.


"Berdirilah mas,,,"Eva menarik tubuh Heru agar berdiri.


Heru menurut saja dan berdiri dengan wajah tertunduk tak mampu melihat mata Eva.


"Justru aku yang ingin minta maaf padamu mas karena aku sebagai istri tak bisa memberikan yang terbaik untukmu hingga kamu mencari kesenangan dan kepuasan dari wanita lain. Aku juga ingin minta maaf jika sebagai istri aku tak punya kesabaran cukup untuk tidak melaporkanmu ke polisi." ucap Eva tegar.


"Aku merasa tidak mampu lagi meluruskanmu jadi aku putuskan untuk melaporkanmu saja agar kamu punya banyak waktu merenungi diri. Mungkin dengan jauh dariku kamu bisa lebih berpikir jernih." lanjutnya.

__ADS_1


Heru hanya mengangguk dan makin tertunduk.


"Aku terima semuanya Va,,,Aku terima berapa pun lamanya hukuman yang harus ku terima. Aku jauh lebih bersyukur karena tuhan menghukumku di dunia daripada aku harus menghadapi hukuman tuhan seperti Ratna." ucap Heru.


"Iya mas,,, Aku sudah memaafkanmu tapi aku tetap ingin kamu merenungi semuanya dulu. Kamu tenang saja. Aku akan tetap memberimu kesempatan dan menunggumu hingga kamu menyelesaikan masa hukumanmu. Aku janji akan setia padamu mas,,," ucap Eva.


Heru menangis dan memeluk Eva.


"Terima kasih istriku dan maafkan suamimu yang lalai ini. Aku janji aku akan berubah dan mengambil hikmah dari semua ini. Bersabarlah dan tunggulah aku hingga aku kembali. Kita akan kembali merangkai indahnya rumah tangga kita berdua lagi seperti dulu bahkan lebih indah lagi inshaallah." seru Heru disertai tangisannya.


"Iya mas,,, Inshaallah aku selalu menunggumu." janji Eva.


Keduanya lantas harus berpisah lantaran keterbatasan waktu besuk.


Lain Heru lain pula Dion yang sibuk mengatur segala macamnya dengan pengacaranya agar sebisa mungkin Dion mendapatkan hukuman yang seringan ringannya.


"Lima tahun itu lama bagiku. Bisa kan kalau kita pakai uang untuk mempersingkat masa hukumanku??" tanya Dion saat mengetahui dirinya terancam penjara paling lama lima tahun karena pembunuhan yang dilakukannya dikategorikan pembunuhan tidak disengaja.


Dion memang tidak ada niat membunuh Ratna namun gerakan kasarnya mendorong Ratna hingga perutnya membentur meja kayu itulah yang menyebabkan Ratna mengalami pendarahan yang cukup serius.


Belum lagi sikap acuhnya meninggalkan Ratna begitu saja yang semakin membuat Ratna kehilangan banyak darah seiring dengan lamanya mendapatkan pertolongan.


"Akan saya usahakan pak Dion. Anda bersabarlah." sahut pengacara.


"Sabar katamu??!!! Bagaimana aku bisa sabar dan berdiam diri di sini sementara Hana belum ku temukan??? Jangan sembarang bicara kamu!!!" ketus Dion emosi pada pengacaranya.


"Maaf pak." jawab Pengacaranya.


"Pergilah,,,!!" usir Dion.


Dion lantas mengatur agar orang suruhannya bisa datang mengunjunginya dan melaksanakan tugas baru darinya. Lagi lagi uang selalu membuat segalanya mudah bagi Dion. Orang suruhan itu pun hadir keesokan harinya.


"Cari Hana!!!" perintah Dion.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌹


__ADS_2