
Selamat membaca 💐
Maaf banyak typo 🙏
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
💐💐
Dengan sisa tenaga yang dimilikinya Darren membantu pak Herman mengangkat bu Mila. Tetangga yang berkerumun perlahan bubar satu persatu begitu pak Herman keluar dan meminta mereka tidak menonton lagi.
"Bubar bubar,,, Ini bukan tontonan umum." ketusnya pada warga sekitar.
"Huuuuuuu,,,,," teriakan para warga mencibirnya.
Pak Herman tak menggubrisnya dan masuk kembali. Sejenak beliau kembali tertegun melihat tubuh lemas bu Mila yang masih belum sadarkan diri.
Beliau bingung harus bagaimana.
"Apa anda punya minyak kayu putih atau sejenisnya pak Herman?? Biar saya bantu oleskan di pelipis dan sekitar hidung ibu." kata Darren memecah kebingungannya.
"Eee, Punya. Sebentar ya,,," jawabnya gagap dan dengan cepat masuk untuk mencari minyak itu.
Pak Herman menyempatkan diri mengetuk pintu kamar Tiara.
"Ra,,, Keluarlah,,, Ibumu sakit. Bantu ayah urus ibumu." teriaknya.
Tak ada respon dari Tiara.
__ADS_1
"Huh dasar anak gak guna,,, Sejak kemarin dia mengurung diri gak keluar keluar. Apa sih maunya,,,??!!!" gerutu pak Herman keluar lagi dengan membawa sebotol minyak kayu putih.
Sudah dua hari Tiara tidak mau keluar kamar bahkan juga tidak mau makan. Bu Mila yang sangat cemas dengan keadaannya tak bisa berbuat apa apa tiap kali Tiara hanya menjawab panggilannya dari dalam kamar dengan kalimat "Tiara lelah bu".
Komplain pada pak Herman juga tak digubris karena pak Herman selalu berpikir itu adalah hal wajar. Pak Herman malah memarahi bu Mila tiap kali bu Mila mencemaskan Tiara.
"Ibu itu lebay,,, Tiara sudah besar. Dia jawab lelah ya biarkan istirahat. Dia tidak makan mungkin dia diet. Kan dia mau jadi istri orang kaya. Patutlah dia jaga penampilan. Lagipula pasti dia sudah beli beberapa makanan dan minuman untuk dirinya sendiri. Jadi ibu gak usah terlalu berpikir." ucap pak Herman tiap kali bu Mila mencemaskan Tiara.
"Yang penting kan tiap ditanya anaknya masih jawab. Itu artinya dia baik baik saja. Kita saja yang harus menghargai privacynya. Gitu loh bu,," tambah pak Herman.
Dengan selalu digembleng seperti itu oleh pak Herman,, Jadilah Tiara dua hari berdiam diri dalam kamar tanpa makan dan minum. Ditambah sekarang malah bu Mila pingsan,,,Siapa yang akan peduli padanya?
"Biar saya sendiri. Saya bisa kok. Anda sebaiknya pulang saja.Dan terima kasih sudah mau menolong saya." ucap Pak Herman tanpa menoleh pada Darren yang maunya mengoleskan minyak itu.
"Herman,,, Maaf sebelumnya kalau kedatanganku kemari membuatmu gusar dan emosi. Tapi aku pikir ada yang harus kuluruskan di sini. Aku datang ingin bicara baik vaik denganmu seperti layaknya teman sekampus dulu." kata Darren.
"Hhhh,,, teman katamu??? Aku tidak pernah merasa berteman denganmu." ketus pak Herman tetap tak menoleh dan sibuk mengoleskan minya pada beberapa bagian tubuh bu Mila agar lebih hangat.
Pak Herman tak menjawab.
"Demi Chaira." ucap Darren lagi.
Pak Herman masih tak menjawab tapi beliau menghentikan gerakannya dan menarik napas panjang.
"Maukah kamu berteman denganku agar Chaira tenang di alamnya? Karena aku yakin dia sangat bersedih jika melihat kita seperti ini. Aku tau dia sangat tak ingin jika dirinya menjadi satu alasan untuk dua orang saling bermusuhan. Sebagai orang yang pernah dekat dengannya,,, Kamu pasti paham itu kan Herman??" tanya Darren.
Pak Herman menoleh padanya dengan pandangan bertanya tanya.
__ADS_1
"Apa kamu bilang?? Chaira sudah meninggal??" tanyanya.
"Sudah lama Herman. Dia mengalami kecelakaan bersama suaminya dan anak anak kami saat akan pergi ke luar kota." jawab Darren sendu mengingat kecelakaan itu.
"Kenapa aku tak pernah tau berita itu,,,? Aku hanya tau kamu bercerai dengannya dan kamu menikah lagi. Kamu menyakitinya dan kamu membuatku bangkrut karena kamu membatalkan kerjasama perusahaan kita. Aku sudah keluar banyak modal untuk itu asal kau tau!!! Dan aku harus merelakan semua milikku saat itu untuk mengembalikan dana yang ku pinjam itu!!!" emosi pak Herman muncul kembali.
"Untuk masalah pembatalan kontrak kerja,,,Aku minta maaf tapi aku sungguh tidak tau menahu masalah itu. Saat itu aku sedang tidak aktif di kantor dan semuanya dihandle orang kepercayaanku. Aku sudah menanyainya masalah itu dan dia mengaku memakai namaku untuk pembatalan itu karena dia tak ingin orang dari masa lalu Chaira mendekatiku apalagi saat itu hubunganku dengan Chaira sangat tidak baik." jelas Darren.
"Sekali lagi aku minta maaf jika urusan pribadiku berimbas buruk pada karirmu saat itu bahkan saat ini masih terus berimbas pada perekenomianmu. Tapi aku bersedia mengganti rugi semua modal yang sudah kamu keluarkan dulu. Berapa pun itu,,, kAtakan saja padaku." lanjutnya.
Pak Herman tertegun mendengar ucapan rendah hati dan permintaan maaf dari Darren yang sebenarnya tak pernah mengenalnya sebelumnya. Pak Herman hanyalah salah satu teman kampus Chaira yang diam diam mengaguminya. Hingga kekaguman itu berubah menjadi ambisi.
Meski pak Herman tak pernah menyatakan perasaannya pada Chaira namun ambisinya membuatnya marah besar dan dendam pada Darren yang tiba tiba sering terlihat bersama Chaira saat itu.
"Apa tidak ada gadis lain di kampus itu selain Chaira yang bisa kamu dekati?? Kamu kan anak orang kaya bahkan orang tuamu lah yang punya kampus itu. Tapi kenapa harus Chaira yang kamu pilih?? Kalau kau tak menikungku mungkin aku sudah mengungkapkan perasaanku padanya dan mungkin dia bahagia bersamaku sekarang. Tak perlu merasakan pedihnya diselingkuhi olehmu." lirih pak Herman kemudian.
Darren hanya tersenyum mendengarnya.
"Aku juga datang ingin meminta maaf padamu kalau kehadiranku dulu dalam hidup Chaira rupanya menyakitimu. Aku sungguh tidak tau bahwa Chaira punya pengagum rahasia. Kalau kamu bertanya padaku kenapa harus Chaira,,, Lalu bagaimana denganmu sendiri?? Kenapa kamu memilihnya?? Kenapa kamu mengaguminya dan menyimpan ribuan cinta dalam dirimu untuknya yang bahkan tak tau kamu mencintainya??" tanya Darren balik.
"Aku,,,Aku hanya,,," Pak Herman tak melanjutkan perkataannya.
"Sudahlah Herman,,, Aku kesini bukan untuk mengungkit masa lalu yang sudah tak mungkin bisa kita ulang lagi. Tapi aku kesini menawarkan persahabatan padamu. Menawarkan kebahagiaan dan ketenangan untuk Chaira. Aku kesini mewakili Chaira ingin meminta maaf padamu jika kami berdua sama sama mengabaikan perasaanmu dulu." kata Darren lembut.
"Dan aku juga sebagai mantan suami Chaira yang masih selalu mencintainya,,, Ingin mengajakmu yang juga masih menyimpan cinta yang besar untuknya hingga membuat hatimu tertutup kebencian padaku,,, Mari kita sama sama mencintai Chaira dalam kedamaian,dalam persahabatan dan dalam doa. Bukan denganku atau pun denganmu,,, Chaira bahagia bersama imam pilihannya di surgaNYA. Jadi untuk apa kita saling bermusuhan karenanya??" tanya Darren.
Pak Herman lagi lagi dibuat terdiam oleh bicara Darren. Beliau sungguh tak menyangka Darren yang dibencinya mati matian itu bisa sedemikian bijaknya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 💐