BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 60


__ADS_3

Selamat membaca 🌻


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌻🌻


Darren menghampiri Levi yang duduk termenung di tepian kolam.


"Ada apa lagi??" tegur Darren duduk di samping Levi.


"Eh ayah,,, Levi hanya sedang memikirkan sesuatu." ucap Levi.


"Apa itu?? Ayah harap kali ini bukan cinta terlarang kalian lagi ya,,," ucap Darren was was.


Levi tersenyum namun terlihat pahit. Jujur dalam hayinya pesona Rayya memang masih kerap menggodanya namun sejauh ini Levi selalu berhasil menguasai diri.


"Bukan ayah,,, kalau masalah itu ayah tenang saja. Baik Levi maupun Rayya,,, Kami tidak akan mengecewakan ayah lagi." ucap Levi meyakinkan Darren.


"Alhamdulillah,,, terima kasih Levi atas kebijakanmu dan Rayya. Lalu masalah apa yang sekarang mengganggumu?? Cerita sama ayah,,, Ayah selalu senang kalau kamu memperlakukan ayah tidak hanya sebagai ayahmu tapi juga sebagai sahabatmu dimana kamu bisa bebas bercerita apa saja,,, bertukar pikiran,,,dan segala sesuatu yang dilakukan layaknya dengan sahabat." ucap Darren.


"Ayah memang satu satunya sahabat terbaik Levi,,," ucap Levi membuat senyum di wajah Darren perlahan terlukis mendengarnya.


"Apa ayah kenal dengan om Herman??" tanya Levi.


"Herman??Herman siapa ya,,,Apa kamu tau nama belakangnya??" tanya Darren.


"Herman Soedibyo kalau tidak salah ayah,,," ucap Levi sembari mengingat ingat nama belakang dari Tiara yang menggunakan nama keluarga.


Darren berusaha mengingat ingat nama itu namun belum mendapat ingatan yang berkesan dengan nama itu.

__ADS_1


"Ayah lupa,,, Tapi kenapa kamu menanyakannya??" tanya Darren.


Levi menarik napas.


"Hari ini Levi mengantar Tiara pulang ke rumahnya karena tadinya di jalan dia di jambret. Jadi Levi hanya ingin memastikan Ara pulang dengan selamat saja. Ayah ingat Tiara?? Gadis di foto bersama Levi yang buat Rayya jadi nekad itu,,," tanya Levi.


"Iya ayah ingat." jawab Darren.


"Nah tadi mumpung Levi antar dia pulang kan Levi sekalian menemui ibunya untuk minta maaf dan menjelaskan pada beliau kenapa waktu Rayya masuk rumah sakit Levi tidak mengantar Ara pulang padahal Levi yang menjemputnya." Levi mulai cerita.


Panjang lebar Levi menceritakan semua hal yang dialaminya di rumah Tiara tadi pada Darren. Hingga pada saat munculnya pak Herman dan lengkap dengan segala perkataannya tadi mengenai Darren.


Tidak ada yang dikurangi maupun ditambahi oleh Levi.


"Levi hanya heran kenapa sepertinya om Herman sangat tidak menyukai ayah. Meski dengan masa lalu ayah yang entah seburuk apa dulunya,, Levi hanya heran jika sudah puluhan tahun berlalu,,, sampai sekarang Levi sudah kuliah,,, Kok tetap saja om Herman menyimpan ketidaksukaannya pada ayah. Sebesar itukah bencinya pada ayah?? Sebesar apa salah ayah sampai beliau tidak bisa melupakan dan memaafkan ayah??" tanya Levi.


"Herman Soedibyo,,," Darren manggut manggut sambil coba mengingat ingat lagi nama itu.


"Levi,,, Ayah tidak bisa menjawab pertanyaan itu sekarang karena ayah masih belum ingat. Ayah tidak mau asal asalan jawab dan nanti jatuhnya malah fitnah. Ayah akan coba hubungi om Dion dulu siapa tau dia ingat siapa itu Herman Soedibyo. Ayah pasti akan katakan yang sejujurnya pada Levi setelah ayah yakin yang mana dan ada urusan apa dulunya ayah dengan Herman soedibyo itu." ucap Darren dengan tenang.


Darren menggeleng dan tersenyum.


"Tidak Levi,,, Ayah tidak menyangkal dulu ayah pernah begitu jatuh dan terpuruk saat bundamu meninggalkan rumah,,, lebih terpuruk lagi saat tau bunda telah melahirkan kamu karena saat itu ayah belum tau bahwa kamu adalah anak ayah. Ayah hancur setelah ayah menyadari semuanya dan itu sudah terlambat. Kehancuran ayah itu memang berpengaruh besar pada urusan pekerjaan ayah waktu itu. Jadi jika ada orang dari bagian masa lalu ayah mengatakan keburukan ayah,,, Ayah terima nak karena apa yang dikatakannya tidak salah." ucap Darren.


"Hanya saja,,, sebaiknya siapa pun mereka,,, mereka tidak menghubung hubungkan masa lalu kelam ayah itu pada anak ayah. Tapi wajar saja sih mereka begitu karena mereka tidak pernah tau seberapa kerasnya ayah mencoba memperbaiki semuanya. Ayah sadar,,, kebanyakan orang hanya akan mengingat keburukan kita dan satu keburukan itu akan bisa menghapus seribu kebaikan kita." ucap Darren.


"Tapi ayah berterima kasih padamu,,," lanjut Darren sambil menepuk bahu Levi.


"Untuk apa ayah??" tanya Levi tak mengerti.


"Karena kamu bisa mengambil sikap untuk tetap sopan menghadapi Herman. Ayah janji ayah akan segera cari tau siapa dia." kata Darren.

__ADS_1


"Iya ayah,,," jawab Levi.


"Lupakan tentang Herman dulu,,, Ada hal penting yang ingin ayah tanyakan sama Levi." kata Darren kemudian.


"Apa itu ayah??" tanya Levi balik.


"Kenapa Herman sangat berusaha menjauhkan Tiara darimu?? Memangnya ada hubungan apa antara kalian??" tanya Darren.


Levi menggeleng.


"Entahlah ayah,,, Tidak pernah ada pembicaraan apa pun antara kita tentang status hubungan kita. Yang jelas Ara itu sahabat Levi dan sebaliknya,,, levi ini sahabat Ara. Kami sama sama merasa ada yang kurang jika salah satu tidak ada,,, Levi juga selalu tidak ingin terjadi hal yang buruk pada Ara. Levi selalu senang menjaga Ara. Levi ingin selalu melindunginya. Berada di dekatnya membuat Levi tenang. Melihatnya baik baik saja juga membuat Levi tenang." jawab Levi sambil senyum senyum mengingat Tiara.


"Kamu yakin itu bukan cinta??" tanya Darren.


Levi berhenti tersenyum lalu menoleh pada ayahnya.


"Apa dulu ayah begitu juga sama bunda??" tanya Levi.


"Ayah tidak sekalem kamu nak,, Ayah terus mengejar bunda sampai ayah benar benar mendapatkannya. Saat ayah menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan bunda,,, Ayah langsung mendekatinya dan tak pernah mau melepaskannya walau sekejap. Ayah terlalu takut kehilangan bunda. Namun ayah juga begitu bodoh melepaskannya begitu sudah mendapatkannya,,," suara Darren memelan dan sendu.


"Ayah,,, Jangan menangis. Bunda sudah melihat dari sana betapa ayah sudah sangat menyesal dan membuktikan bahwa ayah telah berubah. Bunda pasti bisa merasakan cinta ayah melalui cinta ayah pada kami,,," Levi menghapus airmata Darren yang membasahi wajahnya.


"Iya Levi,,, Jadi pesan ayah,,, kalau memang kamu merasa Tiara itu berbeda,,kejarlah nak. Jangan dilepaskan dan jangan melakukan hal bodoh seperti ayah." pesan Darren.


"Meski om Herman tidak suka dan malah stress kalau Levi terus mepet anak gadisnya??" tanya Levi dengan nada bercanda karena ingin membuat ayahnya tak bersedih lagi.


"Hahaha,,, Nanti ayah lagi yang kena batunya. Ayah lagi yang kena hinaanya. Dibilang ayah yang ngajarin kamu untuk mepet putrinya terus hahahha,,," Darren mengimbangi candaan Levi.


Levi pun tak tahan untuk tidak ikut tertawa.


"Ayah sama anak kok sama bandelnya,,, hahahha" ucap Levi kembali membuat Darren tertawa juga.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa. Terima kasih 🌻


__ADS_2