BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 128


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf typonya banyak 😀🙏


🌹🌹


Pukul setengah lima pagi,,,


Baik Darren dan Dion,,, mereka sudah siap di bandara dengan kopernya masing masing. Begitu juga Levi dan Tiara. Birru tampak masih terlelap dalam gendongan ibunya.


"Rayya jaga diri ya. Tetap kabari ayah kalau ada apa apa. Ingat nak,,, om Adimu sedang begitu sensitif dengan apa yang menimpanya saat ini. Bisa jadi beliau membenci ayah juga. Jadi ayah minta,,, bijaklah dalam berkata kata ya nak. Lidah itu ibarat pisau,,, sangat tajam nak." pesan Darren sembari memegang kedua bahu Rayya.


"Inshaallah Rayya bisa menahan diri ayah. Rayya yakin kasih sayang Rayya pada om Adi tidak akan sia sia. Rayya hanya harus bersabar,,, demi kita semua,,, dan demi hubungan Rayya dengan bang Bimo." Rayya menoleh pada Bimo yang berdiri di sebelahnya tersenyum.


"Inshaallah kita bisa melewati ini. Abang akan selalu dampingi Rayya. Tuhan gak akan sejahat itu pada hamba hambaNYA yang berusaha. Bukan begitu ayah?" tanya Bimo pada Darren.


"Inshaallah,,," Darren mengangguk lalu tersenyum.


Acara pamitan pun dilanjut dengan acara pelukan antara Rayya dan Levi. Meski berat meninggalkan adik kesayangannya itu di negara orang dengan segala drama keluarganya,,, tapi Levi sedikit merasa lega karena ada Bimo yang akan menjaga Rayya.


"Gores dikit adik gue,,, gue potong tuh si otong." ancam Levi pada Bimo.


"Aih,,, lo nyerangnya selalu bagian penting. Itu masa depan gue brooo,,," seru Bimo.


"Bodo,,, Pokoknya lo kudu tanggung jawab." Levi merangkul sahabatnya itu dan mempercayakan adiknya padanya.


"Gue lakukan yang terbaik semampu gue. Yang jelas gue gak akan kemana mana. Gue akan tetap di samping adik lo." ucap Bimo.


"Lo jaga diri Dare. Ingat lo masih dalam tahap pengobatan dan lo gak boleh lalai dengan jadwal lo. Gue udah tua untuk selalu ingetin lo." pesan Dion.


"Yang penting lo belum terlalu tua untuk Karin." goda Darren sambil setengah berbisik tak mau anak anaknya mendengarnya.


"Ah forget her." kilah Dion.


"Forget her forget her,,, Ntar ujung ujungnya lo sebet lagi. Galau lagi,,," Darren masih tak berhenti.

__ADS_1


"Dia tolak gue dan gue gak akan paksa dia. So you stop joking me about her. Ok??" Tegas Dion.


"Absolutely not ok. Gue tau lo bro. Lo gak maksa tapi lo menunggu dia. Just like what you do to Hana before. Gue tau lo bukan tipe gampang menyerah. Lo berharap banyak dalam diam lo. Tapi apa pun itu gue doain ada jalan. Gue mau lo bahagia bro." Darren menepuk bahu Dion.


"Gue akan lebih bahagia kalau lo sehat Dare. Cuma lo yang ngerti banget semua tentang gue. Jadi please,,, minum obat,,terapi teratur,,,jangan bandel dan semangat hidup. Jangan pernah menyerah. Gue tau lo rindu sama Chaira tapi kami semua di sini,,, yang menyayangi lo,,, masih ingin lo ada bersama kami." Dion bersungguh sungguh.


"Gue akan hidup lama. Setidaknya sampai gue saksiin lo menikah lagi dan punya keturunan. Kalau lihat kisah lo sama Karin yang masih kayak benang kusut dan belum tau ujungnya ini,,,Gue rasa itu masih sangat lama kan??" Darren lagi lagi menggoda Dion.


"Kampret lo,,,!!!" ketus Dion.


Suara wanita operator terdengar memanggil para calon penumpang agar bersiap siap dengan pesawatnya yang akan segera berangkat.


"Ayah itu pesawat kita. Ayo kita kesana." ujar Levi.


"Iya nak." sahut Darren.


"Take care ya bro." kedua sahabat lama itu sama sama berpesan untuk satu sama lain selalu jaga diri.


Setelah mereka pergi,,, Rayya menghampiri Dion.


"Om mau Rayya tungguin sampai pesawatnya berangkat??" tanyanya.


"Tinggal aja dah Rayya. Om gak apa apa kok. Udah biasa sendiri juga kan?? Kalian balik aja ke hotel. Ini masih terlalu pagi untuk Paris. You can back to sleep." ucap Dion.


"Ok deh om kalau gitu. Rayya juga masih ngantuk nih." Rayya tertawa kecil mengakui bahwa dirinya masih ingin tidur.


"Iya sayang. Just take care ya selama kamu di sini."


"Siap om. Om Dion juga ya,,, salam buat oma opa di sana."Rayya menitip salam untuk kedua orang tua Dion.


"Om,,, Bimo antar Rayya dulu ya." pamit Bimo.


"Tunggu Bim,,," cegah Dion.


Bimo bimbang untuk berhenti karena Rayya sudah jalan duluan. Tapi tak enak juga langsung meninggalkan Dion yang jelas jelas ingin mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Ada apa om??" tanya Bimo gelisah sesekali menoleh Rayya takut kehilangan jejaknya.


"Tidak ada. Om hanya merasa tak seberuntung kamu." ucap Dion kemudian.


"Maksudnya om??" Bimo tak mengerti.


"Udah sana. Rayya udah ngilang tuh. Jaga Rayya jangan sampai dia terluka. Jangan pernah sampai terlepas darimu apalagi karena ulahmu karena percayalah,,, kehilangan orang yang kita sayang karena kebodohan kita sendiri itu menyakitkan." pesan dari Dion itu terdengar berat.


"Bimo gak ingin merasakan sakit yang sama seperti yang om bilang itu. Jadi Bimo akan berusaha sebaik mungkin agar rasa sakit itu tidak akan pernah datang."


"Good." Jawab Dion singkat sambil menunjuk Rayya yang sudah hendak berjalan balik ke arah mereka.


Bimo segera berlari menyusulnya agar Rayya tidak perlu berjalan balik terlalu jauh.


"Ada apa bang?? Om Dion mengatakan sesuatu??" tanya Rayya begitu Bimo sampai padanya.


"Hanya pesan agar ratu hati abang ini tidak pernah terluka karena ulah abang." Bimo tersenyum manis pada Rayya.


"Abang jawab apa??"


"Pasti abang lakukan karena abang juga gak kuat menahan kecewa pada diri abang sendiri kalau sampai itu terjadi. Bidadari abang ini tidak boleh sampai tersakiti." ujar Bimo.


"Terima kasih bang."


"Love you Ay,,,"


"Love you too bang,,,"


Kedua insan yang saling mencinta itu terlihat sangat mesra meski hanya tatapan mata yang berbicara. Dion tersenyum melihat itu dari kejauhan.


"Rin,,,meski dalam hati Bimo hanya ada Rayya,,, kuatlah sayang. Besarkan hatimu menerima segala sesuatu yang sudah digariskan oleh tuhanmu. Karena apa pun itu,,, Itulah hal terindah bagimu."


Dion membatin dalam hati. Hatinya terasa pedih saat lagi lagi suara operator wanita mengingatkan bahwa pesawatnya akan segera berangkat.


"Good bye Paris. Om pergi ya Karin. Take care,,," gumamnya lirih lalu menarik kopernya.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Terima kasih atas vote, like dan komennya 🌹


__ADS_2