BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Tak berani mengatakannya


__ADS_3

Kami bertiga meninggalkan restoran dan menuju apartemen Febby. Mike kecil tak sekalipun melepaskan pegangan tangannya dariku. Sepertinya dia tak ingin jika harus terpisah dari daddy yang telah dirindukannya selama ini. Bahkan saat berada dalam mobil pun dia setia duduk di pangkuanku.


Meski aku masih merasa canggung dengan kondisi seperti ini tapi aku tak tega menolak atau memintanya duduk sendiri. Sepanjang perjalanan Mike terus menanyakan banyak hal baik itu tentang diriku atau apa pun yang dilihatnya dijalan yang kami lewati. Ku lirik Febby yang terus tersenyum sendiri. Tampaknya dia bahagia melihat Mike putra kami telah menemukan daddynya.


"Rencanaku berjalan mulus. Mike menemukan daddynya. Setidaknya seseorang yang bisa dipanggilnya begitu" batin Febby seraya memandang dua sosok yang sedang menikmati kedekatannya


Sampai di apartemen petugas jaga melotot melihatku kembali datang.


"Ppppppak Darren,, apa ada yang bisa bantu lagi?" tanyanya gugup


Aku segera memberinya isyarat untuk diam. Untung saja Febby yang langsung menuju pintu lift tidak mendengar dia menyapaku. jika sampai Febby dengar maka Febby akan curiga. Saat ini Febby pikir kami tak sengaja bertemu.


"Jangan pernah menyapaku lagi jika melihatku. Perlakukan saja aku seperti tamu tamu lain. Sampaikan juga pada semua karyawan disini untuk merahasiakan bahwa akulah pemilik apartemen ini dari bu Febby. Mengerti?" aku memastikan dan memperingatkan petugas jaga itu. Aku segera menyusul Febby begitu melihatnya mengangguk tanda mengerti.


Kami memasuki lift yang membawa kami menuju kamar Febby.


"Come in Dare,,," Febby mempersilahkan.


"Why you keep calling dad like that mom?? You should call him daddy as well" Mike protes


Kami berpandangan sesaat.


"Oh ya,, Why not?? Can i,,,daddy???" tanya Febby memandangku


"Yyyyess,,, why not?" aku tergagap


Aku menarik napas dalam saat Febby mempersilahkanku duduk. Mike segera berlalu berganti baju dengan pakaian rumahan. Febby membuatkanku minuman.


"So you will stay with us dad??" Mike sudah kembali dan langsung duduk di pangkuanku sembari mengalungkan tangannya di leherku.


Aku merasa tercekik dengan pertanyaannya itu.


" Eeeehhhh,,, uuuhhmmm,,, "aku tak mendapat jawaban yang tepat


" No Mike,,, daddy can't stay with us tonight. Daddy have a lot af work to do. But daddy will stay with us soon,,, Am i right dad??" Ucap febby yang datang membawa minuman dan segera menatapku meminta jawaban.

__ADS_1


Aku tersentak dengan pertanyaan itu. Bagaimana bisa aku mengiyakan begitu saja karena aku memang tidak bisa tinggal disini. Aku perlu memikirkannya lebih matang dulu. Tiba tiba menerima Mike yang diklaim Febby sebagai putraku saja cukup membuatku pusing apalagi jika ditambah dengan harus tinggal bersama mereka.


Tidak,,, tidak bisa,,,


" Daddy,,, you're not answering yet" Mike menyadarkanku dari lamunanku


"Of course Mike,,, after dad done with all my job" aku segera memeluknya.


"Yaaaaayyyyy" Mike yang begitu bahagia mendengar jawabanku langsung berdiri dan lonjak lonjak di sofa. Aku segera memintanya turun karena khawatir dia terjatuh. Mike menurut dan segera merebahkan dirinya di sofa. Kepalanya diletakkannya di pahaku.


"Dad,,, can i sleep. I am so tired" tanyanya


Aku mengangguk dan mulai membelai kepalanya. Mike segera memejamkan matanya dan tak butuh lama membuatnya tertidur. Segera ku pindahkan tubuh kecilnya ke ranjang.


"Febby,,, kita perlu bicara!" ucapku pada Febby yang duduk menungguku di balkon


"Ya Dare,, apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya


" Kamu tidak bisa seperti itu bicara pada Mike. Kamu tau aku tak mungkin tinggal disini. Kau juga tau ada Chaira dalam hidupku. Aku tidak bisa segampang itu untuk,,,,, " Febby meletakkan telunjuknya di bibirku


" Kan aku sudah bilang bahwa kamu akan tinggal bersama kami saat semua pekerjaanmu selesai. Tentu saja pekerjaan yang ku maksudkan adalah tugasmu memberitahu istrimu. Kau bisa memintanya menerima kami atau memilih meninggalkanmu saja jika dia tidak bisa terima kami' ucapnya


"Soooo???? kamu mau lakukan apa?? Kamu mau mencampakkan kami lagi setelah beberapa tahun ini kami lalui tanpa adanya tanggung jawabmu?? Kamu ingin melukai Mike putramu dengan meninggalkan kami lagi??? Jahat kamu Dare,,, kamu hanya memikirkan diri dan istrimu saja. Kamu sama sekali tak memikirkan kami!!! Apa masih belum cukup selama ini aku mengalah dengan memilih pergi darimu??? Bayangkan apa yang terjadi pada rumah tanggamu jika waktu itu aku tak mengalah!!!! Aku sudah banyak berkorban Dare,,, sekarang giliranmu menunjukkan seberapa besar tanggung jawabmu pada kami!!!!" ketus Febby


Aku terhenyak. Aku terdiam. Aku tak mampu menjawabnya. Perkataan Febby begitu tajam dan menusukku. Semua perkataannya masuk akal. Aku jahat jika mencampakkanya lagi. Aku jahat jika mengecewakan Mike lagi. Aku jahat jika tak menunjukkan pertanggungjawabanku.


Tapi,,,,


Aku juga jahat jika menyampaikan semua ini pada Chaira. Aku akan sangat melukainya lagi jika dia harus menerima kenyataan bahwa suaminya ini telah menodai pernikahan kami tak hanya dengan Rosa tapi juga dengan Febby. Terlepas dari keinginannya agar aku menikah lagi tapi tentu tidak dengan bagian masa laluku yang kusimpan rapat darinya selama ini.


Kepalaku pusing. Aku tak bisa lagi berpikir. Aku beranjak dan menuju pintu keluar. Aku berhenti sejenak dan berbalik menuju tempat Febby yang masih berdiri memandangku.


"Aku akan cari solusi terbaik untuk ini. Aku mau kamu bersabar. Dan Mike,,, aku akan usahakan tiap hari bisa menemuinya" tegasku


Febby mengangguk kemudian meraih wajahku. Dikecupnya lembut bibirku.

__ADS_1


"Thanks Dare" bisiknya


Aku yang masih belum sadar hanya bisa mengangguk dan segera keluar. Aku tak mempedulikan petugas jaga yang mengangguk hormat saat melihatku keluar dari lift. Aku segera masuk ke mobil dan meminta sopir segera membawaku pulanv. Entah kenapa hari ini aku sangat merindukan Chaira. Beberapa hari ini aku berpura pura tak merindukannya dengan terus mengabaikannya.


\=\=\=\=\=\=\=


"Kamu sudah pulang sayang,,, kenapa tak mengucapkan salam dulu? " Chaira menegurku lembut


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam sayang,,, kamu mau langsung makan malam atau mandi dulu? " tanyanya yang sedikit bahagia karena aku kembali mengucap salam padanya setelah selama ini tak melakukannya walau tiap hari dia mengingatkan hal itu.


"Aku sudah makan tadi diluar" jawabku


"Baiklah kalau begitu" suara Chaira terdengar kecewa karena aku memang tak pernah makan diluar tanpa dirinya.


"Kalau begitu ku buatkan kopi dulu" pamitnya


"Tidak Chai,,, disini saja. Temani saja aku." kataku tanpa punya rasa malu atau apa pun memintanya melayaniku.


Kenapa juga harus malu?? Aku merasa aku masih suami sahnya yang wajib dilayaninya kan??? Terlepas dari seperti apa pun sikapku padanya akhir akhir ini. Semua itu juga akibat perkataannya sendiri kan???


Aku menuntaskan hasratku dalam tempo lama. Aku begitu menikmati keintiman kami. Aku tak peduli entah berapa kali Chaira mengejang menahan nikmatnya. Sejam lebih aku memacu tubuhku akhirnya ku siramkan kembali semua milikku ke dalam rahim istriku.


Aku segera terkulai di samping tubuhnya. Mataku ingin terpejam namun pikiranku tiba tiba kembali melayang pada Mike dan Febby. Bagaimana pun juga aku harus memberitahu Chaira. Ku lihat Chaira yang sudah terpejam. Tampaknya dia begitu lelah melayaniku malam ini. Aku menyentuh pipinya. matanya terbuka menatapku. Betapa mata itu masih sangat ku kagumi.


"Apa kamu menginginkannya lagi sayang?" tanyanya


"Tidak,,, aku hanya ingin bicara,,," aku tak melanjutkan


"Ahh sudahlah,,, lupakan. Tidurlah. Kamu terlihat capek." tukasku sembari langsung berbalik memunggunginya.


Chaira diam. Dalam hatinya dia memohonkan ampunan dari tuhan untukku yang begitu tidak bisa ditebaknya lagi. Perlahan dia miringkan juga tubuhnya membelakangiku. Kembali malam ini kami saling beradu punggung melewati sisa malam.


"Maafkan aku Chai,,, aku belum punya keberanian cukup untuk memberitahu segalanya padamu" batinku

__ADS_1


Jangan lupa vote, komen dan like nya yaaaa


Terima kasih 😍


__ADS_2