BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S (LEVI & RAYYA ) Part 14


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸


Keesokan paginya Ratna bangun dan menuju ke dapur. Hana sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk Dion.


"Ada yang bisa ku bantu Hana??" sapa Ratna.


Hana terkejut dan menoleh. Dirinya memang tidak menyadari kehadiran Ratna di dapur saking sibuknya.


"Eh Na,,, kamu bikin aku kaget saja. Aku lupa ada kamu juga di rumah ini." kata Hana.


"Kamu sedang apa??" tanya Ratna.


"Nih buatin roti sandwich buat Dion. Kamu mau juga??" tanya Hana.


Ratna hanya tersenyum tipis dan menggeleng.


"Na,,, sudah berapa lama kamu kenal Dion?" tanya Hana di sela kesibukannya.


"Sejak SMP" sahut Ratna singkat.


Dirinya membantu mengelap meja makan dan merapikannya.


"Apa kalian berteman dekat??" tanya Hana lagi.


Ratna menoleh dan berusaha mencerna baik baik kalimat itu. Hana menyadari pertanyaannya itu bersifat ambigu.


"Eehmm,,, maksudku apa kalian akrab? Sering bersama sama,,, atau hanya sekedar teman sekelas,,, Begitu maksudku,,," jelas Hana.


Ratna lega.


"Teman sekelas saja,,, tapi Darren yang jadi teman baikku. Aku kenal Dion karena Dion teman Darren. Dulu kemana pun dan di mana pun ada Dareen,,selalu saja ada Dion dan Angga. Yaa dari sana saja aku kenal Dion,,,," jawab Ratna seperti ogah ogahan mengingat masa tidak penting itu.


Masa itu hanya menyisakan luka dan kekesalan dalam hatinya pada Darren yang membuat cintanya bertepuk sebelah tangan tanpa ada sepatah jawaban pun.


"Seperti apa Dion dulunya Na,,, Apa dia nakal?? Apa dia bandel?? Apa suka mengganggumu,,,??? Apa suka bolos??,,,,"


Hana melontarkan banyak sekali pertanyaan membuat Ratna makin merasa kesal.


"Kenapa kamu menanyakannya padaku,,, kenapa tidak langsung pada Dion??" tanya Ratna tanpa menjawab satu pun pertanyaan Hana.


Hana menangkap perasaan tidak suka ditanya banyak pada diri Ratna. Dan itu membuatnya makin curiga.


"Aku hanya ingin mendengarnya darimu saja,,, tapi tampaknya kamu seperti punya kenangan buruk di masa itu hingga kamu enggan bercerita padaku. Tidak apa apa kok Na,,aku bisa mengerti. Kita memang baru kenal dan belum akrab. Maaf sudah terlalu banyak bertanya padamu,,,," kata Hana.


"Eemm,,,Hana aku tidak bermaksud tidak sopan atau menganggap kita tidak akrab,,,aku hanya,,,," Ratna belum selesai bicara.


"Heii sedang ngobrolin apa kalian?? Boleh aku ikutan,,,???" Dion tiba tiba muncul.


"Tidak ada sayang,,, aku hanya menanyakan masa sekolahmu dulu pada Ratna tapi sepertinya kamu nakal sama dia dulu jadi Ratna malas menceritakannya padaku,,," jawab Hana dengan nada bercanda.

__ADS_1


"Aku tidak bilang begitu Hana,,," sergah Ratna yang merasa makin tidak enak pada Hana.


"Tidak perlu formal begitu Na,,,Hana hanya bercanda kok,,," jelas Dion.


Ratna hanya tersenyum tipis dan kikuk.


"Ayo sarapan dulu sayang biar kamu tidak kesiangan antar Ratna ke rumah Darren,,," kata Hana.


Dion mengangguk dan segera menerima sandwich yang diulurkan Hana padanya.


"Kamu gak sarapan Na??" tanya Dion.


"Tidak,,, aku makan sama sama anak anak saja nanti..Aku ke kamar saja dulu dan menyiapkan barangku." kata Ratna cepat.


Dion berusaha menahan tapi tidak sempat. Hana hanya memperhatikan keduanya.


"Ratna itu lumayan tertutup juga ya,,," celetuk Hana.


"Eehmm tidak juga sebenarnya,, mungkin dia hanya butuh waktu untuk kalian lebih akrab sayang,,," jawab Dion.


"Apa dia sudah menikah,,,???" tanya Hana lagi.


Uhuk,,, Uhuk,,,


Dion terbatuk mendengarnya.


Hana cepat memberikan segelas air putih untuk Dion.


"Kenapa sih,,, hati hati makannya,,," kata Hana yang makin merasa curiga dengan Dion.


"Aku berangkat saja sekarang ya sayang,,, kan aku juha harus mampir ke Darren,,," kata Dion mengingatkan bahwa dirinya harus mengantar Ratna dulu.


"Kalau kamu buru buru,,, aku bisa kok antar Ratna,,," pancing Hana.


"Tidak,,, tidak sayang,,, tidak perlu. Biar aku saja yang antar. Kamu di rumah saja ya sayang,,, bantu aku panggilkan Ratna saja sekarang ya,,," jawab Dion.


Dion yang memang menunggu kesempatan bisa berdua dengan Ratna saja menolak tawaran Hana agar dirinya saja yang mengantarkan Ratna.


"Baiklah,,, terserah kamu saja." kata Hana yang langsung bangkit menuju ke kamar Ratna.


"Naaa,,, cepatlah sedikit. Dion harus segera berangkat." Hana memanggil Ratna yang masih belum keluar dari kamarnya.


"Iyaaa,,," sahut Ratna yang segera keluar kamar.


Hana memperhatikan Ratna yang selalu menunduk dan menyembunyikan wajahnya tiap kali berhadapan dengannya.


Ratna keluar dengan tetap menunduk dan berjalan menuju pintu mendahului Hana. Dion sudah menunggu di depan pintu.


"Aku jadi makin penasaran ada apa sebenarnya,,," batin Hana.


"Sayang hati hati ya,,," pesan Hana sambil merapikan dasi dan kemeja Dion. Tidak lupa juga Hana mencium Pipi Dion dan memeluknya mesra. Ratna sebal melihatnya. Ratna segera memalingkan wajahnya.


Dion mengerti kekesalan dan kecemburuan Ratna itu.


"Eehmm,,, sayang,,, aku langsung berangkat yaa,,," Dion melepaskan diri dari Hana.

__ADS_1


Hana hanya mengangguk meski dia merasa heran kenapa tumben suaminya itu tidak mesra dan cenderung menjaga jarak darinya pagi ini.


🌸🌸


"Na,,, jangan diam saja,,," kata Dion ketika sudah berada di jalanan.


"Harus bicara apa memangnya?? Harus memuji kemesraan kalian?? Harus mengungkapkan sakit hatiku???" ketus Ratna.


Dion menghela napasnya dalam dalam.


"Sabarlah Na,,, aku akan cari waktu yang tepat untuk memberitahukan semuanya pada Hana,,, Hana harus tau siapa kamu sebenarnya." kata Dion.


"Apa maksudmu?? Kamu mau mengakui semua tentang kita??" tanya Ratna heran.


"Ya Na,,," jawab Dion.


"Kenapa??" tanya Ratna lagi.


"Karena aku tak ingin terus dihantui rasa bersalah telah begitu menelantarkanmu selama ini. Karena aku ingin hubungan kita membaik,,, karena aku ingin mengakuimu sebagai istriku di depan semua orang,,," jawab Dion.


Ratna tertegun mendengarnya.


"Apa aku tidak salah dengar?? Kamu ingin kita melanjutkan hubungan kita dan mengakui pernah menikahiku??" tanyanya memastikan.


"Iya Na,,, Aku ingin kita seperti dulu lagi." kata Dion.


Ratna diam sesaat. Satu sisi dia merasa senang karena Dion sendiri yang menginginkannya dan itu berarti dia tidak perlu berusaha keras untuk masuk dalam rumah tangga Dion.


"Kamu mau kan Na,,,??" tanya Dion.


"Aku mau,,, tapi aku punya satu syarat." jawab Ratna.


"Syarat?? Apa itu???" tanya Dion heran.


"Ceraikan Hana,,,!!"


Ccckkiiitttt,,,


Mobil Dion berhenti di depan pagar rumah Darren bertepatan syarat dari Ratna terucap. Dion menoleh pada Ratna yang tampak tenang saja tanpa rasa apa apa mengucapkannya.


"Na,,, cerai??" Dion tidak percaya.


"Ya,,, ceraikan Hana,,, Aku tidak mau rumah tangga kita tercampuri. Bagaimana pun aku kan istri pertamamu,,, Hana itu yang merebutmu dariku. Dan aku tidak sudi pelakor itu terus mengganggu,,,!!!" ketus Ratna.


"Tapi Na,,,"


"Terserah kamu,, kalau kamu memang ingin membayar semua kesalahanmu padaku,,, dan melanjutkan pernikahan kita,,, Maka penuhi syarat dariku,,,!!!"


Ratna langsung turun begitu pagar telah terbuka. Dion hanya bisa melongo dalam mobilnya.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2