BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 108


__ADS_3

Selamat membaca ❤️


Maaf banyak typo 🙏


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


❤️❤️


Sebulan berlalu,,,


Bahkan bulan ini masuk ke hitungan ke dua belas terhitung sejak Rayya kembali ke Paris tanpa pernah sekali pun pulang walau sebentar.


Kesibukan kuliah yang padat membuat Rayya susah mendapatkan libur yang lama untuk sekedar pulang ke Indonesia.


"Tidak apa apa tidak bisa pulang. Ayah sehat kok di sini. Yang penting Rayya jaga kesehatan di sana ya." pesan Darren.


"Iya ayah,,, Tapi kan Rayya kangen sama ayah,,, Kangen dipeluk ayah. Rayya bahkan tidak bisa merawat ayah." Rayya mengerucutkan bibirnya yang tetap tertutup cadarnya.


"Sabar sayang,,, Ingat ini semua kan juga demi cita citamu juga. Ayah tidak pernah menyalahkan kalau pun kamu jarang bisa pulang menjenguk ayah. Lagipula di aini sudah ada Kakakmu yang jaga ayah. Ada Birru juga yang selalu buat ayah tersenyum." Darren tak ingin membuat Rayya berkecil hati.


"Bagi ayah,,, Rayya semangat dan serius kuliahnya itu saja sudah merupakan bakti Rayya pada ayah. Ayah tidak menuntut lebih nak. Rayya sehat,,, istiqomah di jalanNYA,, tidak lupa melaksanakan apa yang jadi kewajiban Rayya sebagai muslimah,,, Kuliah yang benar,,, Itu sudah surga bagi ayah nak." ucapan Darren menyentuh hati Rayya.


Airmatanya berlinangan membasahi cadarnya. Beruntung Darren tak melihatnya karena seperti biasa ini hanyalah panggilan telpon biasa dan bukan video call.


Kalau Darren melihat Rayya menangis tentu dia akan turut menangis juga.


"Rayya bersyukur sekali punya ayah,,,Ayah dan abi adalah dua sosok yang paling Rayya cintai." ucap Rayya.


"Lalu apa sudah ada sosok yang Rayya cintai setelah ayah dan abi?" tanya Darren memancing.


"Kak Levi dong,,," Sahut Rayya dengan suara khasnya yang centil tiap bermanja manja pada Darren dan Levi.


"Maksud ayah itu selain kami Ayyaaaaa,,,," Teriak Levi.


"Loh kok ada suara kak Levi ayah?" Rayya kaget.


"Kan telponnya ayah loud speaker dari tadi dan kakakmu dari tadi juga di sini ikut mendengarkan. Ini Birru juga anteng dengerin ontynya bicara." jawab Darren.


"Waaaah kalian ya,,, Nguping diam diam. Mana coba Biruu,,, say hello dulu sama onty sayang,," suara Rayya terdengar ceria karena sudah lupa dengan airmatanya.

__ADS_1


"Ao,,,ao,,ao,,," Birru yang belum lancar berbicara berkata halo.


"Iiih lucunya ponakan onty. Sabar ya sayang nanti kalau onty bisa libur lama kita mainan sepuasnya." Rayya gemas.


Birru hanya tertawa tawa saja mendengat suara Rayya. Lalu tanpa menjawab lagi Birru pun kembali fokus dengan mainannya.


"Belum dijawab loh pertanyaan ayah tadi ya,,," Levi mengingatkan.


"Apaan sih kak??" Rayya pura pura lupa.


Kalau saja obrolan ini bukan melalui telpon biasa tentu mereka semua bisa melihat ekspresi malu malu Rayya ditanya tentang tambatan hatinya.


"Jawab dong cepat Ayya,,, Gak usah pura pura lupa deh. Kakak paham banget deh sama kamu ya,,," desak Levi.


"Gak ada kaaaakkk,,," sahut Rayya menutupi.


"Boong nih. Kalau bohong itu dosa lho. Gak takut apa dapat dosa?" tanya Levi tetap berusaha mendesak agara Rayya menjawab.


"Gak ada kak." Rayya bersikukuh.


"Kalau pun ada juga gak apa apa nak. Itu hal wajar. Usia kamu juga sudah lebih dari tujuh belas tahun. Hanya saja ayah pesan,,, Kalau memang ada yang dekat denganmu saat ini,, Pastikan kalian berdua sama sama bisa menahan dan menjaga diri." pesan Darren.


"Iya ayah,,, Rayya mengerti." jawab Rayya polos.


Uhuk Uhuk,,,


Suara seseorang batuk membuat semuanya menolek ke arah pemilik suara batuk itu. Dan yang batuk pun jadi salah tingkah ketika semua mata memandangnya.


"Kok diam di situ aja Bimo? Sini gabung sama kita." ajak Darren.


"Emm Assalamualaikum om. Maaf Bimo di sini aja deh. Takut ganggu." Bimo salah tingkah.


"Gak ganggu kok bro. Orang ini kita cuma ngobrol sama Rayya aja kok. Sini,,, Lo gak kangen ngobrol sama Rayya juga?? Sudah lama kan kalian gak pernah ngobrol lagi,,," Levi membuat Bimo makin salah tingkah.


Uhuk,,,


Kali ini suara batuk bukan dari Bimo lagi tapi dari Rayya.


"Kamu kenapa Ayya?? Kok tiba tiba batuk? Nih ada Bimo,,, Mau ngobrol juga gak??" tanya Levi.

__ADS_1


"Mmm Ayya cuma lagi minum air aja sih kak ini tadi trus kesedak deh. Oh ya,,, Ayya tutup dulu ya telponnya. Ini sudah jadwal Ayya kuliah." Rayya pamit.


"Lah gak ngobrol dulu sama Bimo??" tanya Levi.


"Mm lain kali aja deh kak. Assalamualaikum." tanpa menunggu jawaban Rayya langsung menutup telponnya.


"Waalaikumsalam. Hhmm gadis aneh." sungut Levi.


"Mungkin adikmu beneran lagi buru buru nak." Darren meminta Levi tak mempermasalahkan itu.


"Maaf ya Bim,,, Om yakin Rayya bukan tidak mau bicara denganmu. Dia hanya buru buru. Lagipula kami sudah cukup lama kok tadi ngobrolnya." Darren berkata demikian karena melihat raut wajah Bimo yang mungkin merasa tidak enak pada mereka.


Darren tidak mau buat Bimo berpikir kedatangannya mengganggu obrolan mereka.


"Gak apa apa om. Santai. Bimo gak mikir macam macam kok." jawab Bimo santai.


Bimo memang tidak sedang berpikir seperti yang dipikirkan Darren itu. Jika raut wajahnya berubah itu karena semata mata dia salah tingkah takut keceplosan tentang hubungannya dengan Rayya selama ini yang memang belum diketahui oleh mereka semua.


Baik Bimo dan Rayya memang punya komitmen hati yang serius namun ingin hubungan ini jadi kejutan bagi mereka semua. Komitmen hati yang makin kuat terjalin sejak menghilangnya Karin dari kampus.


Karin benar benar tak pernah ada lagi. Bahkan gengnya yang selama ini dekat dengan mereka juga kehilangan jejaknya. Entah di mana Karin sekarang. Yang teman temannya tau hanya Karin pindah ke luar kota bersama keluarganya.


Itu bagus untuk hubungan LDR yang dijalani Bimo dan Rayya. Semenjak itu juga Bimo makin banyak belajar untuk menahan diri dan menjaga jarak dari teman teman kuliahnya terutama yang perempuan.


Bimo tak mau ada kejadian salah paham lagi antara teman perempuannya dengan dirinya seperti Karin yang menyalahartikan sikap baiknya dulu.


"Bang,, Maaf kalau Ayya gak mau ngomong sama abang tadi. Bukan apa bang,,, Ayya takut tidak bisa menyembunyikan rasa sayang Ayya pada abang tiap kali Ayya ngomong nantinya. Bisa bisa kejutan kita untuk ayah dan kak Levi gagal dong nanti."


"Abang paham Ayya. Sudah gak usah itu dipermasalahkan. oh ya Ayya,,, Abang hampir lupa melakukan satu hal hari ini."


"Apa itu bang?"


"Bilang ke Ayya kalau abang cinta Ayya. Abang tunggu Ayya jadi bidadari abang."


Emoji hati terpampang di layar ponsel Bimo membuat dia senyum senyum sendiri di ruangan itu tanpa sadar ada Darren dan Levi yang melihat ke arahnya.


"Cieee yang sudah punya pacar,,," Tiara menyadarkan Bimo.


Bimo merah padam dan salah tingkah saat menyadari Tiara yang membawakan minum untuknya rupanya melihat emoji hati itu.

__ADS_1


\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ❤️


__ADS_2