BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
Cobaan 3#


__ADS_3

"Maaaasssss,,,,,tasnya" teriak Rosa pagi ini terdengar dari mobilku.


Dia berdiri di pintu dan membawakanku tas kerjaku yang hampir ku lupakan. Tak seharusnya aku lupakan benda penting itu karena tanpa tas itu aku pasti harus balik kerumah lagi. Ada banyak file penting disana yang jadi bahan materi kerjaku hari ini. Aku menepuk jidatku sendiri karena baru menyadari kelalaianku. Rosa hanya tersenyum melihat tingkahku. Aku segera turun dan menghampirinya.


"ahh makasih ya Ros. Aku sungguh ceroboh meninggalkan tas ini" kataku sambil membuka dan memeriksa isinya memastikan tak ada yang tertinggal


"Dasinya mas" Rosa menunjuk dasiku


"boleh Rosa benerin? " ucapnya lagi dan langsung mengarahkan tangannya ke dasiku yang memang agak miring dan kurang bagus bentuknya.


Aku diam saja dan mendongakkan kepalaku memberinya ruang merapikan dasiku.


"sekali lagi terima kasih ya" ucapku


"sama sama mas. Tidak perlu sesungkan itu sama Rosa" senyumnya mengembang manis


Sejenak ku perhatikan gadis yang berdiri di depanku ini. Beberapa hari ini sebenarnya dia sudah tinggal bersama kami namun baru pagi ini aku mempunyai waktu memandangnya dengan lebih jelas. Perawakannya yang tinggi hampir seimbang denganku dilengkapi dengan bentuk wajah ovalnya hanya perlu sedikit saja sentuhan agar bisa lebih menarik lagi. Chaira istriku tidaklah setinggi dia.


"kamu cantik Ros,,, mintalah segera Chaira mengajarkanmu segala sesuatu tentang modeling agar kamu bisa mulai bekerja. Mintalah bantuanku jika kamu memang perlu." ucapku padanya


Rosa tersenyum lagi dengan manisnya.


"iya mas" sahutnya


Aku segera menyadari tak baik berlama lama dengannya karena aku sudah hampir terlambat. Segera ku tinggalkan dia yang masih berdiri memandangku. Ku pacu mobilku menuju kantor. Sampai kantor Sinta menyambutku dan segera membacakan apa saja agendaku hari ini.


"jadi bu Febby tinggal hari ini saja akan bekerja bersama kita?" tanyaku


"iya pak. hari ini tepat hari ke tujuh beliau disini mendampingi bapak. Jadi sesuai dengan perjanjian awal kita dulu untuk besok beliau sudah tidak perlu berada disini lagi pak" Sinta menjawab dengan jelas


Aku mengiyakannya dan memintanya meninggalkanku. Sinta mengangguk sopan kemudian keluar ruangan.


"baguslah kalau begitu" batinku lega


Beberapa hari kerja bersama Febby cukup membuatku gerah. Berkali kali wanita itu hampir berhasil meracuniku dengan segala tindakannya. Sejak ada dia aku juga kehilangan banyak waktuku bersama Chaira karena aku terus disibukkan olehnya. Lamunanku buyar saat mendengar pintuku terbuka.


"paaagiiii Darrenku,,, " wajah Febby muncul


Aku hanya melirik malas. Aku sudah curiga memikirkan hal apa lagi yang akan dilakukannya hari ini untuk mengerjaiku. Tak ingin bermanis manis dengannya aku langsung saja mengajaknya berdiskusi tentang materi kerja hari ini. Febby sebenarnya selain cantik juga cerdas. Dia bisa menjadi partner kerja yang sangat baik untukku. Banyak ide ide brilian darinya yang cukup membantu proyek kami ini.


"Dare,, hari ini kan terakhir aku disini. Besok aku akan melepas dan sangat percaya kamu bisa melanjutkannya tanpa bantuanku lagi. Jadi aku minta malam ini kamu temani aku makan malam ya" pintanya

__ADS_1


"tenang saja,,, kita tidak hanya berdua kok. Aku sudah mengundang beberapa staff yang selama ini banyak membantu kita. Ayolah jangan kecewakan mereka. Mereka sudah sangat antusias dengan undanganku. Aku sekaligus ingin meminta maaf atas kelakuannku kapan hari pada mereka" lanjutnya lagi sebelum aku menjawab atau menolak


"tidak seharusnya kamu membuat janji dengan melibatkanku tapi tanpa meminta izinku" ketusku


"i know Dare,,, tapi aku juga mendadak punya ide seperti ini. please Dare,,,, " rayunya lagi


Aku menghela napas dan berpikir sejenak sebelum benar benar mengiyakannya. Ini pertama kalinya aku akan melewatkan makan malam bersama Chaira jika aku setuju. Malam ini berarti Chaira hanya akan bertiga saja bersama umi dan Rosa. Mama papa sedang berada diluar kota sejak kemarin. Aku kembali menghela napas kemudian meraih ponselku.


"assalamualaikum sayang,," aku menelpon Chaira dan berhenti sejenak memberinya jeda untuk menjawab salamku


"aku ingin memberitahumu bahwa malam ini kemungkinan aku tidak bisa makan malam dirumah. Hari ini hari terakhir klien dari PT *** bergabung bersama kami. Jadi malam ini kami ingin sedikit mengadakan jamuan makan bersama mereka. Apa kamu keberatan sayang?" tanyaku pada Chaira


"Tidak keberatan sama sekali sayang,, pergilah,, Chai sama sekali tak keberatan. Kalau begitu Chai akan sampaikan pada Rosa untuk tidak perlu memasak terlalu banyak malam ini." jawabnya


Aku segera mengiyakannya dan menutup telpon. Ku pandang Febby yang tersenyum puas mendengar pembicaraanku dengan Chaira.


"Thanks Dare" ucapnya senang.


Kami bergegas menuju tempat makan malam yang sudah dipilih oleh Febby. Tempat yang lebih mirip bar namun disana menyediakan berbagai menu makanan yang cukup menggugah selera. Febby telah memesan banyak meja untuk kami karena tempat itu tak menyediakan meja besar untuk orang yang datang bersamaan seperti kami.


"kamu mau makan apa sayang? " tanyanya sembari membaca buku menu


"Febby please,,, " aku sekedar mengingatkan dirinya untuk tidak memanggilku seperti itu lagi


"terserah kau saja lah" aku melemparkan buku menu itu ke meja


Febby tersenyum dan memanggil pelayan agar mencatat apa saja pesanan kami semua. Malam itu dia mempersilahkan semua yang hadir di jamuan makan ini untuk sepuasnya memilih menu makanan dan minuman. Dia akan membayar semua sebagai wujud permohonan maafnya. Para staffku sangat gembira dan berterima kasih padanya. Hanya aku yang kesal karena tak bisa menolak ajakannya. Aku tak mau membuat staff staffku kecewa. Aku hanya ingin cepat pulang.


Aku segera menyelesaikan makanku.


"oke semuanya,,, jangan ada yang pulang dulu ya karena akan ada jamuan minum juga setelah ini. Saya dan Pak Darren membebaskan kalian pesan minuman apa pun ke bar. Kita nikmati malam ini!!!! " Febby berdiri dan mengumumkan hal itu yang disambut meriah dengan tepukan para staffku


"sial" lagi lagi aku tak bisa meninggalkan acara ini.


"Ayo Dare kita ke bar." ajaknya setengah menarikku berdiri


Aku menurut dengan malas. Aku membiarkannya saja memesan minuman apapun dan hanya segera meneguknya setiap kali dia mengulurkan gelasku. Aku sudah sangat merindukan Chaira. Ku pikir dengan segera menghabiskan minuman kami aku bisa segera pulang. Aku sama sekali tak bertanya jenis minuman apa yang disodorkannya hingga akhirnya aku merasa kepalaku terasa pusing. Mungkin pengaruh alkohol dari minumanku.


"kepalaku pusing. Aku mau pulang" tukasku pada Febby dan langsung berdiri.


Aku tak lagi menghiraukan para staffku yang masih larut dalam kesenangan mereka. Ku rasa mereka juga sudah hampir mabuk sepertiku.

__ADS_1


Aku terseok seok nyaris roboh saking pusingnya. Aku tak jago minum jadi sedikit saja kena alkohol aku sudah tidak kuat.


"Ayo aku antar ke mobilmu" Febby memapahku


Aku hanya diam dan membiarkan dia memapahku.


Aku tak sepenuhnya sadar dan ingat kemana dia membawaku. Yang ku tahu pagi ini aku terbangun di suatu tempat yang asing bagiku. Aku melirik sekeliling dan coba mengingat kejadian sebelumnya. Ya,,, aku ingat semalam Febby memapahku. Ah aku pasti mabuk berat hingga dia membawaku ke tempat ini. Aku terkejut ketika hendak bangun dan membuka selimutku. Aku sama sekali tak memakai pakaian. Pikiranku mulai memikirkan hal hal kotor apa saja yang sudah ku lakukan bersamanya. Terlebih saat ku lihat dia keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit di badan dan kepalanya.


"hai sayang kamu sudah bangun. Ayo segera bersihkan dirimu dulu" ucapnya tanpa peduli dengan aku yang masih kebingungan


"dimana kita?? dan kenapa kamu ada disini juga???" ketusku


"kamu itu ya,,, lembutlah sedikit padaku seperti tadi malam" dia mengerlingkan matanya.


Aku semakin bingung dengan ucapannya.


"apa maksudmu????!!!! cepat katakan dimana kita!!!! " aku mencari cari bajuku


"dirumahku sayang,,, kamu mabuk berat semalam dan tak bisa menyetir. jadi ku bawa kamu kerumahku karena aku tak tahu dimana rumah barumu. aku telpon sahabatmu tapi mereka tak ada yang menjawab. yaaa aku terpaksa membawamu kesini" tukasnya seraya mengulurkan celanaku yang segera ku sambar dan ku pakai


"terima kasih ya sayang,,, Akhirnya aku tau kamu hanya kasar padaku saat di kantor saja. Nyatanya saat berduaan saja kamu memperlakukanku dengan sangat istimewa. Rupanya kamu tak hanya hebat urusan di kantor. Di ranjang kamu juga jauh lebih hebat. Aku sampai kewalahan lho,,,Aku heran istri muslimahmu itu mampu mengimbangimu." ucapnya lagi


"diam!!!! apa pun yang terjadi semalam itu diluar kesadaranku. Jangan terlalu serius menanggapinya" ketusku lagi


"Dan satu lagi, awas jika sampai istriku tahu!!!! kamu akan tahu akibatnya!!!! " ancamku


Aku segera berpakaian lalu mengambil kunci mobil dan semua barangku kemudian pergi meninggalkan wanita sinting itu. Pikiranku kalut. Chaira pasti sangat khawatir karena aku tak pulang. Febby membiarkan aku pergi. Dia tersenyum puas.


"dasar lemah. kamu terlalu mabuk untuk meniduriku. kamu hanya diam tak sadarkan diri semalaman. Tapi aku lebih suka membiarkanmu berpikir kamu telah kelewatan batas. aku lebih suka kamu tersiksa memikirkan dirimu yang sudah meniduriku. aku hanya tinggal hadir kembali membawakan kejutan untukmu suatu saat. untuk saat ini pergilah" batin Febby licik


\=\=\=\=\=\=\=\=


"maafkan aku sayang. Aku telah menodai pernikahan kita dengan meniduri wanita itu. Aku sungguh bodoh dan ceroboh. Tak seharusnya aku membiarkan diriku terlalu mabuk. Sekarang apa yang harus ku katakan kepadamu sayang. Tak mungkin aku mengatakan semuanya padamu. Aku telah melukaimu. Aku menyakitimu. " pikiranku kemana mana hingga aku tak konsentrasi menyetir.


Brraaaaakkkkkkkk,,,,


Mobilku menghantam keras. Terguling guling kemudian terbalik. Aku hanya menyadari saat semua pandanganku menjadi terbalik.


"Maafkan aku bidadariku" lirihku kemudian pandanganku gelap


Jangan lupa vote, like dan komennya yaaaa

__ADS_1


Terima kasih 😍


__ADS_2