
Aku mendatangi kantor tempatku mendaftarkan pernikahanku dulu tanpa sepengetahuan Rosa. Aku pergi saat dia dan bu Wati pergi arisan. Kedua wanita itu berlagak seperti orang kaya baru yang haus dengan pujian dan kehidupan sosialita tinggi. Sejauh ini aku tak pernah permasalahkan berapa pun uang yang diminta Rosa. Bagiku tak pernah ada salahnya memanjakan istri. Namun sejak beberapa hari terakhir foto di kamar Chaira menyita perhatianku. Dan gara gara itu juga aku jadi ingin selalu tau kemana saja Rosa dan bu Wati pergi menghabiskan waktunya. Pernah beberapa kali aku menguntit mereka namun sejauh ini mereka hanya berbelanja atau arisan saja. Jadi sejak itu aku berhenti mengikuti mereka dan hari ini aku memutuskan mencari tau data tentang pernikahanku. Aku masih bisa mengingat letak kantor itu.
Aku segera menyampaikan maksud tujuanku datang kepada petuga bagian informasi. Aku menunjukkan beberapa kartu identitasku agar mereka tak ragu memberikan informasi tentang diriku sendiri. Aku juga mengatakan pada mereka tentang amnesia yang ku derita. Aku terpaksa langsung mencari tau disini karena lagi lagi aku sama sekali tak menemukan dimana Rosa menyimpan buku nikah kami.
"Mohon ditunggu sebentar ya pak Darren,, saya akan bantu cek data pernikahan di hari yang anda sebutkan tadi. Bapak bisa duduk di ruang tunggu dulu" kata petugas itu
"baiklah dan terima kasih" ucapku
Segera saja petugas itu sibuk dengan layar laptopnya,,, memeriksa satu persatu nama yang sudah terdata menikah di tanggal pernikahan kami itu. Sesaat kemudian dia kembali memanggilku. Di tangannya sudah terdapat beberapa lembar kertas yang sudah di cetaknya berdasarkan data yang dia punya.
"ini pak,,, data pernikahan atas nama Darren Narendra" ucapnya seraya mengulurkan kertas itu
Aku sedikit gemetar menerima kertas itu. Entah kenapa tiba tiba aku merasa takut mengetahui kebenaran tentang diriku sendiri. Perlahan ku baca isi kertas itu.
"NAMA SUAMI: DARREN NARENDRA,,,,, NAMA ISTRI: CHAIRA FAJIRA"
Deggg,,,, aku terhenyak.
"Maaf pak,, anda tidak apa apa?" petugas yang masih duduk didepanku itu memastikan keadaanku
"oh ya ya,,, saya baik baik saja. eehhmmm,,, apa anda yakin data ini sudah benar pak? " tanyaku
"ya pak,, kami pastikan data ini benar dan bisa dipertanggungjawabkan" sahutnya mantap
"Terima kasih pak,,, Kalau begitu saya pamit. Sekali lagi terima kasih" pamitku
__ADS_1
"kenapa nama Rosa tak tercantum di data pernikahanku? kenapa malah nama Chaira??? bagaimana mungkin ini semua terjadi??? Lalu Rosa?? dia sedang mengandung anakku,,, tapi bagaimana mungkin???" kepalaku kembali terasa sakit.
Sesaat aku melihat bayangan gelap wanita yang tak bisa jelas ku lihat wajahnya,,, bayangan samar tentang pernikahanku,,, wanita yang bersanding denganku saat itu mirip sosok yang ku kenal.
"Aaarrggghhhh,,,," aku tak tahan menahan sakit di kepalaku
Aku menelpon mama. Mama yang panik mendengar aku kesakitan segera menyanggupi untuk segera datang.
"apa yang terjadi padamu nak?? mana Rosa??? " mama panik melihatku sudah lemas di ranjang.
"ayo ma bantu papa bawa dia ke rumah sakit saja" ajak papa
Mama segera berusaha membantu papa yang memapahku. Papa segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Dokter segera mengambil tindakan terbaik untukku.
"Apa pak Darren juga ingin mendengar sendiri penjelasan saya? " dokter menanyaiku yang memang tetap tersadar
"Begini pak,,, sakit hebat yang anda rasakan tadi akibat adanya pergerakan darah beku di kepala bapak. Tampaknya ini baik untuk bapak karena sedikit lagi bapak bisa segera mengingat semuanya. Ada baiknya bapak lebih keras lagi mencobanya tapi tetap jangan dipaksakan. Apa ada bayangan samar yang mengganggu pikiran bapak?" tanya dokter
Mama dan papa segera berpelukan mendengar berita baik ini.
"iya dok,,, akhir akhir ini saya sering melihat bayangan samar yang sama. Bayangan seseorang yang rasanya sangat dekat dengan saya tapi saya masih belum mampu mengingatnya dengan baik" ujarku
"Baiklah pak,, teruslah mencoba" Dokter menyemangatiku
"kamu pasti bisa Dare,,, anak papa kuat!!!" kata papa
__ADS_1
Dokter mengijinkan kami untuk pulang dan tak perlu rawat inap. Papa segera mengantarkanku pulang. Rosa yang khawatir menyambutku dengan wajah masamnya.
"dari mana aja sih kamu mas,,, nyusahin aja" sungutnya sepeninggal mama dan papa.
"kamu sudah temukan cincinmu rupanya" aku melirik cincin yang melingkar di jarinya
"ee,, iy,, iya tentu saja. Aku sudah bilang kan aku hanya lupa dan meninggalkannya dikamar mandi. Ayo ini sudah malam,,, kita tidur ya mas" suaranya melembut
Aku hanya mengangguk dan pura pura segera memejamkan mataku. Aku sengaja melakukan itu agar Rosa segera tidur dan aku bisa memeriksa cincin dijarinya apakah sama dengan milikku.
Ku gerak gerakkan tanganku di depan mata Rosa yang terpejam itu. Sama sekali tak ada pergerakan darinya menandakan dirinya sudah tertidur pulas. Ku raih jemarinya yang memelukku itu. Ku perhatikan cincin itu. Sekilas tampak mirip dan tidak berbeda dari milikku.
"Dia memakai cincin yang sama denganku. Aku semakin tak mengerti" batinku sembari memainkan cincinku sendiri.
Ku putar putar dan menariknya naik turun dj jariku hingga aku tak sengaja menjatuhkannya di lantai. Aku bangun ingin mengambil cincinku. Gerakanku membuat Rosa menggeliat kemudian melepas pelukannya. Aku segera turun ranjang mengambil cincin itu. Saat akan ku kenakan kembali aku melihat ada ukiran berbentuk tulisan di bagian dalamnya. Aku membacanya.
"hanya sebuah inisial huruf,,, DC,, lalu tanggal pernikahanku. Itu saja... D,,, C,,, D,,, C,,, " aku mengulang ulang membaca inisial huruf itu.
Deggg,,,
Aku segera melepaskan cincin di jari Rosa pelan pelan. Aku tak mau membuatnya terbangun. Saat cincin itu lepas segera ku periksa bagian dalamnya. Tidak ada apa pun disitu.
"Bagaimana mungkin kami mengenakan cincin yang berbeda. Jika milikku terdapat ukiran mustahil miliknya tak ada ukiran. Cincin pernikahan biasanya dibuat sama. Dan inisial DC itu,,, nama Rosa adalah Rosa Emilia. sama sekali tak terdapat huruf C disana. Lalu siapa C,,,, D,,, C,,, Darren,,, Chaira????? Mungkinkah??? sesuai dengan data yang ku dapatkan dari kantor tempat kami menikah? " otakku terus berputar
"Aku harus menemui Chaira. Aku ingin menanyakannya sendiri"
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen yaaa
Terima kasih 😍