BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 127


__ADS_3

Selamat membaca 🌹


Maaf banyak typo 🙏


🌹🌹


"Om Dion salah orang ya?? Ini Karin om,,,bukan pacar om." Karin yang tidak tau bahwa Dion telah menyimpan nomer ponselnya mengira Dion hanya salah bicara.


"Om tau,,, Lagipula Kapan emangnya om bilang kalau om punya pacar?? Om gak salah bicara kok,,, kata kata itu emang buat Karin."


"Tapi Om,,,"


"Karin keberatan kalau om kangenin?? Trus maunya diapain dong kalau kangen aja gak boleh??"


"Om,,,"


"Apa musti langsung om cintai aja?? Biar gak pake lama???"


"Pepet teroooosss,,,," seru Darren membuat Dion bersungut sungut dan langsung memutuskan keluar dari kamar Darren agar lebih leluasa bicara dengan Karin.


"Terong plus cabe dikuahin santan itu mantap jiwa loh,,," seru Darren lagi sebelum Dion menutup pintu kamarnya.


"Hahahha,,," Darren tertawa melihat ekspresi kesal Dion karena terus diganggu Darren.


Akhirnya Darren pun sendirian di kamar setelah Dion keluar. Jiwanya merasa sepi lagi karena tiba tiba saja memorynya membawanya ke ingatan masa mudanya saat dia mengejar ngejar Chaira.


Darren senyum senyum sendiri saat merebahkan tubuhnya ke ranjang empuk itu. Ingatannya saat dia pertama kali bertemu Chaira,,,mata teduh Chaira,,, semua tentang Chaira.


Tindakan bodohnya langsung ikut naik bus meski dia tak pernah sekali pun naik bus,,,Hanya demi mengikuti Chaira. Nekad,,, Tapi setidaknya dia tidak gombal seperti Dion. Dirinya dulu lebih sering bertindak daripada hanya menggombal saja.


"Aku rindu kamu bidadariku. Semoga kamu selalu tenang di sana. Di dalam pelukan sang Maha Pencipta,,,Al Fatihah,,,"

__ADS_1


Darren tidak pernah lupa berkirim doa untuk almarhumah Chaira karena hanya dengan begitu rasanya dia bisa menyampaikan cintanya yang makin hari makin bertumbuh dalam hatinya untuk Chaira.


"Ray,,, Rayya sedang menghadapi situasi sulit saat ini. Maafkan aku Ray,,,Karena Aku tak bisa banyak membantunya dalam hal ini tapi aku percaya putri kita itu mampu meluluhkan hati Adi dengan kelembutan hatinya. Aku sudah selalu mengajarkan padanya untuk tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan juga karena itu tak akan pernah ada habisnya."


Darren pun tak lupa kemudian memanjatkan doa juga untuk Ray meski dulu sempat merasa cemburu berat saat Chaira memutuskan lebih memilihnya daripada menerimanya kembali.


Jika dulu dia merasa kesal pada Ray,,,Tapi kini dia mengerti. Pilihan tuhan tidak pernah salah. Tuhanlah yang tau mana yang terbaik untuk hamba hambaNYA. Meski kadang hamba hambaNYA merasa tuhan tak adil pada mereka tapi kelak,,,suatu hari,,, hamba itu akan tersenyum dan bersyukur atas skenario tuhannya itu.


Termasuk Darren,,,


Kini dia selalu bersyukur karena meski tuhan memisahkannya dengan belahan jiwanya,,, tapi tuhan memberinya kesempatan hidup lebih lama untuk bisa bertobat dan menjadi manusia yang lebih baik lagi.


Manusia yang inshaallah lebih dipilih untuk diringankan hukumannya di alam sana karena dirinya telah menjalani sebagian daripada hukuman atas dosa dosanya.


"Terima kasih ya Rabb,,, Apa pun itu hamba terima dan syukuri. Namun jika hambaMu yang hina ini boleh sekali lagi meminta,,, Tolong angkat penyakit hamba ini agar hamba bisa hidup lebih lama lagi,,,Menyaksikan putri kecil hamba menikah dan memiliki anak anak soleh. Aamiin,,, Hanya kepadaMU hamba berserah diri dan meminta karena Engkaulah sebaik baiknya tempat untuk memohon."


Darren mengusap wajahnya dengan sepuluh jarinya yang tadinya tertangkup memohon kepada Rabbnya. Matanya terpejam dan alam bawah sadarnya menuntunnya bertemu dengan bidadarinya.


🌹🌹🌹


"Om,,, Karin minta om jangan seperti ini. Om tau kan Karin cintanya sama Bimo."


"Dan Bimo cintanya sama Rayya. Apa kamu tega merusak kebahagiaan Bimo?? Apa itu cinta yang kamu punya untuknya??"


Karin terdiam. Untuk sesaat obrolan di telpon itu tidak ada kelanjutannya. Sunyi.


"Rin,, Meski kamu cinta sama Bimo,,,Om juga sadar diri usia kita terpaut lumayan jauh. Tapi apa om salah jika om punya ruang khusus di hati om untukmu?? Apa salah jika om ingin berikan cinta om padamu?? Om tidak perlu cintamu,,, Karena cinta om untukmu sudah lebih dari cukup untuk kita berdua. Om hanya perlu satu anggukan darimu,,, persetujuan darimu,,, agar om kuat menunggu hingga hatimu pun kelak mampu menerima om."


"Om,,," Suara Karin terdengar berat.


"Besok pagi pagi sekali om berangkat ke bandara." ucap Dion.

__ADS_1


"Om mau kemana??" kini suara berat itu terdengar cemas.


"Balik ke tempat om. Hawaii. Urusan om di sini sudah selesai. Darren sudah ketemu papamu,,, Rayya juga susah menemukan walinya meski itu harus diwarnai drama keluarga dulu,,, dan om juga sudah mengungkapkan isi hati om pada bidadari ciptaan tuhan yang tak pernah ingin om sakiti ini. Jadi apa lagi?? Hawaii sudah menunggu om,,, saatnya kembali ke dunia nyata kan??"


Tawa Dion meski berat tapi tetap terdengar riang.


"Om,,,"


"Ya,,, Ada yang ingin kamu ucapkan??"


"Jaga diri di Hawaii. Semoga om menemukan jodoh om." ucapan Karin itu membuat Dion terdiam sesaat.


"Aamiin,,," jawabnya kemudian dengan senyuman manis meski tak bisa Karin lihat.


"Kamu juga ya Rin,,, Semoga hatimu bisa segera merelakan cintamu menjadi milik orang lain. Jangan saja lupa,,,Ada hati lain yang selalu siap menyambutmu. Selamat malam Karin. Teruslah hidup dalam bayangan kebahagiaan. Bukan kesedihan,,,kadang merelakan sesuatu untuk lepas dari kita menjadi hal lebih mudah daripada mati matian menahannya. Sweet dream kesayangan."


Dion mengakhiri obrolan itu tanpa menunggu jawaban apa pun dari Karin. Bukankah sudah jelas bahwa gadis itu menolaknya??


Dion menghela napas berat lalu tersenyum.


"Mungkin memang dia bukan jodohmu Dion tapi jika hatimu tidak ragu memilihnya,,,maka kamu hanya perlu untuk bersabar dan menghujaninya cinta lewat doa doamu. Mencintai dalam doa juga tidak buruk kan??" Dion menenangkan hatinya sendiri.


Sementara itu di tempat lain,,, Karin memandang langit malam yang dipenuhi bintang. Meski matanya menatap langit tapi hati dan jiwanya tak sepenuhnya mengagumi keindahan dari salah satu mahakarya tuhannya itu.


Bintang bintang malam itu malah membuatnya meningat kata kata seseorang,,,


"Ada hati lain yang selalu siap menyambutmu,,," kata kata itu kembali terngiang di telinga Karin.


"Om Dion,,," Karin menyebut nama itu dengan lirih diiringi airmatanya yang membasahi wajah putihnya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Terima kasih untuk vote, like dan komennya 🌹


__ADS_2