BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 46


__ADS_3

Selamat membaca ❀️🌹


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌹🌹🌹


Sekian tahun kemudian,,,🌸🌸


"Ayah,,, Levi berangkat duluan ya." pamit Levi pada Darren.


"Loh kok duluan?? Adikmu mana??" tanya Darren.


"Aduuhh si centil itu lama sekali ayah. Berapa kali Levi ketuk pintunya masih saja bilang tunggu,,, Tunggu dan tunggu,,, Hmmm,,," sungut Levi.


"Gak boleh gitu lah sama adik. Tunggulah sebentar lagi. Nah itu dia sudah buka pintu,,," kata Darren saat mendengar suara kunci pintu di putar.


Dan benar saja,,, Yang diomongin muncul dari balik pintu kamarnya dan tersenyum melihat dua pria pelindungnya itu.


"Selamat pagiiii semuanya,,," sapanya dengan riang.


Rayya tumbuh menjadi Gadis cantik yang benar benar mewarisi wajah cantik Chaira dan rupa tampan dari abi Ray nya. Benar benar sangat cantik. Hal itu sering membuat Levi merasakan tiap kali melihat cantiknya adiknya ini.


"Kamu cantik sekali Rayya,,," batin Levi.


"Maaf kak,, lama ya tunggu aku?? Jangan ngambek yaa,,, Katanya sayang sama Rayya,,," Gadis cantik itu pun langsung bergelayut manja di lengan Levi.


"Ngrayu deh,,," sahut Levi yang dibalas hanya dengan cengiran Rayya.


"Ayo sarapan dulu,, Sudah ayah siapkan semuanya," ajak Darren.


"Tapi ayah kita gak lapar,,,Rayya diet juga,,," sahut Rayya.


"Tapi nak,,,Setidaknya minum susu ini dulu." protes Darren.


"Kan Rayya sudah bilang kalau Rayya diet ayah,,," kata Rayya.


Darren pun diam. Levi menyadari ayahnya tentu kecewa. Ada segores perih dihatinya melihat ayahnya diam tertunduk begitu.


"Hei mana boleh seperti itu,,, Mau lapar mau gak,,Mau diet mau gak,, Kalau sudah ayah masakin kita musti wajib kita makan. Lupa kalau ayah bela belain telat ngantor demi bisa buatin kita sarapan?? Lagian ngapain juga diet orang kamu gak gemuk kok." Levi menceramahi adiknya.


Rayya terdiam dan baru menyadari mungkin penolakannya tadi melukai hati ayahnya. Segera dilepaskannya tangannya yang bergelayut di lengan kakaknya dan menghampiri Darren yang hanya berdiri di ujung meja memegang dua gelas susu untuk mereka.

__ADS_1


"Ayah,,, Rayya minta maaf ya. Rayya lupa kalau selama ini sarapan buatan ayahlah yang buat Rayya tetap sehat seperti ini. Kak Levi benar,,, Rayya tidak perlu diet. Rayya tetap cantik meski tanpa diet. Iya kan ayah???" Rayya berusaha menghibur ayahnya.


"Iya sayang,,, Kamu kan bidadarinya ayah dan kakak. Kecantikan bunda sudah kamu warisi sayang. Kamu selalu cantik nak,,," sahut Darren luluh.


"Kalau begitu,,, Rayya minta bagian susu Rayya dong,,, Jangan dipegang terus." rengek Rayya manja sembari menunjuk susu yang masih di pegang Darren.


"Dasar manja,,," Levi mendekat dan mengelus kepala adiknya itu. Diciumnya juga kepala Rayya yang memancarkan aroma wangi samponya. Hati Levi kembali bergetar.


"Kak Levi juga minum dong susunya,,," ucap Rayya kemudian.


"Iya iya,,, Bawel ahh,,, Mana ayah susu Levi??" pinta Levi pada Darren.


"Lomba yah,,, cepat cepatan siapa yang habis duluan." tantang Rayya.


"Okeee,,, Siapa takut??" sahut Levi.


Keduanya pun berlomba menegak habis susu di gelasnya. Darren hanya geleng geleng kepala melihat ulah keduanya.


"Pelan pelan nak. Nanti kesedak lho,,," Darren memperingatkan.


"Yeaaayyy,,, Rayya menang,,," Si cantik berteriak kegirangan kala susu digelasnya lebih dulu habis.


"Hmmm,,," Levi yang baru selesai pun kecewa dengan dirinya sendiri karena kalah cepat.


"Hmmm apa yaaa,,, Rayya mau digendong sampai ke mobil sama kak Levi pokoknya." sahut Rayya semangat.


"Enak saja,,, Berat tauuuu!!!" sungut Levi.


"Tadi kayaknya ada yang bilang kalau aku kurus deh,,, Iya kan ayah???" sindir Rayya.


Darren hanya tertawa dan menepuk bahu Levi.


"Ayo Levi,,, Sebagai laki laki harus mau mengalahkan ego sendiri kalau memang terbukti kamu kalah nak. Gak boleh banyak alasan,,," ucap Darren.


Levi pun merubah wajahnya yang bersungut sungut itu menjadi senyum dan penuh kesadaran bahwa dirinya sudah kalah cepat menghabiskan susunya.


"Iya deh ayo kakak gendong,,," ucapnya pada Rayya.


"Asyiiiikkk,,,"si cantik langsung melompat ke punggung kakaknya.


Levi pun segera melingkarkan tangannya ke belakang menjaga agar sang adik tidak sampai terjatuh. Bagaimana pun dia tak ingin sang adik sampai terluka karena ulahnya.


Begitu juga Rayya,,,

__ADS_1


Dilingkarkannya tangannya di leher Levi. Kepalanya pun disandarkannya di bahu kakaknya. Merasakan kedamaian yang selalu hanya bisa didapatkannya dari Levi.


"Makasih ya kak,, Kamu selalu baik sama aku. Selalu sayang dan selalu menjagaku. Kamu pria terbaik ketiga yang ada dalam hidupku setelah abi Ray dan ayah Darren. Meski aku tak begitu ingat sosok abi,,, Tapi aku selalu merasa abi adalah pria terbaik pertama yang ku kenal. Rayya sayang banget sama kakak. Tidak tau bagaimana hidup Rayya tanpa kakak." batin Rayya.


Dihirupnya aroma khas parfum kakaknya yang selalu membuat hatinya merasa tentram berlama lama dekat kakaknya.


"Turun dong,,, Sudah sampai nih,,,," ucapan Levi menyadarkan lamunan Rayya.


"Hati hati turunnya nak,,," ucap Darren yang mengikuti dan mengantar mereka sampai ke depan.


"Kita berangkat dulu ya ayah,,, Ayah langsung berangkat ke kantor juga kan setelah ini??" tanya Levi yang sudah dipercaya Darren untuk membawa mobil sendiri.


Mobil yang sudah dibeli Darren memang atas namanya. Mobil hasil kerja keras Darren yang memang diperuntukkan bagi kenyamanan anak anaknya selain tabungan yang juga disiapkan olehnya juga.


"Iya nak,,, Ayah mandi dulu tapi."sahut Darren.


"Dan jangan lupa sarapan juga ya ayah. Biar selalu sehat seperti kita." pesan Rayya.


"Pasti sayang,,, Sudah sana kalian berangkat. Nanti terlambat loh. Rayya ingetin kakak kalau kakak ngebut nyetirnya yaa,,," pesan Darren.


Rayya hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya pada Darren.


"Jangan kemana kemana pulangnya nanti. Langsung pulang dan kita makan malam di rumah seperti biasa. Ayah juga ada yang ingin dibicarakan sama kalian." pesan Darren lagi.


"Baik ayah,,," jawab keduanya serempak sembari mencium punggung tangan Darren.


Keduanya pun masuk ke mobil dan melambaikan tangan pada Darren.


"Sudah waktunya mereka mendengar apa yang sudah ku janjikan pada mereka dulu. Mereka sudah cukup dewasa untuk bisa mengerti semuanya." gumam Darren.


Darren pun masuk dan duduk di meja makannya untuk menikmati roti dan margarin kesukaannya. Tak lupa juga susu yang juga sudah dibuatnya untuk dirinya sendiri.


"Aku harus selalu sehat demi anak anakku. Aku harus tetap hidup untuk memastikan keduanya hidup bahagia kelak. Aku juga harus tetap semangat demi mereka." batinnya sembari menghabiskan sarapannya.


Darren benar benar menerapkan pola hidup sehat dengan diimbangi olahraga dan makanan yang sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisinya. Meski usia semakin menua namun badan kekarnya masih tetap mampu mempesona dan memanjakan para wanita yang melihatnya.


Namun tetap tak pernah ada satu pun pesona wanita yang mampu memikatnya selama ini.


"Bagiku,,Kamu tetap yang tercantik dan mempesona bidadariku,,," ucapnya saat melewati foto Chaira di ruang tengah.


\=\=\=\=\=


Terima kasih atas vote, like dan komennya ya 🌸

__ADS_1


__ADS_2