
Happy reading ya π€
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
πΊπΊ
"Siapa kamu??" tanya Darren pada penjual sayur yang sedari tadi sebenarnya tak asing di ingatannya.
"Ratna,,, Ratna Dewi Azura,,," jawab wanita itu.
Darren memutar keras otaknya mengingat nama itu. Dan tak lama berselang ingatannya pun membawanya kembali di masa saat dia duduk di bangku SMP.
πΊ
RATNA DEWI AZURA.
Gadis biasa yang berpenampilan cupu dan merupakan kutu buku di sekolah Darren. Penampilannya itu membuat beberapa teman temannya suka menjahilinya termasuk Darren.
Namun sikap Ratna yang tak pernah peduli dan tidak berusaha membalas perlakuan mereka membuat Darren lambat laun merasa kasihan padanya.
Darren pun meminta maaf padanya dan meminta untuk menjadi teman baiknya. Darren pun berjanji tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu Ratna lagi.
Dan benar saja,,,
Sejak itu,, tidak ada yang berani mengganggunya apalagi Darren adalah anak orang terkaya sesekolahan itu. Papa Darren yang juga punya kuasa,,, membuat teman temannya berpikir ulang jika ingin mengganggunya.
Kalaupun masih ada yang berani mengusik dan menjahili Ratna,,, itu hanya Dion dan Angga. Tapi hanya sekedar usil dan jahil biasa,,, tidak membully berlebihan.
Dan jika ada yang bilang bahwa Darren tidak pernah jatuh cinta sebelum bertemu Chaira,,, maka itu salah.
Jauh dalam hati Darren,,, pernah ada seorang Ratna yang mampu mengusik hatinya. Ratna adalah cinta monyetnya yang menjadi rahasianya pada semua orang termasuk Dion dan Angga.
Kenapa rahasia??
Karena Darren tak pernah mengakuinya,,, Darren bahkan menolak saat Ratna lah yang lebih dulu dan berani menyatakan perasaannya kepada Darren.
Darren malu dengan penampilan Ratna yang cupu,,,
Darren takut dengan papanya jika harus pacaran di masa SMP,,
Darren gengsi pada Dion dan Angga,,,
Oleh karena itu,,, dirobeknya surat yang diselipkan Ratna dalam buku catatannya sebelum ditemukan oleh Dion dan Angga. Meski Darren senang karena Ratna memiliki rasa yang sama dengannya.
Tidak!!!
Darren menolaknya dan berpura pura tidak pernah membaca surat itu. Darren bahkan juga tidak membuat surat balasan atau mengatakan langsung jawabannya pada Ratna.
__ADS_1
Darren hanya diam dan bersikap seperti biasa.
Tunas cinta itu akhirnya tetap tumbuh namun tak pernah berbunga,,,,
Darren tetap bungkam hingga akhirnya mereka berdua lulus dan terpisah tanpa ada kabar lagi setelah dua tahun pertemanan mereka.
Rasa yang ada tetap terpendam hingga kini cinta monyetnya itu berdiri di depannya masih dengan senyuman dihiasi lesung pipit yang sama,,,
"Ratna,,,,??? Benar ini kamu??" tanya Darren memastikan.
"Iya Dare,,, ini aku. Masih cupu dan kampungan." jawab Ratna.
"Hey,,, bukan aku ya yang berkata begitu,,," jawab Darren.
Ratna pun hanya tertawa kecil. Tawa yang tak pernah Darren lihat selama dulu mereka berteman. Darren menikmati tawa itu,,,
Dia senang temannya itu sudah bisa mengekspresikan dirinya saat merasa senang.
"Sudah bisa tertawa rupanya kamu Na,,, dulu kan cuma diem aja kayak botol kosong di pojokan" goda Darren yang mulai berusaha mengakrabkan diri.
"Kalau tidak bisa tertawa,,, daganganku ini bisa bisa tidak laku." sahut Ratna tak mau kalah.
Darren pun tertawa.
"Eh Dare,,, aku harus segera pergi dari sini. Ibu ibu komplek pasti sudah dari tadi menungguku." Ucap Ratna yang baru sadar bahwa dagangannya masih banyak.
Ratna hanya mengangguk dan mulai mendoromh kbali gerobaknya keluar dari halaman rumah Darren.
"Naaaa,,, kamu hutang padaku,, ingat itu!!!" teriak Darren sebelum Ratna melangkah keluar.
Ratna berhenti dan menoleh kepadanya. Alisnya mengkerut. Dia tidak paham kenapa Darren berkata begitu.
"Hutang apa memangnya???" teriak Ratna.
"Ceritakan semua tentangmu setelah kita berpisah dulu hahahah,," Darren tertawa lepas.
Ratna bersungut sungut karena merasa dikerjai oleh Darren. Didorongnya lagi gerobaknya dan keluar tanpa mempedulikan Darren yang masih tertawa.
Darren menghentikan tawanya begitu sosok Ratna mwnghilang di balik rerimbunan tanaman hias di sepanjang jalan komplek perumahan.
Yang terdengar hanya suara suara ibu ibu komplek yang mulai protes pada Ratna yang lama sekali muncul.
Darren masuk dan meletakkan belanjaannya di dapur. Dilihatnya Levi dan Rayya tengah menggambar bersama diruang keluarga.
Levi terlihat tak lagi terganggu dengan luka di lututnya. Levi tampak begitu sabar mengajari Rayya mewarnai. Darren senang melihat keduanya akur.
Darren pun mengeluarkan semua bahan yang akan dimasaknya pagi itu. Bunyi perabotan masak beradu langsung memenuhu dapur itu. Seperti biasa,,, dapur itu langsung berantakan dibuatnya.
__ADS_1
Darren tidak peduli.
Yang penting makanan untuk anaknya jadi meski rasanya masih belum sempurna apalagi mengalahkan rasa masakan Chaira.
"Lumayan lah buat hari ini,,, bubur ayam ini enak juga." Darren mencicipi sedikit rasa bubur buatannya dan memuji sendiri rasanya.
"Setidaknya aku tau bahan apa saja yang ku gunakan,,, daripada beli,,, pasti enak tapi aku tidak tau apa saja yang dimasukkan ke dalamnya" gumamnya.
Dirapikannya dapurnya sebentar lalu disiapkannya bubur itu untuk Levi dan Rayya di meja makan. Begitu siap semua dipanggilnya kedua buah hatinya untuk menikmati sarapan sehat mereka.
"Ayah kok tidak panggil Ayya tadi pas ayah macak,,," protes Rayya yang memang selalu suka berada di dapir saat ada orang memasak.
"Kan Ayya tadi mewarnai sama kakak ,," protes Levi.
"Oooiyaaa,,, Ayya lupa kalau Ayya cudah janji menemani kak Levi" sahut Rayya.
Darren senyum sendiri mendengar obrolan keduanya. Dalam hati Darren juga senang karena meski masih kecil,, tapi Rayya sudah pandai pegang janji.
"Sudah,,, sudah,,, ayo dimakan dulu buburnya keburu dingin nanti" ucap Darren pada keduanya.
Levi dan Rayya pun berhenti bicara dan mulai sibuk dengan mangkuk masing masing.
"Enak ayah,,, Ayya cukaaa cekali,,, besok ajali Ayya macak bubul yaaa,,," ucap Rayya yang sudah terlebih dulu menghabiskan buburnya daripada Levi.
"Terima kasih Rayya,,, ayah senang kalau Rayya suka,,, iya lainkali ayah akan ajarkan Rayya cara membuatnya ya sayang,,," ucap Darren.
Hatinya begitu senang mendapat pujian dari Rayya yang walau masih kecil dan belum sepenuhnya mengerti tentang citarasa.
Setelah selesai makan,,, Darren pun menjelaskan pada Levi dan Rayya bahwa dirinya mulai besok harus kembali bekerja agar bisa menabung dan memenuhi semua kebutuhan mereka.
Tentu saja dengan bahasa yang bisa dipahami oleh abak anak seusia mereka.
"Kalau uang ayah cudah buaaanyaakk,,,Beliin Ayya boneka baluuu ya ayah,,," pinta Rayya.
"Levi juga minta mobil mobilan ya ayah,,," timpal Levi.
"Iya sayang,,, doakan pekerjaan ayah lancar dan berkah ya sayang,,,," ucap Darren.
Dirinya pun menjelaskan pada keduanya bahwa mulai besok mereka akan ditemani oleh mbak yang tadi sudah mengobati Levi dan baik pada mereka berdua.
Levi dan Rayya yang memang menyukai Ratna pun bersorak bahagia karena akan bisa bermain lebih lama dengan Ratna.
Darren juga merasa lega karena mereka mau menerima Ratna. Setidaknya dirinya tenang meninggalkan keduanya pada Ratna yang sudah dikenalnya dulu.
\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa vote, like dan komen yaa
__ADS_1
Terima kasih π