BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S Part 132


__ADS_3

...Selamat membaca 🌸...


...Maaf banyak typo πŸ˜€πŸ™...


🌸🌸🌸


Meski penasaran tapi Adi tidak bisa berbuat apa apa. Lagipula masih ada hari esok bukan untuk Karin datang kembali dan memberitahunya siapa calon menantunya itu.


Karin berpamitan pada Adi disusul Rayya dan Bimo yang masih larut dalam kebahagiaan setelah dapat lampu hijau dari Adi.


"Om pokoknya terima kasih banget ya buat restunya. Bimo gak ngerti deh bakal jadi gimana kalau om terus gak mau jadi wali nikah Rayya." Bimo menjabat erat tangan Adi.


"Maafkan om ya sempat buat kamu galau kemarin." permintaan maaf itu juga begitu tulus keluar dari bibir Adi.


"No worries om,,, Sudah berlalu." jawab Bimo.


Acara pelukan sebelum mereka pulang pun tidak bisa berlama lama lagi karena penjaga sudah mengingatkan lagi waktunya sudah habis. Kali ini dia tak mau menunggu lagi.


"Kamu udah bilang sama papa Adi siapa calonmu itu??" tanya Rayya pada Karin di perjalanan pulang mereka.


Karin menggeleng lesu.


"Kenapa??" Rayya tak mengerti.


"Aku takut papa gak mau terima." lirih Karin.


"Heran deh gue. Emang sih tuh cowok sampai lo takut banget bokap lo gak terima?? Bukannya bokap lo juga uda berubah tuh,,, gue yakin beliau gak akan aneh aneh lagi deh,,," sela Bimo yang tak menahu siapa calon Karin itu.

__ADS_1


"Entahlah,,,gue gak yakin." Karin mengangkat kedua bahunya.


Bimo garuk kepala tak mengerti dengan pemikiran Karon.Rayya hanya mengelus bahu Karin memberinya semangat.


"Papa Adi pasti bisa terima. Yakinlah itu." ucap Rayya.


"Semoga aja ya,,, eh tapi kok kepedean banget kita bahas ini. Belum tentu juga si om mau sama aku hahaha,,," Karin nyeplos menyebut kata om.


"Whatttt?? Om?? Jadi lo demen ma om om?? Pantesan lo takut banget bokap lo gak setuju. Parah lo Rin,,," Bimo menghakimi.


"Bang,,,Abang kan belum tau persis siapa orangnya. Jangan bilang gitu dulu. Ini bukan perkara itu om om atay sebaya sama kita. Ada alasan lain yang buat Karin gak yakin dengan pilihannya." Rayya mengingatkan agar Bimo gak mikir macam macam dulu.


"Oh gitu. Ya udah deh abang gak ikut campur dulu ya urusan ini. Biar Karin sendiri yang memutuskan apa ya g terbaik buat dirinya. Abang lebih baik fokus sama nikahan kita. Ada banyak hal yang harus abang siapkan. Emak sama bapak pasti seneng banget tau anak lakinya ini udah laku." ucap Bimo menyombong membuat Rayya gemas dan memukul lengannya.


"Bimo bener Rayya,,, mending kalian pikirkan dan siapkan dulu segala keperluan nikahan kalian. Urusanku jangan terlalu dipikirkan. Mungkin aku harus banyak banyak istiqarah dulu. Minta petunjuk sama yang di atas biar aku bisa ambil keputusan terbaik." ucap Karin.


"Iya Rin. Pokoknya apa pun nanti keputusanmu,,,Aku selalu ingin kamu bahagia juga." Rayya menggenggam tangan Karin.


🌸🌸


"Alhamdulillah,,, ayah bahagia sekali nak. Kelembutanmu akhirnya membuat Adi luluh juga. Ayah bangga padamu nak." Darren mengucapkan kalimat itu disertai lelehan airmata bahagia di pipinya.


Bagaimana tidak bahagia??


Sejak tau Adi menolak menjadi wali nikah itu dalam diamnya Darren terus kepikiran bagaimana kelanjutan nasib cinta Rayya dan Bimo.


Bukan masalah bagi Darren jika Rayya harus merelakan setengah harta peninggalan Ray untuk dibagi pada Adi. Darren masih bisa menggantinya dengan harta miliknya jika memang Rayya tak merasa cukup dengan apa yang dia punya setelah dibagi.

__ADS_1


Yang Darren pikirkan hanya,,, Jika harus mengiyakan syarat dari Adi untuk Rayya jadi istri kedua,,, Rasanya berat sekali Darren menerimanya.


Rayya tentu terluka dengan posisinya itu meski Darren tau Bimo tak akan memposisikannya seperti itu. Tapi justru karena pernikahan itu nantinya jadi pernikahan yang cacat dari awal,,,bagaimana mungkin Rayya bisa bahagia???


"Ini semua berkat doa dari ayah juga akhirnya tuhan melembutkan hati papa Adi." ucap Rayya.


"Papa Adi??" Darren mengulang kata tersebut.


"Iya ayah. Papa Adi. Mulai hari ini Rayya dilarang panggil om lagi melainkan panggil papa. Karena papa ingin menjadi pengganti abi menjaga Rayya,,, mewakili abi menjadi wali nikah. Intinya Rayya adalah putri papa juga.Ayah tidak keberatan kan kalau Rayya panggil papa Adi??" suara Rayya memelan dan disertai rasa cemas Darren akan kecewa.


"Kenapa ayah harus kecewa nak?? Justru ayah senang akhirnya kamu benar benar menemukan papa Adimu. Ayah bahagia untukmu nak. Ayah senang ada yang bisa ayah ajak bicara tentangmu,,, selama ini ayah hanya bicara pada bayangan Ray,,, Sekarang ada papa Adi." Darren tersenyum.


"Meski begitu,,, bagi Rayya,,,tidak ada ayah terbaik lainnya selain ayah. Bahkan abi,,,atau pun papa Adi,,,mereka bukan apa apa dibanding ayah. Ayahlah sumber inspirasi Rayya,,, kekuatan Rayya,,, dan segalanya bagi Rayya. Tidak akan pernah tergantikan meski tak ada setetes pun darah ayah mengalir dalam tubuh Rayya. Bahkan Rayya tidak akan pernah bisa membayar semua jasa jasa ayah,,, setiap nafas ayah yang ayah dedikasikan untuk Rayya,,, untuk kak Levi,,, meski ada ribuan abi dan papa di luar sana,,, Kami tidak akan pernah menemukan sosok lain seperti ayah."


Rayya tak tahan menahan tangisnya mengingat semua yang sudah dilakukan Darren untuknya. Levi yang juga turut ada di ruangan tempat Darren menerima video call dari Rayya juga turut meneteskan airmata.


"Ayah yang terbaik. Tidak pernah tergantikan. Karenanya,,, Levi mohon,,, Ayah kuatlah. Sembuhlah untuk Levi dan Rayya. Kami bukan apa apa tanpa ayah." Levi memeluk Darren dengan penuh cinta.


Tiara meneteskan airmatanya melihat kedekatan ayah dan anak itu. Bahkan orang tuanya yang juga kebetulan berada di sana diam diam juga menyeka airmatanya menyaksikan keharuan itu.


"Ayah akan sembuh. Kalian jangan khawatir ya. Cinta kalian pada ayah membuat ayah semangat melawan penyakit ayah. Bahkan hasil check up ayah yang kemarin,,, kondisi ayah dinyatakan berangsur angsur membaik. Dokter juga heran kenapa tubuh ayah bisa sekuat itu. Tapi ayah yakin,,,Rabb kita masih ingin ayah bersama kalian. Bunda dan abi juga masih ingin ayah menjaga kalian. Menyaksikan kalian semua berbahagia sampai usia senja."


"Alhamdulillah,,,"


Semuanya serentak mengucapkan kata itu. Turut bahagia dengan kabar kesembuhan Darren. Kabar baik itu pun tak kalah menambah suka cita suasana saat itu.


"Kalian harus ingat ucapkan terima kasih juga sama om Dion yang sudah jadi mahkluk paling cerewet di dunia ini mengingatkan ayah untuk terus check up." pesan Darren pada Levi dan Rayya yang langsung mengiyakan.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Terima kasih atas vote, like dan komennya πŸ™πŸŒΉ


__ADS_2