
Mama menggenggam erat tanganku.
"Dare,,, jika kau ingin mengetahui semuanya,, siapa itu Chaira,, atau siapa saja semua orang yang punya hubungan denganmu,, kamu bisa memulainya dengan mencari tau sendiri nak. Jangan hanya percaya pada kata kata orang tidak peduli siapa pun itu. Tak terkecuali mama,,,, Kamu harus bisa mencari jawaban dari semua pertanyaanmu" Mama dengan lembut mengatakannya
"Berhentilah bertanya pada orang,,, tanyakanlah sendiri pada hatimu." lanjut mama yang mencium keningku lalu segera meninggalkanku
Aku termenung memikirkan perkataan mama.
"Mama benar,, selama ini aku punya segudang pertanyaan yang tak pernah dijawab jelas oleh Rosa,,, yaaa mama benar!!! aku sendiri yang harus mencari jawaban atas pertanyaan pertanyaanku sendiri" batinku
Aku segera bangkit. Aku mulai mencari jawaban dari pertanyaan pertamaku. Aku mulai membuka buka laci dan lemari yang ada dikamarku. Setiap sudut ku buka dan ku geledah. namun aku tak juga menemukannya.
"dimana sebenarnya disimpannya? kenapa dia begitu tidak ingin menunjukkan momen bahagia kami?? " aku yang mulai kesal dan kelelahan mendudukkan diriku di sofa kamar ini.
Seisi kamar telah kubongkar namun aku tak juga menemukan barang yang kucari. Setelah berpikir sejenak aku keluar dan mencari Rosa namun tak kunjung kutemukan.
"Kemana dia?? oh tidak,, aku tak boleh lagi bertanya padanya. aku harus cari sendiri" batinku.
Aku bergegas ke gudang yang terletak di lantai atas rumahku ini.
"sial!!!! dikunci" gerutuku mendapati pintu yang terkunci
Aku kembali membongkar semua lemari atau benda apa saja yang kurasa menyimpan barang yang ku cari itu. Puas mencari di satu ruangan aku berpindah ke ruangan lain. Setelah hampir semua lantai dan ruangan ku periksa aku tetap saja tak menemukannya.
Aku berjalan mondar mandir sendiri dan terus berpikir harus mencari kemana lagi. Langkahku gontai saat menuruni tangga. Mataku tertuju pada sebuah kamar di ujung tangga.
Ceklekk,,,
Ku buka pintu kamar itu. Kamar yang ditempati Chaira sebelumnya. Sebenarnya aku merasa bodoh masuk ke kamar itu namun entah kenapa hatiku ingin sekali agar aku masuk kesana.
Mataku berputar melihat seisi kamar itu. Tidak ada apa pun yang istimewa dari kamar itu bahkan kamar itu lebih cocok untuk kamar pembantu. Jauh sekali berbeda dengan kamarku. Namun aku tak mengerti mengapa hatiku ingin berlama lama disitu.
__ADS_1
Ku rebahkan diriku di ranjang kecil itu. Ku rasakan ranjangnya sangat tidak empuk.
"bagaimana bisa wanita itu kuat tidur disini. Rumah ini banyak kamar kenapa juga dia memilih kamar ini?" Aku tak mengerti
Aku mencium aroma khas Chaira di bantal itu. Entah kenapa aku sangat tenang mencium aroma itu. aroma itu menenangkanku dan menjernihkan pikiranku.
"Ahh,,, kenapa aku sangat merindukannya" batinku
Aku bangkit dan duduk di tepi ranjang. Tanganku menggapai laci meja di sebelah ranjang itu. Aku melihat ada sebuah bingkai foto yang diletakkan terbalik. Aku penasaran melihat dan segera mengambil lalu membalikkan bingkai itu.
Mataku terbelalak. Aku tak percaya dengan apa yang ku lihat. Berulang kali aku mengucek mataku berharap penglihatanku akan lebih jelas melihat siapa yang ada di foto itu.
Aku melihat seorang wanita cantik dengan mata teduhnya sedang tersenyum menatap kamera yang dipegangnya dangan tangan kirinya. Disampingnya seorang pria yang sedang mencium pipinya tanpa menoleh ke kamera. Mereka berdua memamerkan sebuah cincin perkawinan yang melingkar di jari manis masing masing ke kamera. Aku mengenali sosok keduanya. Wanita itu bisa ku pastikan adalah Chaira,,, Walau wanita jtu lebih sering mengenakan cadarnya saat diluar tapi aku pernah melihatnya tanpa cadar saat hanya ada aku dan Rosa serta dirinya dirumah.
Yang membuatku heran adalah pria disampingnya itu.
"aku????" aku terus berpikir bagaimana mungkin aku bisa berfoto bersama Chaira dengan pose seakrab itu
Ku pandangi tanggal dan jam yang tercantum di foto itu. Itu adalah tanggal yang sama dengan tanggal pernikahanku dan jam di foto itu menunjukkan beberapa jam saja setelah acara pernikahan kami. Ku pandang juga cincin dijari Chaira,,
"sama persis dengan cincin yang ku kenakan" batinku saat melihat cincinku sendiri.
Kepalaku mendadak sakit memikirkan segala kemungkinannya. Aku melempar bingkai foto itu ke ranjang. Lalu aku mundur menjauh. Ku pandangi saja foto itu dari jauh
"Chaira,,, Apa Chaira itu,,,, lalu Rosa???
Aku kembali mengambil foto itu dan memasukkannya kembali ke laci. Aku tak ingin Rosa menemukan foto itu dan menyimpannya jauh dariku. Ku tutup pintu kamar Chaira dan menguncinya. Ku simpan sendiri kuncinya agar siapa pun tak bisa masuk kesana tanpa izinku.
Aku duduk di sofa ruang keluarga menunggu Rosa dan berpura pura tak melihat apa pun. Sebelumnya sudah ku rapikan kamarku yang tadi sudah berantakan. Aku tak ingi Rosa curiga melihat kamar kami yang berantakan.
" Hai Mas,,, apa kamu sudah merasa lebih baik?"Rosa langsung menciumku dan duduk disampingku.
__ADS_1
"Dari mana saja kamu?" tanyaku melirik beberapa tas belanjaan yang dibawanya. Wanita itu sering meminta uang dariku.
"oh aku belanja mas,,, beberapa keperluan bayi kita dan keperluanku juga" Sahut Rosa sembari memijit kakinya yang kelelahan
"Kau tak membelikan sesuatu untukku?" tanyaku
"ah mas memangnya kamu perlu apa,, kamu kan dirumah terus" sahutnya lagi kali ini sambil memijat tengkuknya
"aku capek sekali mas,,, bayi ini begitu berat" Rosa mengeluh
Aku diam saja tak menjawab.
"dimana cincin kawinmu Ros?" tanyaku saat melihat jari manisnya kosong tanpa cincin
Rosa terkejut dengan pertanyaanku itu. Sepertinya dia sedang memutar otak mencari jawaban yang tepat.
"ahhh sepertinya aku melupakannya saat mandi tadi mas,, mungkin masih ada di kamar mandi." sahutnya cepat
"aku ke kamar dulu ya mas,, aku mau istirahat dulu" pamitnya gugup
"Temukan cincinnya. Aku tak mau kamu tak memakainya" tukasku
"ya ya,,, aku akan menemukannya" jawabnya terdengar tak begitu yakin
Sebenarnya aku tau dia tak akan menemukan cincin itu di kamar mandi karena tadi saat mengobrak abrik kamar aku tak melihat sebuah cincin pun disana.
"Apa yang sedang kau sembunyikan dariku Ros???" tanyaku dalam hati
Jangan lupa vote, like dan komen ya
Terima kasih 😍
__ADS_1