BIDADARI YANG KU SAKITI

BIDADARI YANG KU SAKITI
B.Y.K.S ( LEVI & RAYYA ) Part 15


__ADS_3

Selamat membaca 🌸


Maaf banyak typo πŸ™


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


🌸🌸🌸


" Aku tidak mungkin menceraikan Hana karena dia tidak bersalah apa pun dalam hal ini. Tapi aku juga tidak bisa terus menerus merasa bersalah dengan tidak menuruti kemauan Ratna yang sudah lama ku telantarkan,,,"


Dion masih saja tak beranjak atau menjalankan mobilnya.


Tiin,,Tiinnn,,,


Suara klakson mobil Darren tak juga membuatnya tersadar bahwa mobilnya menghalangi mobil Darren yang sudah akan berangkat ke kantor juga.


Melihat Dion tak merespon akhirnya Darren pun turun dan mengetuk kaca mobilnya. Ketukan itu akhirnya menyadarkan Dion. Dion pun membuka kaca mobilnya.


"Ada apa??" tanyanya.


"Ada apa??? Lu tuh yang ada apa?? Gue klaksonin dari tadi lu malah ngelamun aja. Lu kesambet apaan sih pagi pagi gini sudah bengong bengong,,,?? Pinggirin mobil lu. Gue gak mau telat ke kantor." sungut Darren.


"Semobil aja yuk. Gue lagi gak konsen nyetir nih,,," ajak Dion.


Darren menatap sejenak wajah sahabatnya yang memang tengah terlihat ada masalah itu.


"Ada apa bro,,,?? Apa semuanya baik baik saja??" tanya Darren.


"Lu bilang lu gak may telat ngantor tapi malah ngajakin rumpi di sini.Buruan lu yang nyetir kali ini. Sesekali gue juga pengen lu setirin." kata Dion yang langsung turun dan berpindah ke kursi sebelah.


Darren hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu. Dimatikannya dulu mobilnya sendiri baru masuk ke mobil Dion.


"Ada apaan sih,,?? Jangan bilang lu berantem sama Hana gara gara gue nitipin Ratna di rumah kalian,,,??" tanya Darren yang merasa tidak enak.


Dion hanya menggeleng lemah.

__ADS_1


"Lu jujur aja sama gue. Gue gak apa apa kok kalau misalnya gue harus tarik lagi Ratna ke rumah gue. Gimana pun juga emang gue yang punya tanggung jawab. Gue akan bilang baik baik sama dia bahwa dia harus mau tinggal di tempat lain secepatnya. Bukan ngusir tapi menghindari fitnah saja." kata Darren.


"Dulu kayak gini juga gak sih bingungnya lu waktu ada Febby yang mulai masuk dalam rumah tangga lu sama Chaira??" tanya Dion tiba tiba.


"Febby,,??" Darren berusaha mencerna apa maksud Dion yang tiba tiba membahas awal mula keretakan rumah tangganya dulu.


"Bro,,, Jangan bilang lu mengalami hal yang sama ya,,,!!!" Darren mulai mengerti arah bicara Dion.


Ditepikannya mobilnya agar bisa mendengar jelas jawaban Dion.


"Apa gue kena karma ya Dare,,, Dulu gue yang secara tidak langsung bawa orang ketiga dalam rumah tangga lu sama Chaira. Apa Chaira belum maafin gue ya,,," Dion sendu.


"Chaira sudah tenang di sana bro,,, Jangan lu bawa bawa lagi dalam urusan dunia. Lagipula dia orang baik yang gak mungkin gak maafin lu. Gue yang segitu jahatnya sama dia aja masih dimaafkan dan diperlakukan dengan sangat baik." jawab Darren.


"Iya gue tau itu,, Tapi kejadian yang gue alami dalam rumah tangga gue sekarang jadi buat gue mikir mungkin ini semua karma buat gue,,," kata Dion masih sendu.


"Karma atau bukan yang jelas lu harus bisa hadapi dan selesaikan apa pun penyebab masalah rumah tangga lu dan ngaca ke pengalaman gue aja. Gue yang sudah begitu bodoh melepas bidadari tercantik dari tuhan dan malah menyakitinya akhirnya sekarang hanya bisa hidup dalam penyesalan sepanjang sisa umur gue. Gue harap lu bisa lebih bijak mengambil keputusan biar lu juga gak terpuruk seperti gue." kata Darren mengingatkan.


Darren menepuk bahu sahabatnya yang tampak masih murung itu.


"Lu boleh cerita ke gue kapan pun lu siap dan bersedia berbagi cerita. Gue gak akan paksa lu cerita kalau lu belum siap. Tapi yang jelas gue mau lu inget bahwa lu gak sendirian." Tegas Darren.


"Sama sama. Sekarang lebih baik lu fokus dulu ke kerjaan biar gak kayak gue dulu. Saking terpuruknya sampai nyusahin nasib anak buah gue." kata Darren lagi.


Dion hanya mengangguk dan menghela napasnya berkali kali agar dadanya tak semakin sesak meski bayangan dua wanita dalam hidupnya masih jelas menari nari dalam benaknya.


Dion sungguh tidak bisa memutuskan pilihan di antara keduanya. Dion menginginkan keduanya tetap mendampinginya.


Egois,,,


Ya mungkin egois bagi beberapa orang terutama bagi Hana yang tidak tau apa apa. Namun Dion juga tidak bisa menyalahkan Ratna yang hanya ingin menjadi istri tunggalnya karena memang sebenarnya Ratna punya hak untuk tidak mengijinkan Dion menikahi Hana.


"Gue harus coba bicara lagi sama Ratna. Semoga dia mau mengerti dan menerima keberadaan Hana yang mau tidak mau sudah lama juga mendampingiku." batin Dion.


Dion kembali menghela napasnya dan kali ini lebih dalam lagi. Darren sudah membawa mobilnya melaju membelah jalanan dan hampir sampai di kantor keduanya.

__ADS_1


Dion ingin menuruti perkataan Darren agar mengesampingkan dulu urusan pribadinya supaya tidak berimbas pada perusahaan dan anak buah mereka.


"Sudah merasa lebih baik??" tanya Darren begitu mereka sampai.


Dion mengangguk mantap dan merapikan dasi serta kemejanya sebelum turun dari mobilnya. Darren pun melakukan hal yang sama.


Keduanya kini berjalan berdampingan memasuki kantornya dan seperti biasa pesona Darren sebagai hot daddy masih mengintai mata dan hati para pekerja pekerja wanita di perusahaan itu.


Semanis apa pun senyum mereka,,,


Seseksi apa pun penampilannya,,,


Mata dan hati Darren tidak pernah goyah.


Niatnya untuk tidak menikah lagi dan membagi lagi hatinya dengan wanita lain sangatlah besar. Dia tidak ingin lagi menghadirkan wanita mana pun dalam hidupnya dan anak anak apalagi jika wanita itu nantinya harus jadi istrinya.


Namun lain Darren lain pula Dion yang hatinya masih berkecamuk di antara dua pilihan.


Hana istri yang begitu dicintainya dan istri yang setia mendampinginya selama ini dan sangat bersabar meski mereka belum dikaruniai keturunan.


Atau,,,


Ratna,,, Istri dari bagian masa lalu hidupnya yang telah lama dilupakannya dan pernah dianggapnya sebagai aib terbesar namun kini muncul kembali dalam hidupnya bersama Hana.


Ratna yang sudah puas menderita karena Dion dan kini menuntut perlakuan adil dan posisi tunggal atau Hana yang tidak pantas dikorbankan demi membayar kesalahan masa lalu Dion,,??


"Bro,,, Gue gak mau Hana merasakan sakit dan menderitanya Chaira dulu tapi gue juga gak bisa terus menerus membiarkan istri pertama gue hidup sengsara. Sudah cukup dia menderita,,," kata Dion membuka ceritanya siang itu di sela jam istirahat mereka.


"Istri pertama?? Maksud lu?? Bukannya Hanalah istri pertama lu???" Darren terkejut.


"Bukan bro,,,Hana bukan istri pertama gue. Gue sudah pernah menikah dulu jauh sebelum lu menikahi Chaira. Sekarang Istri pertama gue muncul lagi dalam hidup gue dan menuntut agar gue menceraikan Hana kalau gue mau dia memaafkan gue." jelas Dion.


"Siapa wanita itu?? Bagaimana bisa gue melewatkan semua cerita lu ini bro,,,??" tanya Darren.


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komen yaa


Terima kasih 🌸


__ADS_2