
Hari berganti hari,,,
Bulan berganti bulan,,,
Tahun pun berganti tahun,,,,
Semua melanjutkan ceritanya masing masing,,,
Ada Hana mulai bisa membuka hatinya untuk Dion. Aku turut bahagia mendengar bahwa mereka berencana untuk segera menikah.
Pak kyai tak mengijinkan Dion berlama lama mendekati putrinya tanpa status yang jelas. Dion yang memang dari awal tak ada niatan untuk mempermainkan Hana seperti dia mempermainkan para wanitanya selama ini langsung menyanggupi permintaan pak Kyai.
Lalu ada Angga yang juga membawa kabar bahagia bahwa dirinya yang beberapa bulan terakhir tinggal di luar negeri ternyata diam diam juga telah menemukan tambatan hatinya.
Wanita berdarah Jepang itu membuatnya tak bisa pindah ke lain hati lagi. Walau sempat mendapat penolakan dari mamanya yang memang masih saja mementingkan bibit, bebet dan bobot tapi dengan omongan halus dari papanya akhirnya mamanya menerima juga.
Angga mengirim undangan pernikahannya yang diselenggarakan di Jepang. Aku dan Dion menyanggupi untuk menjadi pendampingnya dihari bahagianya itu.
Ada juga Ray dan mamanya yang berbahagia menyambut kelahiran putri kecil anggota baru keluarga mereka.
Rayya Selina Putri Rayhan dilahirkan secara normal oleh Chaira yang juga sangat bahagia menyambut kelahiran putrinya. Aku sempat hadir di acara aqiqahnya.
Aku turut bahagia dengan bertambahnya anak kami. Yaaa,,, anak kami. Aku menganggap Rayya juga anakku sendiri sepertinya abinya yang menganggap Levi dan Putri sebagai anaknya sendiri.
Lalu saat semua telah bahagia dengan kehidupannya masing masing,,, Jangan tanyakan tentang hidupku. Aku berhasil menyelesaikan bacaan quran ku hingga akhir dalam waktu 3 bulan.
Sungguh itu merupakan pencapaian yang bagus menurutku yang baru baru ini memperdalam ilmu agamaku. Aku juga membangun sebuah panti asuhan saat perusahaanku menang tender yang begitu besar.
Levi yang sudah mulai bertambah usia juga sudah boleh ku ajak menginap dirumahku. Aku tak pernah membawa Putri menginap karena Chaira belum mengijinkan.
Perusahaan berkembang pesat dan aku mulai berani membuka anak cabang. Aku menempatkan orang orang kepercayaanku di cabang baru perusahaan. Mereka rajin mengirim update terbaru status perusahaan kepadaku.
Yaaa,,,
Semua berjalan baik dan indah sesuai porsi masing masing.
Hanya satu yang masih tetap tidak baik.
Hatiku,,,,
Hatiku masih saja sakit dan dipenuhi penyesalan yang seakan tak ada ujungnya. Aku masih sering menangis di sepertiga malam saat bersujud dan memohon ampunanNYA.
Namun aku bangga pada hati yang rapuh itu karena masih begitu kuat menyimpan seluruh cintaku untuk bidadariku. Aku bangga karena aku bisa mengerti makna setia yang sesungguhnya walau itu terlambat.
Bidadariku,,,
mungkin dulu aku memang tak setia mencintaimu tapi kini aku tau bahwa setia itu bukanlah saat kita tidak tertarik pada siapa pun, Setia adalah saat kita merasa tertarik pada seseorang namun alam bawah sadar mengatakan bahwa pasangan kita lah yang terbaik.
Bidadariku,,,
Mungkin kini dirimu memang sudah bukan menjadi pasanganku,, namun aku tetap menjaga kesetiaan cintaku untukmu seorang. Maafkan kesetiaan yang datang begitu terlambat ini.
Mama Ray benar benar menunjukkan keseriusannya ingin mencarikanku pengganti Chaira. Dia mengenalkanku pada seorang wanita muda yang merupakan pengusaha sukses juga.
__ADS_1
Aku sempat terpana melihat tubuh semampai itu,, namun kembali lagi bidadariku,,,
itu bahkan tak bertahan lima menit saja karena kembali wajah dan mata teduhmu menggodaku.
Aku ingat saat itu aku hanya tersenyum menahan rasa geli yang menggangguku saat mama Ray begitu bersemangat mengenalkan kami. Aku tau mungkin mama Ray takut jika aku mengambilmu kembali bidadariku,,,
Aku tak menyalahkannya jika dia memiliki ketakutan seperti itu karena aku tau dia begitu menyayangi putranya dan dirimu juga. Sebagai seorang ibu tentu dia tak ingin terjadi hal yang buruk dalam pernikahan kalian.
Tidak hanya mama Ray bidadariku,,,
Hana dan kedua sahabatku juga tampaknya kehabisan akal dan stok perempuan karena tak ada satu pun yang mampu menggeser posisimu.
Aku heran,,
Kenapa mereka semua sangat menginginkan agar aku mencari penggantimu. Tidakkah mereka paham bahwa aku bahagia hidup dalam rasa cintaku yang mendalam padamu.
Tidakkah mereka bisa melihat betapa berubahnya diriku yang sekarang? Aku menjadi sosok religius yang senantiasa selalu menjaga agar langkahku selalu diridhoi olehNYA.
Tidakkah mereka memahami bahwa walau kau tak lagi ada disampingku namun kau tetap hidup dalam jiwa dan hatiku.
Aku bahagia menghabiskan sisa hidupku untuk mencintaimu seorang. Cintaku padamu cukup kuat membimbingku agar menjaga cintaku padq tuhanku.
Aku memang masih sering menangis mengingatmu,,, saat malam aku merindukanmu maka tangisku pecah. Aku menangis saat aku menyuapkan makanan kedalam mulutku sendiri saat aku begitu merindukan masakan lezatmu,,,
Bidadariku,,,,
Tetaplah berbahagia disana walau tanpa diriku,,,
Mataku sudah terasa perih oleh airmataku sendiri. Aku segera ke kamar mandi dan mencuci mukaku kemudian menyusul Levi yang malam ini menginap di tempatku.
Aku mencium lembut kening putraku yang kian tumbuh meninggi dan semakin tampan sepertiku. Dia mewarisi mata Chaira. Mata itu cukup mengobati rinduku pada Chaira.
Ku peluk putra tampanku itu dan aku mulai tertidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ayo Levi,, kemasi barang barangnya nak. Ayah akan antar kamu pulang" ucapku pada Levi yang tampaknya masih enggan meninggalkan rumahku.
"Apa Levi tak boleh menginap lagi ayah? Semalaaaaam saja,, " Rengeknya
Aku tersenyum padanya. Ku dekap tubuhnya lalu ku cium keningnya.
"Boleh nak, tapi kan tetap harus ijin dulu sama bunda dan abi" jawabku.
Levi tertunduk lesu. Dia kecewa karena aku tak langsung mengiyakan keinginannya. Aku berpikir sejenak apa yang harus ku lakukan agar dia tak murung dan kecewa.
"Nanti ayah belikan PS seri terbaru ya nak" Aku berusaha merayunya.
"Levi gak ingin mainan ayah,,, Levi inginnya bisa sering sering sama ayah,, sama bunda,,, kenapa Levi harus sama ayah saja,, kadang sama bunda saja,,, Levi juga ingin seperti teman teman Levi yang kemana mana ditemani ayah bundanya"
Plaaakkkkk,,,,
Ucapan putraku itu terasa menampar keras wajahku.
__ADS_1
Bagaimana harus ku jelaskan semua ini padanya??
"Ayah sama saja sama bunda,,, kalau Levi tanya seperti ini hanya diam" Levi berdiri meninggalkan aku.
Dia mulai mengemasi barang barangnya yang ada hampir di setiap ruangan. Aku tak memperhatikan apakah sudah semua dibawanya. Aku sibuk memikirkan jawaban apa yang harus ku berikan padanya.
Maafkan ayah nak,,,
Ini semua terjadi karena kesalahan ayah,,,
Ayah yang tak mampu menjaga keutuhan keluarga kita,,,
Aku menyusul Levi yang sudah berada dalam mobil.
"Hey,,, Jagoan ayah jangan manyun begini,, Nanti kalau bunda lihat dikira Ayah marahi Levi. Nanti Levi malah gak dikasih nginap ditempat ayah lagi lho,,, " Aku membujuknya sebelum aku mengantarnya masuk ke dalam rumah Ray saat kami sudah sampai.
Levi segera tersenyum dan memelukku. Dia yang memang sangat suka menginap dirumahku tak mau bundanya melarangnya menginap lagi jika melihat dia murung sehabis dari rumahku.
"Levi sayang sama ayah" bisiknya.
"Ayah juga sayang Levi" balasku.
Aku mengantarnya masuk dan menemui Putri kecilku yang kini sudah bisa berjalan. Dia juga segera berusaha berjalan cepat menghampiriku saat melihat aku datang.
"Terima kasih sudah mengantar mereka pulang Dare,,, Apa kau ingin menemui Chaira? Dia masih menyusui Rayya didalam" kata Ray yang menyambut kami.
"Tidak Ray,, aku tak bisa menunggu. Aku harus segera ke kantor" jawabku berbohong.
Aku bukan tak ingin menemuimu bidadariku,,, Aku hanya tak sanggup jika harus melihat kemesraan kalian hari ini. Jiwaku cukup rapuh oleh pertanyaan protes Levi tadi.
Aku segera memberikan tas Levi pada Ray lalu pamit dan pergi setelah mengucap salam.
Ray menerima tas itu dan membukanya. Dia ingin menyisihkan jika ada baju kotor atau barang barang yang tak perlu disimpan.
Matanya tertuju pada sebuah buku diary tebal berwarna hitam. Dia heran sejak kapan Levi memiliki buku diary. Dia masih terlalu kecil dan belum bisa membaca atau menulis.
"Ah mungkin ini milik Darren yang terbawa Levi" pikir Ray.
Ray ingin menyimpannya saat tiba tiba Levi yang berlarian menabrak dirinya hingga buku itu terjatuh dalam kondisi terbuka.
Aku masih tetap mencintaimu bidadariku,,,
Chairaku,,,
Aku bahkan tak pernah letih berdoa agar suatu saat nanti kita bisa berkumpul kembali,,,
Entah di dunia atau di surgaNYA kelak,,,
Ray membaca tulisan di halaman diary yang terbuka itu. Dia menghela napasnya dalam.
Jangan lupa vote, like dan komen yaaaaa
Terima kasih 😍
__ADS_1